Anak Rahasia Sang Ceo

Anak Rahasia Sang Ceo
Ep 85


__ADS_3

“Do..dokter Mark..” Alisha langsung berdiri dan dia bersembunyi di belakang Mark saat ini. Reyhan yang berada di situ menatap bingung kenapa perempuan itu tampak ketakutan dan langsung bersembunyi di belakang Mark.


“nona Alisha ada apa?” tanya Mark sambil melepaskan tangan perempuan itu yang menccegkram kuat bajunya dari belakang.


“Tolong saya dok, tolong” suara bergetar Alisha meminta tolong pada Mark.


“minta tolong kenapa, kau tenanglah” tukas Mark.


“Hei, kau perempuan tidak bertanggung jawab kemari kau” seruan seorang pria mengalihkan ketiganya. Ketiga orang itu langsung melihat kearah seorang pria yang baru saja muncul bersama satu orang lagi.


“Dokter Mark, tolong saya dari mereka dok tolong” Alisha semakin ketakutan dan semakin menyembunyikan dirinya di balik Mark.


“Kesini kau perempuan tidak tahu diri, tugasmu belum selesai dan kau sudah kabur begitu saja.” tukas pria tinggi degan kemeja hitamnya meminta Alisha agar mendekat kearahnya.


“Hei tuan kemarikan perempuan itu” pinta pria satunya.


“Kalian siapa, kenapa kalian berbicara kasar seperti itu pada seorang wanita” pungkas Mark menatap ke dua orang tersebut.


“Terserah kita, dia sudah kami bayar jadi seharusnya dia menunaikan tugasnya”


“Leo bawa dia kesini” perintah pria itu pada rekannya. Pria bernam Leo tersebut langsung berjalan menghampiri Alisha.


“Kemari kau,.” Tukas pria tegap bernama Leo itu sambil menarik tangan Alisha dari balik tubuh Mark.


“Nggak, aku nggak mau lepaskan. aku nggak mau, dokter Mark tolong saya dok” isak Alisha saat dia ditarik paksa oleh pria tersebut.


“Hei, jangan kasar pada wanita lepaskan dia. sebenarnya apa yang kalian inginkan dari dia” Mark melepaskan paksa dan menarik tangan Alisha kembali. Tapi Mark langsung di pukul oleh orang tersebut.


“Jangan ikut campur tuan, ini urusan kita bertiga. Kemari kau Alisha” pungkas orang itu lagi dan menarik paksa Alisha.


Reyhan yang tadi melihat temannya di pungkul merasa tidak terima, dia langsung berjalan cepat dan menarik satu tangan Alisha yang bebas.


“Kau mau apa tuan? Kau ingin saya pukul seperti temanmu itu” tukas Leo menatap tajam Reyhan.


“Silahkan kalau memukulku” tantang Reyhan.


Pria itu langsung melepaskan tangan Alisha sehingga kesempatan Reyhan untuk menarik Alisha agar berada di belakangnya.


Pria itu akan memukul wajah Reyhan tapi Reyhan sudah menahannya terlebih dahulu dan mendorong kuat pria tersebut hingga terdorong kebelakang.s atu temannya maju dan akan membantu..


“Maju, kalau kalian masih mau berurusan dengan polisi.” Ucap Reyhan sambil merogoh ponselnya menunjukkan pada mereka dimana dia menelpon seorang.


Kedua pria itu yang akan menyerang Reyhan langsung berhenti saat melihat foto yang ada di nomor yang tengah di hubungi Reyhan saat ini.


“Itu Kelvin..” lirih Leo pada temannya yang berada di sebelahnya. Kelvin adalah seorang polisi yang terkenal menangani kasus kriminal orang yang berurusan dengan dia tak akan pernah lolos dari jeratan hukum dan hukuman yang dijatuhkan pun tak main-main.


“Masih mau lanjut, kalian pasti tahu siapa dia kan. masa tidak tahu, dia yang sering masuk berita itu..” Reyhan meremehkan dua orang itu dengan tatapan mengejek.


“Oke, kita pergi” ucap Leo dan langsung pergi dari situ, tapi sebelum mereka pergi keduanya melihat sekilas Alisha yang berada di belakang Reyhan.


Reyhan langsung menarik Alisha agar keluar dari belakangnya,


“Sudah, sana pergi” tukas Reyhan”.ucapnya sambil melihat kearah Alisha. “Ayo Mark, kita sudah terlambat” lanjut Reyhan mengajak Mark pergi.


“Sebentar,” Mark tidak langsung mengiyakannya dia mendekat kearah Alisha.


“Nona Alisha, sebenarnya kau ada masalah apa sampai kedua orang itu mengejarmu” pungkas Mark pada Alisha yang masih terlihat takut tapi tidak seperti tadi.


“Mereka ingin memperkosaku dok, a..aku..aku benar-benar takut makanya aku la..langsung kabur” dengan bibir bergetar menahan takut Alisha menjelaskan kenapa mereka berdua mengejarnya.


Reyhan dan juga Mark yang mendengar itu terkejut, mereka saling lihat satu sama lain.


“Kenapa bisa kau hampir di perkosa oleh mereka, kau bodoh atau bagaimana?” tukas reyhan ketus.


“Aku, Aku ditipu oleh mereka. Mereka menyuruhku kesini untuk menjadi model tapi nyatanya..hiks hks” ucap Alisha tak bisa melanjutkannya, dia memeluk tubuhnya sendiri yang gemetar ketakutan mengingat hal yang menakutkan tadi.


“Nona Alisha tenanglah, kamu sudah amankan sekarang” Mark mendekat kearah Alisha dan dia melihat bekas kemerahan di leher perempuan itu. dia hapal betul itu bekas apa..

__ADS_1


“Reyhan lepaskan jasmu dan pakaikan ke nona Alisha”


“Apa? kenapa..ini milikku” kaget Reyhan.


Mark memberi kode agar melihat kearah leher Alisha. Reyhan langsung melihatnya, dan di sana ada bekas kiss mark yang cukup banyak.


Reyhan tak bergeming dengan perintah Mark, dia diam saja dan masih mengamati pakaian Alisha dan juga bekas kemerahan tersebut. matanya sedikit menajam saat melihat baju belakang perempuan itu sedikit sobek.


“Reyhan..” ucap Mark menyuruh Reyhan untuk segera memakaikan jasnya pada Alisha.


Dengan berat hati akhirnya Reyhan melepaskan jas hitamnya dna hanya menyisakan kemejanya saja. jas tersebut dia pakaikan ke tubuh Alisha. Alisha yang tersadar dari dirinya yang tengah linglung langsung melihat kearah Reyhan yang memakaikan jas untuknya.


“Ti..tidak usah dok” ucap Alisha menolaknya dan dia akan melepas jas tersebut.


“Pakai saja” balas Mark datar. “Ayo Mark” lanjut Reyhan dan mengajak pergi Mark. Dia berjalan ebih dulu untuk masuk kedalam lift yang ada di basement tersebut tetapi ucapan Mark menghentikannya.


“Reyhan sebentar,” Reyhan yang mendengar itu langsung berhenti melangkah.


“Ada apa?”


“Kita pulang saja,. Nona Alisha kau ikut dengan kita saja, kita akan mengantarmu ke rumahmu” pungkas Mark.


“Ti..tidak usah dok, saya bisa..”


“Bagaimana kalau mereka masih disini dan akan mengejarmu lagi. Sudah tidak apa-apa kita antarkan kamu pulang” ucap Mark memotong ucapan Alisha.


“Mark..” Reyhan seakan merasa keberatan dengan itu.


“Ayo Reyhan” Mark tidak mengindahkan protes Reyhan tersebut dia malah mengajak Alisha untuk masuk kedalam mobil.


Reyhan yang melihat itu tak habis pikir dengan rekannya tersebut, Mark terlalu baik memang. Kebaikan itulah yang bisa dimanfaatkan orang, batin Reyhan. Pria itu langsung berjalan menyusul Mark dan juga Alisha yang sudah berada di dalam mobil.


........................................


Gibran berjalan kearah kamarnya yang berada di lantai satu, kamar utamannya memang sudah di pindahkan ke lantai satu atas permintaan sang istri. Dia dan juga Naina baru saja sampai dirumah, tetapi Naina sudah ijin masuk duluan kedalam. Alasannya ingin ke kamar mandi.


“Kenapa?” Naina baru saja keluar dari kamar mandi yang ada di dalam kamarnya itu. dia melihat kearah Gibran yang berjalan mendekat padanya.


“Nggak aku kira kamu dimana” balas pria itu sambil menaruh ranselnya di sofa yang tidak jauh dari tempat tidurnya.


“Mau jemput anak-anak kapan?” tanya Naina pada sang suami.


“Nanti aja gimana, agak sorean. Aku mau istirahat dulu”


“Ya sudah nggak pa-pa,”


“Kamu mau kemana?” tanya Gibran saat Naina akan berjalan.


“Mau ke dapur sebentar,”


“Mau ngapain?” heran Gibran karena mereka baru saja sampai dan lebih baik mereka istirahat dulu di kamar daripada harus beraktivitas.


“Tadi Erlan minta tolong sama aku untuk buatin pasta katanya”


“Nggak usah, suruh dia buat sendiri aja. Biasanya juga dia buat sendiri kalau apa-apa. manja banget sekarang mentag-mentang ada kamu”


“Dia memang bisa buat sendiri tapi katanya nggak seenak yang aku buatin waktu itu makanya dia minta buatin aku sekarang”


“Lah dia kemana sekarang, kayaknya dia nggak dirumah aku lihat tadi”


“Dia di kamarnya lah,”


“Oh,” lirih Gibran,


“Sudah ya, aku mau kedapur dulu. kamu mau dibuatin sekalian nggak.?”


“Mau”

__ADS_1


“Ya ayok kedapur” ucap Naina mengajak Gibran ke dapur.


“gendong sayang” Gibran tiba-tiba saja langsung memeluk istrinya dari belakang. Dia mengalungkan tangannya di leher sang istri layaknya anak kecil yang meminta gendong.


“Apaan sih, masa minta gendong. Jangan kayak anak kecil deh..” ucap Naina sambil mencoba melepaskan tangan Gibran.


“nggak-nggak sayang, aku bercanda.” Gibran langsung tersenym melihat istrinya yang mengeluh.


“Ya sudah sana kamu kedapur dulu, aku mau mandi bentar ya. Kamu tahu aku kan, kalau gerah pasti mandi” lanjut Gibran.


“hem, aku ke dapur dulu kalau begitu” ucap Naina.


“Iya,, muaahh” balas Gibran smabil mencium pipi kanan istrinya. Dan Naina tidak mengeluh seperti biasanya, dia menerimanya begitu saja dengan senyum manis.


..............................


“Mama..” seru Aiden dan juga Aira yang melihat mama dan papa mereka yang sudah datang untuk menjemput mereka berdua.


Keduanya yang tengah duduk bersama dengan kakek neneknya dirunag tengah langsung turun dari pangkuan mereka berlari menghampiri kedua orang tuanya.


“Mama..” keduanya langsung memeluk kedua kaki mamanya itu. Naina yang melihat kedua anaknya tersebut langsung menekuk lututnya untuk menyamakan tinggi dengan sang anak ia mengusap lembut kepala kedua anaknya itu.


“Kalian kangen ya sama mama, mama padahal cuman sebentar loh” pungkas Naina.


Gibran yang melihat itu tentu saja ikut senang, dia langsung ikut berlutut untuk menyamakan tingginya dengan kedua anak-anaknya.


“Masa yang dikangenin cuman mama aja, papa nggak nih” pria itu menatap kedua anaknya yang tengah fokus pada Naina saja.


Keduanya langsung terlaihakn dan beralih melihat kearah Gibran..


“sama papa juga dong, papa kan papa kita” ucap Airan dan langsung beralih kehadapan Gibran begitu juga dengan Aiden.


“Kita juga kangen sama papa, iya kan Aiden” ucap Aira.


“Iya,” jawab bocah laki-laki tersebut.


“Kalau begitu peluk papa dong” pungkas Gibran sambil merentangkan tangannya.


Aiden dan Aira langsung memeluk papanya tersebut,


“Kita sayang papa” seru Aiden dan juga Aira.


“Papa juga sayang kalian” jawab Gibran sambil mengecup kepala kedua anaknya bergantian.


“Papa sama mama kok cuman berdua, kak Selina sama kak Mark dimana?” tanya Naina yang berdiri sambil melihat kearah kedua orang tuanya.


“Ayo kesana sayang” ucap Mark mengajak kedua anaknya saat Naina berjalan menghampiri Mahendra dan juga vIta.


“kakak kamu pergi sama Selina entah kemana tadi?” jawab Mahendra.


“Itu kata Mark tadi apartemen Selina mau ada yang beli,” timpal Vita.


“Lah mau dijual ma? kata kak Selina nggak mau dijual” ucap Naina.


“Iya tapi tadi Mark bilang ada temennya yang cari tempat buat ditinggali, karena tempatnya dulu nggak aman. Makanya Mark bilang sama Selina suruh jual ke temannya itu katanya buat bantu orang itu juga yang keselamatannya terancam”


“Siapa ma?” tanya Gibran yang sudah duduk disebelah istrinya.


“Itu temannya Mark atau siapa gitu tadi bilangnya”


“Kan kalau teranca tinggal lapor polisi aja ma, kenapa harus pindah”


“Kan di tempat tinggalnya dulu nggak aman, keamanan gedungnya juga nggak ketat gitu makanya dia pindah”


“Oh gitu” ucap Naina.


°°°

__ADS_1


T.B. C


__ADS_2