Anak Rahasia Sang Ceo

Anak Rahasia Sang Ceo
Ep 69


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan jauh, Michel yang tadinya tidur mulai membuka matanya karena sudah tak merasakan mobil yang dia tumpngi berjalan. Dia menegakkan tubuhnya sambil melihat ke kesebelahnya yang sudah kosong Gibran tak ada di dalam mobil saat ini. Michel melihat ke keluar mobil mencari keberadaan Gibran dan dia baru sadar kalau saat ini dia tengah berada di depan laut lebih tepatnya ia kini berada di sebuah dermaga.


Ingatan Michel terngiang pada lima tahun lalu, dimana di tempat yang sama ini dia dan Khalif dulu di tangkap oleh Gibran. Mengingat itu semakin membuat Michel merasa bingung kenapa Gibran membawanya ketempat ini.


“Kenapa dia membawaku kesini, dimana dia sekarang?” lrih michel sabil mencari Gibran dari dalam mobil, karena tak menemukan Gibran. Michel akhirnya meutuskan turun dari mobil baru saja dia akan turun pintu mobil di sisi sebelahnya terbuka.


“mau kemana kamu?” Gibran baru saja muncul dan masuk kedalam mobil membawakan makanan serta minuman untuk Michel.


“Kau darimana saja?” tanya Michel dan tak jadi melangkah pergi dia menutup pintu mobilnya kembali dan melihat kearah Gibran yang dengan santai malah menyodorkan sebotol air mineral kepadanya.


“Kenapa takut ya, kehilangan aku” goda Gibran,


“Nggak lucu, kenapa kau mengajakku kesini?” tukas Michel menatap penasaran Gibran.


“Aku ingin kita mulai dari awal, karena tempat ini adalah awal dari diriku menyesali semuanya. Bukannya tadi kamu bilang ingin tahu apa yang ku lakukan selama lima tahun ini kan? maka dari sini aku akan memberitahumu apa yang kulalui selama ini” tutur Gibran menatap serius Michel.


Michel mencoba untuk mendengarkannya dengan seksama, karena dia sudah berjanji pada kedua anaknya soal kembali bersama Gibran.


“Kamu masih ingatkan dengan tempat ini? tempat dimana aku kehilangan kamu.” ucap Gibran mulai meraih tangan Michel.


“Di tempat ini kamu kabur entah kemana disaat aku fokus mengamati anak buahku menghajar Khalif, kamu pergi begitu saja tanpa sepengetahuanku. Seminggu berlalu setelah itu aku menerima kaba yang teramat menyedihkan bagiku, yang membuat duniaku seakan runtuh” Gibran mulai bercerita soal lima tahun lalu dimana dia yang kehilangan Naina serta mendapati bahwa perempuan itu telah pergi untuk selamanya.


“Bulshit, runtuh? Kau serius seharusnya kau senang kan aku pergi dari hidupmu tanpa jejak karena kau bisa bersama dengan kekasihmu dulu siapa itu” sinis Michel menarik tangannya dari Gibran.


“Kamu salah kalau menilai aku bahagi, justru aku malah menderita karena kamu pergi dari hidupku dengan membawa anakku dalam perutmu. Aku saat itu ha..”


“Jadi kau merasa hancur karena anakmu juga tiada, kau hanya mementingkan anak-anakmu saja berarti”


“Jangan kamu potong dulu bisa” tegur Gibran karena Michel memotong ucapannya.


Michel langsung dia tapi dia tak melihat kearah Gibran sama sekali, dia memalingkan wajahnya membelakangi pria tersebut.

__ADS_1


“Bukan karena kamu membawa anakku dalam perutmu, tapi karena aku menyadri betapa bodohnya aku sudah menyia-nyiakanmu selama ini sampai kamu begitu teganya meninggalkanku sendiri tanpa memberitahukan keberadaan bayi yang kamu kandung. Jujur aku merasa diriku hancur saat itu karena kehilangan kalian, dan..” ucap Gibran mulai berkaca-kaca saat mengingat dulu, dia memegang kedua bahu Michel agar melihat kearahnya.


“Dan, aku baru sadar kalau aku mencintaimu Naina, aku mengatakannya tulus dari dalam hatiku. Aku bodoh karena tak menyadari perasaan tersebut saat kamu masih bersama ku,..tolong percaya apa kataku. Dulu aku pernah memberimu hukuman kan saat di kantor, kamu tahu apa alasanku saat itu melakukan hal tersebut memaksa dirimu melakukan hubungan intim. Itu aku lakukan karena aku cemburu karena kamu diantar Khalif ke kantor dan dia memagang dirimu aku benar-benar marah melihat itu dari ruanganku” pungkas Gibran jujur mengatakan semuanya pada Michel.”Dan tempat ini menjadi tempatku melepas rindu denganmu, tempat dimana aku menemukan jenazah palsumu disini. setiap tahun bahkan setiap aku putus asa karena kehilanganmu aku selalu kesini berbicara seperti orang gila” lanjut Gibran sambil menggenggam tangan Michel.


“Aku minta maaf soal lima tahun lalu, aku salah Naina..hiks hiks” Gibran mencium tangan Michel dia menangis di tangan tersebut.


Michel tak bergeming, dia terdiam kaku melihat Gibran yang menangis di depannya. Dia baru pertama kali melihat pria itu menangis pilu sepeti ini.


Jujur Michel merasa tersentuh hatinya bergejolak iba melihat Gibran,


“Gibran..” ucap Michel sabil menegakkan tubuh Gibran.


Gibran langsung mendongak melihat kearah Michel,


“Kamu maafin aku kan, kita kembali bersama lagi kan. aku mohon, aku benar-benar menyesali semuanya. Aku ingin memulainya dari awal bersamamu Naina” ucap Gibran penuh harap.


“Aku maafin kamu, tapi soal kita kembali bersama. Kamu jawab satu pertanyaanku dulu baru aku bisa menjawab apakah kita kembali bersama atau tidak.


“Dimana pacarmu itu, kamu masih bersama dengannya kan?’


“Pacarku? Alisha maksudmu? Aku sudah putus darinya sudah cukup lama saat kamu tiada aku sudah tidak bersama dengannya lagi. Karena seperti yang aku katakan tadi aku sudah mencintaimu waktu itu. dan Alisha juga suah punya suami aku tidak ada hubungan lagi dengannya” Gibran mengatkan dengan jujur.


Michel menatap dengan tatapan menilai soal benar atau tidaknya Gibran bicara saat ini.


“Sayang, aku nggak bohong sama kamu, kamu percaya sama aku” Gibran menggenggam tangan Michel. “Jadi kita kembali bersama kan?” tanya Gibran menatap penuh harap.


Michel diam sejenak, dia masih tetap memperhatikan Gibran. Dan sesaat kemudian dia mengangguk pelan.


Melihat itu mata Gibran langsung berbinar, tanpa menunggu lama lagi dia langsung memeluk Michel.


“Terimakasih, Terimakasih kamu sudah mau mamafkan dan mau kembali padaku” Gibran benar-benar tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya.

__ADS_1


Michel hanya diam saja, dia tak merespon..dalam hatinya masih ada setitik keraguan soal Gibran yang sudah tak berhubungan dengan kekasihnya dulu. karena dia tahu dulu bagaimana Gibran yang begitu mencintai Alisha. Dan dia mau kembali dengan Gibran alasan utamanya tentu saja karena anak-anaknya yang begitu mebutuhkan Gibran


“I Love U Nai, I love U Naina ku..” ucap Gibran gemas memegang pipi Michel.


Michel hanya tersenyum tipis saja menanggapi ucapan Gibran yang terlihat bahagia, Michel tentu saja dalam kepalanya bertanya-tanya tuluskah ucapan itu. sisi traumanya masih ada untuk saat ini dan rasa was-was serta ketakutannya pun juga masih ada dalam dirinya.


“Tolong jangan panggil aku Naina, aku Michel sekarang” ucap Michel.


“Nggak, aku bakal terus panggil kamu Naina. Karena kamu memang Naina ku,..” ucap Gibran dan dia kembali memeluk Michel.


“Terserah katamu, tapi tolong saat bersama dengan mama Vita jangan memanggilku Naina.”


“Kenapa?”


“Dia tidak bisa kalau nama Michel di hilangkan dari hidupnya” lirih Michel dan sedikit menunduk sedih.


“Oke, kita kembali bersama kan sekarang? Kalau begitu kita nggak usah pulang bagaimana. Kita habiskan waktu berdua disini?” ucap Gibran sambil menatap Michel senang.


“APA?” ichel alah kebalikannya matanya melebar mendengar ucapan Gibran barusan..Gibran malah terlihat semakin menggoda Michel dengan senyum misteriusnya dia langsung menyalakan mesin mobil saat ini.


“Mau kemana?”


“Kita liburan berdua,.” Jawab Gibran sambil tersenyum.


“Nggak mau, aku mau pulang”


“Ayolah, aku rindu denganmu sayang. Kita pergi liburaannn” seru Gibran tak memperdulikan tatapan terkejut Michel. Michel semakin membulatkan matanya karena tingkah Gibran tersebut.


°°°


T.B.C

__ADS_1


__ADS_2