Anak Rahasia Sang Ceo

Anak Rahasia Sang Ceo
Ep 58


__ADS_3

Hari ini Michel tengah menemani Selina ke butik tempat dimana perempuan itu mengukur gaun pengantin nya. Dia menemani Selina karena Mark tak bisa menemani perempuan itu, jadi Mark meminta Michel yang menemani tunangannya melihat baju pengantin mereka.


“Kakak cantik banget,” puji Michel saat melihat Selina yang tengah mencoba gaun pengantinnya.


“Kamu mah mujinya berlebihan” balas Selina merendah saat Michel memuji dirinya.


“Ih, beneran. Kakak cantik banget, gila nyesel ini kak Mark ikut kesini” pungkas Michel yang masih terkagum dengan Selina yang tampak begitu cantiknya mengenakan gaun pengantin saat ini.


“Mau bagaimana lagi, kakakmu sibuk kemarin dia habis ambil cuti jadi nggak mungkin hari ini mabil cuti lagi. Banyak pasiennya yang nunggu buat dia tangani” ucap Selina yang memaklumi profesi Mark yang sebagai seorang dokter.


“habis ini kamu sibuk nggak, kalau nggak kakak mau traktir kamu makan?” tanya Selina kemudian.


“Aduh, maaf ya kak. Nanti aku mau ajak si kembar ke wahana air, habis ini aku langsung jemput mereka ke sekolah”


“Oh gitu ya, nggak makan dulu kamu?”


“Nggak ah kak, masih kenyang”


“Ya sudah, makasih banget loh kamu sudah mau nemenin aku kesini” pungkas Selina.


“Iya sama-sama, buat kakak ipar apa sih yang nggak” ucap Michel.


“Kalau begitu kakak ganti baju dulu ya, “ pungkas Selina pada Michel.


“Iya kak, aku tunggu disini ya” jawab Michel dan dia langsung duduk di sofa yang ada di situ. Ia langsung membuka ponselnya untuk mengirimkan pesan pada guru anak-anaknya kalau dia akan menjemput kedua anaknya sedikit terlambat jadi dia meminta pada guru mereka untuk tidak mengijinkan siapapun menjemput keduanya.


“Naina..” panggil seorang yang baru saja masuk kedalam butik, Michel yang tadinya fokus melihat kearah ponselnya langsung mendongak melihat siapa yang memanggil barusan.


Michel langsung terdiam saat melihat siapa yang memanggil dirinya dengan sebutan Naina,. Dia Tari bersama dengan seorang pria dan juga wanita.


“Tari” Michel hanya bisa menyebutkan nama itu lirih, dia merasa bingung sekarang harus bagaimana.


“Nai,.maksudku Michel sedang apa kamu disini?” tari yang tadinya akan memanggil Michel dengan sebutan Naina ia urungkan karena dia tahu Naina pasti tak mau dia memanggil dengan nama itu.


“Lisa, Defry. Kalian lihat-lihat saja dulu mbak ada perlu sebentar” ucap Tari pada kedua orang yang datang bersama dengannya.


“Iya mbak” jawab keduanya bersamaan, dan mereka berdua langsung pergi dari situ.


“Michel bisa bicara sebentar denganmu?” tanya Tari.


“iya” Michel tampak canggung

__ADS_1


“Aku tahu kamu Naina, tapi mungkin kamu tidak mau mengingat masa lalu mu Nai makanya kamu pura-pura tidak mengenalku.”


“Tar, aku minta maaf..” akhirnya Michel mau berbicara, dia langsung menghambur ke pelukan Tari.


“Aku minta maaf Tar, aku bukannya nggak mau kenal kamu lagi. Aku...aku hanya.., intinya aku minta maaf padamu Tari soal beberapa waktu lalu” sesal Michel, dia memeluk sahabatnya tersebut.


“Iya nggak pa-pa kok Nai, aku tahu kamu terpaksa kemarin” pungkas Tari sambil membalas pelukan Michel.


“Aku kemarin pura-pura tidak mengenalmu karena aku takut kamu bilang pada Gibran kalau aku Naina. Aku tidak mau dia tahu waktu itu” jelas Michel.


“Kamu takut sama pak Gibran ya? Nggak usah takut sama beliau Nai. Pak Gibran sekarang orangnya baik, nggak kayak dulu lagi. Dia juga menyesal dengan perbuatanya dulu padamu. Aku bukannya membela pak Gibran ya Nai..tapi aku tahu lima tahun ini pak Gibran cukup menderita kehilanganmu. Dia benar-benar menyesali perbuatannya Nai”


Mendengar itu, pelukan Michel mengendur, dan dia memberi jarak pada Tari.


“Kamu kenapa membela Gibran, kamu tahu Gibran bagaimana denganku dulu kan Tar?” tampak wajah kecewa Michel karena perubahan Tari yang saat ini seperti membela Gibran.


“Kan aku sudah bilang, aku bukannya membela pak Gibran. Tapi aku bilang sesungguhnya Nai. Dia sudah berubah, dia nggak seperti dulu lagi. Coba bayangkan kalau dia masih seperti dulu..aku nggak mungkin begini Nai. Dia pasti menyiksa diriku karena aku sahabatmu dan misalkan juga kalau dia seperti pak Gibran yang dulu..dia saat pasti bakal mencelakai mu juga dia pasti memberikan hukuman padamu nai. Dan anak-anakmu pasti sudah di ambil paksa” pungkas Tari cukup panjang, ia berharap dengan ucapannya tersebut Michel bisa terbuka pintu hatinya agar melihat Gibran yang sekarang bukan yang dulu.


“Michel, kakak sudah selesai mau pulang sekarang atau nanti” ucap Selina yang baru saja keluar dari dalam ruang ganti.


Michel langsung menoleh kebelakang, melihat kearah Selina.


“Sekarang aja kak” jawabnya dan kembali melihat kearah Tari.


“Naina, aku harap kamu mendengarkan apa yang aku katakan tadi soal pak Gibran, dia sudah berubah sekarang. Dan dia benar-benar cinta sama kamu” ucap Tari lagi sebelum Michel pergi dari hadapannya.


Michel hanya diam sambil melihat sekilas kearah tari, lalu dia segera pergi dengan Selina. Tari hanya bisa diam melihat sahabatnya yang terlihat masih ragu untuk mempercayai dirinya. Ia juga sedih hubungannya dengan Naina saat ini terasa canggung, mungkin sahabatnya itu mengira dia tidak bisa di percaya karena saat ini bekerja untuk Gibran.


.................................


Michel sudah sampai di depan sekolah anaknya setelah dia mengantarkan Selina kembali ke apartemennya. Kedua anaknya saat ini berada di pos satpam yang membuatnya terkejut bukan itu tetapi Gibran yang juba berada di sana.


Michel langsung buru-buru turun dari dalam mobilnya, ia tak bisa membiarkan anaknya bersama Gibran saat ini. pria itu pasti akan membawa anaknya pergi, begitulah yang ada di dalam benak Michel sekarang.


“Aiden, Aira” panggil Michel pada kedua anaknya. Aiden yang duduk di sebelah pak satpam langsung berlari menghampiri dirinya begitu juga Aira yang tadinya tertawa bersama Gibran langsung berlari kecil kearahnya.


“Mama,..” seru kedua bocah itu dan langsung memeluk mamanya.


“kenapa kalian di luar, mana bu helda?” tanya Michel kepada dua bocah tersebut.


“Nona Michel, Bu Helda ada urusan tadi jadi Aira sama Aiden dititipkan di pos sama saya. Terus mas ini datang kesini” sahut petugas scurity.

__ADS_1


“Michel..” panggil Gibran, dia yang tadi duduk didekat scurity tersebut langsung berdiri menghampiri Michel.


“Apa? kenapa kau disini?” tukas Michel.


“Aku tadi tidak bermaksud untuk menemui Aiden sama Aira, tapi aku lihat mereka di pos. Jadinya aku mendekati mereka untuk mengajak mereka bermain” jawab Gibran jujur.


“Michel bisa bicara denganmu sebentar?” tanya Gibran lagi.


“Maaf, aku sibuk. Aiden Aira cepat masuk mobil” pungkas Michel sambil memalingkan wajahnya dari Gibran ia tak bisa berlama-lama menatap wajah pria itu kalau dia terus menatapnya traumanya bisa muncul kembali.


“Sebentar saja” ucap Gibran terkesan memohon.


“Ya sudah cepat bicara..”


“Tidak disini, di sana sebentar bisa” ucap Gibran sambil menunjuk kearah tempat yang agak jauh dari Aiden ataupun Aira.


“Aku tidak akan macam-macam denganmu, aku hanya ingin bicara sebentar” ucap Gibran saat melihat keraguan di mata Michel.


“Ayok,”


“Pak, titip anak-anakku sebentar” ucap Michel pada scurity tersebut.


“Iya nona”


Michel dan juga Gibran langsung berjalan kearah tempat yang di tunjuk Gibran barusan, mereka kini berdiri saling berhadapan satu sama lain tetapi Michel sesekali memalingkan wajah.


“Kamu trauma padaku?” Gibran tiba-tiba saja menanyakan hal itu pada Michel dan tentu saja membuat perempuan itu sedikit terkejut soal hal itu.


“kenapa kau bertanya begitu padaku, kamu pikir saja sendiri atas perlakuan mu padaku dulu.”


“Michel aku minta maaf soal dulu, aku aku akan membantumu mengatasi trauma mu. Aku akan tanggung jawab” ucap Gibran dan memegang tangan Michel.


“Aku akan perlahan menyembuhkan trauma mu itu, aku janji” pungkas Gibran.


Michel melepaskan tangannya, dari Gibran.


“Tidak perlu, kalau tidak ada yang akan kau bahas aku pergi dulu” pungkas Michel dan langsung pergi meninggalkan Gibran yang diam melihatnya.


“Aku akan menyembuhkan trauma mu Naina, aku akan membuatmu lebih bahagia dari sebelumnya. Aku janji” tekan Gibran dari dalam hatinya.


°°°

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2