
" Apa kedua cucu ku sudah beristirahat dengan baik? " tanya sang Ibu, kepada Malik yang sudah ikut gabung duduk di sofa.
" Cilan sama cici sudah kita tidurkan di kamar Mah, dan aku minta maaf karena sudah membuat kalian cemas " Jawab malik.
" Jadi hal penting apa yang ingin kau sampaikan tadi? " Tanya sang ayah.
" Jadi begini Pah, tadi saat di kafe aku sangat kebetulan banget ketemu sama gadis yang sangat mirip dengan Ana. Aku akui kalau wajahnya memang sedikit berbeda dan ia sangat beda dengan Ana kecil waktu dulu terakhir kita bersama. Aku sangat yakin jika gadis itu Ana yang selama ini kita cari " Cerita Malik.
" Apa...? Jadi kamu sudah menemukan Ana, lalu bagaimana keadaannya sekarang, apa dia baik-baik saja, apa dia mengenali mu " ucap sang ibu dengan membrondong Malik dengan banyak pertanyaan. Terlihat gurat kesedihan yang terpancar di wajahnya yang sudah mulai menua, namun sudut bibirnya seakan memperlihatkan senyuman yang sangat tipis, menandakan jika dia sangat bahagia mendengar kabar yang di ceritakan anaknya itu.
" Ya, aku sangat yakin jika gadis itu adalah Ana kecil kesayanganku. Dia sepertinya sangat baik, dia bahkan lebih anggun sekarang dengan hijab yang ia gunakan. Tutur katanya juga sangan sopan dan lembut, berbeda dengan Ana yang dulu. Gadis nakal dan lincah yang selalu mengerjai Bian, bahkan aku tidak pernah melupakan rengekan manja Ana karena kesal sama Bian yang selalu mengikutinya bagai anjing dan ekornya yang tak pernah terpisah." Kata Malik sambil tersenyum kecil, namun wajahnya terlihat begitu sedih setelah menceritakan hal itu.
__ADS_1
" Apa kau yakin jika gadis itu adalah Ana, bagaimana kau bisa mengetahui jika itu benar-benar Ana menantu kecil ku. " Kata sang ayah memastikan kebenatan perkataan sang anak sulungnya itu.
" Siapa Ana mas, jangan bilang kalau dia wanita lain yang kau sembunyikan dari aku? " Kata Aliza yang terlihat syok dan diam tak bergerak setelah mendengarkan perbincangan mereka. Aliza yang tidak mengetahui apapun dibuat kaget, apalagi sang ayah mertua menyebutkan jika wanita bernama Ana adalah menantunya dulu. Aliza pikir jika suaminya sudah menikah, dan dia menjadi istri kedua sang suami.
" Liza, kau salah paham nak. Sini dulu, biar aku jelaskan dan kamu harus mendengarkan cerita tentang masalah ini. Karena kamu adalah bagian dari keluarga ini juga, jadi kau harus mengetahui rahasia penting dalam keluarga kami. " Ucap sang ayah mertua dengan tenang.
" Papa benar sayang, kau sebaiknya mendengarkan penjelasannya dulu. Lagian aku tidak ada niat sedikit pun buat menduakan istri ku ini, apalagi kau sudah memberiku dua malaikat kecil dan aku sangatlah mencintai dirimu. " Kata Malik dengan sangat lembut, ia tahu jika istrinya itu salah paham dengan pembicaraan mereka.
" Dulu ayah memiliki teman yang sangat baik kepada keluarga kita, ayah dan dia sudah berteman sedari kita remaja. Kita selalu bersama berjuang dan sukses bareng-bareng. Kita sudah mengenal pahit manisnya kehidupan, hingga saat dimana teman ayah jauh sangat sukses di bandingkan dengan ayah. Tapi teman ayah itu masih sangat baik dan tetap menjaga persahabatan kita. Hingga akhirnya kita memiliki keluarga masing-masing, ayah dan teman ayah berjanji untuk menjodohkan anak pertama kita Dan kita akan menjadi keluarga besar.
Namun istri teman ayah belum hamil juga, sedangkan ayah sudah punya Malik yang sudah sekolah SMA dan Bian yang sudah berumur dua tahun lebih. Mereka sudah menyerah karena tak kunjung memiliki momongan, dan ayah selalu menyemangati dan membuat mereka tegar. Ayah sudah menganggap teman ayah itu seperti saudara ayah sendiri, dimana jika teman ayah terluka, maka ayah juga akan merasa sakit dari luka itu.
__ADS_1
Hingga akhirnya Alloh mengabulkan setiap do'a yang selalu kita panjatkan, istri teman ayah akhirnya berhasil mengandung. Dan hal yang membuat ayah senang adalah ketika kehamilan teman ayah menginjak tujuh bulan, dimana dokter memberitahu jika anak teman ayah adalah perempuan. Sejak saat itu, hampir setiap liburan ayah akan berlibur bersama di rumah teman ayah. Kami menghabiskan waktu bersama-sama layaknya sebuah keluarga besar.
Hingga waktunya telah tiba, dimana istri teman ayah melahirkan. Disana kami sangat tegang menunggu calon kelahiran calon menantu kecil ayah. Namun ayah bingung, karena Malik sudah dewasa, sedangkan anak teman ayah baru saja lahir. Hingga kejadian lucu pun terjadi, dimana Bian sudah menandai anak teman ayah dan menyebut jika bayi mungil yang baru lahir itu adalah calon istrinya dan akan menjadi milik Bian. Hal itu membuat ayah sangat tenang. Hari-hari kami lewati dan Bian tumbuh bersama dengan anak teman ayah, ayah meninggalkan Bian dan Malik disana karena ayah harus pergi berbisnis di luar negeri. Begitu pun dengan teman ayah yang juga pergi meninggalkan mereka untuk bisnisnya di Eropa. Namun kita tetap memantau perkembangan mereka dan menempatkan orang-orang pilihan yang mengasuh dan merawat mereka.
Hingga suatu hari, teman ayah akan pergi menjalan kan bisnisnya di luar kota dan mengajak Ana untuk pergi bersama mereka. Tapi kemalangan itu pun terjadi, mobil yang di kendarai oleh teman ayah mengalami kecelakaan hebat. Akibat nya teman ayah beserta istrinya meninggal dunia, sedangkan Ana menghilang dan tak pernah di temukan sejak saat itu. Kita yang baru mengetahui kemalangan itu setelah mendengar dari berita, lantas ayah mencari Ana dan berharap dia masih selamat. Kami mencari Ana sampai ke desa, tempat kakek dari pihak ibu dan dia adalah pemimpin dan juga pendiri pondok pesantren yang terkenal di daerah itu. Namun kita sia-sia dan tidak mendapatkan apapun, kami sangat terpukul saat itu, apalagi dengan Bian yang lebih terpukul saat mengetahui berita tentang kecelakaan itu dan merenggut Ana kecilnya.
Ayah merasa sangat bersalah karena tak dapat menolong teman sekaligus saudara ayah itu. " Ayah Malik terlihat sudah menangis karena tak mampu membendung rasa sedih yang selama ini ia pendam. Begitupun dengan sang istri yang sedari tadi sudah menangis di pelukan nya, karena tak kuasa mendengar cerita masa lalu keluarganya.
" Aku minta maaf Mah Pah, dan kamu sayang. Aku sudah salah paham sama kalian, aku kira kalian menyembunyikan sesuatu tentang mas Malik. Aku sangat malu, maafkan aku " Ucap Aliza yang ikut sedih setelah mendengar cerita sang ayah mertua. Aliza sadar dan langsung mengakui kesalahannya kepada mereka semua.
" Tak apa, ini juga salah kami karena tak memberi tahu mu tentang sejarah keluarga kami " Jawab sang ayah mertua.
__ADS_1
" Aku sangat ingat betul, saat itu Bian berumur delapan tahun dan Ana sudah berumur lima tahun. Bian selalu saja mengikuti Ana dan menyebutkan jika Ana adalah milik nya dan dia sudah menjadi istri kecilnya. Padahal waktu itu Bian masih minum susu di botol dot, dan pada akhirnya Ana kesal sama Bian dan berujung dengan berantem. Ana bahkan terus saja melapor kepadaku, dan meminta untuk menjauhkan Bian. Sungguh itu adalah masa terindah yang pernah aku jalani " Malik tersenyum bahagian membayangkan kejadian di masa lalunya.