Another Life : After Meet You

Another Life : After Meet You
Bahagian 65


__ADS_3

Beberapa hari setelah kejadian malam itu, Hana sangat murung dan tidak semangat seperti sebelumnya. Teman-teman nya kini menaruh curiga terhadapnya, karena sejak kejadian Hana kecelakaan. Sikap nya sedikit berubah dan tidak lagi terbuka kepada mereka.


Seperti saat ini, keempat orang itu sedang asik duduk sambil menyeruput es teh manis di meja kantin.


" Han, loe kenapa sih. Akhir-akhir ini loe murung banget, loe ada masalah? " Tanya Mira sambil menatap Hana yang tengah melamun.


" Eh, gue ngomong loe malah asik bengong. Loe mikirin apa sih " Kesal Mira.


" Oh, maaf. Emang mau ngomong apa mir " Kata Hana kaget.


Mira hanya mendengus mendengar perkataan Hana yang sangat polos.


Wahyu yang melihat Mira sudah kesal, ia mencoba menengahi dan berbicara dengan Hana. Ia juga merasa kesal karena akhir-akhir ini persahabatan mereka tidak sedekat dulu lagi.


" Han loe lagi ada masalah ya, kita perhatiin beberapa hari ini loe diem terus. Loe juga gak semangat kayak biasanya, kalo loe punya masalah loe bisa cerita ke kita " Ucap Wahyu.


Hana menatap Wahyu dan tersenyum kecut mendengar perkataan nya. Ia tidak sadar jika sikapnya membuat ketiga sahabatnya tidak nyaman.


" Bagaimana aku bisa menceritakan semua masalah ku sama kalian, ini bukan hanya masalah di pecat dari pekerjaan atau pemblokiran dana beasiswa. Tapi ini masalah yang sangat rumit, andai saja waktu itu aku tidak mengalami kecelakaan. Aku mungkin akan bebas seperti kalian, andai saja aku tidak di selamatkan Papa. Mungkin saat ini aku tidak akan bersama kalian lagi. " Ucap sedih hana dalam hatinya.


" Apa wajahku semurung itu? " Tanya hana sambil menunjukkan senyuman pahit di wajahnya.


Seketika ketiga temannya melongo mendengar perkataan yang sangat polos dari Hana.


" Ck... Loe malah balik nanya ke kita, loe ini kenapa sih. Jengkelin amat " Ucap Alifa.


" Maaf, aku gak bermaksud buat kalian kesal. Hanya saja akhir-akhir ini aku keinget sama ayah Bunda, kalian tahu kan kalo aku udah lama gak ziarah ke makam mereka. " Ucap Hana sambil memalingkan wajah nya.


Sontak ketiga sahabatnya itu kaget, mereka merasa bersalah karena sudah membuat Hana semakin bersedih karena mengingat keluarganya.


" Maaf, kita gak bermaksud untuk menaruh curiga sama loe. Hanya saja perasaan gue ngerasa kalo loe makin jauh sama kita. " Ucap Mira.


" Iya, aku juga ngerasa persahabatan kita gak kayak dulu lagi. " Tambah Alifa.


" Mungkin karena kita yang semakin dewasa, kesibukan kita jadi bertambah. Waktu luang buat main juga jadi berkurang karena banyak tugas dan tanggung jawab yang harus di selesaikan. " Ucap Hana.


" Iya juga sih, sekarang mama ku juga semakin ketat dan memberiku tambahan belajar di rumah sama guru les. " Kata Alifa membenarkan.


" Jadwal gue juga semakin ketat, ditambah bokap sama nyokap sering pergi keluar kota. Bukannya bisa bebas, malah jadi berasa tahan di rumah. " Ucap wahyu sambil ketawa.

__ADS_1


" Setidaknya kita masih bisa kontekan lewat HP, dan satu hal lagi yang penting. Kita harus berjanji, bahwa pertemanan kita gak boleh bubar dan berubah walaupun kita udah tua nanti. " Ucap Mira dengan tegas.


Mendengar perkataan Mira, Wahyu sedikit menengang. Jantungnya berdetak kencang tak kala perkataan Mira masuk kedalam telinganya. Ia juga merasakan sakit di hatinya, ia kebingungan dengan perasaan yang akhir-akhir ini ia rasakan.


" Jadi, mulai sekarang gak ada lagi rahasia-rahasiaan. Gue harap kita saling terbuka dan memberi dukungan satu sama lainnya. " Ucap Alifa dengan semangat.


Wahyu menatap Alifa, lalu beralih menatap Hana. Ia merasakan geleyar aneh yang mengisi dalam tubuhnya.


" Gak gitu juga Lif, gak semua masalah harus di beberkan. Terkadang ada beberapa hal yang memang harus di tutupi, agar tidak menyakiti pihak lain. Apalagi sahabat sendiri. " Ucap Hana.


" Dia benar, gak semua hal harus gue ceritain pada semua orang. Ada baiknya gue simpan sendiri hal ini, mungkin ini yang terbaik buat gue sama mereka. " Ucap wahyu dalam hatinya. " Sorry, gue sempat egois sama loe dan maksa loe buat cerita masalah loe sama kita. " Ucap nya lagi sambil menatap Hana yang tengah tersenyum dengan Alifa dan Mira.


Wahyu pov...


Andai saja perasaan ini gak dalam diri gue, mungkin gue gak sebimbang ini. Setahun terakhir ini, gue ngerasa kalo gue suka sama salah satu teman gue. Awalnya gue sempat ngehindar dan ngelupain tentang dia yang selalu saja muncul dalam pikiran. Tapi, hal itu sia-sia. Apalagi cerita nyokap waktu gue cerita masalah perasaan yang gue rasain. Sejak saat itu, gue nerima kenyataan kalo gue emang suka, lebih tepatnya gue udah jatuh cinta sama dia. Gue ngerasa kalo perasaan gue sama dia tuh lebih dari sahabat.


Flashback..


" Udah pulang kamu Yu ". Kata mama ku.


" Iya Ma, kapan mama pulang, bukannya besok mama bilang akan pulang! " kata ku.


" Pekerjaan papa mu cepat selesai, jadi mama cepet ajak dia untuk pulang. Memang kamu gak seneng mama sama papa cepat pulang, huh " Mama ku terlihat kesal, ia bahkan menjewer telingaku gara-gara ucapan ku barusan.


" Kamu ini, bukannya seneng kumpul sama orang tua, malah kaya orang gak seneng. "


" Iya, maaf ma. Maksud aku tuh gak gitu, hanya tumben aja mama sama papa pulang cepet. "


" Gimana sama pelajaran kamu, ingat jangan banyak males-malesan. Bentar lagi kamu ujian kenaikan kelas, mama gak mau lihat nilai kamu jeblok lagi. "


" Mau dipaksa gimanapun juga kalo otaknya udah segini, mau di gimanain lagi mah. "


Aku mulai kesal karena mama ku pasti akan membahas tentang nilai ujian lagi. Gue emang gak bisa ngehindar, karena emang kemampuan otak gue cuman sebatas itu. Mau di jejel sama pelajaran sebanyak apapun kalo udah mentok mau gimana lagi.


Hingga akhirnya aku coba alihin pembicaraan kita, aku ingin bertanya mengenai hal yang baru-baru kali ini aku rasakan.


" Ma.. "


" Hemmm... " Mama ku nampak acuh dan lebih asik main sama ponsel nya.

__ADS_1


" Ma dulu mama pernah gak ngerasain hal aneh sama teman cowok mama?. "


Seketika mama langsung menatap tajam kearah gue, bahkan ponselnya kini sudah di taruh di atas meja.


" Ngapain kamu tanya hal kaya gituan, tumben banget kamu."


Jujur saja gue gugup pas ditanya balik sama mama, gue juga nanya nya to the poin. Jadi merasa serba salah, padahal niatnya mau nyari solusi.


" Cuman nanya aja sih, sekalian pengen cerita aja. " Kata ku gugup.


" Mama dulu gak pernah temenan sama cowok, cuman papa kamu yang deket sama mama. Emang kamu mau cerita apa, tumben banget kamu cerita sama mama. Biasanya juga ngehindar kalo lagi di ajak ngobrol. "


Demmm... Gue ngerasa udah si skakmat sama nyokap gue dong.


" Sebenarnya akhir-akhir ini aku ngerasa hal aneh sama temen aku ma, mama tau kan kalo temen terdekat aku cewek semua. Tapi aku ngerasa ada perasaan lain sama salah satu diantara mereka, cuman mau nanya soal itu aja sih. " Ucap ku malu-malu.


Dan apa yang terjadi, nyokap gue malah ketawa pas gue bilang kaya gitu. Gue padahal lagi serius buat mecahin permasalahan ini, eh malah di anggap bercanda.


" Wahyu, wahyu. Ternyata kamu udah gede ya, mama kira kamu masih kecil loh." Kata mama ku sambil ketawa.


" Apa sih mah, orang lagi serius kok malah ketawa. Emang ada yang lucu apa " Kata ku kesal.


" Dengerin mama Yu, gak ada yang namanya teman antara cewek sama cowok. Mau segimana pun kamu maksa temenan, pasti ujung-ujungnya bakal berubah. Kalo pun ada yang berhasil temenan, mereka harus mengorbankan perasaan mereka demi persahabatan itu sendiri. " Ucap mamaΒ  ku.


Okay, sampai sini gue gak paham apa yang dimaksud nyokap. Apanya yang di korbanin, gak bisa temenan gimana?, orang gue aja udah hampir lima taunan temenan sama mereka, baik-baik aja tuh.


" Maksud mama apa sih, gak jelas amat. "


" Maksud mama tuh, gak ada yang namanya temenan diantara cewek sama cowok. Ujung-ujungnya pasti bakal tumbuh perasaan sayang yang lebih dari sekedar teman, istilah anak jaman sekarang mah jatuh cinta. Kalo pun ada yang sahabatan sampe tua, ya mereka harus rela ngorbanin perasaan mereka demi ikatan persahabatan nya. Apa kamu paham sekarang " Jelas mama ku.


" Jadi kalo ada rasa lebih dari sekedar temenan itu artinya sedang jatuh cinta ya ma. " Tanya ku penasaran.


" Ya, bisa dikatakan seperti itu. Emang temen kamu yang mana yang udah buat anak mama sampe curhat gini. " Goda mama ku.


" Apa sih ma, orang cuman nanya doang. " Kilah ku.


" Udah ah, aku mau mandi dulu, nanti aku bakal tanya hal lain lagi kalo mama punya waktu senggang. "


" Mama senang kamu terbuka seperti ini, setidaknya mama tau apa yang kamu rasakan. "

__ADS_1


Aku melihat mama tersenyum lembut, aku tahu kami tidak sedekat barusan. Mungkin ini pertama kalinya kami bisa mengobrol layaknya anak dan ibu, jadwal pekerjaan yang sangat padat membuat ibuku tidak punya waktu untuk mengobrol atau sekedar bercanda. Aku sangat senang hari ini, setidaknya perasaan ku sedikit lega dan aku tahu dengan siapa aku jatuh cinta.


Flashback off


__ADS_2