Another Life : After Meet You

Another Life : After Meet You
bahagian 60


__ADS_3

Sementara di kediaman Danuarta, Roby baru saja sampai di depan rumahnya. Ia melepaskan helm yang masih menempel di kepalanya, baju seragamnya masih melekat sempurna di badannya.


" Malam bi, Mama ada dirumah? " Sapa Roby setelah ia memasuki rumah nya dan bertemu dengan salah satu pembantu.


" Malam den. Nyonya ada den, Kebetulan tadi nyonya bilang den Roby segera menemui beliau di kamarnya, beliau berpesan ada hal penting yang harus di bicarakan. " Jawab pembantu.


" Oh ya sudah, makasih ya bi. Oh ya, dia gak pulang ya malam ini? " Roby kembali bertanya.


Pembantu itu nampak kebingungan dengan maksud dari ucapan Roby, ia tidak tahu siapa yang dimaksud 'dia' dalam ucapan nya barusan.


" Maksud aku Hana, apa dia gak pulang malam ini. " Jelas Roby dengan gugup. Ia sedikit malu ketika harus lebih menjelaskan apa yang ia katakan.

__ADS_1


" Oh, kirain saya siapa den. Maaf bibi enggak tahu maksud dari ucapan den Roby, non Hana malam ini enggak pulang. Tadi nyonya udah ngasih tahu semuanya kalo non Hana hari ini tidur di rumahnya. " Jelas pembantu itu sambil sedikit menunduk.


" Oh, yasudah makasih ya bi. " Ucap Roby sambil pergi berjalan menuju ke arah tangga.


Setelah sampai di kamar, Roby bergegas membersihkan dirinya dan mengganti seragam sekolah yang masih ia kenakan. Sejak ia membuka pintu kamar, ia merasa ada yang kurang saat memasuki ruangan yang biasa ia tempati itu. Bahkan beberapa kali terdengar kalau Roby menghela nafas saat ia memandangi ruangan bernuansa gelap itu.


" Kenapa aku merasa ada yang kurang disini, perasaan semua barang nya masih sama dan enggak ada yang kurang. " Guman Roby sambil mendudukan tubuhnya disofa.


Roby Vop...


Entah mengapa, saat ini aku merasa sangat bosan. Kamar yang biasa aku tempati mendadak terasa begitu kosong dan terasa ada yang kurang. Entahlah, sejak gadis itu datang kerumah ini dan berbagi tempat dengannya disini. Aku merasa sangat senang, setidaknya ada orang yang bisa tetap tinggal di kamar ku yang sangat suram ini.

__ADS_1


Saat ini aku sangat malas untuk bergerak dari sofa, aku bahkan belum memakai pakaian dan masih betah duduk sambil menyandarkan kepalaku di sofa. Bayangan gadis itu saat kejadian tadi siang cukup membuatku merasa senang seharian ini.


Tapi saat aku mengetahui jika dia tidak pulang, aku kembali kesal kepadanya. Aku berfikir seberapa besar rumah nya itu hingga dia tidak mau pindah dari sana, karena hal itu pula aku selalu emosi kepadanya karena ia tidak mau tinggal di rumah ku.


Aku teringat dengan pesan pembantu ku tadi, aku segera beranjak dari sofa dan memakai pakaian santai. Aku juga sangat kesal karena memikirkan ego dari gadis kampungan itu, andai saja bukan permintaan dari papa dan mama. Mungkin aku tidak akan terikat dengan gadis yang tak tahu asal usulnya itu.


Setelah selesai, aku bergegas menuruni tangga dan pergi ke kamar ibu ku. Aku tahu betapa beratnya berada di posisinya, setiap hari harus pergi mengurus kantor dan juga menyempatkan pergi ke rumah sakit untuk mengurus Papa. Mama memang wanita yang sangat hebat, beliau adalah satu-satunya wanita yang sangat penting dalam hidup ku saat ini.


Kakak sulungku juga tidak bisa pulang karena keadaan perusahaan di Singapura sedang dalam masalah, belum sempat pulih yang disana. Aku mendapat kabar kalau perusahaan cabang nya juga mengalami kendala dalam proyek yang di tangani dan dia enggak bisa kembali dalam waktu dekat. Padahal aku sangat merindukan keponakan kecil ku, dengan adanya mereka aku tidak akan merasa sesepi ini.


Saat sampai di depan pintu kamar, terlebih dahulu aku mengetuk pintu sebelum masuk. Setelah membukakan pintu, aku melihat mama yang sudah menunggu sambil duduk bersandar di kepala ranjang. Aku merasa jika mama akan memarahi ku lagi atau nggak dia akan mengancam ku dengan membawa-bawa anak itu.

__ADS_1


__ADS_2