Another Life : After Meet You

Another Life : After Meet You
Keributan


__ADS_3

" Dek tenang dulu, biar kami mengobati luka di lengan mu. Jika kau terus menangis dan bergerak seperti ini, dokter akan kesusahan saat mengobati luka di lengan mu " Kata sang suster kepada Hana.


" A.. Apa yang sudah terjadi padaku, kenapa aku bisa disini. Bukankah aku harus bertemu dengan dokter Alex, kenapa aku malah ada disini. " Kata Hana dengan gemetar , raut wajahnya terlihat sangat ketakutan dan bercampur dengan ekspresi kebingungan.


Sedangkan sang dokter dan suster yang sedang menangani Hana hanya kebingungan dengan sikap Hana. Lantas sang dokter pun memberikan isyarat kepada salah satu suster untuk memanggilkan dokter Alex, karena Hana seperti sangat kenal dengannya.


" Apa kamu gak ingat dek, kamu baru saja mengalami kecelakaan. Untung saja ada seseorang yang sudah menolong mu, saat ini keadaan nya sangat parah. Menurut orang-orang yang membawa kalian kesini, orang itu menyelamatkan mu dan malah dia yang tertabrak mobil. Sungguh nasib yang sangat malang, kamu sangat beruntung di pertemukan dengan orang yang berhati seperti malaikat. "Ucap sang suster kepada Hana.


Hana terlihat sangat kaget dengan penuturan dari sang suster, ia menangis dan kebingungan dengan apa yang di katakan oleh sang suster. Hana kemudian kembali menangis, namun kali ini ia tidak berontak dan lebih tenang.


Hingga akhirnya Hana meminta diantarkan kepada orang yang dimaksud oleh sang suster, namun permintaan Hana di tolak oleh nya. Karena Hana masih harus menjalani perawatan, terlebih kondisi mental Hana juga sedang terguncang. Sang suster takut jika Hana akan lepas kendali dan malah mengacaukan keadaan disana.


" Aku mohon mbak, antarkan aku ke pada orang yang sudah menyelamatkan aku. Aku mohon.... " Ucap Hana sambil menangis. Namun sang suster menolak hal tersebut, karena Hana saat ini sedang dalam kondisi yang sangat lemah dan masih menjalani pemeriksaan dan juga perawatan.


" Baiklah, biar aku yang mengantarkan mu. Tapi ingatlah untuk tidak melakukan sesuatu yang akan merugikan mu dan orang lain, karena kondisi orang yang sudah menyelamatkan mu saat ini sangatlah parah. Ingatlah perkataan ku ini.. " Kata sang dokter kepada Hana.

__ADS_1


Hana semakin merasa bersalah dan kembali menangis, ditambah ia bahkan tidak mengingat apapun tentang kejadian itu. Karena saat ini, Hana hanya mengingat jika dirinya akan melakukan cek up rutin bersama dokter Alex. Namun tiba-tiba dirinya malah terbangun di sebuah ruangan dengan kondisi tubuh yang di penuhi luka.


" Baiklah dok, terimakasih sudah membantu ku. " Kata Hana dengan sopan.


Sang dokter hanya tersenyum mendengar perkataan sopan dan lembut dari Hana, karena dirinya mengira jika Hana itu tipikal orang jutek dan emosian. Terlihat dari ekpresi awal tadi yang sedikit memberontak dan berteriak histeris.


" Tak apa, ini sudah menjadi kewajibanku sebagai tenaga medis. Simpanlah kata Terima kasihmu itu untuk orang yang sudah menyelamatkan dirimu dari kematian. " Kata sang dokter sambil tersenyum.


Dengan perlahan dokter yang menangani Hana terlihat memapah Hana dengan perlahan, dengan tangan yang sudah di beri perban dan juga luka lecet yang masih belum di obati di beberapa bagian tubuh Hana. Hingga mereka sampailah di depan tempat lelaki parubaya yang menyelamatkan Hana. Sang dokter langsung membuka tirai penghalang dan kini sudah menampilkan sosok lelaki parubaya yang sedang di tangani oleh dokter dan beberapa suster. Mereka terlihat begitu cekatan dan saling membantu satu sama lainnya untuk membersihkan luka serta mengobatinya langsung.


Namun belum sempat mereka semua keluar, tiba-tiba seorang pemuda datang dengan wajah yang kusut dan penampilan yang sangat berantakan. Wajah yang sangat sangar dan keringat yang memenuhi dahi, serta nafas yang memburu seperti orang yang baru saja di kejar anjing.


" Apa yang sudah terjadi, siapa yang sudah membuat Papa menjadi seperti itu. " Teriak pemuda itu dengan keras.


" Papa mu mengalami kecelakaan, dia tertabrak oleh mobil hingga menjadi seperti ini. Aku tidak menyangka ini semua akan terjadi sama Papa mu. " Ucap wanita itu sambil menangis.

__ADS_1


" Dimana pak Hans, bukankah Papa biasanya pergi sama dia. Untuk apa Papa memperkerjakannya jika Papa sampai mengalami hal seperti ini, dasar gak berguna. "Teriak pemuda itu dengan marah.


Hana yang masih berada disana bergetar ketakutan mendegar dan melihat amarah pemuda yang berdiri di depannya itu. Seakan keberanian Hana langsung menciut seketika saat mendengar suara bass yang menggema di ruangan itu.


" Maaf tuan muda, aku telah lalai menjaga tuan besar hingga beliau mengalami kecelakaan seperti ini." Ucap Hans dengan sopan sambil menunduk malu. Ia bekerja pada lelaki parubaya yang menolong Hana, ia adalah sekertaris sekaligus tangan kanan nya yang selalu ikut kemanapun majikannya pergi.


" Kalo sudah tak becus bekerja lagi, bilang saja dan keluarlah dari pekerjaan mu. Kau sudah sangat lalai dan membuat Papa ku menjadi seperti ini. " Kata pemuda itu dengan sangar. Ia bahkan tak menggunakan sikap sopan santun nya sama sekali, padahal Hans jauh lebih tua dibandingkan dirinya.


" Sudahlah nak, ini sudah menjadi takdir. Mungkin Tuhan sudah menakdirkan Papa mu mengalami hal menaaskan seperti ini, kamu tidak bisa menyalahkan siapapun. Karena ini sudah kehendaknya. " Ucap sang wanita parubaya itu dengan lembut. Ia mencoba menenangkan anaknya itu agar tidak membuat keributan dan mengubah ruangan itu menjadi berantakan akibat kemarahannya.


" Maaf tuan dan nyonya, sebenarnya tadi tuan pamit untuk mengurus hal yang sangat penting. Aku sudah menawarkan diri untuk menemaninya, tapi tuan tetap menolak dan ingin pergi sendiri. Tuan mengatakan bahwa ini adalah urusan penting yang menyangkut masalalu dan masa depan keluarganya. Setelah tuan pergi, aku tetap mengikutinya di arah belakang, tapi aku kehilangan jejak karena ada beberapa orang yang sedang menjenguk orang penting yang dirawat di rumah sakit ini. Hingga akhirnya aku melihat tuan sudah di bawa oleh beberapa orang dalam keadaan yang mengenaskan. " Jawab Hans membela dirinya.


" Diamlah, kalian semua memang tidak becus dalam bekerja " Cerca pemuda itu dengan kasar.


Wanita itu nampak menangis tersedu-sedu, dan Hans juga tidak berbicara lagi. Karena ia merasa percuma dengan ia berbicara pun ia akan tetap bersalah dimata sang pemuda garang itu. Sedangkan para dokter terlihat sangat pusing dan kesal dengan keributan yang terjadi, gara-gara perbuatan pemuda itu, mereka menjadi tidak konsentrasi dalam menangani pasien itu.

__ADS_1


__ADS_2