Another Life : After Meet You

Another Life : After Meet You
keributan 2


__ADS_3

Hingga akhirnya Hana berjalan kearah wanita parubaya yang menangis itu, ia memberanikan diri untuk berkata jujur dan meminta maaf kepada nya. Sebelum itu, Hana sudah memberitahukan niatnya itu kepada dokter yang membawanya. Pada awalnya sang dokter melarang keinginan Hana, walau awalnya dirinya yang menyarankan untuk menemui pasien. Namun setelah melihat keributan yang disebabkan pemuda tadi, dokter itu terlihat sangat khawatir dengan kondisi Hana. Ditambah luka di lengan Hana juga masih perlu di tangani, dia takut pemuda itu akan membuat Hana terluka. Tapi tekad dan ketulusan hati Hana, membuat sang dokter itu luluh dan hanya bisa membantu Hana berjalan.


" Maaf tante, aku ingin meminta maaf untuk kejadian ini. Sungguh aku tidak mengetahui apapun, aku juga tidak mengingat kejadian yang terjadi. Tapi mbak suster yang mengobatiku memberitahu, kalau aku selamat dari kecelakaan maut karena sudah di tolong sama paman. Maksudku suami tante yang sudah membantu ku, maafkan aku karena sudah menyebabkan suami tante mengalami hal ini. " Ucap Hana dengan tangan gemetar dan air mata yang jatuh membasahi kedua pipinya.


Wanita itu sontak kaget dan langsung menangis lagi, ia tidak menyangka jika sang suami mengalami kecelakaan hanya untuk menyelamatkan gadis polos yang ada dihadapannya itu. Terlihat wanita itu sangat sedih dan juga marah terhadap Hana.


Hingga sang pemuda tadi kembali bereaksi setelah mendengar perkataan Hana, dia terlihat begitu murka dengan perkataan yang di tuturkan Hana.


" Oh, apa kau puas melihat Papa ku terbaring kesakitan disana. Apa yang sebenarnya kau inginkan, apa kau berpura-pura mendekati Papa ku dan ingin menjadi simpanan nya hah. Apa kau kiriman dari musuh Papa yang sengaja ingin membunuh Papa ku, apa benar begitu hah. " Teriak pemuda itu dengan kasar kepada Hana.


Ia kemudian mendekati dan mencengkram lengan bagian atas Hana dengan sangat kencang, ia menatap Hana dengan sangat tajam dan di penuhi oleh kebencian. Hana hanya bisa meringis kesakitan sambil menangis terisak, ia tidak menyangka jika dirinya akan di perlakukan seperti itu. Apalagi perkataan pemuda itu menyebutkan Hana yang terlihat seperti seorang wanita murahan, hingga sebuah bayangan omongan tetangga nya tadi pagi kembali melintas. Hana semakin terisak menangis, sedangkan dokter yang membantu nya mencoba membantu Hana dan menenangkan pemuda yang mencengkram kuat lengan Hana.


" Kau akan menerima apa yang pantas di Terima oleh orang seperti mu, kau ingatlah ini, mulai saat ini aku tidak akan membuat hidup mu tenang. Aku akan membuat hidup mu menderita, karena kau telah berani mencelakai orang tua ku. Camkan itu baik-baik " ucap pemuda itu sambil menggeram marah.


" Maafkan aku.... " ucap Hana lirih.


" Sudahlah nak, kau sudah menyakitinya. Ini sudah takdir Papa mu, tidak ada yang bisa mengubah kehendak Tuhan. " Kata wanita parubaya itu, ia tidak kuasa melihat Hana yang sangat ketakutan karena perlakuan sang anak yang sangat kasar dan juga kejam terhadap Hana. Ia juga seorang perempuan, ia merasakan sakit saat mendengar hinaan dan juga perkataan merendahkan dari seseorang.


" Kenapa Mama malah membela gadis jalang seperti dia, dia tidak pantas untuk di kasihani. Wanita penggoda seperti dia harus nya mati membusuk dan masuk dalam neraka saja, dia bahkan lebih menjijikan dari seekor babi bagi ku. " Ucap pemuda itu dengan sangat kasar.

__ADS_1


" Robi.... " Teriak wanita parubaya itu dengan keras.


Wanita itu terlihat sangat marah setelah mendengar perkataan pemuda yang tak lain adalah Robi, ia tidak menyangka putranya yang selalu ia sayangi dan ia bela. Tepat dihadapannya ia berani merendahkan seorang wanita, ia merasa sangat sedih dan kecewa terhadap putra bungsunya itu.


" Ha.. ana..... " Ucap pria parubaya itu dengan gagap, ia terlihat sudah tersadar dari pingsannya. Matanya masih menutup dan terdengar erangan kesakitan yang keluar dari mulutnya itu.


Semua orang nampak kaget mendengar suara yang berasal dari lelaki parubaya itu, wanita tadi juga langsung menghampirinya dan menggenggam erat tangan suaminya itu. Begitupun dengan Robi yang langsung menghampiri sang ayah dan memastikan sendiri apa yang ia dengar barusan.


" Apa Papa udah sadar, apa yang terjadi sama Papa. Kenapa Papa bisa seperti ini, jangan tinggalkan Mama pah. " Ucap wanita parubaya itu sambil menangis.


" Ha... ana... A.. Aku.. Ingin bi.. Bicara dengan nya. " Ucap lelaki parubaya itu dengan tergagap-gagap.


" Kenapa Papa malah menanyakan wanita tak berguna itu, dia yang sudah membuat mu menjadi seperti ini Pah. Seharusnya wanita itu mati saja, kenapa Papa malah menanyakan nya hah. " Ucap Roby dengan geram.


" Sebaiknya Bapak tidak banyak bergerak dan berbicara, karena kondisi Bapak saat ini begitu lemah dan butuh penanganan yang sangat intensif. " Saran dokter kepada pria parubaya itu.


" Biarkan aku berbicara terlebih dahulu dengan Hana, ada hal penting yang harus aku sampaikan kepadanya sebelum aku pergi. " Ucap pria parubaya itu sambil terbatuk-batuk.


Dokter itu hanya bisa diam dan mengiyakan permintaan pasiennya itu.

__ADS_1


" Hana…Paman ada permintaan kecil untuk mu, mungkin ini adalah permintaan terakhir dari paman sebelum Alloh mencabut nyawa paman. Uhuk... Uhuk... " Lelaki parubaya itu terlihat merintih kesakitan sambil memegang dadanya.


Sedangkan istri dari lelaki itu nampak sangat lelah dan terlihat matanya sudah bengkak karena tak hentinya menangis sedari tadi. Sedangkan dokter hanya berjaga karena pasinnya meminta untuk tidak menanganinya terlebih dahulu, sebelum menyampaikan wasiat terakhirnya.


" Apa yang Papa katakan, apa Papa sudah gila hah. Jangan berkata seperti itu pah " protes Roby kepada sang ayah sambil membentak.


" Diamlah Roby, kau sudah membuatku malu dengan perlakuan mu. Aku sudah lelah menghadapi kelakuan mu selama ini, dengarkan pesan ku Baik-baik. " Ucap lelaki parubaya itu sambil terengah-engah.


" Menikahlah saat ini juga, jika kau tidak ingin melihat ku seperti ini, maka turutilah perkataan ku ini. Jagalah gadis ini dengan baik, dan jangan pernah menyakitinya sedikitpun. "Ucap lelaki itu dengan lemah.


" Kenapa Pah, kenapa Papa memutuskan hal seperti ini disaat yang tidak tepat. Apa wanita selingkuhan mu ini sudah mengancam Papa atau dia sudah meracuni pikiran Papa. Apa perlu aku bunuh dia saat ini juga, agar Papa tidak mengatakan hal seperti tadi. " Ucap Robi sambil ketawa sinis.


" Roby..... " Teriak lelaki parubaya itu dengan penuh amarah, namun ia masih sangat lemah jadi teriakan nya itu tidak membuat semua orang kaget.


__________________________________________


Maaf banget ya kakak ku tersayang, aku baru update lagi kali ini.πŸ˜”πŸ˜”πŸ™πŸ™πŸ™


Hangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian di sini... πŸ˜ŠπŸ‘

__ADS_1


See you next part..


πŸ˜˜πŸ‘‹


__ADS_2