Another Life : After Meet You

Another Life : After Meet You
bahagian 43


__ADS_3

Sesampainya di depan gerbang kediaman Danuarta, Hana segera masuk setelah satpam penjaga membukakan pintu gerbangnya. Hana berjalan dengan wajah yang terlihat begitu kelelahan, ia bahkan beberapa kali terbatuk karena udara yang semakin mendingin di malam itu.


Setelah masuk kedalam rumah, si mbok langsung menyambut Hana dan Mempersilahkan nya untuk segera masuk. Rumah itu terlihat sangat sepi, Hana terlihat menghela nafas merasakan tidak ada bedanya dengan keadaannya saat di rumah kostan.


" Malam Non, mbok kira Non enggak pulang karena sudah hampir tengah malam." Ucap si mbok.


" Maafin Hana ya mbok sudah merepotkan mbok dan yang lain, Hana tadi ada sedikit urusan jadi pulangnya agak telat. " Jawab Hana.


" Mbok, gimana keadaan Mama. Apa beliau sudah makan dan meminum obat " Tanya Hana dengan raut wajah khawatir.


" Nyonya belum makan dari sore Non, saya juga mau membawanya ke rumah sakit agar di periksa. Tapi nyonya selalu menolak dan menginginkan untuk tetap dirumah, dia berkata kalau dirinya hanya butuh istirahat. " Jawab si mbok dengan raut wajah khawatir.


" Ya sudah, Hana akan keatas dulu buat bersihin tubuh Hana. Nanti tolong bantu Hana siapin bubur buat Mama ya mbok. " Ucap Hana dengan lembut.


Si mbok mengangguk dan pamit pergi, sementara Hana naik ke lantai atas menuju kamar Roby. Ia akan membersihkan dirinya dan juga menggantikan pakaiannya yang sudah penuh dengan keringat.


Sesampainya di kamar Roby, Hana mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru kamar. Ruangan yang sudah tak asing lagi buatnya, namun ia tidak menemukan sosok yang sedang ia rindukan. Entah kenapa Hana merasakan perasaan itu saat pertama kali masuk kedalam rumah besar itu, ia merindukan seseorang yang selalu berkata kasar dan dingin kepadanya.


" Apa kak Roby masih belum pulang, sampai jam berapa biasanya dia keluar? " Gumam Hana sambil meletakan tas di kursi meja riasnya.


Nisa sangat memperhatikan Hana, ia membelikan banyak sekali pakaian yang di letakan di lemari tempat pakaian Roby. Ia juga membelikan banyak sepatu dan juga tas, tak lupa seragam sekolah nya. Bahkan Nisa membelikan semua keperluan wanita dari hal terkecil sekalipun, hal itu awalnya di tentang Hana karena menurutnya itu terlalu berlebihan.


Hana yang selama ini hidup dengan penuh kesederhanaan dan terkesan seadanya, kebingungan dengan perlakuan yang didapatkan dari keluarga barunya. Baru saja ia bergabung dengan keluarga itu sebulanan lebih, tapi ia merasa bak seorang putri yang selalu dimanjakan oleh sang ibu.


Hana mulai mengguyur seluruh tubuhnya dengan air dingin, ia merasakan betapa lelahnya tubuhnya itu. Setiap hari bekerja sampai malam, dan pagi harinya ia berangkat sekolah seperti seorang remaja pada umumnya. Jika orang melihat, Hana seperti gadis biasa yang hidup dengan kenyamanan dari kedua orang tuanya. Namun hal itu sebuah kesalahan, hanya beberapa temannya yang tahu betapa kerasnya ia menjalani kehidupannya sejak dulu, termasuk ketiga temannya.

__ADS_1


Setelah selesai membersihkan badannya, Hana lekas menggunakan pakaian santainya. Ia melaksanakan sholat isya sebagai kewajiban yang selalu ia taati, tak lupa doa yang selalu ia panjatkan di akhir. Betapa tenangnya saat melihat sosok gadis yang tengah berdoa itu, di setiap doanya ia memohon untuk kesembuhan sang Papa mertua. Tak lupa mendoakan keluarganya juga dan ia juga selalu mendoakan sang Mama dan juga suaminya.


*


*


Saat ini, Hana sedang berkutat dengan peralatan dapur. Walau pun jam menunjukan pukul 23:15, ia tetap memasakan bubur untuk sang Ibu yang sedang sakit. Betapa bertanggung jawabnya seorang Hana, ia bahkan melupakan semua keluhan, rasa sakit di setiap inci tubuhnya dan lelah serta letihnya setelah bekerja seharian.


" Mbok, istirahat saja. Biar Hana yang selesaikan masakannya, lagian ini sudah hampir selesai. Mbok harus lebih menjaga kesehatan, Hana enggak mau melihat anggota di rumah ini mengalami sakit karena tidak bisa menjaga diri. " Ucap Hana dengan lembut.


" Tak apa Non, biar bibi bantu bereskan setelah Non selesai masak. Setelah ini mbok akan pergi untuk beristirahat. " Jawab si mbok dengan wajah yang sudah terlihat lelah.


" Selama ini aku salah menilai Non Hana, ia anak yang sangat baik serta perhatian. Ia juga tak pernah mengecewakan nyonya dan selalu menghormati apapun yang nyonya katakan, ia juga sangat menghormati den Roby dan tak pernah ikut membalas perkataannya yang kasar. Tuan besar memang sangat tepat membawa Non Hana masuk kedalam keluarga Danuarta " Ucap si mbok dengan perasaan yang tenang.


" Iya Non, nanti si mbok beresin ini dulu. Baru mbok akan beristirahat " jawabnya dengan tegas.


" Baiklah, kalo begitu Hana pergi kedalam kamar mama dulu ya. " Ucap Hana sambil mengangkat nampan berisi bubur dan juga segelas susu untuk Nisa.


Si mbok mengangguk mengiyakan perkataan Hana, ia mulai membersihkan peralatan dapur yang kotor dan lekas pergi untuk beristirahat. Sementara Hana sudah pergi menuju kamar Nisa yang ada di lantai bawah.


Sesampainya disana, Hana mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk. Lalu ia masuk dan menutup kembali pintu kamar itu.


Hana melihat Nisa yang tengah tertidur, wajahnya terlihat sangat pucat dengan gurat yang menyiratkan betapa lelahnya menjadi seorang istri, ibu dan juga presdir pemimpin perusahaan.


Lantas Hana meletakan nampan yang ia bawah di atas meja, kemudian Hana mendekati Nisa dan membangunkannya dengan pelan.

__ADS_1


" Ma, bagaimana keadaan Mama. Hana dengar Mama belum makan dari sore, ini Hana buatkan Mama bubur. Ayok bangun dulu sebentar ma " ucap Hana dengan lembut.


Nisa terbangun dari tidurnya saat Hana menggoyangkan tubuhnya pelan, ia juga mendengar perkataan Hana walau terdengar samar.


" Kamu sudah pulang, kenapa harus repot masak buat Mama. Kamu harusnya beristirahat, ini sudah hampir tengah malam nak. Mama tau kamu pasti sangat kelelahan setelah pulang bekerja " Ucap Nisa sambil berusaha bangun dan duduk dengan nyaman.


" Sejak kapan Mama tahu Hana bekerja, bukankah Hana merahasiakannya dari Mama? " tanya Hana kaget.


" Dari awal Mama sudah tahu semua tentang mu nak, sekertaris papa sudah mencari tahu tentang kehidupanmu sebelum kamu menikah dengan Roby. " Ucap Nisa dengan suara lemah.


" Jadi selama ini Mama tau tentang kehidupan Hana?. " Ucap Hana tak percaya.


" Tentu saja sayang, Mama sangat ingin mengenal dirimu lebih jauh dan Mama sangat bangga kepadamu. " Ucap Nisa sambil mengelus pelan rambut Hana.


( note : Hana kalau di dalam rumah ia melepaskan hijabnya, kecuali kalau ada tamu orang luar dan saat berada di luar rumah. Ia akan mengenakan hijabnya kembali.)


" Maaf Hana selalu membuat Mama kerepotan dengan mengurus Hana. " Ucap Hana sendu.


Hana kemudian mengambil nampan yang berisi makanan dan minuman, lalu ia meletakan nya diatas pangkuan Nisa agar mempermudah ia untuk makan.


" Kamu tidak pernah merepotkan sayang, justru Mama senang kamu hadir dalam keluarga Mama. " Ucap Nisa.


" Apa ini kamu yang masak sayang? " Tanya Nisa sambil melihat bubur di dalam mangkuk.


" Iya ma, si mbok juga bantuin Hana tadi. " Jawab Hana sambil tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2