Another Life : After Meet You

Another Life : After Meet You
couple


__ADS_3

Hanadia Marisa ( Ayana Ji-hye moon )



Robyansyah ( chanyeol EXO )



" Sebaiknya kamu menghubungi kerabat yang ada di desa, mungkin mereka bisa membantu mu. Aku tahu posisimu saat ini sedang tidak baik, tapi kondisi mu perlu di tangani lebih lanjut lagi. Aku tidak tahu jika kedepannya akan berdampak apa pada fisik mu, tapi melihat keadaan yang sekarang saja sudah membuat keadaan mu sangat mengkhawatirkan. Sebenarnya aku bisa saja menjadi penanggung jawab mu, tapi aku tidak ingin melakukan itu karena hanya keluarga mu saja yang perlu menjamin tentang keadaan mu. " Kata Alex dengan raut wajah sedih.


" Biar aku yang akan menjamin kesehatan untuknya, kau lakukan saja pengobatan untuk menyembuhkan nya dan memulihkannya dengan cepat. " Ucap seseorang yang tiba-tiba saja datang dan memasuki ruangan itu.


Hana dan Alex juga sangat terkejut mendengar perkataan dari orang tersebut, mereka juga kembali di buat heran sama orang tersebut. Dia tak lain adalah Nisa, ia datang tepat saat Alex berkata kepada Hana untuk menghubungi kerabatnya di desa. Nisa pikir Alex sedang membicarakan kondisi Hana pasca kecelakaan, jadi ia langsung berinisiatif untuk menjadi penanggung jawab dari pengobatan Hana.


" Maaf Bu, anda siapa ya? " Tanya Alex kepada wanita itu dengan pura-pura. Karena sebenarnya Alex sangat menganal Nisa, terlebih keluarganya itu. Namun Nisa tidak mengenal Alex, karena ia tidak pernah bertemu atau pun memiliki ikatan saudara dengannya.


" Aku ibunya, jadi aku akan bertanggung jawab dengan keadaan anakku saat ini. Berikan perawatan serta pengobatan terbaik untuknya, jangan biarkan dia dalam keadaan buruk. " Ucap Nisa sambil duduk di samping tempat Hana tidur.


Alex hanya bisa terdiam dalam posisi duduk di kursi samping ranjang Hana, ia melihat kearah Hana yang memandang dengan raut wajah terkejutnya kearah Nisa.


" Tante, bukankah tante ini yang semalam. Kenapa tante bisa ada disini, apakah paman berada dalam keadaan baik-baik saja. Bagaimana kondisinya sekarang, maafkan Hana yang sudah membuat paman menjadi seperti itu. " Ucap Hana sambil menangis.


" Pak dokter, bisakah kau meninggalkan kami berdua. Untuk urusan yang barusan, biar nanti aku yang mengurusnya sendiri. Kau siapkanlah keperluan apapun untuk gadis ini, aku akan bertanggung jawab dan akan membayar semua kebutuhannya. " Kata Nisa dengan sopan.


" Baiklah, kalo gitu aku permisi dulu " jawab Alex dengan ramah.


Alex pun pergi meninggalkan Hana dan Nisa berdua disana, sebenarnya Alex merasa kesal saat melihat Nisa. Terlihat dari raut wajahnya yang menjadi masam setelah keluar dari ruangan itu, Alex seperti menyimpan sebuah masalah pribadi dengan Nisa atau keluarganya itu.

__ADS_1


" Bagaimana keadaan mu saat ini, apa kau merasakan sesuatu yang sangat menyakitkan. " Tanya Nisa dengan lembut. Ia memegang tangan Hana dengan begitu lembut dan mengusapnya pelan.


" Aku sedikit mendingan tante, hanya saja lengan yang satu lagi tidak bisa di gunakan dengan semestinya. " Jawab Hana jujur.


" Lalu bagaimana dengan paman? " tanya balik Hana dengan wajah sendunya.


" Paman baik-baik saja, hanya saja dia saat ini masih belum sadarkan diri. Maafkan aku karena semalam aku tidak sempat untuk menjenguk mu, dan untuk sikap Roby semalam. Aku benar-benar minta maaf karena tingkahnya itu, aku benar-benar malu dengan apa yang sudah ia lakukan. " Ucap Nisa.


" Tak apa tante, anak tante tidak melakukan kesalahan kok. Hana ngerti apa yang dirasakan oleh anak tante, sebenarnya yang salah adalah aku. Mungkin kalo paman tidak datang untuk menyelamatkan ku, aku tidak akan berada disini lagi. " Jawab Hana sambil tersenyum kecut.


" Apa boleh kita berkenalan? Sejak semalam aku sangat penasaran dengan dirimu. Terlebih suamiku malah meminta dirimu untuk menikahi putraku, maafkan tentang kejadian semalam ya nak. Kau tidak usah khawatir, dan jangan hiraukan permintaan terakhir dari suami ku itu. " Kata Nisa dengan wajah sedih, ia juga seperti sengaja menekan kata terakhir agar Hana bisa mendengar dengan jelas maksud ucapannya.


Hana terlihat termenung kembali, air matanya kembali membasahi pipi mulus Hana. Sepertinya Hana kembali mendapat kabar yang buruk lagi, entah mengapa sejak semalam ia selalu di timpa kemalangan gak jelas. Di mulai dari kecelakaan, lalu di maki dan direndahkan oleh Robi. Kabar diagnosa penyakit dari dokter Alex, dan sekarang Nisa kembali mengingatkan Hana tentang kejadian mengerikan semalam. Dimana paman yang menolong Hana meminta Hana menikahi putranya yang tak lain adalah Roby, dan disaat yang sama dia mengalami kejang hingga Hana histeris di buatnya.


" Nak, apa kau baik-baik saja. Maaf karena ucapanku barusan sudah menyakiti perasaan mu, aku memang wanita yang tidak berperasaan. Kau sedang mengalami sakit, tapi aku dengan tidak sopan malah mengingatkan mu tentang kejadian mengerikan semalam. Aku juga sebagai istrinya sangat sedih dengan kondisinya saat ini, takdir memang tidak bisa dihindari. " Ucap Nisa sedih, ia merasa bersalah terhadap Hana. Namun ia terlihat sedikit tersenyum sambil menatap Hana yang sudah menangis.


" Sudahlah, jangan terlalu dipikirkan dengan perkataan ku barusan. Jadi siapa namamu, dan berapa umurmu saat ini. " Kata Nisa.


" Apa kau masih sekolah, lalu dimana kedua orang tuamu. Apa mereka masih belum mengetahui kondisi mu saat ini? " tanya lagi Nisa.


" Iya tante, Hana kasih sekolah dan Hana yatim piatu. Kedua orang tua Hana sudah meninggal, Hana cuman tinggal sendiri di kota. " Jawab Hana lagi.


" Ah maafkan aku, aku tidak bermaksud seperti itu. " Kata Nisa sedih.


Hana hanya mengelengkan kepalanya tanda ia tidak apa-apa, namun hati kecilnya merasa sakit karena ia kembali mengingat tentang kedua orang tuanya. Namun Nisa kembali menanyai Hana seperti seorang wartawan, Hana merasa sedikit terhibur dengan apa yang di lakukan oleh Nisa. Hana kira Nisa akan marah atau galak seperti wanita kebayakan, tapi Hana merasa kewalahan dengan pertanyaan yang terus diajukan kepadanya.


" Jadi dimana kau bersekolah, Roby juga masih sekolah. Saat ini dia kelas tiga, mungkin satu tahun di atas kamu. "

__ADS_1


" Aku sekolah di SMAN XXXX tante. "


" Benarkah, berarti kau satu sekolah dengan Roby, tapi kenapa kalian seperti tidak saling mengenal. Padahal kalian itu satu sekolah, Roby juga terlihat tidak mengenali mu semalam. Sebenarnya apa yang sudah dilakukan anak itu di sekolah, hingga gadis cantik dan baik seperti mu tidak ia ketahui. " Keluh Nisa dengan pura-pura, padahal dalam hatinya ia merasa kesal terhadap anak bungsunya itu. Karena anaknya itu, dirinya sering dipanggil kesekolah dan selalu mendapati Roby dalam keadaan yang mengerikan. Terlebih sikap Robi yang kasar dan cuek membuatnya geram sendiri.


" Mungkin Hana saja yang jarang bergaul sama yang lainnya tante, Hana memang tidak terlalu akrab kecuali sama teman sekelas Hana. Ditambah Hana jarang nongkrong, paling Hana cuman kekantin dan lebih banyak diam di perpustakaan untuk membaca. " Ucap Hana merendah.


" Mungkin benar, terkadang anak lelaki lebih bebas dan kadang ia suka berkeliaran gak jelas. " Tambah Nisa.


" Mungkin tidak begitu juga tante " timpal Hana.


" Hana, apa boleh tante meminta sesuatu dari mu " tanya Nisa tiba-tiba, suasana disana juga langsung berubah menjadi menegangkan.


" Apa tante, selagi Hana mampu Hana akan mengusahakannya. " Jawab Hana sambil tersenyum ramah.


" Menikahlah dengan Roby, aku ingin mengabulkan keinginan dari suamiku. Aku tahu ini sangat berat untuk mu, tapi cobalah pikirkan permintaan dari ku dan suamiku. Aku sangat menyukaimu, apakah kau mau menjadi menantuku. " Ucap Nisa dengan hati-hati.


Hana sangat terkejut dengan permintaan dari Nisa, ia tidak menyangka jika dirinya juga meminta hal serupa seperti paman yang menolong Hana. Hana kembali temenung dengan pertanyaan barusan.


" Bisakah tante memberiku waktu untuk memikirkan hal ini, terlebih Hana masih sekolah. Hana sangat ingin membanggakan kedua orang tua Hana, apalagi Hana bercita-cita ingin sekolah sampai perguruan tinggi dan lulus sebagai sarjana terbaik. " Jawab Hana lesu.


" Tentu saja sayang, tante akan menunggu jawaban dari mu. Untuk masalah sekolah, aku bisa mengaturnya dan pernikahan ini bisa dirahasiakan. Tapi setelah kamu lulus, kita akan melakukan resepsi untuk pernikahan kalian dan mengumumkannya kepada publik, bagaimana, apa tawaranku ini masih kurang. " Tanya Nisa.


" Baiklah, Hana akan memikirkan tentang permintaan tante sama paman. Semoga keputusan nanti tante tidak akan keberatan " Kata Hana.


" Tentu saja sayang, tante akan menunggu jawabanmu dan akan menerima apapun jawaban yang kau berikan kepada tante. " Kata Nisa dengan senang. Lantas ia memeluk Hana karena rencana nya sudah berhasil dengan lancar tanpa ada masalah sedikit pun. Ia merasa sangat senang karena keinginan sang suami tercinta bisa terkabulkan, dan doa nya juga sudah terjawab jika Hana benar-benar menjadi menantunya. Roby sang anak tidak akan sendiri lagi dan masa depannya sudah terjamin dengan menikahkannya sama Hana.


Hana merasa bahagia karena bisa merasakan pelukan seorang ibu yang selama ini ia rindukan. Namun kini Hana kembali tak tenang, ia harus memikirkan permintaan yang jelas sangat berat dan menjadi beban buat Hana.

__ADS_1


__________________________________________


See you next chapter πŸ˜ŠπŸ‘‹


__ADS_2