Another Life : After Meet You

Another Life : After Meet You
Bahagian 68


__ADS_3

Di rumah kostan, Hana kini tengah berbaring diatas kasur lantai. Ia tengah menatap sebuah poto yang diambil dari dalam dompet miliknya. Air mata seketika mengalir perlahan membasahi kedua pipi yang sedikit memerah.


" Ayah, bunda. Ana kangen sama kalian. Maaf karena sekarang Ana gak pernah berziarah ke makam Ayah sama bunda, Ana juga gak minta restu sama kalian, sama kakek, juga kakek guru. Ana hanya mau bilang kalo saat ini udah nikah, aku cuman mau minta doa restu sama kalian. Semoga kalian tenang di sana dan selalu ada dalam bimbingan rahmat Alloh. Amin. "


Air mata menjadi saksi, bagaimana seorang anak yang sangat merindukan sosok kehadiran kedua orang tuanya. Hana memejamkan mata, dan selembar poto yang berada di pelukannya membawa dirinya menuju ke alam mimpi.


Dan seperti biasa juga, ia akan mengalami mimpi buruk hingga ia terbangun dan kembali menangis serta ketakutan. Walau dirinya sudah cukup terlatih dalam kemandirian, tapi ia tetap manusia biasa. Rasa sepi terkadang selalu menyelimuti hati kecilnya, ia juga merasa iri dengan teman-temannya yang tak pernah kesepian seperti dirinya.


Terkadang ia selalu mengharapkan kehadiran keluarga baru yang akan membuat perasaannya menghangat dan tidak lagi kesepian, namun hal itu sampai sekarang tidak pernah ia rasakan sepenuhnya. Ia sadar jika dirinya berbeda dengan yang lain, dan ia harus menerima takdir yang sudah di gariskan untuk dirinya.


***


Keesokan paginya, Hana sudah bersiap dengan seragam serta peralatan sekolah nya. Seperti biasanya, ia akan berangkat agak pagi untuk menghindari para tetangganya yang selalu usil membicarakan hal jelek tentangnya.


Setelah mengunci pintu, Hana langsung berjalan menuju kearah jalan dimana ia biasanya menunggu angkutan umum.


Sesampainya di sekolah, Hana langsung bergegas masuk dan pergi ke kelas nya. Ada beberapa murid yang sudah datang bersamaan dengan dirinya, biasanya yang datang paling awal adalah murid yang memiliki tugas piket kebersihan.


Waktu pun cepat berlalu, kini sekolah sudah ramai dengan murid yang mulai berdatangan. Ada juga beberapa yang datang terlambat dan harus menjalani hukuman di jemur di dekat tiang bendera.


" Katanya pak Juki hari ini absen, dia udah kasih tugas buat rangkum pelajaran. Minggu depan kita latihan ulangan buat ujian akhir semester. " Ucap Ali yang duduk di samping meja Hana.


" Perasaan kalo guru gak masuk tuh sama aja, mau dia absen atau enggak. Pelajaran terus lanjut mulu, heran kadang-kadang gue sama mereka. " Ucap Alifa kesal.


Amira hanya mendengus saat mendengar perkataan Ali, ia kadang benci harus merangkum pelajaran karena baginya, itu sama saja mencatat semua nya. Ia paling gak pandai dalam hal merangkum, dan selalu mencatat setiap kalimat yang ada di dalam buku.


Sedangkan Wahyu hanya menatap malas kearah Hana yang sedari tadi menelungkupkan wajahnya di atas meja.


" Loe kenapa lagi sih Han, perasaan loe murung mulu akhir-akhir ini. " Ucap wahyu bete.


Alifa menoleh kearah Hana yang sedang mencoba bangun dari tiduran nya.


" Ada masalah lagi mak? " tanya Alifa to the point.


" Gak, cuman lemes aja. Biasa, tadi belum sarapan, soalnya berangkatnya masih pagi. Soalnya aku lagi males masak" Jawab Hana sambil nyengir.


" Kirain di pecat sama si bos " Ucap Mira, ia meletakan ponselnya di meja.


" Kalo ngomong tuh ya, gak si saring dulu. " Ucap Hana kesal.


" Nih, loe makan dulu. Gue tadi beli dua buat sarpan, tapi gue keburu kenyang, jadi sisa satu. Loe makan aja " ucap Wahyu sambil menyodorkan satu bungkus roti kearah Hana.


" Makasih Yu, emang kamu tuh sahabat terbaik. " Ucap Hana tersenyum.

__ADS_1


Dalam hatinya, Hana hanya bisa menggerutu karena uangnya tinggal sisa sedikit di dompetnya. Sedangkan kartu ATM yang diambil Roby masih tidak ada kabar sejak hari itu.


" Oh ya, tinggal dua bulan kurang lagi kan kelas dua belas ujian. Gimana kalo kita jalan-jalan, kan udah lama juga gak main bareng. " Ucap Alifa.


" Gue sih Ikut-ikut aja " Jawab Wahyu dan Ali.


" Gue juga " Susul Mira.


" Kamu mak, jangan buat alesan kerja lagi. Ini wajib tau, kita udah lama gak jalan bareng. " Ucap Alifa sambil menatap tajam Hana.


" Iya, aku ikut. Lagian kafe juga bakal tutup pas minggu nanti, katanya sih pak Adi mau ngadain acara tunangan sekaligus lamaran gitu. " Jawab Hana.


" Bagus deh, awas aja nanti kalo gak jadi. " Ucap Alifa.


" Emang mau jalan kemana kita? " Tanya Ali.


" Kayaknya ke puncak bakal seru deh, disana kan udaranya segar terus bisa selfie-selfie juga di perkebunan teh. " Ucap Alifa dengan semangat.


Tiba-tiba saja Hana tersedak, ia kemudian mengambil air minum yang ada dihadapannya. Sedangkan yang lain hanya bisa terdiam heran. Mira dan Alifa menatap Hana dan Wahyu saling bergantian, sedangkan Ali terlihat santai saja.


" Makannya kalo makan tuh baca doa dulu, kan setannya jadi rebutan makanan sama loe. " Ucap Wahyu pelan.


" Makasih " Ucap Hana.


" Kenapa gue ngerasa kalo si Wahyu agak berbeda ya. " Ucap Amira dan alifa dalam hatinya masing-masing.


Gara-gara mendengar kata puncak, Hana kembali teringat dengan kejadian saat malam pertama dengan Roby. Ia kembali mengingat bagaimana Roby memperlakukannya dengan sangat kasar pada malam itu.


" Lagian kan disana ada Villa punya orang tua gue juga, gak masalah kan kalo kita nginep disana sekalian. " Tawar Alifa kembali.


" Tapi aku gak bisa ikut kalo pergi kesana, aku ada sedikit kepentingan jadi gak bisa jalan sampai malam. " Ucap Hana.


Alifa nampak sedikit kecewa mendengar jawaban Hana, rencana yang sudah ia rancang dengan baik kini sudah pupus akibat temannya itu.


" Gimana kalo ke taman aja, aku dengar bulan depan bakal di adakan acara karnaval. Gue rasa acara itu bakal lebih dari seminggu. " Kata Ali.


" Fix, gue ikut. " Jawab Wahyu dan Mira bersamaan.


" Cie barengan, jodoh kali ya. " Tawa Alifa. " Gue juga setuju deh, setidaknya disana bakal banyak stand makanan. " Kata alifa semangat.


" Makanan aja yang loe pikirin Lif. " Ledek Mira.


...

__ADS_1


Sementara di lain tempat, sekelompok murid cowok tengah sibuk saling baku hantam. Mereka bahkan tidak mengindahkan bagaimana kondisi fisik yang sudah pada babak belur. Hingga salah satu dari mereka berteriak memberi peringatan, kalau tak jauh dari mereka ada warga beserta keamanan setempat yang akan datang untuk membubarkan aksi tawuran itu.


" Kabur woy, aparat lingkungan udah nyampe. Selamatin diri kalian, jangan sampe berurusan sama polisi. " Teriak salah seorang siswa sambil lari untuk menyelamatkan dirinya.


" Gila ya, orang lagi nanggung juga. Ngapain sih tuh orang pake dateng ke tempat ini segala. " Teriak salah seorang murid dengan nada kesal.


Mereka berlari berpencar untuk menyelamatkan diri mereka sendiri. Ada yang naik motor, ada pula yang sempat sembunyi di tempat aman.


" Anjing emang, padahal dikit lagi kita menang. " Ucap siswa yang tengah berlari menuju tempat aman.


" Emang loe doang yang kesel bego, gue juga sama. Gue udah kayak gini tapi gak berhasil ngalahin mereka semua, sia-sia tenaga yang gue keluarin tadi. " Jawab temannya yang ikut lari.


" Loe balik ke sekolah lu, atau mau langsung ke tongkrongan. " Tanya teman nya.


" Gue balik apartemen aja, males gue sekolah. Enakan juga tidur " Jawab siswa itu dengan santai.


" Beda ya kalo orang tajir kaya loe, mau sekolah mau enggak duit loe tetep banyak. " Puji temannya.


" Jelas dong, makannya banyakin hemat biar cepet kaya. " Timpal nya sambil ketawa meledek.


" Gue gak semiskin itu by, tapi gue juga sadar gue gak sekaya keluarga loe. By the way, kapan loe mau ngenalin gue sama kakak ipar. Loe pelit amat sih jadi orang, sahabat sendiri aja sampe gak di undang. " Ucap siswa yang berada di belakang orang yang di panggil by.


Mereka tak lain adalah Roby dan Gilang, itulah hoby mereka berdua. Melakukan tawuran antar sekolah dan selalu membolos hampir setiap harinya.


" Apa sih, loe kepo amat jadi orang. Ngapain juga loe ngebet banget pengen ketemu sama bini gue, loe iri. " Jawab Roby sarkas.


" Emang siapa yang iri, gue cuman penasaran aja sama dia. " Jawab Gilang.


" Malam minggu nanti gue mau ketemuan sama cewek gue, loe ikut kan. Biar gue kenalin dia sama loe. " Tambah nya lagi.


" Ck, emang seberapa cantik sih tuh anak sampe loe ngejar cewek gak jelas itu. " Jawab Roby tak peduli.


" Loe belum tau aja by, entar kalo ketemu loe jangan sirik ya. Dia itu cantik, ramah, terus senyumannya itu yang bikin jantung gue berdebar tak karuan. Pokoknya loe dateng aja ke kafe yang biasa gue datengin itu. " Ucap Gilang dengan semangat.


" Emang secantik apa dia, paling juga anak kemarin atau enggak cabe-caben. " Guman Roby pelan. " Lagian tuh anak gak ada ngabarin, apa dia gak marah kartu ATM nya di ambil sama gue. Alah lagian nih duit juga paling dari Mama, emang dari mana dia dapet duit sebanyak itu. " Batin Roby.


" Eh, loe ngapain sih bengong mulu. " Kata Gilang sambil menepuk pundak Roby.


Roby seketika tersadar dari lamunan nya. Mereka berdua sudah sampai di tempat mereka menaruh kendaraan mereka.


" Gue cabut dulu, kalo udah ada kabar lagi dari yang lain, hubungi gue langsung. " Ucap Roby sambil bersiap menaiki moge kesayangannya.


" Oke sip, loe hati-hati. " Ucap Gilang.

__ADS_1


" Loe juga " Jawab Roby.


Mereka berdua berpisah karena arah tujuan mereka berlawanan. Gilang akan tetap hadir kesekolah walau hari sudah menjelang siang. Sedangkan untuk Roby, dia sangat malas untuk mengikuti pelajaran yang menurutnya sangat membosankan, dia juga malas untuk berhadapan dengan guru bk/kepsek.


__ADS_2