
Sementara di rumah kostan, mimpi buruk itu muncul kembali. Hingga Hana terbangun dari tidurnya, ia tidak sadar jika dirinya tertidur disana hingga lewat tengah malam. Hana melewati malam itu seperti biasanya, meminum obat penenang, lalu ia mengambil air wudhu untuk melaksanakan sholat tahajjud. Selelah pikiran dan hatinya merasa tenang, lantas ia melanjutkan beristirahat hingga adzan subuh berkumandang.
Pagi harinya, Hana berangkat sekolah lebih awal. Ia tidak ingin berpapasan sama ibu-ibu kemarin yang mengatainya. Mulai dari pagi hari itu, Hana menekadkan dirinya untuk lebih berani dan membiarkan orang-orang yang menjelekkan nya. Saat Hana melaksanakan sholat shubuh, ia berdoa untuk kesembuhan Raihan sang papa mertua, tak lupa doa untuk kedua orang tua dan kakek nenek nya. Ia juga mendoakan agar hubungannya dengan Roby berjalan baik, ia juga berterimakasih karena sudah memberikannya keluarga baru yang sangat menyayanginya.
Saat Hana sampai di sekolah, Tiba-tiba saja Nisa datang dan mengajaknya masuk kedalam mobil. Ia baru saja akan pulang kerumah setelah kembali dari rumah sakit, namun karena ia merasa rindu dengan Hana. Ia memutuskan untuk bertemu Hana di sekolah, tak lupa ia juga membawa sebuah barang yang sengaja ia beli untuk sang menantu.
" Assalamualaikum Ma, kok pagi-pagi udah ada di sekolah Hana. Gimana kabar Mama sama Papa? " tanya Hana saat sudah berada di dalam mobil. Tak lupa ia juga mencium tangan Nisa setelah mengucapkan salam.
" Waalaikumsalam salam sayang, Mama sama Papa baik-baik aja. Mama kesini sengaja pengen ketemu kamu sayang, mama sudah rindu sama kamu. Gimana kabar kamu, apa sudah sehat total? " Jawab Nisa dengan senang, ia sangat menyukai sikap sopan Hana kepadanya. Berbeda dengan istri Malik anak sulungnya, ia terkesan biasa saja mungkin karena dia wanita modern dan perbedaan lingkungan tempat tinggal membuat sikap mereka berbeda.
" Syukurlah, Hana selalu mendoakan Papa agar cepat sembuh dan kembali sadar. Hana juga sangat merindukan Mama, mungkin sekarang Hana sudah terbiasa dengan sikap Mama yang penuh kasih. Saat di rumah Hana merasa kesepian, jadi enggak ada yang bisa di ajak ngobrol. " Kata Hana kepada Nisa.
" Tuh kan, Mama kan udah bilang buat tinggal di rumah. Kamunya sih ngeyel minta tinggal sendiri" Ucap Nisa memarahi Hana.
" Oh ya, ini Mama bawakan sesuatu buat kamu. Anggap saja ini hadiah kecil dari Mama, dan ini peganglah. Mama sudah membuatkan ini atas nama kamu sendiri dan password nya tanggal lahir kamu, jadi kalau ada kebutuhan apapun kamu tinggal beli aja. " Kata Nisa sambil menyerahkan sebuah kotak dan kartu debit.
__ADS_1
" Loh ini apa Ma, Hana masih punya tabungan kok Ma. Lagian Hana juga enggak terlalu butuh sesuatu, jadi Hana enggak bisa ngerepotin Mama terus. Mama sudah bayarin pemeriksaan Hana, jadi Hana enggak mau terus membebani dan membuat mama kesusahan. " Kata hana sambil menyerahkan kembali kartu yang di kasih Nisa.
" Dengerin Mama sayang, ini buat kamu. Mama enggak merasa di bebani atau pun di repotin sama kamu sayang, justru dengan hadirnya kamu di dalam keluarga kecil ini. Mama sangat senang dan berterimakasih sama Tuhan karena sudah memberikan anak baik seperti mu, kamu tahukan mama enggak mau denger bantahan apapun. Jadi kamu simpanlah dan gunakan untuk keperluan mu ya. " Ucap Nisa sambil tersenyum.
" Sudahlah, sekarang kamu buka dulu hadiahnya. Siapa tahu kamu enggak suka, jadi nanti Mama bisa tukarkan kembali dengan barang sesuai kemauan kamu. " Ucap Nisa dengan eksaited.
Hana tersenyum dan mengiyakan apa yang dikatakan Nisa, ia membuka kado tersebut. Betapa terkejutnya saat melihat isi kotak berwarna pink dengan hiasan pita di tutup kotaknya. Isi dalam kotak itu adalah sebuah ponsel keluaran terbaru yang lagi Hits di pasaran, Yaitu ponsel bermerek Samsung Z flip berwarna hitam.
" Kenapa sayang, kamu enggak suka sama hadiah Mama. Biar Mama ganti sama yang lain, kamu ingin merek yang seperti apa, biar Mama belikan buat kamu. " Ucap Nisa yang melihat Hana tak berkata dengan wajah sendu.
" Sayang, dengerin Mama ya. Mama enggak pernah keberatan memberikan hadiah apapun buat kamu, kamu mau barang apa saja bakal Mama berikan. Lagian Papa mu enggak bakal kebobolan kalo cuman beli ponsel seperti ini, jadi mulai sekarang kamu jangan terlalu merendah ya. Mama merasa tidak enak kalo kamu terus seperti ini " Ucap Nisa sambil mengelus kepala Hana. Ia sangat bangga kepada Hana yang selalu merendah dan tidak berubah sifatnya saat mempunyai keluarga kaya.
" Maafin Hana mah, Hana enggak bermaksud buat nyakitin perasaan Mama. Tapi sungguh ini hadiah yang sangat mewah yang pernah Hana Terima, bahkan di hari ulang tahun Hana enggak pernah ada yang kasih hadiah kecuali teman Hana. Sekali lagi terimakasih banyak ya Ma " ucap Hana dengan perasaan terharu. Tak lupa ia juga memeluk Nisa dengan sangat erat dan kembali mengucapkan terimakasih.
" Ya sudah, kamu kembali masuk. Ingat belajar yang giat ya, jangan lupa makan dan jaga kesehatan ya. Mama juga sudah nyimpan nomor Mama, si mbok, Roby sama sekertaris Papa. Jadi kalo ada apa-apa tinggal hubungi aja. " Ucap Nisa memberikan nasihat kepada Hana.
__ADS_1
" Iya Ma, Hana janji bakal belajar dengan giat dan membuat Mama sama Papa bangga. Mama juga jangan lupa makan dan istirahat, sama jaga kesehatan juga ya. " Ucap Hana.
" Iya sayang, lalu kamu enggak rindu sama suami kamu hemmm. " Kata Nisa bercanda.
" Oh iya, Hana lupa menanyakan kabar kak Roby. Sampaikan salam Hana sama kakak ya Ma, maaf Hana enggak bisa ngurus kak Roby dengan baik. " Kata Hana.
" Gak Papa sayang, dia baik-baik saja kok. Nanti Mama sampaikan salam kepadanya, kamu pokus aja belajar dulu nanti setelah lulus baru kalian buatin Mama cucu yang lucu-lucu ya. " Canda Nisa sambil tertawa.
Hana hanya tersenyum dan tersipu malu karena perkataan Nisa barusan, lalu Hana segera keluar dari dalam mobil tersebut dan hendak masuk kesekolah.
" Kalo gitu Hana masuk dulu ya Ma, Hati-hati di jalan. Assalamualaikum " Ucap Hana sambil mencium tangan Nisa dari luar jendela mobil.
" Iya, kalo gitu Mama pulang dulu ya. Ingat belajar yang giat " Kata Nisa. Lalu kaca mobil pun menutup dan mobil sedang berwarna putih itu pun pergi.
Tak jauh dari Hana, Wahyu melihat semua kejadian yang Hana lakukan. Ia juga sempat melihat wajah Nisa saat Hana bersalaman tadi, ia heran karena Hana tidak memiliki saudara di kota.
__ADS_1