Another Life : After Meet You

Another Life : After Meet You
Bahagian 66


__ADS_3

" Wahyu, mulai deh pada bengong. Gak si Hana, gak kamu, apa sih yang udah terjadi sama kalian. " Ucap Mira dengan nada kesal.


" Sorry, gue gak sengaja. Tadi gue lagi mikirin perkataan nyokap gue. " Jawab wahyu dengan wajah gugup.


Hana dan Alifa hanya mengangguk saja, sedangkan mira nampak begitu kesal dengan sikap Wahyu.


" Oh ya, aku pamit dulu ya. Aku mau ke perpustakaan dulu buat ngembaliin buku novel ini. Sekalian mau minjem yang baru lagi. " Ucap Hana yang sudah bangkit berdiri.


" Kebiasaan deh mak, orang kita lagi seneng nongkrong. Kan jarang-jarang kita bisa ngobrol kalo gak kaya gini. " Ucap Alifa.


" Ya udah nanti aja aku ke perpustakaan nya " Ucap Hana sambil tersenyum.


" Udah Han, loe pergi aja. Gak usah dengerin anak manja ini, lagian bentar lagi jam istirahat nya selesai. " Ucap Mira tiba-tiba.


" Wah anak aku yang ini emang pengertian banget, suka banget mak sama kamu. " Ucap Hana bercanda sambil memeluk Mira.


" Gak usah mulai lagi deh mak, kebiasaan lebay nya gak berubah. " Ucap Mira ketus, tapi sedetik kemudian ia tersenyum geli.


" Ya udah, ini aku nitip buat bayarin makanan aku. Nanti aku nyusul ke kelas kalo bel nya udah bunyi oke. " Ucap Hana sambil pergi meninggalkan ketiga temannya.


Sepanjang perjalanan menuju perpustakaan, hanya hanya terdiam. Ia masih kepikiran dengan Roby yang sudah beberapa hari tidak bertemu. Ia merasa khawatir dengan keadaan nya, terlebih lagi permasalahan dengan mamanya juga belum selesai. Beberapa hari ini, dirinya selalu menunggu kedatangan Roby di perpustakaan. Setidaknya ia ingin tahu kabarnya, terlebih ujian yang semakin dekat membuat Hana berharap-harap cemas karena ia juga tak bertemu dengannya di sekolah.


Tiba-tiba saja lamunan Hana tersadar ketika tubuhnya oleng setelah bertabrakan dengan seseorang.


" Eh, jalan tuh liat-liat. Tuh mata di pake apa liat, bukan cuman pajangan doang " Teriak seorang siswi memaki Hana.


" Oh ternyata si gadis lugu, berani sekali dia nyenggol elo Mel. " Kata temannya dengan nada sinis.


Mereka tak lain Amel dan teman nya Fira, mereka sedang jalan dan berpapasan dengan Hana yang tak sengaja bersenggolan.


" Maaf kak, aku tidak sengaja nyenggol kak Amel. " Ucap Hana sambil menunduk.


" Cih, gue tau loe sengaja kan nyenggol gue. " Ucap Amel tak Terima.

__ADS_1


" Tumben banget loe gak sama antek-antek udik loe itu, biasanya kalian selalu bersama. " Ucap Fira memanas-manasi.


" Emang siapa yang mau temenan sama dia, udah miskin, udik kaya gitu. Cuman mata kak Romi aja yang udah di butakan sama kenyataan. " Ledek Amel.


" Maaf kak, aku permisi dulu. Maaf karena aku tadi gak sengaja menyenggol kak Amel. Sekali lagi aku minta maaf. " Ucap Hana sambil berbalik hendak melanjutkan pergi ke perpustakaan.


" Eh dengernya, gue peringatan elo buat jauhin Romi. Loe itu gak pantes buat disukai sama orang kayak kak Romi, loe sadar diri dulu. Loe ini siapa dan lihat kasta loe sama kita itu jauh berbeda. " Ucap Amel dengan bangga.


Hana lantas menghentikan langkah kakinya setelah mendengar perkataan terakhir Amel. Ia kemudian berbalik dan menatap nya dengan tajam.


" Maaf kak, aku memang tidak sebanding dengan kalian. Aku juga tidak berharap kak Romi menyukai ku, aku hanya ingin bebas dan tidak menanam permusuhan sama siapapun. Jadi kaka bisa ambil kak Romi, karena aku gak peduli sama dia. " Ucap Hana dengan tegas.


Tanpa disadari Hana, Romi sudah berdiri di belakangnya. Ia mendengar perkataan yang terkesan kasar bagi seorang Hana, Romi tidak menyangka jika perasaan nya akan sehancur ini dan itu karena orang yang ia sukai.


Saat Hana berbalik, ia terkejut melihat Romi yang menatap sendu kearah dirinya. Hana merasa bersalah, tapi dirinya juga selalu tersakiti karena menjadi bahan ejekan Amel dan temannya Fira.


" Maafin aku kak Romi, tapi ini kenyataan kalau aku memang tak memiliki perasaan lebih dari sekedar teman." Ucap Hana sambil melanjutkan langkahnya.


Romi masih terdiam mematung, lalu tak lama ia juga ikut pergi dari sana dengan langkah gontai.


Suara kursi bergeser membangunkan Hana yang masih setia dengan penyesalannya. Hana kemudian bangun dan langsung meminta maaf kepada orang yang ada dihadapannya. Ia kira Romi ikut menyusulnya dan akan meminta penjelasan dengan kejadian tadi.


" Maaf buat kejadian tadi kak, aku sebenarnya tidak ingin mengatakan hal sekasar itu kepada kak Romi. Tapi.. " Hanya berkata sambil menunduk tanpa melihat siapa yang ada di hadapannya kali ini.


" Baru beberapa hari gak ketemu, loe udah main sama cowok lain. " Ucap orang yang ada dihadapan Hana.


" Suara ini, Jangan-jangan... " Batin Hana.


Hana kemudian mengangkat kepalanya dan memastikan orang yang ada dihadapannya kini. Seketika kedua matanya melebar dengan jantungnya bedetak kencang saat melihat Roby dengan wajah suramnya sedang menatap tajam kearah dirinya.


" K_kak Roby, a_a_aku kira tadi kak Romi. " Ucap Hana gagu.


" Kenapa, loe kecewa karena orang yang sedang loe pikirkan tidak ada disini. " Ucap Roby ketus.

__ADS_1


" Tidak, aku kira tadi kak Romi ngikutin aku. Maksudku aku tadi gak sengaja berkata kasar sama dia, jadi aku ingin minta maaf. " Jelas Hana.


Roby nampak acuh dengan perkataan Hana, pandangannya tertuju pada kerudung Hana yang sedikit tersingkap hingga menampakkan dadanya yang menonjol. Secara otomatis tangan Roby terulur ingin membenarkan posisi kerudung Hana agar menutupi area itu.


Namun hal tak terduga terjadi, Hana lantas berdiri dan melangkah mundur hingga kursi berderit karena terdorong Hana.


" Tolong yang duduk di belakang untuk jangan berisik, yang lain akan terganggu jika kalian gak tenang. " Teriak penjaga perpus.


Roby merasa salah tingkah dan kembali menarik tangannya yang terulur tadi, kejadian tersebut cukup membuatnya terkejut, ia tidak tahu jika gadis yang berada dihadapannya akan memberikan respon yang cukup mengejutkan.


" Maaf, aku tidak sengaja mengejutkan kak Roby. " Ucap Hana gugup.


Ia masih mengingat dengan jelas kejadian malam dimana Roby mendorongnya dengan keras hingga punggungnya sakit. Karena kejadian itu pula, membuatnya sedikit protect terhadap pergerakan Roby.


" Gue cuman mau benerin kerudung loe yang tersingkap. " Ucap Roby datar.


Hana kemudian langsung membenarkan kerudungnya dan kembali duduk di kursinya. Namun ia sedikit menjaga jarak dari Roby karena ia masih takut jika kejadian itu terulang kembali.


" Gue kesini cuman mau minta uang, gue tau mama pasti ngasih uang lebih sama kamu. Gue lagi males buat balik kerumah, jadi gue bakal minta uang sama loe. " Ucap Roby to the poin.


Hana hanya bisa diam mendengarkan perkataan Roby, ia membenarkan perkataan Roby jika dirinya memang di kasih uang dari sang mama. Tapi selama ini dirinya tidak pernah sama sekali menggunakan uang pemberian itu.


" Aku cuman punya segini, maaf gak bisa ngasih banyak. " Ucap Hana sambil mengeluarkan yang dari saku rok nya dan memberikannya kepada Roby.


" Gimana keadaan mama sekarang " Tanya Roby.


" Mama sudah mendingan, sebaiknya kak Roby pulang. Mama sangat khawatir sama kak Roby yang udah beberapa hari ini gak pulang. " Jawab Hana.


Roby terdiam sejenak, lalu ia bangkit dari kursi dan hendak pergi dari sana.


" Loe gak usah ikut campur urusan gue, urus aja urusan loe sendiri. By the way, thanks buat uangnya. " Ucap Roby dengan santai lalu pergi keluar perpustakaan.


" Apa aku salah, mama sudah melarang aku buat bantuin kak Roby. Tapi aku juga khawatir jika dia tidak punya uang untuk makan, lagian aku juga belum tahu dimana ia tidur. Maafin Hana Mah, karena udah melanggar perintah Mama." Ucap Hana sendu.

__ADS_1


" Lagian aku bantuin kak Roby dengan uang ku sendiri, bukan uang dari Mama. Apa aku salah jika membantu suami ku sendiri, ya Alloh mohon maafkan aku jika apa yang aku lakukan ini salah. " Gumam Hana pelan.


Tak lama lonceng pun berbunyi tanda jam istirahat usai, Hana lantas segera pergi dari dari sana dan mengambil beberapa buku untuk ia pinjam dan bawa pulang.


__ADS_2