Another Life : After Meet You

Another Life : After Meet You
bahagian 53


__ADS_3

" Emangnya gak boleh apa suka sama seseorang, kan gak ada peraturan di UUD nya kalo menyukai seseorang itu dilarang." Jawab Mira sambil memalingkan wajahnya yang sudah bersemu kemerahan.


" Ya sudah, semangat ya buat anak aku yang cueknya gak ketulungan. " Ucap Hana sambil tertawa,disusul kedua temannya yang juga tertawa setelah mendengar perkataan Hana.


" Sepertinya gelar tomboy elo udah luntur deh Mir, loe harus belajar jadi cewek tulen mulai sekarang. " Ledek Wahyu.


" Apa sih, gak jelas banget " Jawab Mira kesal.


" Tenang aja Mir, gue bisa ajarin cara nembak cowok. Loe tau kan kalo gue udah sangat berpengalaman dalam bidang ini. " Kata Alifa dengan bangga.


" Iya gue tau, loe sangat ahli nembak anak cowok. Tapi ujung-ujung nya loe di tolak mentah-mentah, hahaha... " Wahyu tertawa dengan sangat keras setelah meledek Alifa.


Hana hanya tertawa pelan melihat temannya, ia tahu kalau Alifa sudah pernah menyatakan perasaan cinta nya kepada anak cowok. Tidak ada yang salah dari pernyataan nya cintanya seorang Alifa, hanya saja dia selalu di tolak karena ternyata cowoknya sudah punya pasangan. Karena hal itu pula, Wahyu sangat senang menggoda Alifa karena kegagalan nya itu.


Tiba-tiba Ali datang, ia sudah sangat rapih dengan setelan jas kepengurusan OSIS. Tak lupa ia juga menyapa semua teman sekelasnya, termasuk Hana dan ketiga temannya yang sedang asik berdebat.


" Ayok cepet kumpul dilapang, hari ini bukan cuma ngadain upacara aja. Jadi acaranya akan di mulai lebih awal, biar kalian gak pada kepanasan. " Jelas Ali di depan kelasnya.


" Emang ada acara apa, tumben banget upacaranya di lakukan masih pagi. " Tanya siswa yang duduk di sudut kelas.


" Hari ini akan di adakan Sertijab, soalnya minggu depan kelas dua belas udah mulai latihan buat ujian kelulusan. Jadi kak Romi memutuskan untuk mempercepat acaranya, agar tidak mengganggu acara belajar kelas 12." Jelas Ali.


Sebagai ketua kelas, ia menyuruh anak kelas nya untuk segera berbaris dilapangan. Ia juga harus memastikan kalau tidak ada teman nya yang pergi membolos atau bersembunyi untuk menghindari upacara.

__ADS_1


Hana dan ketiga temannya pun mengikuti semua arahan dari Ali, mereka berjalan keluar dari dalam kelas beriringan. Tak lama kemudian, mereka sudah sampai di lapangan tempat upacara, sebagian murid sedang berkumpul dan sebagian lagi ada yang sudah berbaris rapi sesuai urutan kelas.


" Eh Mir, mana anak cowok yang membuat mata loe jadi kinclong? " tanya Alifa penasaran. Ia berdiri tepat di depan Hana, sedangkan Hana sendiri memilih untuk di barisan paling belakang diantara kedua temannya.


" Entar, gue cari dulu. Mata gue gak bakalan salah sasaran, apalagi targetnya sangat mencolok dari yang lain. " Ucap Mira sambil menyeringai puas. Tak lupa pandangannya mengedar kesekeliling orang yang sedang berbaris rapih, sesekali kakinya harus berjinjit untuk menjangkau bagian ujung.


" Mana, udah ketemu belum? " tanya Alifa dengan kesal.


" Ck... Loe bawel amat sih punya mulut, heran gue. Mama loe sebenarnya ngidam apa sih sampe-sampe punya anak kaya loe" ucap Mira yang ikut kesal.


Mira terus mencari keberadaan sosok murid yang ia lihat saat di gerbang tadi, kepalanya menoleh kearah kanan dan juga kiri berharap menemukan apa yang sedang ia cari itu. Sedangkan Hana hanya diam menanti hasil yang sedang temannya cari, ia tidak ingin ikut dalam keributan yang kedua temannya buat.


" Itu, akhirnya ketemu juga. Loe lihat di barisan kakak kelas " Ucap Mira memberitahukan kepada Alifa dan juga Hana.


" Itu, ia berdiri di barisan paling ujung sekali. Ada beberapa anak cowok di dekatnya " Jelas Mira kepada Alifa.


Alifa segera mencari sosok yang dimaksud oleh Mira, begitupun dengan Hana yang ikut mencari keberadaan anak cowok yang dimaksudkan oleh temannya itu.


" Wah... Tumben amat mata loe bener Mir, biasanya loe dapet yang biasa. Kali ini gue ikut bangga dengan pencapaian loe " Alifa merangkul pundak Mira dan berkata dengan penuh rasa bangga. Ia merasa terpukau setelah melihat sosok yang membuat temannya itu berubah menjadi cerewet dan lebih semangat dari kebiasaannya.


" Gimana Mak, keren kan cowok yang aku taksir?. " Tanya Mira dengan senyuman yang tak hilang di wajahnya.


" Iya, keren kok. Semoga aja kalian cepet saling mengenal " Ucap Hana sambil tersenyum kikuk.

__ADS_1


Sebenarnya dari tadi Hana berusaha melihat sosok yang di tunjukan oleh Mira, hanya saja pandangannya terhalang oleh siswa yang berbaris di bagian belakang. Dengan terpaksa ia berbohong kepada Mira kalau dirinya sudah melihat wajah dari cowok yang ditaksir sahabatnya itu. Dalam hati nya Hana merasa penasaran dengan sosok yang membuat Mira sangat gembira, ia tidak menyangka jika sahabatnya itu telah jatuh cinta dengan seseorang yang baru saja di temuinya.


Acara pun segera dimulai, satu persatu murid mulai berbaris setelah ketua regu tiap kelas meneriakkan untuk berbaris rapi. Beberapa sambutan dimulai dari kepala sekolah hingga ketua OSIS yang memberikan sambutan dan pemberitahuan untuk pengunduran diri dari jabatan yang di pegangnya.


Sebenarnya acaranya akan di laksanakan minggu depan, tapi karena kelas dua belas minggu depan mulai latihan ujian. Jadi acara sertijabnya di majukan, agar kegiatan belajarnya tidak terganggu.


" Mak, kak Romi keren ya. Udah ganteng, bicara nya juga lugas, ditambah jas yang ia pakai membuat ia semakin menawan. Menurut mak gimana? " bisik Alifa sambil menghadap Hana yang berada tepat di barisan belakang.


"Apa itu Kak Roby, jadi dia juga sekolah disini. Kenapa dia tidak memberitahuku sebelumnya, gimana nanti kalau dia tahu aku juga sekolah disini. Aku takut dia akan membuat masalah dan hubungan pernikahan kita terbongkar. Bagaimana ini, apa yang harus aku lakukan " Hana menatap ujung sepatunya setelah ia melihat Roby yang berada agak jauh dari barisannya. Ia kaget setelah melihat keberadaan nya dan segera mengalihkan wajahnya bermaksud agar Roby tidak melihatnya.


" Mak, denger gak sih. Aku dari tadi ngomong sama kamu tapi gak di jawab, lagi ngelamunin apa sih sampe omongan ku gak di gubris. " Kata Alifa sambil menepuk pundak Hana pelan.


" Hah___kenapa Lif, emang tadi kamu ngomong tentang apa? " tanya Hana dengan keheranan.


" Nah kan, baru aja di bilangin udah nanya balik " ucap Alifa kesal.


" Itu di barisan tengah kenapa ribut-ribut ya dari tadi! " ucap seorang guru yang sedang berdiri di depan.


Seketika Alifa langsung berbalik dan berbaris rapi, sedangkan Hana kembali menunduk. Karena saat ini hampir semua murid melihat kearah dirinya dan juga Alifa.


Upacara sekaligus acara sertijab pun telah usai, semua murid membubarkan diri setelah mendapatkan arahan dari ketua regu.


Sesuai dengan pengumuman yang di beritahu di akhir upacara, semua murid harus tetap berada di kelas karena anggota OSIS akan mengadakan sesi pengenalan kadet calon OSIS dan wakilnya ke setiap kelas. Ditambah para guru juga ada rapat penting dengan pihak dinas pendidikan, jadi hari ini bebas dari acara belajar mengajar.

__ADS_1


Hana dan ketiga temannya berjalan beriringan menuju ke kelas nya, namun di pertengahan jalan Hana berpamitan kepada temannya dan mengatakan akan menyusul mereka segera. Hana teringat jika dirinya akan meminjam buku fisika dan buku novel di perpustakaan untuk ia bawa pulang.


__ADS_2