Another Life : After Meet You

Another Life : After Meet You
bahagian 39


__ADS_3

πŸƒ... 🌾... πŸƒ... 🌾


Hari demi hari telah berlalu, Hana sudah kembali kepada kebiasaan normalnya. Tangannya juga sudah sembuh dan bisa di gunakan seperti semestinya. Ia juga sudah mulai kembali bekerja di kafe milik Adi, awalnya Hana sangat ragu untuk kembali kesana. Tapi ia juga membutuhkan pekerjaan itu agar dirinya bisa mencukupi kebutuhannya, walaupun Nisa sudah memberi kartu yang bisa ia gunakan untuk membeli kebutuhan apa saja.


Tapi sampai saat ini Hana masih belum menggunakan uang dari kartu pemberian Nisa sepeserpun, bahkan saat Hana dalam keadaan terdesak pun ia tetap tidak menggunakannya. Lagian Hana bukan tipe orang yang suka berpoya-poya saat punya uang banyak, ia lebih suka menabung uang itu dan berbelanja kebutuhan yang sekiranya ia butuhkan saja.


Setelah mengembalikan uang dan menebus kembali anting yang ia gunakan sebagai jaminan kepada mbak di apotek, Hana merasa lega karena tidak ada hal lain lagi yang membebani orang lain karena dirinya.


Saat ini Hana tengah berada di rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan rutin dan jadwal cek up yang memang sengaja di perintahkan Alex. Setelah mengambil sample darah dan menjalani beberapa tes lainnya, kini ia tengah berbaring untuk melakukan tes terakhir dan memeriksakan penyakit yang selama ini ia derita.


Hana melakukan tes CT scan yang disarankan oleh Alex, agar dirinya bisa mengetahui penyebab dari keluhan yang dirasakan oleh Hana selama ini. CT scan sendiri di lakukan untuk memperoleh diagnosis kelainan otot atau tulang, seperti halnya penyakit tumor dan keretakan tulang. Pungsi dari CT scan sendiri adalah untuk menemukan lokasi atau tempat beradanya kelainan atau penyakit itu berada secara tepat, contohnya seperti menentukan posisi tumor, infeksi dan adanya pembekuan darah.


Setelah melewati proses itu, Hana kemudian memakai pakaiannya lagi di ruang ganti dan segera menunggu hasil tes nya di ruangan Alex. Selama menunggu, Hana menghabiskan waktunya dengan mengobrol bersama dokter Alex dan suster yang mendampingi Hana. Hana begitu sopan dalam berbicara membuat suster yang ada di samping Hana merasa senang.


Tak lama kemudian, seorang perawat lelaki memasuki ruangan dan membawa hasil laporan pemeriksaan yang di jalani Hana. Ia juga menyerahkan sebuah amplop putih kepada Alex dan terlihat seperti mengisyaratkan sesuatu hal penting. Setelah Alex mengucapkan terimakasih nya, perawat itu lekas pergi lagi untuk melanjutkan tugasnya disana.


Setelah membaca dokumen hasil Lab, Alex terlihat mengotak-atik komputernya. Hingga tak lama kemudian ia memperlihatkan layar monitor kearah Hana, disana terdapat beberapa gambar yang sudah diambil saat melakukan CT scan tadi.

__ADS_1


" Lihatlah, ini adalah gambar dalam tengkorak mu. " Ucap Alex menjelaskan.


" Aku tidak mengerti pak dokter, gambarnya terlihat sangat aneh dan lebih mirip dikatakan gambar hitam putih saja. " Jawab Hana kebingungan.


" Lihatlah, ini adalah gambar tengkorak dan ini adalah organ bagian dalam tengkorak yang tak lain adalah otak. Apakah kamu melihat garis ini?, ini adalah retakan pada tengkorak mu. Dan lihatlah, ini ada gumpalan hitam disini. Bisa disimpulkan ini adalah darah yang membeku akibat pembuluh darah yang pecah yang terjadi karena sebuah benturan keras, bahkan tengkorak mu mengalami keretakan. Biasanya pasien yang mengalami hal ini adalah pasien kecelakaan seperti tabrakan, lalu terkena pukulan atau hantaman benda keras yang sangat kencang. Karena tidak mungkin jika kepala hanya membentur sesuatu dan akan mengalami keretakan pada tulang tengkorak serta pembuluh darah yang pecah. Kau tahu, tulang tengkorak itu adalah bagian tulang yang paling keras setelah tulang ekor." Jelas dokter Alex dengan teliti.


" Sebelumnya, apa aku boleh bertanya sesuatu? " Tanya dokter Alex.


" Iya Pak dokter, tanyakan saja. Hana akan menjawab dengan jujur jika Hana mengetahuinya " Jawab Hana dengan nada lemas.


" Seingat ku aku tidak pernah mengalami benturan, dan aku juga tidak pernah mengalami kecelakaan. " Jawab Hana gugup.


" Jangan takut, ini tidak seberbahaya apa yang kamu bayangkan. Jika sudah di tangani oleh orang tepat, aku yakin kamu akan sembuh seperti semula." Ucap Alex yang langsung memegang tangan Hana dan berusaha menenangkannya.


" Tapi, aku pernah dengar dari percakapan seseorang bersama Almarhum kakek. Kalo aku pernah sakit hingga tak sadarkan diri beberapa bulan, tapi kakek tidak pernah memberitahuku bahkan tentang ibu dan ayah ku sekalipun. " Ucap Hana tiba-tiba.


" Jadi seperti itu, hemmm... Sepertinya kamu mengalami kecelakaan dan setelah itu kamu koma, sepertinya kakekmu sengaja menutupi hal ini dari mu. Karena aku juga membaca laporan medis yang kamu bawa tidak ada hubungannya dengan gejala yang selalu kamu rasakan. Dan setelah ini aku yakin bukan hanya menyembunyikan tentang pakta bahwa kamu kecelakaan, tapi kakek mu sengaja menutupi dan merubah laporan medismu agar kamu tidak mengetahuinya. Tapi apa alasan beliau melakukan hal ini, bukankah ini akan membahayakan dirimu " Kata Alex dengan perasaan kesal.

__ADS_1


" Apa aku dapat sembuh Pak dokter " Ucap Hana tiba-tiba, ia bahkan tidak mengkhawatirkan perkataan dan pertanyaan Alex tentang alasan kakeknya. Ia hanya takut jika dirinya akan pergi meninggalkan dunia ini, dan dia juga akan meninggalkan Roby beserta keluarga nya yang sudah sangat ia sayangi.


" Aku tak tahu, karena aku sendiri harus berkonsultasi dengan dokter bedah syaraf. Untuk saat ini, kamu tetap harus cek rutin kesehatan mu. Untuk selanjutnya, biar aku cari tahu lebih dulu dan akan memberitahukan jika hasilnya sudah ada. " Kata Alex dengan tatapan sendu.


" Baiklah, aku akan mengunjungi Pak dokter lagi nanti." Ucap Hana dengan raut wajah yang sedih.


" Apa kamu masih mengalami mimpi buruk dan trauma itu?. " Tanya Alex.


" Iya Pak dokter, mungkin ini sudah menjadi takdir ku untuk mengalami hal seperti ini " Ucap Hana.


" Kemungkinan itu adalah ingatan yang terkunci akibat kecelakaan yang kamu alami, mimpi itu adalah ingatan sebelum kamu mengalami koma dan rasa takut dari trauma mu itu disebabkan oleh kejadian yang menimpamu saat kecelakaan. " Jelas Alex.


" Kalo begitu aku pamit untuk pulang dulu Pak dokter, terimakasih karena sudah menjelaskan tentang apa yang aku alami selama ini. Semoga Pak dokter menemukan solusi untuk menyembuhkan ku dengan cepat " Ucap Hana lalu bangkit dari duduknya.


Alex memberikan data hasil pemeriksaan yang dimasukan kedalam amplop coklat sebesar ukuran map. Setelah itu Hana segera keluar dari ruangan Alex dan segera pergi dari rumah sakit. Dengan langkah gontai dan seperti tidak ada tenaga untuk berjalan, ia menyeusuri lorong rumah sakit itu dengan perasaan sedih. Ia tidak percaya dengan apa yang barusan ia dengar, pikirannya seakan menjadi macet seketika dan tak menerima kenyataan yang dia dengar dari Alex.


" Kenapa kakek menutupi hal besar ini dariku, sebenarnya apa yang sudah terjadi kepadaku beberapa tahun yang lalu. " Gumam Hana dengan raut wajah yang sendu.

__ADS_1


__ADS_2