
" Kenapa kau makan disitu, sofa ini sangat luas. Lagian tubuhku tidak sebesar itu hingga kau makan di lantai. " Ucap Roby tak suka.
" Aku sudah terbiasa makan seperti ini Kak, jadi aku lebih senang makan disini. Kakak lanjutkan saja makan nya, aku tidak keberatan duduk di lantai. " Ucap Hana setelah menaruh sendok nasinya.
" Ya sudah kalau itu mau mu, aku juga akan duduk bersama mu. " Ucap Roby sambil turun dan ikut duduk di lantai bersama Hana, tak lupa ia menurunkan semua lauk yang ada di atas meja di hadapan mereka.
" Maaf sudah membuat kak Roby tak nyaman. " Ucap hana pelan.
" Tak apa, ayok cepat makan. Aku sudah merasa lapar karena tadi pagi aku cuman makan sedikit. " Ucap Roby tanpa sadar.
" Jadi kak Roby tadi tidak jadi makan, apa sebenci itu kah sampai kak Roby tidak mau makan masakan ku sendiri. " Ucap Hana dalam hatinya.
Akhirnya acara makan nya berlangsung, tidak ada pembicaraan dan hanya suara sendok yang bersentuhan dengan piring. Sesekali Hana menengok kearah Roby untuk sekedar melihat ekspresinya, begitupun dengan Roby yang melakukan hal yang sama. Setelah selesai, Hana merapikan peralatan makanan kotornya dan segera pergi kedapur untuk mencucinya. Roby sempat menawarkan bantuannya, namun dengan cepat Hana menolak karena ia merasa tidak enak.
Saat di dapur, Hana kembali di hampiri sama si mbok. Dia terlihat tersenyum kearah Hana sebelum kembali untuk menggoda Hana.
" Loh, sudah selesai acara makan romantisnya? " tanya si mbok menghampiri Hana yang baru selesai mencuci piring.
" Mbok ada-ada aja, kita cuman makan biasa mbok, enggak ada yang namanya romantis-romantisan. Bukannya acara makan cuman gitu-gitu aja ya. " Jawab Hana dengan malu-malu.
" Ya, kan biasanya kalau anak muda sering ngelakuin makan romantis. Istilah keren nya mah, makan di.. Di.. " Si mbok terlihat sedang berpikir keras dan mencoba mengingat kata-kata yang sering ia dengar di TV.
" Maksud mbok dinner ya " Kata Hana dengan spontan, hal itu membuat si mbok tersenyum sambil mengangguk membenarkan perkataan Hana.
__ADS_1
" Iya itu non, makan romantis kan namanya dinner. Lagian non kan sudah sah, jadi enggak apa-apa kalau mau romantis-romantisan sama den Roby. Malahan kalau sering melakukannya kan dapet pahala " Goda si mbok sambil tertawa pelan.
Hana pun hanya tersenyum menahan malu di hadapan si mbok, ia bahkan belum berpikiran sampai kesana. Karena dirinya selama ini tidak pernah merasakan bagaimana berpacaran seperti anak muda pada umumnya.
" Lagian kita masih kecil mbok, kak Roby juga masih sekolah dan harus mengejar cita-cita nya. Aku juga ingin mengejar cita-cita dan mewujudkan semua impian ku selama ini. " Ucap Hana.
" Iya non, sebaiknya mengejar cita-cita dulu. Mbok juga kadang merasa nyesel kenapa dulu mbok enggak sekolah tinggi dan mengejar impian mbok yang ingin pergi keluar negeri. Tapi sekarang mbok hanya bisa melihat keindahan negeri yang sangat ingin mbok kunjungi dari layar TV. " Ucap si mbok.
Percakapan mereka berdua terus mengalir layaknya seorang ibu dan anak yang tengah asik bercerita. Hingga waktu tak terasa sudah menjelang malam. Hana kemudian pamit untuk melaksanakan solat maghrib, setelahnya ia akan memasak makan malam untuk Nisa.
Hana kemudian masuk kedalam kamarnya, sesaat setalah nya ia melihat Roby sudah berpakaian rapih di dalam kamar.
" Kak Roby mau kemana, tumben sudah rapih? " tanya Hana kemudian menutup pintu kamarnya.
" Iya kak, kalau gitu hati-hati ya " Jawab Hana sambil menunduk dan berjalan melewati Roby yang sedang berkaca di cermin meja rias.
Roby hanya terdiam tidak berkata lagi, wajahnya kembali datar dengan sikap dingin yang biasa digunakan nya. Hingga akhirnya Roby pergi dari sana, sedangkan Hana masuk kedalam toilet untuk mengambil air wudhu.
" Sebenarnya kenapa dengan kak Roby, Kadang-kadang dia bersikap biasa lalu berubah menjadi kasar lagi. Walau ekpresi dan sikapnya masih sama, tapi perilakunya sangat aneh dan mudah berubah-ubah. Apa sudah terjadi sesuatu dengan Kak Roby, tidak__aku tidak boleh berfikiran negatif tentang kakak. " Ucap Hana dalam hati-Nya.
Hana kemudian membasuh permukaan wajahnya dengan air yang mengalir, tak lupa merapalkan niat agar dirinya bersih serta hati dan juga pikiran nya ikut terbersihkan dari hal-hal negatif.
Setelah selesai, Hana langsung bergegas melaksanakan sembahyang. Cahaya bulan yang menerobos masuk melalui jendela yang terbuka, membuat Hana terlihat begitu tenang dan siapapun yang melihat nya akan merasa damai. Hujan deras yang mengguyur seluruh kota telah berhenti dan menyisakan aroma khas yang membuat semua mahluk hidup merasakan ketenangan. Langit hitam yang dihiasi bintang berkelip dan bulan sabit, membuat malam itu terasa sangat cerah di balik warna nya yang gelap.
__ADS_1
π€ π€ π€ π€
keesokan paginya, Hana sudah berangkat kesekolah. Ia sudah sampai di kelas, karena ia sengaja berangkat lebih awal agar dirinya tidak ketinggalan angkot. Sejak bangun pagi tadi, Hana tidak menemukan keberadaan Roby yang pergi semalaman. Ia merasa cemas karena Roby tidak mengabarinya, walau Roby sudah berkata keras dengan tidak mencampuri urusannya. Tapi Hana tetap saja merasa khawatir dengan keadaan nya itu.
Tak lama kemudian, teman-temannya Hana sudah datang kedalam kelas. Termasuk ketiga sahabatnya yang selalu heboh saat masuk bersamaan.
" Pagi... " Sapa Alifa dengan semangat, beberapa siswa ada yang menjawab dan beberapa lagi acuh.
Hana tersenyum menyambut kedatangan ketiga sahabatnya.
" Wah gila, gue baru ngeh kalo di sekolah kita ada cowok super keren.. " Teriak Mira dengan sangat gembira.
" Kira-kira dia siapa ya, kok gue baru tahu dia sekolah disini. Selama ini gue gak pernah melewatkan cowok cool satupun, tapi kenapa dia enggak pernah muncul? " Ucapnya lagi.
Hana, Alifa dan Wahyu hanya terdiam melihat tingkah Mira yang berubah. Karena selama ini dirinya terkesan cuek bahkan terkadang ia sangat irit berbicara, tapi melihat nya berbicara layaknya Alifa yang notabe nya anak cerewet. Mereka merasa terkejut dengan perubahannya yang secara tiba-tiba.
" Mira, kamu gak papa kan. Apa kepala mu kepentok sesuatu, kenapa sikap mu jadi berubah kayak si Alifa?. " Tanya Hana sambil menatap curiga kearah Mira.
" Apa sih Mak, aku tuh lagi seneng karena sudah sekian lama mataku bisa di cuci dengan hanya melihat cogan. Aku kasih tau deh Mak, dia lebih ganteng, keren, terus lebih cool di bandingin sama kak Romi. " Jelas Mira dengan penuh semangat.
" Loe sampe segitunya sama siswa itu Mir, jangan bilang kalo loe suka sama anak itu.? " Tanya Alifa sambil menatap penuh selidik ke arah Mira.
Hana yang mendengar perkataan Alifa terkekeh pelan, ia tidak menyangka jika seorang Mira yang dikenal sangat cuek dan tomboy sudah menyukai seorang pemuda. Wahyu yang hanya jadi pendengar juga ikut tertawa saat mendengar ucapannya.
__ADS_1