
" Aku sudah berusaha menyelamatkannya, dan dengan mudahnya kau meminta membunuhnya disini. Apa kau sudah tidak punya akal sehat, gadis baik seperti dia kau samakan seperti wanita malam yang selalu kau datangi. Aku merasa gagal dalam membesarkan mu, sungguh aku merasa malu dengan sikap prilaku mu itu. " Ucap lelaki parubaya itu.
" Apa yang sudah Papa katakan, itu semua tidak benar. Aku tidak pernah bermain ataupun berdekatan dengan wanita manapun, aku bahkan sangat benci wanita pah. " Bela Roby.
" kau diamlah, aku sudah tahu apa yang selalu kau lakukan bersama temanmu itu di luaran sana. Walaupun aku tidak memperhatikanmu, tapi aku sudah menyuruh beberapa orang untuk mengawasi mu. Dan mereka mengikutimu bahkan sampai kau mengunjungi hotel bersama wanita yang menemanimu semalaman. " kata lelaki parubaya itu.
" Hans, siapkanlah keperluan pernikahan mereka. Ingatlah untuk melakukan permintaan ku ini, jika dia menolaknya, kau coret saja namanya dari daftar keluarga ku. Jika perlu cabut semua pasilitas serta hak waris nya sekalian, aku tidak menginginkan anak tak berguna dalam keluarga ku. Aku sudah sangat malu memilikinya, dan kini dia semakin membuatku malu dan merasa tak berguna sebagai kepala keluarga. " Ucap lelaki itu.
" Baiklah tuan, aku akan mempersiapkan semua keperluannya sekarang juga. Tapi kau harus di rawat dulu, biar nanti permintaan tuan kita laksanakan setelah tuan pulih. " Jawab Hans.
" Mah, aku akan baik-baik saja. Jaga Ana kita dengan baik, aku yakin dia Ana yang selama ini aku cari. Aku percaya sama kamu Mah, aku akan baik-baik saja dan akan selalu ada disamping mu. " Ucap lelaki itu pelan kepada wanita parubaya.
Wanita itu nampak terkejut dengan penuturan sang suami, terlihat dari wajah nya yang syok setelah mendengar perkataan suaminya.
" Tentu saja aku akan menjaganya, karena dia putri ku. Kamu juga harus cepat sembuh agar kita bisa berkumpul seperti dulu lagi. " Ucap wanita itu sambil menangis.
Sedangkan Hana ia terlihat takut sekaligus cemas, wajahnya sudah pucat pasi keringat menetes dari dahinya, tangan serta seragam sekolah yang ia pakai juga sudah terlihat kotor oleh noda darah.
" Nak_ paman ingin kamu menikahi putra bungsu paman, paman yakin kamu tidak akan menolak permintaan terakhir paman bukan " Kata paman tersebut dengan suara tersendat-sendat.
Boommm... Bagai bom waktu yang sudah meledak tepat di waktu 00:00, tubuh Hana terkulai lemas, tulang dalam tubuhnya seketika berubah menjadi lemah dan tak mampu lagi menopang badannya. Hana sudah terisak menangis, ia sangat bingung dengan apa yang terjadi saat ini.
Namun tak lama kemudian tubuh pria itu langsung kejang-kejang, ia terlihat seperti menahan sesuatu yang sangat menyakitkan. Hal tersebut sangat mirip di adegan film horor, dimana malaikat Izrail sedang mencabut nyawa dari raga manusia.
__ADS_1
" Paman... Maafkan Hana, ini semua salah Hana jangan seperti ini. Hana mohon paman, Hana akan melakukan apapun demi menebus kesalahan Hana. Aku mohon ya Alloh, jangan biarkan orang yang baik sama Hana seperti ini. " Kata Hana sambil menangis histeris.
Semua dokter dan suster kemudian segera menangani lelaki parubaya itu, sedangkan Hana dibantu salah satu suster untuk kembali di tangani. Karena dokter yang membantu Hana malah ikut menangani lelaki tadi. Begitupun dengan semua orang yang ada disana di suruh menunggu di luar, karena keadaan mereka sangat menganggu proses penanganan terhadap pasien.
Hana terlihat sudah kembali terbaring di brangkar, hingga dokter Alex datang menghampiri Hana. Ia terlihat sangat kaget dan terburu-buru untuk menghampiri nya.
" Apa yang sudah terjadi kepadamu dek. " Tanya alex sambil terengah-engah.
" Pak dokter, maaf karena sudah membuatmu menunggu ku. Aku juga tidak paham dengan yang sudah terjadi, aku bahkan tidak mengingat kejadiannya. Hanya saja tadi aku ingin konsultasi dengan pak dokter, tapi aku malah terbangun di sini dalam keadaan seperti ini. " Ucap Hana yang terlihat sangat sedih dan ketakutan.
Dokter Alex terlihat mengernyitkan dahinya, ia merasa aneh sekaligus heran dengan perkataan Hana. Karena tak tega melihat kondisi Hana yang tertekan, ia kemudian menyuruh Hana untuk beristirahat dan memutuskan untuk menanyakan nya kepada suster yang menangani Hana.
" Tak apa, sebaiknya kamu beristirahat dan luka nya harus segera diobati. Cepat sembuh Oke, dan jangan ceroboh lagi. " Ucap Alex sambil tersenyum menyemangati Hana.
" Terimakasih pak dokter... " Ucap Hana sambil menangis.
Sesampai di ruang kerjanya, Alex langsung duduk dan memikirkan tentang keadaan Hana. Ia juga kembali menyimpulkan beberapa data yang menyangkut kesehatan Hana, Alex terlihat membuka sebuah laporan medis yang tak lain adalah milik Hana.
Hingga ketukan pintu menyadarkannya, Alex lantas mempersilahkan orang tersebut untuk masuk kedalam ruangannya.
" Maaf Pak Alex, aku sudah menganggu kegiatan pak Alex. " Ucap orang tersebut, dia tak lain adalah suster yang diminta Alex untuk datang ke ruang kerjanya, guna menanyakan keadaan Hana.
" Tak apa, aku sendiri yang menyuruh mu untuk datang kesini. Aku ingin bertanya tentang pasien yang kau rawat tadi, bagaimana keadaannya. Lalu kenapa dia bisa sampai seperti itu? " tanya Alex dengan cepat.
__ADS_1
" Maksud pak Alex gadis yang mengalami kecelakaan itu? " tanya balik sang suster, yang dijawab anggukan dari Alex.
" Sepertinya gadis itu tidak mengingat kejadiannya, tadi saat di periksa oleh dokter jaga. Dia terlihat kaget dan histeris, dia juga mengalami patah tulang di bagian lengan kirinya. Dan beberapa luka lecet di wajah dan bagian tubuh lainnya " jawab sang suster dengan cepat.
" Apa benar seperti itu, lalu apa ada kejadian lain selain itu. Maksudku dia tidak mengatakan sesuatu atau meminta menghubungi seseorang. "Tanya Alex dengan wajah yang semakin penasaran.
" Ah iya aku baru ingat, dia tadi mengatakan jika dirinya akan berkunjung untuk cek up sama pak dokter. Dia bahkan tadi sempat memanggil pak dokter, karena dia melupakan janji pertemuan itu. " Jawab suster sembari berpikir-pikir.
" Benarkah.. " Ucap Alex dengan terkejut, lalu sang suster hanya mengangguk membenarkan perkataannys tadi.
" Apa pak dokter tau, gadis itu sangat beruntung karena sudah di selamatkan oleh seseorang. Dia juga sempat menemui pasien yang menyelamatkannya tadi, kondisi orang itu sangat lah mengkhawatirkan dan sangat mengerikan. " Bisik suster itu dengan pelan.
" Maksudmu, Hana selamat karena ada orang yang menolongnya. Dan orang itu kini dalam kondisi yang lebih parah? " kata Alex terkejut.
" Ya, dia seorang lelaki parubaya. Pak dokter tau gak keluarga orang yang menolong gadis itu sangat mengerikan, apalagi pemuda yang garang itu. Dia bahkan tak menghiraukan dimana ia berada, dengan seenaknya dia mengamuk sambil memaki semua orang di ruangan UGD tadi. Bahkan dokter yang menangani pasien pun tidak bisa berbicara atau menyuruhnya untuk pergi, dia lebih menakutkan dari beruang hutan yang kelaparan. " Cerita nya dengan bergidik ngeri sambil membayangkan kejadian itu.
" Apa ceritamu benar..? " Tanya Alex tak percaya.
" Iya Pak, bahkan sebelum aku berangkat kesini barusan. Aku sempat berpapasan sama pemuda itu, dia sangat tampan tapi sayang sikapnya sangat kasar dan ucapannya itu begitu tajam. Aku sangat benci pria yang seperti itu. " Kata sang suster sambil memainkan mimik wajahnya dari bahagia menjadi wajah yang kesal.
" Apa kau datang kesini hanya untuk mengosipkan seseorang atau curhat tentang isi hati mu " Ledek Alex kepada sang suster.
" Maaf Pak dokter, tapi yang aku ceritakan emang benar " Ucap suster itu sambil ketawa malu.
__ADS_1
" Sudahlah, kau kembali bekerja lagi, dan ingatlah untuk tidak bergosip. " Ucap Alex dengan raut wajah lelahnya.
" Baiklah pak dokter, kalo gitu aku pamit dulu " pamit sang suster sambil bangkit dan pergi dari sana.