
" Maaf Bu, bukannya saya lancang atau gak sopan. Tapi apa yang dikatakan sama ibu itu salah, kebetulan semalam saya di antar sama bos tempat saya bekerja. Beliau orang yang baik, dan ibu sudah salah paham dengan apa yang ibu lihat. Kalau saja aku tidak sakit, mungkin aku tidak akan merepotkan orang lain. Sekali lagi aku minta maaf ya bu " ucap Hana sopan setelah kembali berbalik lagi. Sebenarnya Hana merasa sangat sedih, karena ibu-ibu tetangga membicarakan Hana seperti itu. Hal seperti itu juga bukan lah hal yang baru lagi buat Hana, selalu di bicarakan dan di jelek-jelekan sudah makanan Hana saat tinggal di kampung bersama sang kakek. Namun Hana masih bersabar, dan berharap ada orang yang lebih baik di masa mendatang.
Setelah berkata seperti itu, Hana kemudian lekas berangkat sekolah dengan keadaan hati yang sedih. Bahkan beberapa kali Hana menyeka air matanya dengan krudung yang ia pakai, karena perkataan negatif tetangga Hana membuat pagi nya menjadi muram.
" Tuh kan, bu-ibu. Kalian denger juga kan, dia nyebut kalo itu bos tempat ia bekerja. Pasti ada hal-hal lain yang sudah ia perbuat dan sembunyikan, emang ada seorang bos kaya mau-maunya nganter ke tempat gang sempit kaya gini. Pasti dia ada mau nya, makanya si Hana sampe di anterin segala " Ucap Ibu yang nyinyir tadi.
" Sudah ah, jangan banyak ngegosip lagi. Yang ada dosa aku makin numpuk " Ucap Ibu berbaju daster batik.
" Iya aku juga mau beli gorengan dulu kedepan, buat suamiku sarapan, kalo gitu aku pergi dulu ya bu. " Ucap Ibu yang memakai celana motip harimau.
Akhirnya Ibu yang berbaju bunga ikut pergi dari sana dengan wajah yang kesal, karena acara ngegosip paginya usai begitu saja. Padahal semalam ia sudah berusaha untuk mengintip Hana yang keluar dari mobil mewah milik Adi.
Sementara Hana, kini ia sudah berada di sekolah. Setelah menaiki dua angkutan umum dari rumahnya, karena letak kontrakan nya Hana cukup jauh dan berada di pinggir kota. Sedangkan sekolah Hana berada di pusat kota, dan letaknya yang tidak terlalu jauh dari tempat ia bekerja.
Tiba-tiba Hana di kejutkan dengan kedatangan Amira, Alifa dan Wahyu. Mereka terlihat begitu antusias untuk mengerjai Hana, dan hasilnya membuat mereka senang. Karena Hana terlihat begitu syok setelah mereka kejutkan dari arah belakang.
" Dorr... " teriak Amira dan Alifa secara bersamaan.
" Astaghfirullah... Mira, Alif, kalian ini bikin aku jantungan aja. Lagian kalian ini suka banget ngerjain orang, gimana kalo aku punya penyakit jantung " Ucap Hana sambil mengelus dadanya. Hana hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah kelakuan temannya itu.
__ADS_1
" Lagian kalo Mak punya penyakit jantung, udah dari dulu emak masuk rumah sakit. Dan buktinya sampe sekarang emak masih sehat walafiat " Kata Wahyu sambil bercanda.
" Kamu mah tega amat sih Yu, sama temen sendiri ngatain begituan. Gimana kalo iya aku masuk rumah sakit " kata Hana dengan wajah kesalnya.
" Lagian masih pagi udah melamun aja, dari tadi kita perhatiin emak kaya orang yang lagi banyak pikiran. Sampe kita yang nyapa pun emak lewati " ucap Amira kepada Hana.
" Iya mak, kalo punya masalah tuh cerita sama kita. Kita tertawa bareng, susah bareng, sedih bareng, dan kita udah hampir lima tahun selalu bareng-bareng terus. Jangan jadikan kami seperti teman yang gak berguna mak. " Kata Alifa sambil memegang tangan Hana.
Tatapan Hana terlihat berubah menjadi sendu, ia merasa sedih karena sudah membuat temannya ikut mengkhawatirkan dirinya. Ia masih sedih memikirkan omongan dari ibu-ibu tetangga Hana, karena selama tinggal di sana, Hana belum pernah mengalami hal seperti itu lagi.
" Aku tidak apa-apa, hanya saja aku sedang merindukan kedua orang tua dan kakek ku. Sudah lama sekali aku tidak berkunjung ke makam mereka, " jawab Hana berbohong pada temannya. Padahal Hana masih merasa sedih dan berusaha menutupi kesedihannya.
" Yang sabar ya mak, do'ain aja mereka agar di beri kelapangan serta di mudahkan di alam sana. Dan mak juga harus bahagia, biar almarhum keluarga mak bisa tenang di alam sana. " jawab Wahyu sambil tersenyum, agar Hana ikut tersenyum setelah mendengarkan perkataan nya.
Sedangkan Hana terus saja memaksakan tersenyum dan berharap teman-temannya itu segera lekas pergi menuju kelasnya. Hingga akhirnya, sang penolong Hana pun datang dan membuat mereka harus mengikuti perintah yang di katakannya.
" Heh ngapain pada kumpul disini sih, kebiasaan si Amira nih. Pagi-pagi udah ngajakin orang ngegosip mulu, udah tau dosa kaya gunung juga masih aja, masih aja terus nambahin dosa dengan ngegosipin orang lain. " Ucap Ali yang tiba-tiba datang menghampiri kerumunan Hana.
" Alhamdulillah, untung ada si Ali. Coba kalau dia telah lima menit saja, mungkin aku akan ketahuan. Makasih ya Alloh " teriak Hana senang dalam hatinya.
__ADS_1
" Ck.. Loe kalo ngomong gak pake saringan dulu Al, lagian gue gak lagi ngegosip dan loe jangan asal sebut dosa gue udah kaya gunung. Siapa tahu dosa loe lebih banyak di banding gue Al, jadi gak usah judge orang seenak loe. " Jawab Amira dengan kesal.
" Ya udah kalo gitu, kalian semua pada masuk. Bentar lagi bel bakal berbunyi, oh ya kalo gue belum dateng nanti tolong ijinin gue ya. Soalnya OSIS lagi ngadain rapat buat sertijab nih, waktunya mepet banget. Bentar lagi kelas tiga udah mau ujian nasional, dan aku pasti sibuk nyiapin acara perpisahan mereka " ucap Ali tanpa henti. Ia terlihat seperti orang prustasi yang sedang menanggung beban berat.
" Lah siapa suruh loe daftar jadi anggota OSIS, tanggung sendiri susah nya. Wekkk... Rasain tuh " Amira meledek Ali sambil menjulurkan lidahnya dan tertawa puas.
" Sabar ya brother, kalau butuh bantuan panggil aku aja. Tapi jangan pas di waktu yang gak tepat oke " kata Wahyu sambil menyemangati Ali.
" Entah nih si Mira kaya seneng aja lihat aku susah, emang dasar temen laknat dia." Kata Ali dengan kesal.
" Eh, loe juga temen gak ada ahlak ya. Loe asal nyebut kalo dosa gue udah kaya gunung, loe gak nyadar diri apa. " Sergah Amira dengan wajah kesal.
" Udah deh, kalian berdua berantem mulu kerjaan nya. Entar kalian jadi jodoh tau rasa loh " ucap Alifa sambil ketawa.
" Amit-amit deh, gue enggak lah ya " Ucap Amira dan Ali secara bersamaan.
" Tuh kan kalian pasti bakal berjodoh deh, orang jawabnya aja sampe kompak kaya gitu " ledek Wahyu yang ketawa bersama Alifa.
" Lah kenapa malah berantem sih, ayo kita harus cepet masuk kelas. Bentar lagi bel masuk nya berbunyi, dan untuk kamu Al, aku bakal ijinin sama guru nanti. Mereka pasti ngerti kesibukan anak OSIS di akhir tahun ini " ucap Hana sambil membenarkan ransel yang hampir melorot.
__ADS_1
" Makasih Mak, sekalian rukyah nih anak biar mulutnya gak sepedas cabe Carolina " Ucap Ali sambil tersenyum lalu lantas pergi dari sana sebelum Amira memarahinya lagi.
" Eh kapten buriq, awas aja ya nanti. Loe bakal tau akibatnya karena udah nyamain gue sama cabe. Dasar ketua kelas gak berperasaan " Teriak Amira yang kesal setelah Ali meledeknya dengan menyebut cabe carolina.