Another Life : After Meet You

Another Life : After Meet You
bahagian 63


__ADS_3

Hana berjalan naik tangga menuju kearah kamarnya, setelah sampai tepat di depan kamar. Hana mencium aroma parfum yang tak asing buatnya, ia kemudian masuk dan mencium aroma yang menjadi favorit nya belakangan ini. Entah kenapa dirinya merasa tenang saat mencium aroma parfum yang selalu Roby kenakan.


Hana bergegas pergi kedalam toilet untuk membersihkan badannya, tak lupa ia juga mengambil wudhu karena dirinya belum melaksanakan sholat isya. Setelah selesai, ia menggunakan celana panjang dan juga baju panjang. Tak lupa rambut yang sudah di keringkan di gulung keatas membentuk bulatan donat.


Saat ini Hana sedang berdoa dengan sangat khusyuk, setelah selesai dengan sholat. Ia tidak bergeming dari duduknya dengan tangan yang masih Menengadah ke atas. Selalu ada air mata mengiringinya dalam setiap rangkaian kata yang ia ucapkan dalam doanya.


🐀......


" Mbok, kok belum istirahat. " Tanya Hana yang sedang berjalan kearah dapur.


Ia baru saja selesai dengan kegiatannya, lalu lekas turun karena ia merasakan perutnya yang mulai keroncongan.


" Mbok sengaja nunggu dulu Non selesai makan, habis ini mbok baru mau jaga nyonya. " Jawab si mbok dengan raut wajah yang lelah.


" Sebaiknya mbok istirahat aja, biar Hana yang akan menjaga Mama. Lagian kalo tiba-tiba mbok sakit, siapa yang akan mengurus orang rumah. " Ucap Hana sambil mendudukan tubuhnya di kursi meja makan.


" Ya sudah mbok istirahat dulu ya, nanti kalau ada perlu apa-apa. Non Hana langsung telpon aja, Non jangan sungkan sama mbok ya. " Ucap si mbok.


" Iya, nanti Hana panggil kok kalau ada apa-apa. " Ucap Hana sambil tersenyum.


Si mbok kemudian pergi menuju kamarnya yang ada di bagian belakang rumah utama, disana juga tempat semua pembantu tinggal dan bangunannya terpisah dari bangunan utama dan menyatu dengan tempat laundry.

__ADS_1


Hana kemudian langsung mengisi piringnya dengan nasi dan lauk yang sudah tersedia di hadapannya, ia makan dengan raut wajah malas. Ia tidak terbiasa makan dalam kondisi rumah yang sangat sepi, walau ia sudah terbiasa dengan tinggal sendiri di rumah kostan kecilnya. Tapi ia tidak merasa kesepian, bahkan saat ini dirinya sedikit merasa takut karena hanya cahaya di dapur yang menyala. Sedangkan untuk di tempat lainnya, pencahayaannya kurang, membuat suasana rumah yang sangat besar itu terlihat menyeramkan.


Setelah selesai makan, Hana segera bergegas pergi menuju kamar Nisa. Tak lupa ia sudah membereskan peralatan makan nya ke tempat semula. Kini Hana sudah berada di dalam kamar, Hana hanya bisa menatap sendu sang mama mertua yang selalu menyayanginya sama seperti anak kandungnya sendiri.


" Ma, kenapa mama gak ngasih tau Hana. Sebenarnya apa yang sudah terjadi antara mama sama kak Roby, kenapa kesehatan mama bisa menurun kembali. Cepatlah sembuh, Hana sedih lihat mama seperti ini. " Gumam Hana sambil memijat kaki Nisa secara lembut.


Hana masih duduk di tepi ranjang sambil sesekali memijat kaki Nisa, wajah lelah yang terlihat menahan kantuk dan beberapa kali menguap. Tak lama kemudian, Hana ikut tertidur di bawah kasur dengan posisi duduk, tangannya masih memegang kaki sang mama mertua dengan kepala yang bersandar di tangan satunya lagi.


Sementara di tempat lain, Roby terlihat sudah tak berdaya dengan luka lebam di beberapa sudut wajahnya. Beberapa pria tersenyum penuh kemenangan melihat Roby yang sudah tergeletak tak berdaya, hingga salah seorang pemuda datang untuk menolong Roby. Tak lama kemudian, beberapa pemuda juga ikut berdatangan dan mengepung pria dan Roby yang sudah tak sadarkan diri di atas aspal.


" Kalian sudah salah cari lawan bro, loe udah buat kesalahan dengan menghajar salah satu kawan kita " Ucap pemuda yang tak lain adalah Gilang.


" Hah.. Memang gue peduli. Dia sendiri yang udah cari masalah di daerah kekuasaan gue, jadi jangan harap dia bisa selamat karena sudah mengacau disini. " Jawab salah satu pria yang tak lain pemimpin Gang yang menguasai daerah itu.


" Sudah lah, lagian ini bukan hal yang biasa lagi. Setidaknya malam ini gue bisa meregangkan otot kaku di badan gue ini. " Ucap Gilang yang kemudian ikut baku hantam bersama teman-teman lainnya.


Perkelahian berlangsung cukup sengit dan saling bertahan di kedua kubu. Beberapa orang dari pihak musuh ada yang menyerah karena sudah melewati batas pertahanan, dan di pihak Gilang juga ada yang sudah menyerah dan tergeletak karena dia sudah tidak bisa bertahan.


Hingga suara sirine mobil polisi menghentikan perkelahian mereka, kedua belah pihak langsung berhambur menyelamatkan diri tak kala mobil patroli kepolisian terlihat semakin mendekat kearah kerumunan. Gilang kemudian membawa Roby yang sudah babak belur dan setengah sadar karena ia sedang terpengaruh alkohol.


🏍.....

__ADS_1


Sesampainya di gerbang kediaman Danuarta, Gilang membantu menurunkan Roby dari motornya. Ia kemudian memapah tubuh Roby dan memanggil pak satpam yang ada di pos dekat Gerbang.


" Mang... Mang Aji buka pintu gerbang nya mang " Teriak Gilang dengan suara keras. Ia dengan susah payah menahan tubuh Roby agar tak jatuh ke tanah dan membuat tubuh Roby kotor.


" Loh, den Gilang tumben dateng kesini tengah malam. " Ucap pak satpam yang bernama Aji. Ia terlihat baru bangun tidur dan sesekali menguap sambil menggosok matanya.


" Mamang ini kerjanya cuma tidur mulu, cepet bantu bawa nih anak. " Ucap Gilang dengan nada kesal.


" Astaghfirullah, den Roby kenapa lagi. Kok bisa sampe kaya gini? " ucap mang Aji dengan ekspresi kaget.


" Biasalah mang anak muda, mamang kayak orang pertama ngeliat aja. Cepet bawa nih anak, aku juga mau pulang. " Kata Gilang sambil memberikan tubuh Roby kepada Aji.


" Loh, memang den Gilang gak mampir dulu, ini sudah larut malam, gak sekalian nginap saja. " Ucap mang Aji sambil memapah Roby.


" Enggak mang, entar bunda nyariin aku. Soalnya tadi keluar rumah gak bilang dulu, gara-gara si Roby yang suka bikin ulah nih. " Kata Gilang dengan nada bercanda.


" Ya sudah hati-hati ya den di jalannya, makasih sudah anterin den Roby. " Ucap mang Aji sambil membalas senyuman Gilang.


Sementara Gilang langsung pergi dengan motornya, ia tidak ingin kena omel sang ibu dengan pergi lewat jendela kamarnya.


Mang Aji langsung bergegas membawa Roby yang masih dalam keadaan setengah sadar, ia memapahnya menuju rumah setelah memastikan pintu gerbang di kunci.

__ADS_1


Sesampai di depan pintu, mang Aji kemudian langsung masuk dan bergegas hendak membawanya ke dalam kamar. Kejadian seperti ini sudah sering terjadi, tapi biasanya Nisa yang akan membawanya ke atas karena ia tidak ingin papa nya Roby mengetahui apa yang sudah terjadi dengan nya.


Saat hendak menaiki tangga, tiba-tiba Hana muncul dari arah dapur. Wajahnya masih terlihat basah seperti habis mencuci muka. Melihat mang Aji kesusahan, Hana lantas segera menghampiri nya dan berniat membantu tanpa curiga sedikit pun.


__ADS_2