
...Note :...
...[ Buat kalian yang masih di bawah umur 18 th, bisa di skip aja ya. Sikap bijak memilih bacaan, karena ada adegan dewasanya.]...
...Happy Reading......
Sial, godaan macam apa ini sampai dirinya tidak kuat lagi untuk menahan desakan yang semakin membuat nya sesak. Kenapa gadisnya itu sangat berani sekali, dia bahkan tanpa rasa bersalah malah semakin gencar menggoda nya dengan bergerak di area lehernya. Apa yang sedang dilakukan gadis itu, kenapa dia senang sekali membuat ku tersiksa seperti ini. Pikiran Roby kini sudah berkabut, gairahnya semakin memuncak tak kala jari jemari Hana seakan ingin menangkap jakun yang bergerak turun naik itu.
" Maafkan aku Hana, kamu sendiri yang sudah memancing ku untuk berbuat lebih. " Ucap Roby dalam hati.
Roby membuka matanya, ia menatap Hana yang masih asik dengan kelakuan nya yang memainkan jakunnya itu. Tatapan Roby jatuh pada bibir Hana yang sedikit terbuka, warnanya merah muda dan terlihat kenyal saat di gigit. Ia mengikis jarak antara dirinya dengan Hana, dengan tatapan yang tak lepas dari bibir ranum milik Hana.
Sedangkan Hana langsung sadar dengan apa yang ia lakukan, bertepatan dengan wajah Roby yang sudah ada tepat di depan matanya. Suara nya seakan tercekat di ujung tenggorokan, tubuhnya kaku seperti patung. Terkejut dengan yang terjadi dalam waktu yang sangat cepat, matanya melotot seakan ia melihat sesuatu yang menakutkan.
Kedua tangan Roby kini sudah berada di kedua sisi kepala Hana yang tertutup hijab, sedangkan kedua bibir mereka sudah menyatu dan semakin menekan lebih dalam agar menciptakan kehangatan di balik kegiatan mesranya.
Hana yang masih terkejut lebih memilih menutup kedua matanya, ia tidak berontak karena Roby tidak melakukan hal kasar lagi kepadanya. Justru ia merasakan kelembutan dari setiap sentuhan Roby pada dirinya, membuat dirinya merasakan kenyamanan yang baru pertama kali ia temukan.
Deru nafas yang terdengar kasar menyapa indra pendengaran Hana, ia bingung harus berbuat apa karena ini juga pengalaman pertama untuknya. Napas yang terasa hangat menyapu kulit wajahnya, jemari Roby juga bergerak mengusap bagian samping kepala sampai ke pipi. Hal itu sukses membuat Hana merasakan sensasi yang lain dari kenyamanan yang baru ia rasakan. Sensasi yang membuat darahnya berdesir menuju puncak kepala, terlebih bagian perutnya seakan di aduk dan terasa geli di waktu bersamaan. Sungguh ini adalah pengalaman baru dalam merasakan hal yang sedang ia alami. ia juga tidak paham apa yang sedang terjadi dengan tubuhnya.
__ADS_1
Enggh...lengguhan kecil lolos begitu saja dari mulut Hana, Roby tersenyum kecil saat mendengar suara kecil yang terdengar merdu di telinga nya. Ia sangat senang saat menyadari kalau Hana tidak memberontak dalam kegiatan nya itu.Terlebih, ia sadar kalau istrinya kini juga ikut merasakan apa yang ia rasakan juga.
Karena gemas tak ada perlawanan, Roby dengan inisiatif memulainya lebih lanjut. Ia membuka mulutnya dan mengeluarkan lidahnya, ia bisa merasakan kalau Hana sedang ketakutan. Ia bisa menebaknya dari bibirnya yang terkatup rapat dan terkesan sangat kaku, ia juga yakin jika ini adalah pengalaman pertama-nya. (Ralat, ini adalah pengalaman kedua nya setelah kejadian malam pertama mereka.)
Roby mulai menjilat bibir Hana secara perlahan, melakukan itu secara berulang dengan mengubah posisi dan merasakan semua bagian bibir lembut istrinya itu. Satu tangannya bergerak kebawah, melingkar di pinggang Hana dan menariknya untuk semakin dekat ke tubuhnya. Sekarang ia bisa merasakan jika kedua tangan Hana tengah mencengkaram ujung singlet bagian bawahnya. Satu tangan lagi ia letakan di bagian tengkuk untuk membantu ia memperdalam ciuman mereka.
Gigitan kecil pada bibir bawah Hana sangat tepat, karena setelahnya sang empu-nya membuka bibirnya yang terkatup rapat dan hal itu di manfaatkan Roby untuk semakin memperdalam adegan ciuman mesra mereka.
Lidah Roby mendesak masuk kedalam mulut Hana, berusaha mencari teman gulat basahnya. Suara geraman kecil berasal dari Roby mengisi kegiatan mereka, serta deru napas yang semakin memburu dari kedua insan yang tengah memadu dan saling bertukar cairan saliva. Setelah bersusah payah, akhirnya lidahnya bisa bertemu dengan lidah istrinya, dia sedikit bermain dan menggoda nya agar lidah Hana ikut menyambut kedatangan lidah nya.
Ia menarik kembali lidahnya sambil sedikit menyedot cairan yang berasal dari dalam mulut Hana. Ia kembali mengulangi hal yang sama seperti tadi, menggigit bibir bawah Hana dan menerobos masuk kedalam nya. Hingga usaha nya membuahkan hasil, Hana seakan mengerti dan merespon apa yang di lakukannya. Lidahnya ikut bergerak menggoda lidah dirinya, sesekali membelitnya dan menggigit pelan lalu menyedotnya seakan itu adalah makanan manis yang hendak ia telan.
Kedua tangan Hana semakin mencengkam kaos yang di pakai Roby dengan sangat kuat, tubuhnya seakan meremang dan lemas di waktu yang sama. Jangan lupakan dengan jantungnya yang sudah berdetak tak karuan sedari tadi, membuat dirinya melayang begitu saja. Bahkan suara decapan dari bibir kedua nya menjadi irama yang membuat mereka semakin bersemangat untuk saling memagut dan menautkan lidah mereka.
Ciuman mereka berlangsung cukup lama, saling bertukar saliva dan menelannya kedalam tenggorokan mereka Masing-masing. Roby melepas pagutan panjang nya dengan Hana, ia membuka matanya dan melihat wajah istrinya itu. Sembari mengatur napasnya, ia menyeka bibir Hana yang terlihat bengkak dan basah karena ulahnya. Kedua mata Hana masih terpejam padahal bibir mereka sudah terlepas, namun ia enggan untuk membuka mata karena rasa malunya sangat besar. Kedua pipinya memerah dan terasa hangat. Semua itu tak lepas dari pandangan Roby yang masih berada di jarak yang sangat dekat dengan wajahnya. Bahkan deruan napas dari kedua insan itu seakan membelai kulit wajah mereka Masing-masing.
Roby kembali melayangkan ciuman di kening Hana, kemudian turun menuju kedua matanya, lalu ke pipi kanan dan kiri dan terakhir di bibir nya. Ia bahkan melayangkan beberapa kali kecupan di bibir Hana dan di akhir ciuman ******* bibir bawah nya dan mengulumnya lembut walau hanya sebentar. Setelah itu ia menjauhkan wajahnya, karena semakin ia berdekatan maka nafsunya semakin menjadi.
" Ann, Terimakasih " Ucap Roby lembut.
__ADS_1
Roby berharap Hana membuka matanya dan melihat kearahnya, tapi sudah beberapa detik tak kunjung terbuka. Apa dia tidak ingin menatap wajah jelek nya, atau ia malu untuk membuka matanya.
" Ann, kenapa kau tak membuka mata mu. Apa kau malu dengan wajah jelek ku, maaf karena aku tidak setampan lelaki idaman mu. Aku.... " Ucapannya terhenti.
Hana sontak membuka matanya, ia benci mendengar kata-kata Roby yang selalu merendahkan dirinya sendiri. Tangan Hana bergerak cepat menutup mulut Roby, ia tidak ingin mendengar lanjutan dari perkataan nya itu. Ia menyimpan rasa malunya demi Roby, tidak di pungkiri lagi jika saat ini dirinya sangat malu untuk sekedar menatap Roby. Ia malu karena dirinya tidak bisa melakukan hal yang di inginkan suaminya itu, bahkan permainan mereka tadi cukup membuatnya kecewa karena tidak bisa mengimbangi pergerakan lincah suaminya.
Hana menundukkan kepalanya, ia berusaha menyembunyikan wajahnya yang terasa panas dan juga rasa malunya.
" Jangan berkata seperti itu lagi Kak, Hana tidak suka mendengar ucapan kakak barusan. " Ucap Hana malu-malu.
Roby jelas tersenyum di balik bekapan lengan Hana pada mulutnya, ternyata istrinya memang sangat istimewa.
" Jangan merendahkan diri kakak sendiri, kalau orang setampan kakak di bilang jelek, lalu bagaimana dengan orang yang lebih jelek di banding kakak. Mereka harus di bilang apa? " Tanya Hana.
Roby melepas bekapan tangan Hana, lalu ia beralih mencium punggung tangannya. Sambil menahan tawa nya, Roby menarik lengan Hana hingga tubuhnya tertarik dan menabrak tubuh Roby. Ia memeluk tubuh istrinya itu dengan gemas, ia merasa jika Hana terlalu lucu dengan sikap yang masih malu-malu.
" Kau sangat lucu sekali, apa aku setampan itu di mata mu Ana. Andai saja perutku tidak lapar, aku akan memakan mu saat ini juga. " Kekeh Roby sambil melepaskan pelukan nya. Tentu saja ia hanya bercanda dan tak ada niatan untuk memulai menuju hal yang lebih intim lagi, namun ia merasa senang menggoda Hana yang tengah malu dengan kedua pipi nya yang berubah menjadi merah merona.
__ADS_1
...Gambar hanya sebuah ilustrasi semata, untuk menambah kesan manis pada cerita. ......
...Gambar ini juga di ambil lewat situs google : https://i.pinimg.com/originals/4e/55/26/4e55266c274e7b16ad1fe66bdfc8560d.jpg...