Another Life : After Meet You

Another Life : After Meet You
Apa Seberbahaya gitukah??


__ADS_3

Sedangkan yang lainnya malah ketawa melihat Amira yang sudah kesal dan menghentakkan kakinya di lantai. Mereka pun memutuskan untuk pergi ke kelas sebelum bel masuk berbunyi.


Seluruh kelas kini sudah memulai jam pelajarannya, ada beberapa kelas yang belajar sendiri tanpa di dampingi oleh guru pelajaran. Kelas Hana juga terlihat begitu senyap karena sedang menulis mata pelajaran, begitupun dengan sang guru yang sedang menulis di papan board.


πŸƒ.. πŸƒ.. πŸƒ..


Bel pulang sekolah pun sudah berbunyi, semua murid sekolah itu terlihat sudah membubarkan diri dan pulang menuju rumahnya masing-masing. Seperti biasa, Hana kembali berpisah dengan teman-temannya di halte tempat menunggu kendaraan umum. Hari ini Hana akan ijin ke pada Adi karena gak bisa masuk kerja, hari ini bertepatan dengan tanggal jadwal ia cek up rutin ke rumah sakit di kota itu. Lagian obat yang biasa Hana konsumsi juga sudah mulai habis, dan ia harus segera membelinya lagi setelah mendapat resep dari dokter yang biasa Hana kunjungi dan sudah ia anggap seperti kakak sendiri.


Namun saat akan mengecek ponselnya, Hana terkejut karena ponsel miliknya mati setelah semalaman gak di charger. Hana merasa bingung, karena disana sudah tak banyak orang lagi dan itu pun Hana tidak terlalu mengenal mereka. Hana hanya pasrah karena angkot tujuan pusat kota sudah ada, dan dia lebih memutuskan untuk tetap pergi kerumah sakit dan memberikan alasan lain kepada Adi esok hari.


Sesampainya di rumah sakit umum, Hana langsung mendaftar dan mengambil nomer antrian. Setelah itu Hana duduk di ruang tunggu, tanpa Hana sadari. Sedari tadi ada seorang pria parubaya yang menatap lekat kearah Hana. Terlihat dari tatapan yang di penuhi sorot kerinduan dan tak percaya terhadap apa yang sudah ia lihat. Sementara di luar sedang hujan gerimis, dan beberapa kali kilat seperti cahaya lampu flash di kamera namun tanpa suara yang memekikkan.


Hingga akhirnya giliran Hana yang dipanggil untuk melakukan pemeriksaan. Hana terlihat sangat gelisah saat berjalan memasuki ruangan dokter praktek tersebut. Walau Hana sudah sering berkunjung kesana, tapi Hana memiliki trauma sendiri dengan keadaan rumah sakit dan aroma khas obat-obatannya.

__ADS_1


" Assalamu'alaikum, selamat malam Pak dokter. " Sapa Hana saat masuk kedalam ruangan.


" Waalaikumsalam, ternyata dek Hana. Perasaan kita baru ketemu kemarin, sekarang kita ketemu lagi. " Sapa balik dang dokter sambil sedikit bercanda.


" Iya aku juga heran, perasaan baru kemarin aku cek up dan sekarang aku datang untuk cek up lagi. " Jawab Hana sambil tersenyum.


" Silahkan duduk, jangan terlalu pormal seperti itu. Lagian aku tidak setua panggilan kamu dek, aku masih muda dan belum menikah " Tawa sang dokter sambil mencari sebuah map yang berisi data pemeriksaan Hana sebelumnya.


" Kak Alex terlalu baik, terimakasih karena sudah bantu Hana selama ini " Ucap Hana dengan tenang.


" Apa kakak semudah itu menebak ekspresi wajah ku saat ini, padahal aku sudah berusaha menyembunyikannya " Jawab Hana sambil tersenyum manis.


" Wajah manis dan lugu mu itu sangat susah untuk berbohong, jadi apa yang kau rasakan beberapa minggu belakangan ini. Apa kau masih sering berhalusinasi, apa mimpi buruk itu muncul lagi atau kau sudah mulai mengingat sesuatu " Tanya dokter Alex pada Hana.

__ADS_1


" Kemarin aku pingsan saat di tempat kerja, dan aku tidak mengingat apapun tentang kejadian sebelum aku pingsan Kak. Ditambah aku semakin merasa takut dan jantung ku semakin berdebar bahkan berdenyut sakit saat bos tempat kerjaku memaksa mengantarkan ku dengan menaiki mobil pribadinya. Aku tidak mengerti dengan kondisi tubuhku ini dok, semalam mimpi buruk itu datang lagi. Padahal aku sudah meminum obat yang kau berikan, tapi hal itu tidak bekerja sama sekali. Bahkan pagi hari tadi, aku seperti mengingat sesuatu. Seperti potongan gambar buram yang terus berganti-ganti di dalam kepalaku, dan itu sangat menyakitkan. Sebenarnya apa yang sudah terjadi padaku Kak, bahkan almarhum kakek tidak memberitahukan apapun kepadaku. " Cerita Hana kepada Alex, ia sudah menangis mengingat semua kejadian yang ia alami.


Alex terlihat memberikan air minum kepada Hana, hal itu sering terjadi saat Hana datang kesana. Alex sendiri adalah dokter spesialis saraf dan juga seorang psikolog, saat bertemu dengan Hana. Alex begitu semangat dan seperti mendapat hadiah mahal dari undian sebuah lotre, dan ia semakin terpancing untuk memecahkan masalah yang Hana derita.


" Jadi seperti itu, aku belum bisa memutuskan apa yang terjadi padamu. Tapi sebaiknya kamu melakukan CT scan pada bagian kepalamu, aku tidak yakin dengan laporan medis yang pernah kau tunjukan padaku. Aku merasa laporan medis itu seperti berbohong, menurut penuturan dari apa yang kamu alami dan rasakan. Sepertinya kau mengalami amnesia, tapi kehilangan ingatan setelah pingsan itu juga sangat aneh. Pasti ada sesuatu yang membuat pikiranmu seakan mengunci sesuatu dalam otak mu, tapi karena kamu memaksakan untuk mengetahuinya. Otak mu secara otomatis menghapus data dan membuat mu kehilangan ingatan kejadian sebelum kamu jatuh pingsan. Itu baru hasil penelitian ku saja, tapi untuk lebih jelasnya lagi. Aku perlu melihat kondisi organ kepala mu, baru aku bisa memberi tahu apa yang sudah menjadi penyebab kau mengalami semua hal yang selama ini kau rasakan. " Jawab Alex sambil menutup map yang berisi hasil pemeriksaan nya selama ini.


" Apa aku menderita penyakit berbahaya, apa aku akan sembuh dan hidup seperti orang normal tanpa bergantung pada obat-obatan. Apa aku bisa tidur nyenyak tanpa mimpi buruk setiap malam yang selalu menghantui ku. " Ucap Hana sambil menangis.


" Hey, tenanglah kau pasti akan baik-baik saja. Kamu anak baik, mana mungkin Alloh memberikan ujian seperti ini dan melihat hambanya sedih. Berdo'a lah agar kau bisa sembuh dan bisa bermimpi indah, kau harus berjuang dan semangat menjalani hidup ini. Jika kau membutuhkan sesuatu, kau bisa menghubungiku dan jangan menganggapku seperti orang lain. Karena aku sudah menganggap dirimu seperti adikku sendiri, dan aku akan terus berusaha mencari penyebabnya dan membuat adik manisku ini sembuh " Ucap Alex menghibur Hana. Ia tahu jika Hana tinggal sebatang kara tanpa saudara ataupun keluarga, untuk itulah Alex merasa begitu prihatin dan bangga kepada Hana yang terlihat sangat sederhana dan bisa hidup mandiri di kota besar seperti bandung ini.


" Terimakasih Kak, ini semua berkat bantuan dan dukungan kakak. Dan atas izin Alloh juga aku bisa bertemu dengan orang sebaik kakak, sekali lagi aku berterimakasih. " Ucap Hana sambil menyeka air matanya.


^^^__________________________________________Jangan lupa ya kak, untuk mendukung setiap karya aku...^^^

__ADS_1


^^^Dan aku sangat berterimakasih kepada kalian yang sudah setia menunggu dan selalu mendukung cerita ini.. ^^^


^^^Sampai jumpa di chapter selanjutnya.. 😊😊^^^


__ADS_2