
" Emang suasana apa yang terjadi barusan, perasaan gak ada yang aneh deh.? " Tanya Mira kebingungan.
" Enggak si mira, enggak si Hana. Kenapa kalian berdua bertingkah aneh hari ini, gue jadi bingung sendiri sama kalian. " Gerutu Wahyu.
" Eh, emang kita kenapa?. Perasaan aku dari tadi biasa-biasa aja " bantah Hana sambil menatap Wahyu.
" Wahyu benar, kenapa sikap kamu berubah Han. Dilihat-lihat setelah kamu balik dari perpustakaan kamu jadi agak berbeda, biasanya kamu suka menyapa dan ikut menyahut obrolan kita. Tapi barusan kamu tiba-tiba datang sambil senyam-senyum sendiri, apa ada sesuatu yang terjadi di luar. " Ucap Alifa.
Hana tertegun setelah mendengar perkataan dari Alifa, ia tidak menyangka jika perasaan bahagianya bisa merubah sikap yang biasanya.
" Apa sikap ku terlalu berlebihan, mereka menjadi kebingungan dengan apa yang aku rasakan saat ini. Maafkan aku, aku tidak bisa memberitahu kalian semua rahasia yang aku punya ini. " Gumam Hana dalam hatinya.
" Akh... Ternyata itu, maaf ya aku tidak menyangka jika sikapku sedikit berlebihan. Lihat lah, aku baru dapet novel series lanjutan yang kemarin. " Kilah Hana sambil menunjukan novel yang ia bawa.
" Ya ampun, kirain apaan Mak. Cuman gara-gara novel aja kamu sampe segitu nya, gimana kalau sama yang lainnya" Alifa kembali heboh setelah mendengar penjelasan dari Hana.
Berbeda dengan Wahyu yang menyadari jika Hana tidak berkata jujur, terlebih beberapa hal yang tidak di ketahui oleh Alifa dan Mira dirinya mengetahui semua itu. Ia tahu jika Hana sangat aneh dan ia merasakan kalau Hana yang sekarang terlalu banyak menyimpan rahasia.
" Sudahlah, kenapa suasana disini jadi menegangkan gini. Memang apa salahnya jika kita berdua sedang merasakan bahagia, toh kalian juga ikut bahagia kan. " Ucap Mira menengahi.
Tak lama kemudian, rombongan OSIS masuk yang dipimpin langsung oleh Romi. Ia memberikan arahan kepada murid 11 MIPA untuk mendengarkan dan memperhatikan kearah depan.
Hana hanya tersenyum menatap Romi, ia kembali membayangkan Roby yang berpenampilan rapi seperti Romi dan berbicara lugas. Entah kenapa Hana merasa geli sendiri saat membayangkan hal itu.
__ADS_1
Sementara Wahyu sesekali melihat kearah belakang untuk memastikan keanehannya, ia melihat Hana tersenyum sambil menatap kearah depan. Ia mengikuti kemana tatapan Hana mengarah, setelah ia mendapatkan sumber yang membuat Hana tersenyum. Ia pun ikut tersenyum kecil, ia tidak menyangka jika sahabatnya itu bisa menyukai orang yang selama ini mengejarnya.
" Jadi Hana akhir-akhir ini berubah karena kak Romi, apa mereka sudah menjalin hubungan lebih. Tapi kenapa dia merahasiakannya kepada kami, bahkan aku akan mendukung hubungannya. Semoga aja pirasatku benar, mungkin Hana tak ingin mendengar banyak keributan. Jadi dia menyembunyikan perihal hubungan nya dengan kak Romi. " Ucapnya dalam hati.
Presentasi setiap calon terus bergantian, setiap visi dan misi mereka utarakan dan mendapatkan tepuk tangan yang meriah dari murid di kelas itu. Romi juga terlihat sangat senang, apalagi seseorang yang ia suka ada dalam ruangan itu. Ia merasa sedikit malu karena Hana menatap sambil tersenyum kearahnya, entah mengapa hatinya sangat berdebar dan berfikir jika Hana sudah memberikan lampu hijau untuk perasaannya yang selama ini hanya bertepuk sebelah tangan.
" Apa dia sudah menyadari ketulusan perasaan ku ya, apa dia sudah sadar jika aku sangat tampan. Hah... Apa yang aku pikirkan saat ini, kenapa aku sangat percaya diri sekali. " Gumam Romi dalam hatinya dengan bangga.
Sesekali ia merapikan rambutnya dan berdiri dengan gaya cool, ia berharap Hana akan semakin terpesona kepadanya. Sementara orang yang dimaksud Romi, ia tidak sadar jika dirinya sudah melamun dari tadi.
Hana sebenarnya sedang membayangkan Roby yang berdiri disana, ia tidak sadar jika orang yang dimaksud Hana ternyata sudah salah paham dengan tingkahnya.
" Kak Roby terlihat semakin tampan dan semakin keren jika seperti itu, mungkin banyak gadis lain yang akan menyukainya. " Ucap Hana dalam hatinya.
Tiba-tiba Hana terkejut mendengar perkataan Roby, ia kembali sadar setelah Romi menutup acara presentasi para calon ketua dan wakil OSIS. Ia heran dan hanya ikut bertepuk tangan, tanpa mengetahui apa yang sudah terjadi dan apa yang di presentasikan didepan.
π π π π π π
Sementara di tempat Roby berada, ia sedang berkumpul dengan temannya Gilang. Sedari tadi Roby terus saja bersin tanpa sebab akibat, sedangkan temannya malah ketawa melihat Roby yang sedang keheranan.
" Hahaha, loe kenapa bersin mulu. Apa gara-gara kakak ipar gue lagi kangen sama manusia super dingin kayak loe. " Ledek Gilang sambil ketawa.
" Ck.. Loe ngomong apa sih, gak jelas banget " Jawab Roby acuh. Ia membuka botol minuman yang di beri oleh Hana, ia masih merasakan jika jantungnya sangat berdebar setelah mengingat kejadian saat di perpustakaan tadi.
__ADS_1
" Loe sendiri gimana, loe udah berhasil nemuin cewek yang nolongin loe. Jangan bilang kalo loe gak berhasil " Ledeknya balik.
" Paling entar malam gue bakal datangin kafe tempat kita nongkrong, gue yakin kalo cewek pelayan itu yang nolongin gue. " Jawab Gilang sambil menyandarkan punggungnya di kursi.
" Emang seyakin apa sih loe sama dia, apa secantik itu, sampe loe terus ngomongin tuh cewek? . " Tanya Roby penasaran.
" Pokoknya dia tuh cantik, senyuman nya sangat lembut dan sikapnya sangat ramah. Wajahnya terlihat sangat berseri dan aku yakin dia sangat cantik jika gak pakai hijab, aku bayangin dia mempunyai rambut hitam panjang. Membayangkan nya saja membuat jantung berdebar dan badan ku seakan meremang" Cerita Gilang dengan semangat sambil membayangkan sosok pelayan yang ia maksud.
" Oh, sekarang aku tahu siapa wanita itu. " Ucap Roby antusias.
" Serius loe tahu, siapa By? " Kata Gilang tak kalah antusias.
" Mbak Kunti dong, siapa lagi cewek yang mendekati kriteria yang loe ceritain. " Jawab Roby dengan santai sambil menahan tawanya.
" Ck.. Gue serius anjir, kenapa loe nyamain cewek cantik gue sama kuntilanak. " Kesal Gilang.
" Ya gue jujur dong, Ciri-ciri hampir sama kaya yang loe ceritain, cuman ini versi hijabers. " Roby tergelak setelah melihat ekspresi Gilang yang semakin kesal.
" Loe keterlaluan amat jadi kawan By, seneng bener liat temen sendiri lagi kesel. " Kata Gilang.
" Sorry bro, gue bercanda oke. Jangan di ambil hati " ucap Roby.
Seketika suasana menjadi hening, Roby sibuk dengan ponselnya yang memperlihatkan gambar wallpaper Hana yang sedang mengambil buku di rak perpustakaan. Ia dengan sengaja memotret nya dan menjadikan poto di layar utama ponselnya.
__ADS_1
Sedangkan Gilang sibuk dengan fikirannnya yang sedang memikirkan sang penolong, ia menyimpan surat yang di tulis oleh orang yang tak lain oleh Hana. Entah mengapa ia sangat penasaran dan perasaan nya menjadi tak karuan setelah mengingat kejadian saat malam di kafe.