Another Life : After Meet You

Another Life : After Meet You
Cilan


__ADS_3

Sedangkan Mila hanya diam, dia tidak ingin suasana disana menjadi kacau. Padahal dia tahu luka di tangan Hana cukup serius dan perlu di obati, namun melihat sikap Hana barusan Mila menjadi tak enak hati terhadap Hana. Karena dirinya yang terlalu terburu-buru tadi, hingga semua orang kaget dan malah berkerumun.


" Cih.. Tukang cari sensasi, paling itu cuman buat cari perhatian doang. Dasar tak tahu malu " Cibir Anita sambil pergi dari sana.


Hana yang merasa bahwa itu salah dirinya, Hana kemudian lekas pergi dan segera memulai pekerjaan nya. Begitu pun dengan yang lainnya, mereka kembali ketempat mereka bekerja seperti biasa.


Hana terlihat sangat sibuk melayani tamu dengan ramah, hingga seorang anak kecil menghampiri Hana. Anak kecil itu tak sengaja menabrak Hana hingga ia jatuh dan menangis, karena ia ketakutan akan di marahi oleh Hana.


" Maafkan kakak ya dek, kakak gak lihat kamu. Apa ada yang sakit, biar kakak obati " ucap Hana dengan sangat lembut.


" Aunty maaf, Cilan gak sengaja nablak Aunty balusan. Jangan malahi Cilan ya Aunty " Ucap anak tersebut sambil menangis.


" Jadi nama adek ini Cilan ya, kakak mau tanya sama Cilan. Memangnya kenapa kakak harus marah sama Cilan, bukankah Cilan gak buat salah. Harusnya kakak yang minta maaf karena udah buat Cilan jatuh " tutur Hana.


" Maafin Cilan Aunty, sebenalnya Cilan yang udah nablak aunty tadi " Ucap nya sambil menunduk.


" Tak apa aunty gak bakal marahin Cilan, justru aunty sangat suka sama Cilan. Oh ya, berapa umur Cilan sekarang, lalu kemana Mama sama Papa Cilan? "tanya Hana.


" Umum Cilan 5 tahun, Mama sama Cici lagi disana. Cilan habis dari toilet sama Papa, tapi Cilan pergi duluan tadi. " Jawab anak itu sambil menunjukan kelima jari kecil dan juga deretan giginya.


Hana tersenyum dan mencubit gemas kedua pipi anak lelaki tersebut, Hana sendiri sangat menyukai anak kecil, dia pikir jika anak kecil adalah manusia paling jujur dan masih suci dari dosa. Lagian Hana selalu hidup sendiri dan juga dia hanya memiliki sedikit teman saat tinggal bersama sang kakek, sedangkan untuk masa kecilnya, ia tidak mengingat sedikit pun. Bahkan kakek nya sendiri tak pernah menceritakan tentang kedua orang tuanya dan sampai sekarang Hana tidak mengetahui apapun tentang kedua orang tuanya, ia hanya punya sebuah poto kedua orang tuanya yang sudah lecet. Namun Hana tetap menyimpannya dan selalu mencari kebenaran tentang kedua orang tuanya itu, namun semua orang seperti bungkam dan merahasiakan nya.

__ADS_1


" Cilan mau gak kakak gendong, biar kakak kasih eskrim buat kamu " Tawar Hana sambil tersenyum.


Cilan hanya mengangguk dan langsung memeluk leher Hana dengan erat, ia bahkan tertawa girang setelah mendengar kata es krim. Hana kemudian menggendong sambil sesekali mengusap rambut Cilan. Setelah mengambil eskrim, Hana kembali berbincang dengan Cilan, ia bahkan mengenalkan Cilan kepada Mila juga. Mereka terlihat sangat akrab, bahkan ada beberapa pengunjung yang menyangka jika Cilan adalah anak kandung Hana.


" Udah cocok nih jadi ibu muda, jadi kapan kamu nikah dan punya momongan " Canda Mila kepada Hana.


" Mbak bisa aja, aku masih ingin lulus sekolah dan melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi. Pendidikan itu sangat penting, dan aku ingin membanggakan kedua almarhum orang tua ku dan juga kakek " jawab Hana santai.


" Pendidikan memang penting neng, tapi menikah juga sangat penting. Apalagi umur kamu sudah dewasa, sebaiknya kamu segera mencari calon suami. " Saran Mila.


" InsyaAllah, kalo jodoh nya sudah ada dan Alloh sudah mengatur semua rencana nya. Mau besok atau kapanpun itu, aku siap buat nikah dan gak akan menolak kehendak Alloh " Ucap Hana dengan serius.


" Nah itu baru jawaban bagus, tapi menurut mbak lebih baik menggapai cita-cita dulu aja deh. Soalnya kalo udah nikah itu susah dan tanggung jawabnya juga lebih susah lagi. " Ucap Mila sambil tersenyum, ia sadar jika nikah muda itu tidak seindah yang dibayangkan. Banyak masalah yang terjadi dan kedewasaan yang masih belum cukup juga paktor penting, Mila bila merasakan bagaimana pahit manisnya menjalani nikah di usia muda. Hingga saat ini ia berumur 29 tahun, tapi ia sudah memiliki dua anak dan harus membagi waktu bersama anaknya sambil bekerja.


" Baiklah biar aunty antar Cilan dulu ke toilet, tahan sebentar ya. Mbak aku permisi dulu ya antar Cilan, dia pengen buang air kecil " kata Hana.


" Iya, lagian kamu harus nyariin orang tuanya. Dia udah terlalu lama disini, gimana kalo kedua orang tuanya sedang kelimpungan nyariin dia. " Jawab Mila.


" Iya, habis ini aku bakal cariin kedua orang tuanya " jawab Hana. Lalu ia lekas membawa anak itu ke toilet.


Sesampai disana, Hana langsung membantu anak itu untuk buang air kecil. Ia bahkan tak risih saat harus membantu mengajarkan Cilan membersihkan *********** saat setelah habis buang air kecil. Hana juga memberitahu beberapa hal kepada Cilan, termasuk untuk membiasakan diri buang air kecil sendiri dan berhenti memakai popok dan belajar mandiri. Tak lupa Hana memberitahu kepadanya tentang orang lain yang baru ia kenal, Hana memberi tahu kepada dia untuk tidak mengikuti sembarang orang selain kedua orang tuanya. Dia menjelaskan dengan sangat lembut, tentang bahayanya jika mengikuti orang lain.

__ADS_1


Setelah selesai, Hana kemudian segera mencari dan bertanya kepada anak itu dimana tempat duduk kedua orang tuanya. Sedangkan Cilan hanya bisa cengengesan karena dia lupa letak meja kedua orang tuanya tadi. Berhubung kafe itu cukup luas dan juga di bagi menjadi dua lantai, Hana agak sedikit kebingungan karena ia tidak mengetahui dimana keberadaan kedua orang tuanya.


" Ayah.... " Teriak Cilan dengan sangat keras.


Hana yang sedang dalam mode kebingungan pun langsung terkejut setelah mendengar teriakan anak yang ia bawa. Hana juga mengedarkan pandangannya dan mencari orang yang dimaksud oleh Cilan.


" Cilan, kamu dari mana saja nak. Ayah sama bunda nyariin kamu, apa kamu baik-baik saja " Ucap seorang lelaki tampan yang menghampiri Hana.


Hana yang tidak percaya begitu saja, lantas menggenggam erat tangan Cilan dan tidak membiarkan hal buruk terjadi kepada anak yang ia bawa. Sedangkan pria yang sedang berdiri di hadapan Hana hanya kebingungan, terlihat juga gurat keterkejutan dirinya saat menatap Hana. Hingga seorang wanita yang menggendong bayi menghampiri mereka dan langsung memeluk tangan lelaki di hadapan Hana.


" Cilan, kamu kemana aja nak. Bunda sama ayah nyariin kamu, lain kali kalo mau pergi harus bilang dulu ya. Biar ayah atau bunda temenin kamu sayang " Ucap wanita itu sambil berjongkok di hadapan Cilan.


" Maafin Cilan bunda, tadi Cilan lupa jalan pulangnya " Jawab Cilan sambil menunduk.


" Mas, sepertinya ini udah terlalu sore. Sebaiknya kita segera pulang ke rumah, aku takut Mama sama Papa khawatir sama kita " Ucap wanita yang menggendong bayi untuk menyadarkan lelaki yang masih mematung itu.


" Maaf mbak saya sudah salah paham, saya kira ayah nya Cilan orang lain. Makanya aku tahan Cilan biar gak terjadi sesuatu. " Ucap Hana sambil tersenyum ramah, lalu melepaskan genggaman di tangan Cilan.


" Hmmm... Terimakasih ya mbak, maaf kalo anak saya merepotkan mbak. Saya juga sangat berhutang budi, karena sudah nolongin anak saya ini. Dia memang sangat aktif dan sering lari di keramaian, sekali lagi saya berterimakasih. " Ucap wanita itu sambil memegang tangan Cilan.


" Ana, kau pasti Ana kan. Aku gak salah lagi, kau pasti Ana " Ucap lelaki yang ternyata ayah Cilan.

__ADS_1


" Maaf mas, saya bukan Ana. Nama saya Hanadia Marisa, saya Hana. " Jawab Hana dengan sopan.


__ADS_2