
" Mak, tadi aku denger kamu di labrak lagi ya sama anak kelas tetangga. Kenapa gak manggil aku aja biar di kasih pelajaran sekalian." Sewot Ali pada Hana, ia juga langsung menggeser kursi dan duduk tepat di samping meja Hana.
" Telat lu mah Al, ngasih bantuan pas masalahnya udah kelar, kan jadi gak guna. " Cibir Mira sambil melempat gulungan kertas pada Ali.
" Iya atuh neng, maafin A'a ganteng ini. Lagian aku juga tadi ada rapat di kantor OSIS, jadi gak sempet gabung ke kantin " Ucap Ali meminta Maaf.
" Mulai deh, narsisnya udah keluar. Jijik tau denger kata alay dari elo itu " Dengus Mira dengan kesal.
" Udahan atuh jangan berdebat mulu, kepala aku pusing tau dari tadi dengerin kalian debat " Kata Hana melerai temannya.
" Noh dengerin Mir, si emak udah pusing dengerin ocehan mulut loe " Cibir Wahyu sama Mira.
Tak lama kemudian, murid kelas 11 MIPA 1 mulai memasuki ruang kelas dan duduk di bangkunya masing-masing, dan tak lama dari itu guru pun menyusul masuk dan memulai pelajaran nya.
Bel pulang pun berbunyi pertanda jam pelajaran sudah berakhir, begitupun murid di kelas 11 Mipa1. Mereka terlihat sedang membereskan alat tulis mereka dan memasukannya ke dalam tas, setelah sang guru keluar dari kelas, barulah murid itu keluar untuk pulang kerumah masing-masing.
Hana, Mira, Alifa dan Wahyu berjalan beriringan menuju gerbang sekolah. Mereka memang selalu menggunakan kendaraan umum seperti angkot dan juga Bus jika ada.
" Mak, kamu mau langsung ketempat kerja atau pulang dulu. " Tanya Mira sama Hana.
" Kayanya sih aku mau langsung aja, lagian kalo pulang dulu nanti ongkosnya double dong, kan rugi aku nya." Jawab Hana sambil tertawa pelan.
" Perhitungan amat sih Mak, kaya banyak tanggungan aja " Cibir Wahyu sambil bercanda.
" Memperhitungkan keuangan itu gak salah Yu, lagian kita harus berhemat dan rajin nabung buat masa depan. Percuma kita enak-enakan sekarang, eh taunya pas lima taun kedepan jadi sengsara. Kan itu gak lucu namanya." Jawab Hana.
__ADS_1
" Tuh dengerin wejangan dari Mak elo Yu, jadi orang tuh harus rajin menabung dan belajar hemat. " Kata Alifa kepada Wahyu, dan mendapat anggukan dari teman yang lainnya.
Terlihat dari kejauhan ada mobil angkot yang sudah semakin mendekat kearah mereka, hingga akhirnya angkot itu berhenti tepat di depan rombongan Hana.
" Han, aku duluan ya. Kamu hati-hati, sampai jumpa besok lagi " Ucap Mira yang segera masuk kedalam angkot.
Wahyu juga ikut masuk bersamaan dengan Amira karena rumah mereka satu arah, sedangkan Hana dan Alifa masih menunggu angkot yang berbeda.Tak lama kemudian, angkutan menuju ke arah rumah Alifa sudah ada, sehingga Alifa mau tak mau harus pergi meninggalkan Hana disana sendirian. Berhubung anak yang lain sudah pada balik dengan angkutan yang menuju rumahnya, dan Hana masih menunggu angkutan menuju ke arah kota tempat ia bekerja.
Saat Hana tengah menunggu, tiba-tiba ia melihat angkutan umum yang biasa ia naiki ada di sebrang jalan. Hana lantas bergegas menyebrang jalan, karena Hana tergesa-gesa dan berlari mengejar angkot itu. Ia teledor dan malah menyebrang sembarangan tanpa melihat keadaan sekitarnya, dan dari arah berlawanan sebuah sepeda motor melaju sangat kencang kearah Hana.
Ckittt... Suara motor yang mengerem secara mendadak dan tiba-tiba, sedangkan Hana kini sudah terjatuh di pinggir trotoar karena terserempet oleh motor tadi.
" Heh, loe kalo punya mata tuh pake, jangan cuman di jadiin pajangan doang. Gak liat apa ini jalan raya, loe seenaknya nyebrang sembarangan. " Teriak pengendara motor itu dengan kasar.
" Maafkan aku, tadi aku gak lihat-lihat jalan dulu dan malah nyebrang. Maafkan aku Mas, sekali lagi aku minta maaf. " Ucap Hana sambil meringis kesakitan, karena sikut tangannya kini sudah lecet dan mengeluarkan darah.
Sedangkan Hana sendiri ia masih terduduk di pinggir trotoar sambil meringis kesakitan akibat luka lecet di tangan nya. Hana juga merasa aneh dan seperti tidak asing dengan suara orang yang memaki dirinya barusan, Hana merasa jika dirinya pernah mendengar suara Bass yang tinggi dengan intonasi kasar seperti tadi. Namun Hana segera menepis semua pikiran nya dan lekas bangkit untuk segera pergi dari sana.
Setelah berhasil naik angkot, Hana hanya terdiam dan seperti melamun. Padahal ada beberapa penumpang yang menanyai Hana, karena mereka sempat melihat Hana jatuh dan di marahi oleh seorang pria. Namun Hana tidak menjawab pertanyaan mereka, karena dia terlalu larut dalam lamunan nya.
Tak terasa, mobil angkot itu sudah sampai di tempat Hana biasa turun. Namun Hana masih melamun hingga sang supir angkot menyadarkan Hana dan memberitahu jika tempat yang Hana tuju sudah sampai.
" Neng udah sampai di tempat biasa.. " ucap sang supir angkot.
" Ah.. Iya mang, makasih ya. Maaf tadi malah ngelamun " jawab Hana saat kembali tersadar.
__ADS_1
" Anak gadis mah jangan ngelamun mulu atuh neng, gak baik loh. Entar ada yang ngikutin lagi. " Canda sang supir angkot.
" Mamang bisa ajah, ya udah makasih ya mang. Hati-hati juga, entar banyak yang ngikut." Ucap Hana yang ikut bercanda.
" Ya syukur alhamdulillah neng, kalo banyak yang ikut angkot saya, syukur-syukur kalo gadis cantik yang naiknya. "Jawab sang supir.
" Iya, semoga banyak penumpang nya ya mang " ucap Hana.
Hana pun langsung mengambil uang dan segera memberikan kepada supir angkot seraya mengucapkan terimakasih dan segera turun.
Setelah itu, Hana pergi ke kafe tempat ia bekerja paruh waktu. Hana masuk lewat pintu belakang, disana juga ia harus absen menggunakan pingerprint dan juga tanda tangan. Setelah berhasil absen, Hana lekas menuju ruang karyawan untuk mengganti seragam dan juga menaruh pakaian serta barang bawaan Hana di loker miliknya.
" Neng Hana udah sampai toh, kirain mbak, neng Hana gak masuk " Ucap Mila saat memasuki ruangan ganti.
" Maaf mbak udah ngeropotin, tadi di jalan ada sedikit halangan. Jadi agak telat datengnya " Ucap Hana tersenyum sambil berusaha menahan rasa sakit di lengannya.
Mila yang melihat gerak-gerik aneh Hana, sempat curiga dan menatap heran kepadanya. Namun saat melihat sikut lengan baju Hana yang robek dan ada bekas darah, seketika Mila langsung kaget dan bertanya kepada Hana perkara yang ia lihat.
" Loh neng Hana kenapa, kok lengan seragam sekolahnya sampe robek kaya gitu?. Apa lengan kamu gak papa, sini biar Mbak periksa dulu..! " Kata Mila yang langsung mendekati Hana dan melihat sendiri lengan Hana.
_________________________________________________
Gimana nih ceritanya, sepi aja ya..
Buat kalian para reader's, jangan lupa buat like, komen, dan vote.
__ADS_1
Tekan Favorit β€ juga ya agar notifikasi updatenya tidak ketinggalan.
Terimakasih dan sampai jumpa lagi ππππ