Another Life : After Meet You

Another Life : After Meet You
Syok


__ADS_3

Lelaki itu terlihat seperti syok dengan mata yang sudah berkaca-kaca, ia langsung memegang kedua bahu Hana dan terus saja menyebutkan nama Ana. Sedangkan istrinya hanya kebingungan dengan apa yang diucapkan oleh suaminya itu. Begitupun Hana yang sudah terlihat tidak nyaman dan terlihat sangat tertekan dengan apa yang dilakukan oleh ayahnya Cilan, para pengunjung kafe juga terlihat memperhatikan kearah Hana, begitupun dengan Anita yang sudah berkomat-kamit gak jelas saat melihat Hana menjadi sorotan disana.


" Kau Ana, kau Ana adiku. Aku tidak salah lagi, kau Ana yang selama ini aku cari. Apa kau tidak mengenakan kakak mu ini Ana, kau bahkan dulu sangat dekat dengan ku dan selalu merengek manja kepadaku. Apa kau tidak mengingat kenangan kita " Kata ayah Cilan kepada Hana.


Hana terlihat seperti orang kebingungan, dia menatap sekelilingnya yang menatap kearah dirinya. Keringat dingin mulai menetes dari dahinya, ditambah badannya juga sudah gemetar, karena ia merasa tertekan saat ini. Tiba-tiba saja Hana jatuh tak sadarkan diri di lantai, hal itu membuat lelaki yang mengaku kakak Hana dan juga ayah dari Cilan kaget. Sontak ibu Cilan langsung berteriak histeris, begitupun dengan beberapa pengunjung yang melihat Hana jatuh tak sadarkan diri.


Adi yang kebetulan baru keluar dari ruangan kerjanya, ia merasa heran karena pengunjung terlihat berkerumun. Ia kemudian langsung menghampiri dan melihat nya sendiri. Betapa terkejutnya ia saat melihat Hana sudah tergeletak di lantai, Adi kemudian langsung masuk dan mengecek kondisi Hana. Tanpa berpikir panjang, Adi langsung memangku Hana dan membawanya masuk ke ruang kerja miliknya. Lelaki tadi juga mengikuti Adi dan ikut masuk untuk mengetahui keadaan Hana.


Adi terlihat menghubungi seseorang lewat telepon di meja kerjanya, setelah itu Adi langsung mengambil minyak kayu putih di dalam kotak P3K di dalam laci. Adi sempat bingung melihat lelaki yang ngotot buat ikut masuk kedalam, begitu juga dengan wanita yang menggendong bayi dan seorang anak lelaki. Tiba-tiba Mila datang dan langsung melihat kondisi Hana, ia juga langsung mengoleskan minyak kayu putih di bawah hidung dan juga kedua pelipis wajah Hana.


" Kalau boleh saya tau, anda ini siapa nya Hana ya? " tanya Adi kepada ayah Cilan.


" Perkenalkan nama saya Malik, saya sangat mengenal Hana. Dia adik ku, hanya saja kami sudah sangat lama sekali tak bertemu. Sepertinya dia tidak mengenaliku, dia juga sudah menolong anak ku tadi " Jelas lelaki bernama Malik yang tak lain ayah Cilan.

__ADS_1


" Setahu ku, Hana hanya sebatang kara. Dia anak tunggal dan kedua orang tua serta kakek nenek nya juga sudah meninggal dunia, dia tinggal sendiri saat ini dan tidak pernah memberitahuku kalo dia punya saudara. Mungkin anda salah orang pak Malik " Ucap Adi.


" Benarkah, mungkin aku benar-benar salah orang. Aku minta maaf karena sudah membuat kekacauan di tempat ini. Kalo begitu aku pamit untuk pergi dulu, jika ada apa-apa kau bisa menghubungiku dan aku akan bertanggung jawab " Ucap Malik sambil memberikan kartu nama kepada Adi.


" Baiklah, aku akan memberi tahu pak Malik jika terjadi sesuatu kepada Hana. Karena selama dia kerja disini, Hana tidak pernah mengalami hal seperti ini " Ucap Adi.


Lalu Malik kemudian menggendong Cilan dan pergi dari sana beserta sang istri. Malik terlihat sangat berat sekali meninggalkan Hana yang masih tak sadarkan diri, dia bahkan masih penasaran dengan sosok Hana. Dia sangat yakin jika Hana adalah orang yang selama ini ia dan keluarganya cari.


Setelah masuk kedalam mobil, sang supir merasa aneh dengan sikap tuannya yang terlihat sedih. Begitupun dengan sang nyonya yang terlihat begitu kebingungan, sedangkan Cilan seperti sedih dan ketakutan saat melihat Hana yang jatuh tak sadarkan diri tadi karena sang Ayah.


" Maafkan Ayah sayang, ayah bukan sengaja membuat aunty Cilan jadi sakit. Ayah hanya terkejut melihat aunty Cilan sangat mirip dengan adik Ayah. " Jawab Malik dengan sendu.


" Apa kau tidak apa-apa Mas? " Tanya sang istri kepada Malik.

__ADS_1


" Entahlah Aliz, aku sedang tidak baik-baik saja. Aku merasa bersalah karena sudah membuat orang lain seperti itu, padahal dia orang baik dan sudah menolong anak kita. " Kata Malik kepada sang istri. Dia bernama Aliza Sucipto, seorang putri dari dokter bedah terkenal di Singapura. Kebetulan mereka baru saja datang kesana, dan Aliza mengajak Malik untuk berjalan-jalan terlebih dahulu sebelum pulang kerumah nya.


Aliza yang mengetahui sang suami sedang tidak baik-baik saja, ia pun langsung memeluk Malik dari samping mencoba memahami dan membagi rasa yang dirasakan oleh sang suami. Aliza sangat kenal dengan tingkah dan ucapan Malik, dia memiliki panggilan sayang tersendiri dan akan selalu memanggilnya seperti itu setiap saat. Namun saat Malik memanggilnya dengan sebutan nama, maka sudah dipastikan jika Malik sedang ada masalah atau hal yang membuatnya terganggu.


Hingga mobil yang mereka tumpangi, kini sudah sampai di depan rumah megah nan mewah. Mobil itu langsung memasuki gerbang setelah security membukakan gerbangnya, dan mobil itu berhenti tepat di depan teras rumah mewah itu. Malik dan Aliza langsung keluar dari mobil dan membawa sang anak dalam gendongan mereka masing-masing. Sedangkan sang supir membantu menurunkan barang bawaan mereka dan mengantarnya kedalam rumah.


Saat mereka membuka pintu, sepasang parubaya sudah menyambut kedatangan mereka berdua. Malik terlihat masih sedih dan ia sangat lesu, bahkan saat sang ayah memeluknya karena sudah lama sekali anak sulungnya itu tidak pulang kampung dari Singapura. Sang ibu pun terlihat sangat aneh dengan sikap anaknya yang terkenal dengan sifat humorisnya itu. Aliza kemudian memberikan kode kepada mertuanya agar berbicara nanti, karena kedua anaknya terlihat sudah tidur pulas sedari perjalanan pulang. Begitupun dengan Cilan yang tertidur saat menangisi Hana yang jatuh pingsan saat di kafe.


" Mah, biarkan mereka menidurkan anak-anak dulu. Mereka pasti sangat kelelahan setelah menempuh perjalanan yang sangat jauh, terlebih cucu kita juga terlihat tidur sangat pulas. " Ucap Papa Malik.


" Pah.. Mah.. Kita keatas dulu buat menidurkan anak-anak, nanti kita bicara. Karena ada masalah yang sangat penting yang perlu kalian ketahui. " Ucap Malik.


Setelah itu mereka berdua pergi ke kamar mereka yang ada di lantai dua, dan segera menidurkan sang anak di kasur agar mereka nyaman. Sedangkan mereka segera membersihkan diri dan beristirahat sejenak untuk melepas rasa lelah mereka saat di perjalanan.

__ADS_1


Malik terlihat keluar dari kamar dengan pakaian santai yang ia kenakan, ia berjalan menuruni tangga dan pergi ke arah ruang keluarga. Disana orang tuanya sudah menunggu dirinya dan memberikan penjelasan dengan maksud perkataanya tadi.


__ADS_2