
Saat Hana sampai di depan rumah, ia melihat motor sport berwarna merah terparkir disana. Hana menatap motor itu dengan sangat lekat, saat ini dalam pikirannya tengah mencari suatu gambar dalam ingatannya. Ia merasa tidak asing dengan motor dan nomor plat pada motor Roby, beberapa potong gambar yang berputar sekilas sebelum menghilang. Ia merasa yakin jika dirinya pernah melihatnya, tapi Hana lupa dimana ia melihat motor itu.
Hana kemudian langsung pergi untuk masuk kedalam rumah, karena diluar sudah mulai gerimis dan intensitas air yang turun nya semakin lebat saat angin berhembus membawanya dengan kencang.
" Syukurlah, untung tadi kak Roby mengingatkan ku untuk lari. Coba tadi aku tidak mengikuti perkataan kak Roby, sudah dipastikan aku bakal pulang dalam keadaan basah kuyup. " Guman Hana sambil menatap hujan yang semakin lebat.
Sementara di dalam kamar, Roby baru saja menyelesaikan ritual mandi nya. Saat ia keluar dari toilet, ia menatap kearah jendela dan melihat hujan yang sangat lebat. Seketika ia teringat dengan Hana yang berjalan kaki di trotoar, dengan langkah cepat, ia kemudian mengambil ponsel yang tergeletak di atas sofa.
Wajah Roby terlihat sangat cemas, ia mengetik beberapa kata di layar ponselnya sebelum ia kirim. Setelah selesai, Roby kembali melempar ponselnya kearah sofa dengan sembarang. Ia hendak berbalik untuk segera mengenakan pakaian dan berniat menyusul Hana.
Belum juga beberapa langkah, pintu kamar tiba-tiba saja di buka dari arah luar. Roby yang hendak mengambil pakaian terhenti dan menatap siapa yang akan masuk kedalam kamarnya.
" Kak Roby... Kenapa tidak memakai baju.? " Cicit Hana dengan gugup.
Hana merasa terkejut saat membuka pintu Kamarnya, ia tidak menyangka jika Roby akan dalam keadaan seperti itu. Gadis mana yang enggak gugup saat di depannya ada seorang pemuda yang bertelanjang dada. Hana bahkan tidak berkedip melihat tubuh Roby, apalagi wajah yang menatap dingin kearahnya.
"Huh... Membayangkannya saja membuatku sedikit bergairah."
" Kau.... " Bentak Roby pelan, ia terdiam saat Hana menatapnya dengan intens bahkan tidak berkedip. Ia kemudian mengikuti kemana arah pandang Hana, hingga tujuannya menatap bagian perut hingga kebawah. Seketika Roby menutup tubuh nya dan bagian penting yaitu dada dengan kedua tangannya, entah kenapa dirinya merasa kalau tatapan Hana terlihat sedang menelanjangi dirinya. ( padahalkan udah telanjang dada, wkwkwk).
Dengan perasaan takut, Roby segera berlari ke arah lemari untuk mengambil kaos dan segera menutup tubuhnya. Setelah berhasil mengambil kaos putih oblong, ia segera memakainya.
__ADS_1
" Maaf aku tidak sengaja melihat tubuh kak Roby " Ucap Hana ketika ia sadar kalau dirinya kembali terdiam setelah melihat penampilan Roby.
" Kau masuk lah, aku sudah memakai pakaian. Lain kali kau ketuk dulu pintu nya sebelum masuk. " Ucap Roby yang berjalan kearah sofa, ia kemudian duduk di sana sambil kembali memainkan ponselnya.
Hana kemudian masuk kedalam kamar untuk segera mengganti pakaiannya dan juga membersihkan tubuhnya yang sudah penuh dengan keringat. Tak lupa ia menaruh tas nya di kursi meja rias, ia juga menaruh ponsel serta plastik makanan di atas meja rias. Setelah mengambil pakaian bersih dari dalam lemari, ia segera bergegas masuk kedalam toilet untuk segera membersihkan diri.
Setelah selesai, Hana keluar dari dalam toilet dengan pakaian santai dan rambut yang di bungkus oleh handuk. Roby yang sedang pokus pada layar ponselnya pun teralihkan saat Hana keluar dari dalam toilet. Ia menatap lekat wajah Hana yang tidak memakai kerudung, terlebih leher yang terekspos membuatnya tidak berkutik sedikit pun.
" Cantik.. " Gumam Roby sambil memandang Hana.
Hana yang sedang duduk di kursi depan meja rias membuka handuk yang melilit di kepalanya, ia mulai menyalakan hairdryer dan mulai mengeringkan rambutnya yang basah. Semenjak tinggal disana, Hana merasa begitu bahagia bisa merasakan bagaimana hidup dengan pasilitas lengkap. Setelah selesai, ia kemudian mengambil plastik makanan dan hendak pergi kedapur.
" Kak Roby sudah makan apa belum, kalau belum ini aku bawa sedikit makanan sebelum pulang. Apa kak Roby mau? " Tawar Hana sambil memperlihatkan kantong plastik ke arah Roby.
Roby tersadar jika dirinya sedang melamun dan menatap kearah Hana dalam waktu lama, ia juga berpura-pura cuek kembali dan mencoba mengatur detak jantungnya yang berdegup kencang.
" Apa tadi dia melihatku memperhatikannya, tidak.. Sepertinya dia tidak melihat ku tadi. " Ucap Roby dalam hatinya.
Hana kemudian pergi kearah dapur untuk mempersiapkan makanan nya, ia juga menyiapkan air dan nasi sebagai pelengkapnya. Saat Hana akan kembali ke atas, ia tak sengaja berpapasan dengan si mbok yang baru saja kembali dari kamar Nisa.
" Loh, non Hana mau kemana? Mbok baru saja selesai mengantarkan makanan untuk nyonya. " Kata si mbok heran, ia melihat Hana membawa banyak makanan di dalam nampannya. Ia fikir jika Hana akan memberikan nisa makanan lagi, padahal dirinya sudah memberikannya tadi.
__ADS_1
" Mmm.. Sebenarnya ini untuk aku sama kak Roby mbok, niatnya Hana mau nanti jam setengah tujuh Hana akan memasak untuk Mama. " Ucap Hana gugup.
Entah mengapa dirinya merasa malu dan canggung saat itu, terlebih dirinya juga baru pertama kali bisa makan bersama dengan Roby.
" Oh, ya sudah, non lanjutkan saja. Kirain mau ngasih nyonya makan " Ucap si mbok dengan malu karena sudah salah sangka.
" Kalo gitu Hana keatas dulu ya mbok " Ucap Hana gugup sambil pergi menaiki tangga menuju kamarnya.
Sesampai dikamar, Hana lekas menutup pintu agak sedikit keras. Hingga Roby yang masih asik main ponsel pun sampai terkaget dan hampir saja menjatuhkan ponsel kesayangannya itu.
" Apa kau tidak bisa menutup pintu agak pelan, bagaimana jika air yang kau bawa tumpah dan semuanya jadi berantakan. " Ucap Roby dengan wajah kesal.
" Maaf kak, aku tidak sengaja. " Ucap Hana gugup, ia masih menetralkan perasaan nya, entah kenapa ia merasa malu saat berpapasan dengan si mbok tadi.
Hana kemudian berjalan kearah meja di depan Roby, ia mulai menaruh semua hidangan dan minuman yang ia bawa. Beruntungnya Hana sudah terlatih membawa nampan besar dengan banyak hidangan di atasnya, hingga ia tidak kesulitan saat membawanya tadi.
" Dapat dari mana makanan ini.? " Tanya Roby menatap setiap hidangan di depannya.
" Itu... Itu dikasih dari teman aku, tadi aku mampir ke rumahnya mbak Mila dan ia memberikan ku sedikit makanan, karena aku menolak untuk makan siang di rumahnya. " Jawab Hana berbohong, ia tidak mau jika Roby mengetahui kalau dirinya bekerja paruh waktu.
" Oh, sepertinya makanannya sangat enak " ucap Roby. Bisakah kau mengambilkan lauk yang itu, yang itu juga boleh. " Kata Roby kembali sambil menunjuk beberapa lauk yang ada dihadapannya.
__ADS_1
" Baiklah.. " Jawab Hana sambil tersenyum.
Hana mulai menaruh lauk yang di inginkan roby di piring nasinya, begitupun Hana yang melakukan hal yang sama untuknya sendiri. Setelah selesai, Hana mulai makan makanan miliknya. Namun belum juga ia memasukan nasinya kedalam mulutnya, ia dihentikan saat Roby berbicara kepadanya.