Another Life : After Meet You

Another Life : After Meet You
Dua enam


__ADS_3

" Assalamu'alaikum... " Ucap seorang wanita dari teras depan rumah.


" Waalaikumsalam.. " Jawab Hana sambil membukakan pintu rumahnya.


" Maaf non, s'mbok telat datang. Harusnya dari subuh s'mbok sudah sampai disini, tapi anak s'mbok lagi demam jadi mbok harus mengurus anak mbok dulu. " Kata wanita parubaya itu sambil menunduk.


" Tak apa bi, lagian kasihan juga kalo anak bibi yang sedang sakit di tinggalkan. Ayok masuk kedalam " Ajak Hana dengan ramah.


Wanita itu nampak terkejut dan sangat senang dengan sikap ramah yang Hana tunjukan kepadanya, ia membenarkan apa yang di katakan oleh majikannya tentang menantu muda keluarga Danuarta itu. Nisa sudah memberitahu mengenai Hana dan juga robi kepada Nani, ia memberitahu semuanya dan ditugaskan untuk menjaga dan mengawasi Hana mulai sekarang. Wanita itu sudah bekerja dari kakak Roby masih kecil, dia adalah pembantu yang sudah di percaya oleh keluarga Danuarta. Apapun yang keluarga Danuarta alami atau apapun itu yang menyangkut keluarga kaya itu, Nina mengetahuinya bahkan kelainan yang di derita oleh Roby.


" Selamat ya non atas pernikahannya, semoga pernikahan non Hana Sakinah, mawaddah, dan warohmah. Amin " Nina memberikan selamat atas pernikahannya, dan dibalas senyuman kecil dari Hana.


" Amin, makasih ya bi atas do'anya. " Kata Hana sambil tersenyum.


" Oh ya, bibi kesini naik apa. Rumah ini sangat sepi dan jauh dari perkampungan, aku sangat takut harus sendiri disini. " Ucap Hana kepada Nina.


" mbok tadi diantar supir, tapi beliau sudah pergi setelah sampai. " Jawab Nina.

__ADS_1


" Astaghfirullah, kenapa aku bisa lupa... " Ucap Hana tiba-tiba.


Ia kemudian berlari untuk menghampiri Roby, niatnya ia ingin meminta pertolongan sama orang yang datang bertamu. Tapi ia malah keasikan ngobrol sama bi Nina hingga lupa sama tujuan utamanya untuk meminta pertolongan.


" Kenapa non, apa terjadi sesuatu?. " Tanya Nina ikut menghampiri Hana.


" Ini bi, Kak Roby pingsan dan aku gak bisa ngangkat dia keatas sofa. Tadi Hana berniat untuk mencari pertolongan, karena dari tadi Hana sudah mencoba menyadarkan kak Roby, tapi dia tak kunjung sadar. " Ungkap Hana dengan raut wajah gelisah.


" Biar mbok bantu, den Roby tidak apa-apa. Dia sudah biasa seperti ini jika sedang ada masalah, nanti setelah pengaruh alkoholnya mulai menghilang. Dia akan siuman dan membaik. " Ujar Nina menjelaskan kepada Hana.


Hana tiba-tiba mengingat perkataan Roby saat tadi ia mengigau, Hana merasa cemas dengan keadaan Roby yang saat ini. Hingga ia tidak menyadari jika dirinya melupakan kesedihan akibat kejadian semalam, dan merubahnya menjadi kekhawatiran terhadap lelaki yang sudah menyandang status suaminya itu.


Hana yang sedang melamun pun terkejut, hingga ia sadar jika dirinya sedang melamun dan membuat Nina khawatir dengan dirinya.


" Maaf bi, aku malah melamun dan menghiraukan ucapan bibi. " Ucap Hana tertunduk malu.


" Tak usah canggung seperti itu, anggap saja mbok seperti keluarga non Hana sendiri. Dan jangan panggil Bibi, mulai sekarang panggil saja si'mbok ya non. " Kata Nina sambil memegang bahu Hana.

__ADS_1


Mereka pun memindahkan tubuh Roby menuju atas sofa dan memberikan bantal di bawah kepalanya. Namun tak lama kemudian, perut Hana tiba-tiba berbunyi dengan sangat nyaring. Nina yang mendengar nya pun tertawa lucu saat melihat ekspresi wajah Hana yang sudah seperti kepiting rebus.


" Biar si mbok masakan makan buat non Hana, sekalian buat minuman herbal buat den Roby kalao udah sadar nanti. Biasanya kalo udah sadar den Roby bakal demam dan selalu sembuh kalo bibi buatin ramuan herbal. " Kata Nina sambil beranjak dari sana menuju dapur.


" Biar Hana bantu ya mbok, Hana juga pengen tau cara membuat ramuan herbal buat berjaga-jaga. " Kata Hana sambil pergi menyusul Nina. Sebenarnya ia ingin pergi dari sana dan bisa menjauhi Roby, tapi sepertinya Nina sudah salah paham dengan maksud perkataan Hana.


" Nah ini baru istri yang baik, disaat suaminya sedang sakit. Sang istri dengan segera membuatkan obatnya walau itu masih tahap belajar, tapi hal itu mencerminkan sosok istri yang penuh perhatian. " puji Nina kepada Hana.


Hana menjadi salah tingkah setelah mendengar perkataan Nina, terlihat dari sikapnya yang berubah kikuk dan terdiam sambil menyembunyikan wajahnya yang sudah memerah karena malu.


Setelah berada di dapur, Nina menyiapkan bahan masakan dan peralatannya. Sedangkan Hana sedang mencuci beras dan juga beberapa sayuran serta ikan untuk lauk makan. Disaat mereka berdua sedang bergelut dengan peralatan masak, tanpa mereka sadari. Roby terbangun kemudian ia bangkit dari sofa dan berjalan menuju kamar. Walau langkah kakinya sedikit oleng, ia tetap sampai ke kamar dan langsung menutupnya setelah berhasil masuk kedalam.


Sementara di dapur, Hana tengah memasak ramuan yang dikatakan oleh si mbok. Ramuan itu terdiri dari lemon dan juga madu yang di campuran dengan air hangat, ramuan itu membantu untuk memulihkan stamina setelah mabuk oleh minuman beralkohol.


Setelah selesai, si mbok menyuruh Hana untuk mengantarkannya langsung kepada Roby. Karena minuman itu harus di minum masih dalam keadaan hangat. Awalnya Hana menolaknya dengan memberikan alasan kepada si mbok, karena ia kembali mengingat kejadian semalam dan betapa mengerikannya Roby ketika ia marah. Namun dengan tenang, si mbok menasehati Hana dan mengatakan tidak akan terjadi apa-apa. Ia juga mengatakan akan memberitahu Hana tentang Roby setelah Hana mengantarkan minuman itu.


Dengan terpaksa, dan rasa penasaran dengan yang dikatakan oleh si mbok. Hana kemudian pergi mengantarkan minuman itu, tapi ia terkejut saat melihat Roby sudah tak ada disofa. Ia kemudian pergi ke kamar untuk mencarinya, lalu ia membuka pintu lalu menutupnya lagi setelah masuk kedalam. Saat ia berbalik, seketika Hana menjerit dan menutup matanya. Gelas yang ia bawa juga sempat bergetar dan hampir membuat gelas yang berisi air herbal buatannya jatuh tumpah. Beruntung Roby yang ada disana langsung membantu memegang tangan Hana agar gelasnya tidak terjatuh tumpah. Tangan mereka bersentuhan dan itu membuat Hana gelisah, sedangkan Roby merasakan sesuatu aneh terjadi lagi kepadanya saat tangannya bersentuhan dengan Hana

__ADS_1


" A.. Apa yang Kak Roby lakukan, kenapa tak memakai pakaian. " Kata Hana dengan gugup. Ia menundukan wajahnya agar Roby tidak melihat wajah nya yang kini sudah memerah. Ia tidak sengaja melihat Roby yang sedang bertelanjang dada dan hanya mengenakan handuk pendek untuk menutupi bagian bawahnya. Rambut yang masih basah, wajah tampan yang masih ada bekas lebam di bagian sudut pelipisnya. Tak lupa otot yang berbentuk dengan sempurna walau pun tubuh nya sedikit krempeng, dan ada beberapa bekas luka yang terdapat di otot lengan dan juga betis nya. Membuat wajah Hana memerah karena baru pertama kalinya ia melihat secara langsung tubuh lelaki tanpa kaos.


__ADS_2