
Sedangkan disebrang telpon, Gilang tengah berusaha menahan tawanya setelah mendengarkan cerita Roby. Dia juga merasa geli saat membayangkan gimana brutalnya Roby saat kejadian dengan wanita di klub dan membandingkannya dengan apa yang di ceritakan oleh Roby barusan. Namun dibalik tawa nya itu, Gilang tersenyum senang karena mendapati fakta bahwa Roby temannya ternyata lelaki normal yang mempunyai nafsu birahi.
Namun ide jahil Gilang muncul seketika dan akan mengorek informasi yang tidak di ketahuinya. Ia merasa kesal karena selama ini dirinya tidak pernah menutupi rahasia apapun bahkan tentang keluarganya, namun setelah mendengarkan kondisi Roby yang sedang tak sadar. Ia ingin balas dendam dan mengorek informasi dari nya saat tak sadarkan diri, lalu saat bertemu nanti ia akan menjadikan itu sebagai senjata untuk menyerang Roby karena ia selalu kalah saat ingin menjahili nya.
" Ya udahlah Bi, entar juga baikan lagi kok. Gue jamin dia gak bakal cerai'in loe, secara loe kan punya rudal kualitas super. Emangnya siapa yang bakal nolak barang terbagus dan segede punya loe " Kata Gilang mencoba menenangkan Roby. Tak lupa ia tertawa ngakak setelah mengatakan hal tersebut, tapi masih dalam volume suara yang kecil, hingga Roby tidak menyadarinya.
" Benarkah, jadi Hana gak bakal cerai'in gue. Apa serius Hana gak bakal nolak kalo gue pengen nyoba lagi sama dia, ya udah makasih ya bro udah ngasih semangat. Kalo gitu gue mau ngajakin dia buat main lagi, kan loe bilang dia gak bakal nolak barang super. " Ucap Roby dengan semangat. Ia juga sudah berhenti menangis setelah mendengarkan perkataan Gilang barusan.
Sementara di rumah Gilang, ia sangat kaget mendengar perkataan Roby yang akan mengajak Hana melakukan hubungan intim. Ia tidak menyangka jika perkataannya akan membuat Roby bersemangat dan berhenti menangis seperti awal tadi.
" Eh tu.. Tunggu dulu Bi, loe gila apa mau langsung ngajak bini loe main kuda pacuan. Bukannya bini loe tadi sedang ketakutan akibat perlakuan loe, dan loe malah mau ngajak dia main. Loe mau dia langsung cerai'in loe malam ini juga hah " Teriak Gilang kesal dan cemas. Ia juga langsung menutup mulut karena sudah berteriak-teriak gak jelas saat tengah malam, ia takut ada orang yang mendengarkan dan salah paham dengan perkataannya.
Roby yang sedang mencoba bangun pun jatuh lemas dan telungkupan lagi di atas latai yang sudah di alasi karpet. Dia kembali menangis histeris dan meminum beer lalu melemparkan botol itu secara sembarangan. Gilang yang mendengarkan keributan yang dibuat Roby menjadi pusing sendiri, ia tidak habis pikir dengan tingkah Roby yang berbanding terbalik dengan dirinya yang asli ketika mabuk.
" Terus aku harus gimana, " tanya Roby dengan suara yang di buat lembut.
" Anjir, kok gue jijik nya denger loe ngomong lembut kayak gini. Apa karena telinga gue udah biasa denger makian lo Bi, makanya pas loe ngomong lembut kaya barusan otak gue langsung menolak nya mentah-mentah. " Kata Gilang sambil tertawa.
" Btw, gue boleh tau gak siapa nama bini loe. " Tanya Gilang dengan hati-hati.
" Dia Hana, nama lengkapnya Hanadia Marisa. Dia satu sekolah sama gue, tapi dia masih kelas sebelas. " Jawab Roby polos.
Gilang kaget mendengar perkataan Roby, ia fikir istri temannya itu sudah keluar sekolah. Ia tidak percaya bahwa Roby menikah dengan gadis yang masih sekolah dan itu pun satu sekolahan dengannya.
__ADS_1
" Oh, enak dong loe bisa sering ketemu sama bini loe. " Kata Gilang kepada Roby.
" Enak dari mana, dia itu musuh gue Lang, gue sangat membencinya karena udah berani deketin papa gue. Dan dia selalu membuat gue sial pas kita ketemu saat berpapasan di jalan. " Cerita Roby.
" Apa.. Jadi gadis itu berani mendekati papa loe, apa loe punya bukti kalo dia lagi menggoda papa loe. Sebaiknya loe cari informasi dulu sebelum loe bertindak dan menyesal di kemudian hari " Nasehat Gilang.
" Lang, gue mau jujur sama loe. Tapi loe harus janji buat rahasia'in ini dari siapapun termasuk nyokap sama bokap loe, loe janjikan mau jaga rahasia ini hanya untuk kita berdua. " Ucap Roby yang tiba-tiba serius.
" Emang loe mau ngomong apa Bi, biasanya kita selalu jaga rahasia dan selalu terbuka satu sama lain. Memangnya gue pernah bocorin rahasia loe ke orang lain, gak pernah kan. " Jawab Gilang dengan santai, ia sangat penasaran dengan apa yang akan dikatakan oleh Roby.
" Gue merasa ada yang aneh sama gue Lang, gue merasa ada sesuatu yang tidak biasa pada raga gue sekarang. " Kata Roby dengan lemah.
Gilang tiba-tiba merasa khawatir dengan Roby, ia merasa cemas setelah mendengarkan perkataan nya itu. Terakhir kali saat Roby mabuk dan bertingkah konyol, ia dibuat kalang kabut karena sama seperti sekarang. Roby berbicara seperti seseorang yang meninggalkan wasiat sebelum kematian menjemputnya, dan saat terakhir kali Roby mabuk dan tak sadarkan diri. Ia di temukan dalam keadaan yang mengkhawatirkan, ia di temukan di gudang rumahnya setelah menghilang selama seharian. Setelah dibawa kerumah sakit, Roby ternyata over dosis karena mengkonsumsi obat penenang melebihi resep anjuran dokter.
" Gue... Gue merasa ada yang aneh dengan jantung gue Lang, entah kenapa saat gue deket sama Hana jantung gue terasa berdenyut lebih cepat dan itu membuat gue kesakitan sekaligus takut. Gue juga merasa sesak dan gue selalu mencium bau yang sangat aneh saat berada di dekatnya, dia seperti memakai parfum khusus dan membuatku selalu hilang akal dan ingin berdekatan dengannya bahkan ingin bersentuhan langsung agar aku bisa menghirup aroma khas nya itu. Apa gue sudah hilang akal saat ini? " Tanya Roby dengan suara yang sangat lemah.
Sementara Gilang sedikit lega mendengar ucapan Roby barusan, ia fikir Roby akan mengalami hal yang sama seperti yang terjadi terakhir kali kepadanya.
Saat Gilang akan memberi tahu kan apa penyebab dari yang dialami dan dirasakan oleh Roby, tiba-tiba saja panggilan terputus dan hal itu membuat Gilang merasa kesal dengan Roby yang mematikan telpon nya secara sepihak. Padahal dirinya belum memberikan jawaban dari yang di tanyakan oleh Roby kepadanya.
Akhirnya Gilang mencoba memanggil balik no ponsel Roby, tapi sayang nya ponsel Roby tidak di angkat dan Gilang merasa tenang karenanya. karena Gilang tau Roby pasti sudah pingsan karena terlalu banyak minum minuman beralkohol.
Sementara di rumah Gilang, ia sedang bersender di ranjangnya sebelum akhirnya kembali berbaring untuk melanjutkan mimpinya yang tertunda. Namun sebelum tidur ia tersenyum bahagia setelah mendengarkan perkataan Roby saat menelpon tadi.
__ADS_1
" Selamat ya Bi, sorry gue gak dateng ke acara pernikahan loe. Gue seneng sekarang loe bisa bahagia dan gue doakan loe dan gadis itu bisa bersama selamanya. Gue tau kalo loe selama ini gak sakit, tapi jiwa loe berusaha menjaga raga loe hanya untuk wanita yang sudah di takdirkan tuhan untuk loe. Gue tidak kesal untuk kejadian sekarang saat loe merahasiakan hal ini dario gue, tapi, karena loe udah membawa berita yang sangat besar dan gue sangat bangga sama loe. " Gumam Gilang sambil tersenyum dan membayangkan saat bersama Roby.
" Hah.. Kapan gue nyusul loe buat nikah Bi, Tuhan berikan aku calon istri yang baik dan sexy. Agar aku bisa bertanding main kuda pacuan sama Roby temanku, aku ingin taruhan sama dia dan siapa yang sudah berhasil mencetak anak duluan. Maka aku dan Roby akan mengakui kehebatan sang pemenang diantara kami " Doa Gilang sebelum akhirnya ia kembali ke alam mimpi yang sempat terputus akibat ulah Roby.
Come back lagi....
Roby sangat lemas dan semakin pusing memikirkan apa yang sudah terjadi semalam, ia kebingungan karena tidak tahu harus melakukan apa. Roby sangat mengenal Gilang, selama ini dirinya sengaja terus menerus menjahilinya dan membuat dia selalu kalah telak. Dan sekarang, rahasia dirinya terbongkar dengan sangat mudah akibat kecerobohan yang sudah ia lakukan.
Tak lama kemudian, ponsel Roby berdering menandakan ada pesan masuk. Dengan kesal ia mengambil ponselnya lalu membuka pesan tersebut, namun ekspresi wajahnya berubah menjadi datar setelah membaca isi pesan tersebut. Karena kesal, Roby kembali melempar ponselnya kearah tempat tidur dan berhasil mendarat dengan selamat.
" Sialan Loe Lang, kita lihat aja besok " Ucap Roby dengan kesal. Dia kemudian menyenderkan tubuhnya di sofa. Dia tidak menyadari jika dirinya masih belum mengenakan pakaiannya selain handuk kecil yang melilit di bawah pinggangnya.
π¨
To : pengantin baru
Gue hampir lupa, gue tarik balik kata-kata gue yang semalam tentang junior loe yang di samain sama Rudal. Gue mau ganti sama roket aja, soalnya junior loe gak sesuai sama Rudal yang kecil dan pendekπ. Sebaliknya dengan roket lebih cocok yang sama panjang dan besar kaya kepunyaan loe.π
By the way, selamat atas pernikahan loe dan gue seneng bisa denger curahan hati loe semalamπ€. Gue saranin kalo mau main kuda pacuan loe pakai pengaman, biar kuda loe bisa aman.π
Sampai jumpa dihari pembalasan esok pagi πβπ
From : Gilang
__ADS_1