
Hingga suara pintu terbuka kemudian menyadarkan mereka, terlihat seorang pemuda yang masih memakai seragam sekolah dan terlihat sangat berantakan berjalan dengan santai. Bahkan ia tidak menyapa ataupun melihat sekitarnya. Sementara di ruang keluarga, Malik dan sang ayah hanya menatap sedih kearah pemuda itu.
" Pah, apa Bian masih belum bisa di sembuhkan? " Tanya Malik kepada ayahnya.
" Aku sudah berusaha, tapi dokter masih belum bisa melakukan apapun. Aku juga semakin khawatir dengan kondisi nya sekarang, dia sudah banyak sekali berubah semenjak kejadian itu " Jawab sang ayah.
" Apa perlu aku kasih tahu tentang Ana sama Bian, siapa tahu jika Bian sudah mengetahui tentang kabar Ana, dia akan berubah dan menjadi lebih baik " Ucap Malik memberi saran.
" Sebaiknya kita rahasiankan dulu, belum tentu kecurigaan mu itu benar, biar aku yang akan menyelidikinya terlebih dahulu dan memastikan jika itu benar-benar Ana " Ucap sang Ayah.
" Baiklah, kalo gitu aku dan istri ku akan beristirahat dulu. Papa sama Mama juga jangan terlalu banyak pikiran, kalian harus banyak beristirahat dan menjaga kondisi tubuh kalian " Kata Malik sambil bangkit dari duduknya.
" Kalian pergilah dulu, papa tau kalian pasti sangat kelelahan " Ucap sang ayah.
π.. π.. π.. π.. π..
Sementara di tempat lain, kini Hana sudah sadarkan diri. Namun ada hal yang tak di duga, Hana sama sekali tidak mengingat kejadian yang terjadi sebelum ia jatuh pingsan tadi sore. Dia hanya mengingat saat bertemu dengan Cilan saja, namun selebihnya ia tidak mengingat apapun. Bahkan Hana bertanya tentang keberadaan Cilan, karena ia sangat khawatir dengannya yang terpisah dari orang tuanya. Beruntung Adi memberi kode kepada Mila untuk berbohong kepada Hana, dan menyuruh Mila mengakui jika dirinya lah yang sudah mengantarkan nya kepada kedua orang tua anak itu. Adi dan Mila pun merasa bingung dengan sikap aneh Hana, hingga akhirnya Adi menyuruh Hana untuk pulang saja dan tidak melanjutkan pekerjaan nya.
Hana dengan pasrah mengikuti perintah dari Adi, ia juga merasa masih kurang sehat ditambah lengannya seperti berdenyut ngilu akibat luka saat jatuh di jalan tadi. Ana kemudian lekas pergi ke ruang ganti untuk mengganti pakaian dan juga mengambil tas nya. Setelah itu Hana berpamitan kepada semua temannya dan meminta maaf karena sudah merepotkan mereka semua.
__ADS_1
Tibalah saat Hana di depan halte bus, Hana masih menunggu kendaraan umum untuk pulang menuju kost'an nya. Namun tiba-tiba mobil sedan berwarna hitam berhenti tepat di depan Hana diam, kemudian kaca mobil terlihat terbuka dan memperlihatkan Adi yang sudah memberi kode untuk ikut bersamanya. Hana lantas menolak ajakan dari Adi, karena ia tidak ingin merepotkan nya dan juga ada alasan lain yang membuatnya enggan untuk menaiki mobil pribadi atau pun kendaraan bermotor.
" Maaf Pak, tapi saya sedang nunggu angkot untuk pulang. Lagian pak Adi juga pasti sedang sibuk dan aku tak ingin merepotkan pak Adi. " Ucap Hana menolak ajakan Adi.
" Aku tidak sedang sibuk Hana, lagian aku juga sekalian jalan pulang. Kamu disini sendirian, bagaimana jika ada tindak kriminalitas. Angkutan umum sangat jarang di jam segini " kata Adi sambil membujuk Hana.
Hana seperti berpikir dan ia juga merasa cemas, karena malam itu tumben halte tersebut sangat sepi. Padahal jam masih sore dan belum terlalu malam, dengan berat hati Hana kemudian ikut menumpang mobil Adi untuk pulang.
" Maaf Pak saya selalu merepotkan bapak " Kata Hana dengan sopan.
" Aku tidak merasa di repotkan sama kamu Hana, sebaliknya aku sangat senang kalo kamu seperti ini. Lagian aku juga tidak masalah dimintai bantuan sama gadis baik seperti mu " Ucap Adi sambil tersenyum kearah Hana.
Tak terasa, kini mobil Adi sudah memasuki jalan kecil. Lalu Hana menyuruh Adi untuk menghentikan mobilnya, karena mereka sudah sampai tepat di depan rumah kontrakan Hana. Hana kemudian langsung bergegas keluar dari mobil, lalu ia mengucapkan terimakasih kepada Adi dan langsung masuk kedalam rumahnya. Adi merasa heran dengan sikap Hana yang sangat aneh, karena selama ia bekerja dengannya Hana tidak pernah menunjukan gelagat seperti itu di hadapannya. Lalu Adi pun memutuskan untuk pergi meninggalkan tempat itu. Tanpa disadari, ada tetangga Hana yang melihat Hana pulang dengan mobil mewah, ia terlihat sangat kepo hingga mengintip kejendela rumah Hana.
Sedangkan Hana ia langsung membersihkan badannya, setelah itu hana lekas mengeringkan badannya dan memakai pakaian santai. Saat dirumah, Hana sama seperti gadis modern kebayakan. Ia hanya memakai celana hot pants tipis dan juga kaos tipis juga. Setelah itu, Hana lekas menunaikan solat wajib, dan melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran.
Setelah selesai dengan semua rutinitas nya, Hana lekas beristirahat karena ia terlihat begitu sangat kelelahan. Sebelum Hana tidur, ia meminum sebuah pil dari toples kecil di samping tempat tidurnya. Selama ini Hana sering mengonsumsi obat penenang yang ia dapat dari dokter saat ia melakukan cek kesehatan nya. Setiap malam Hana selalu terbangun karena bermimpi buruk, bahkan saat tinggal bersama sang kakek di pesantren. Hana sering tak tidur malam karena ia selalu bermimpi buruk dan mengigau tentang kedua orang tuanya. Beruntung saat pindah ke kota, Hana memeriksakan keadaan nya itu kedokter. Dan pada akhirnya Hana di beri obat penenang dengan dosis yang wajar.
π.. π.. π.. π.. π..
__ADS_1
Keesokan paginya, Hana terlihat sudah memakai seragam sekolahnya, ia sudah rapih dengan peralatan sekolah yang sudah ia siapkan. Hana kemudian keluar rumah dan menguncinya rapat-rapat. Hingga beberapa tetangga menghampiri Hana, mereka terlihat sangat serius dan menatap heran kearah Hana.
" Eh neng Hana udah mau berangkat sekolah ya? " tanya salah satu ibu-ibu yang memakai daster motip bunga-bunga.
" Iya bu, aku mau berangkat sekolah. Kalo gitu Hana pamit ya bu. " Ucap Hana dengan ramah.
Hana kemudian segera pergi menuju ke arah jalan raya untuk menaiki angkot, namun seketika langkahnya terhenti saat ia mendengar ibu-ibu tadi menggosipkan dirinya.
" Eh bu, aku semalam lihat gadis itu naik mobil mewah loh. Apa ibu-ibu gak curiga sama neng Hana " ucap ibu-ibu yang memakai leging bercorak harimau.
" Hus... Jangan suudzon dulu bu, siapa tau itu teman nya neng Hana. Lagian dia itu anak baik-baik, selama ini dia tidak pernah berbuat hal-hal aneh. " Jawab ibu yang berbaju bunga-bunga.
" Bener itu bu, jangan asal tuduh dulu. Lagian neng Hana itu gadis baik-baik, lihat aja penampilan dan sikapnya. Mana ada anak gadis yang sama seperti neng Hana " timpal ibu-ibu berdaster motip batik.
" Eh bu, jaman sekarang itu jilbab cuman kedok buat nutupin kebusukan seseorang. Siapa yang tahu jika wanita yang terlihat solehah dan santun ternyata bekerja sebagai *******. " Kata ibu berbaju bunga-bunga dengan begitu yakin.
__________________________________________
Maaf ya kakak readers, aku baru update hari ini. Aku sangat sibuk kemarin dan gak bisa update setiap hari. πππ
__ADS_1
Semoga kalian semakin suka dan penasaran dengan cerita karangan aku, Terimakasih buat kalian semua yang sudah mendukung karya aku ππ