Another Life : After Meet You

Another Life : After Meet You
bahagian 46


__ADS_3

Seketika pak Hans tersedak setelah mendengar perkataan Hana, ia tidak menyangka jika dirinya menjadi korban dari pertengkaran pasangan pasutri muda itu. Ia melihat Hana memberikan kode kepadanya, ia tidak menyangka jika seorang Hana mengkambing hitamkan dirinya.


Roby yang mendengar perkataan Hana, ia merasa sangat kesal saat ini. Ditambah perkataan Hana yang terlihat menyudutkan dirinya dan ia merasa kalau saat ini Hana malah balik menyalahkan dirinya. Begitulah pikiran Roby saat ini.


" Sebaiknya saya melanjutkan makan di luar saja, Nona sama dengan Roby bisa melanjutkan makan kalian. " Ucap pak Hans sambil berdiri dan pergi dari ruangan itu.


Hana merasa bersalah kepada pak Hans, karena dirinya yang sudah membuat pak Hans merasa tidak nyaman berada disana. Tapi saat ini ia dilanda gelisah, karena harus mencari alasan lain agar Roby tidak marah kepadanya.


Roby kembali menghela napasnya dengan kasar, ucapan sang ibu yang beberapa waktu lalu di layangkan kepadanya kembali terngiang di kepalanya. Ia juga sedang kesal karena semalam Gilang teman nya tiba-tiba menghilang tanpa kabar dan meninggalkan dirinya disana. Sampai saat ini masih belum ada kabar mengenainya, dan ponselnya juga tidak aktif sejak kepergiannya.


" Kak, apa kak Roby baik-baik saja. Apa sudah terjadi sesuatu, maaf atas perkataan ku tadi. Aku tak bermaksud seperti itu " Ucap Hana sambil menatap Roby yang sedang bersender di sofa.


" Berikan aku makanan nya sekarang " kata Roby tiba-tiba.


Hana sedikit kaget dengan perkataan Roby yang tiba-tiba, namun dengan cepat ia kembali sadar dan segera mengambilkan makanan untuk suaminya itu.


" Terimakasih " Ucap nya dengan wajah yang kembali datar.


" Hemm" Jawab hana dengan angukan.


" Kak Roby sebenarnya sangat tampan, tapi sayang sekali sikap nya yang kasar dan juga dingin ditambah lagi ekspresi anehnya itu. Sangat disayangkan sekali " Gumam hana dalam hatinya.


Tanpa Hana sadari, Roby melihatnya saat dirinya sedari tadi menatap kearahnya. Roby juga melihat jika Hana tersenyum disaat menatap kearahnya.


" Aku tahu wajah ku memang mempesona, sebaiknya kau menutup mulutmu sebelum air liur mu terjun bebas dari mulut mu yang terbuka. " Kata Roby dengan sinis.


Seketika Hana terperanjat dan langsung menyeka air liur yang dikatakan oleh Roby, namun bukannya ia merasa malu. Tapi Hana sangat kesal karena Roby ternyata sudah mengerjainya, ia bahkan tak melihat air liurnya yang menempel di kain yang ia gunakan untuk menyeka nya.


" Selain lemah, kau ternyata sangat bodoh. Dengan mudah kau mengikuti perkataan ku, dasar tak berguna. " Ucap Roby sambil tersenyum kecil.


" Apa-apa an ini, dia bahkan sengaja kengerjai ku. Ya Tuhan aku sangat malu sekali, dia benar-benar manusia yang sangat kejam. " Gerutu Hana dalam hati.

__ADS_1


" Apa kau sudah makan? " tanya Roby pelan.


Ia senang melihat ekspresi kesal diwajah Hana, menurutnya itu sangat lucu. Apalagi saat Hana menggembungkan kedua pipi dan bibirnya berkomat-kamit enggak jelas. Ia pikir jika saat ini Hana sedang mengumpati dirinya, atau bahkan menyumpahi dirinya.


" Emmm__aku Sudah sarapan di ru.... " Ucap Hana.


Seketika wajah Hana menegang dan tak lupa kedua pipinya yang sudah memerah, ia juga secara otomatis berhenti berbicara saat mendengar tanda peringatan yang muncul disaat yang tidak tepat.


Roby menghentikan kegiatan makan nya dan menatap aneh kearah Hana, ia merasa ingin tertawa dengan keras saat melihat ekspresi Hana saat ini. Namun dengan sekuat tenaga ia menahan apa yang ia rasakan saat ini.


" Sepertinya perutmu sangat jujur, ia bahkan tidak membiarkan mulut mu itu untuk meneruskan kebohongan yang di keluarkan oleh nya. " Ucap Roby sambil menyunggingkan senyuman liciknya.


" A.. Anu, aku lupa kalau tadi aku terlalu terburu-buru jadi aku enggak sempat makan. " Ucap Hana berbohong. Ia juga menghindari tatapan Roby yang terlihat sedang mengintimidasi dirinya.


Roby tersenyum menatap Hana, sebelah tangannya mengelus pelan kepala yang di tutupi kerudung. Ia juga bergeser semakin mendekat kearahnya.


Hana juga sedikit terkejut dengan perlakuan yang tiba-tiba berubah, ia tidak menyangka jika Roby akan melakukan hal seperti itu kepadanya.


Blussh...


Seketika wajah Hana bertambah merah karena perlakuan Roby yang tiba-tiba, ia tidak menyangka jika dirinya akan mendapatkan perhatian lebih dari pemuda yang menyandang status sebagai suaminya itu.


" Kenapa malah melamun, apa kau jijik dengan makanan yang sedang aku makan ini. Atau kau tidak ingin aku menyuapi mu dengan cara seperti ini? " ucap Roby sambil tersenyum nakal.


" Aku___tidak, maksudku aku nanti akan makan di.... " Ucap Hana dengan terbata-bata.


Seketika dirinya mematung sempurna saat Roby dengan cepat menarik pinggang Hana sampai wajah mereka hampir bertemu dan saling bersentuhan.


" Ya tuhan....ada apa dengannya saat ini, tinggal 5 cm lagi hidungku akan bersentuhan dengan punyanya. Apa terjadi sesuatu dengan kepala kak Roby, hingga dia memperlakukan ku seperti ini. " Jerit Hana dalam hatinya.


Ia merasakan jantungnya berdegup sangat kencang, ia juga tidak bisa bernafas dengan normal dan sesekali ia menahan nafasnya.

__ADS_1


" Mata yang sangat indah, aku bahkan bisa melihat diriku di balik matamu. Kau sangat cantik dan manis sekali Hana, entah kenapa kau selalu membuatku terpikat oleh mu." Ucap Roby yang sedang menatap dalam mata Hana, sesekali ia juga melihat bibir yang berwarna pink agak pucat.


" Kak Roby.... " Ucap Hana pelan.


" Ya Tuhan, mata hitam yang selalu menatap tajam semua orang termasuk aku salah satunya. Apakah mata ini yang selama ini selalu aku hindari, kenapa tatapan nya saat ini sangat berbeda. Mata yang berwarna hitam dan terlihat begitu meneduhkan saat aku menatapnya semakin dalam, apakah aku sudah jatuh cinta kepada kak Roby. " Gumam nya dalam hati.


" Ya, mulai saat ini kau harus terus menyebutkan namaku. Ingatlah hanya aku yang ada dalam hatimu dan tidak boleh ada orang lain yang mengisi hatimu, apa kau paham apa yang aku katakan. " Ucap Roby dengan suara yang parau.


" I.. Iya kak Roby " jawab Hana sambil mengangguk pelan.


" Bagus, kau adalah istri ku dan hanya milik ku, selamanya kau akan tetap menjadi milik ku. "


" Kak Roby "


Hana merasakan ada sesuatu yang aneh saat tangan Roby menyentuh bagian leher nya, padahal kulit mereka tidak bersentuhab secara langsung katena terhalang hijab. Jantungnya bahkan berdetak semakin tak karuan, seakan organ dalam lainnya juga ikut melarasakan nya.


" Oh Tuhan, apa yang sedang aku rasakan saat ini, kenapa aku tidak menghindar. Perasaan apa ini hingga aku terlena dibuatnya. "


Hana merasakan aliran darahnya melesat dengan cepat menuju ubun-ubun, ia juga merasakan sensasi geli dan sesuatu yang membuat tubuhnya meremang seakan ia melayang-layang. Perbuatan Roby kali ini sukses membuat dirinya merasakan sensasi yang belum pernah ia alami seumur hidupnya.


Sedikit lagi sebelum kedua bibir itu bertemu, Hana juga langsung menutup matanya seakan menikmati setiap sentuhan dan sesuatu yang akan terjadi tak lama lagi.


Begitu pun dengan Roby yang sedang dilanda perasaan tidak karuannya, entah kenapa saat memandang istrinya itu. Dirinya merasakan gelenyer aneh yang tiba-tiba saja muncul, jantungnya terasa berdegup sangat kencang seakan-akan jantung itu akan meledak saat itu juga. Pikirannya saat ini sudah di penuhi oleh kabut yang dengan mudah mengendalikan birahinya.


" Aku suka aroma manis ini.. "


" Kak Roby... " Ucapnya dengan suara berat dan lemah.


note :


Jangan terlalu di hayati di bagian akhirnya, entar kalian juga pada baper. πŸ˜˜πŸ‘‹

__ADS_1


__ADS_2