
...Note :...
...[ Buat kalian yang masih di bawah umur 18 th, bisa di skip aja ya. Sikap bijak memilih bacaan, karena ada adegan dewasanya.]...
...Happy Reading......
Hana menepuk lantai di depannya, memberikan sebuah kode agar Roby duduk di hadapannya. Ia mulai memberanikan diri untuk lebih dekat lagi berinteraksi dengan sang suami, walau dada nya sedang bergemuruh tak karuan, ia tetap tenang dengan senyuman yang tidak lepas di bibir ranumnya.
Sedangkan Roby semakin senang dengan perhatian Hana setiap harinya, terlebih lagi malam ini, senyuman manis, segala bentuk perhatiannya, dan juga tutur lembut dari istri nya itu cukup membuat jiwa dan pikirannya tenang. Ia mendudukan tubuhnya dengan membelakangi Hana, karena ia tahu jika istri nya itu ingin membantu dirinya mengeringkan rambut yang masih basah. Terlebih handuk kecil yang ada di samping Hana membuat ia merasa yakin dengan pikirannya itu, dan sedetik kemudian usapan yang lembut dari handuk dan juga tangan Hana membenarkan apa yang ia tebak. Dengan telaten Hana mengusap rambut basah Roby yang terlihat agak panjang, bahkan separuh telinganya hampir tertutupi dan bagian depannya terurai sampai pangkal hidung. Sudah berapa lama suami nya ini tak memotong rambutnya, karena sejak awal pertemuannya kala itu. Rambut nya selalu tertata dengan potongan rapih, berbeda dengan sekarang yang terlihat agar sedikit kusut dan panjang.
" Kak " Panggil Hana di sela mengeringkan rambutnya.
" Hmmm.. " Roby menjawabnya dengan bergumam.
" Apa kakak sudah lama tidak memotong rambut? " Tanya Hana sembari kembali berpikir. Ia bingung harus bertanya seperti apa kepada suaminya itu, hingga ucapan ambigu yang secara otomatis keluar begitu saja dari dalam mulutnya.
Roby mengerutkan keningnya saat mendengarkan pertanyaan Hana, ia heran dengan pertanyaan yang sedikit 'membingungkannya' itu.
" Kenapa Hana menanyakan hal seperti itu, apa aku benar-benar terlihat aneh dengan rambut yang di biarkan agak panjang. " Tanya Roby dalam hatinya.
Hana merasa bersalah karena menanyakan pertanyaan aneh itu, ia seakan mempertanyakan kesenangan dari suaminya. Ia tidak kepikiran kalau saja Roby sengaja memanjangkan rambutnya dengan alasan sebuah kesenangan semata.
Hingga keheningan terjadi antara mereka, Hana yang merasa bersalah dengan pertanyaan nya dan Roby yang merasa jika dirinya aneh pun ikut tenggelam dalam pikirannya. Tak lama kemudian, Hana kembali tersadar saat merasakan tangannya di pegang oleh Roby.
' Tunggu dulu, kenapa tangan kak Roby berubah menjadi kasar. Bukannya tangan suaminya itu selalu halus dan lembut, kenapa ia baru menyadari. Bahkan saat bersalaman pun ia tak sadar sama sekali. ' pikiran Hana semakin berkecamuk memikirkan apa yang sudah di lakukan suaminya itu.
" Apa penampilan ku aneh dengan gaya rambut panjang ini? " Tanya Roby pelan.
__ADS_1
Hana cukup terkejut dengan perkataan dari suaminya itu, ia tidak bermaksud untuk menjelekan penampilan dari nya. Hanya saja ia merasa heran dengan penampilan barunya itu. Tentu saja Hana langsung menggelengkan kepala nya dengan cepat, ia merasa bersalah karena sudah mengomentari gaya berpenampilan yang di sukai suaminya.
" Aahh.. Sejelek itukah diriku, kau bahkan tidak memberikan jawaban atas pertanyaan ku barusan. Baiklah besok aku akan merapikan rambutku, menurut mu potongan rambut apa yang cocok untuk wajah jelek ku ini. " Ucap Roby sambil mendesah pelan, kecewa karena Hana tidak merespon perkataannya.
Padahal ia sangat berharap banyak jika Hana memberi nya saran terhadap gaya rambut nya, dan ia akan senang hati melakukan saran dari istrinya itu. Akhir-akhir ini juga dirinya terlalu malas untuk mengurusi penampilannya, bahkan Gilang sahabatnya sendiri sudah menegornya dengan menyebut penampilannya seperti gembel. Baju lusuh dengan noda Oli bekas, wajah yang terlihat kumel juga kusut menambah betapa turunnya pamor seorang Roby dalam hal kegantengan. Walau pun begitu, Ia sebagai sahabatnya tetap ada dan selalu berjalan bersama.
' Kenapa sekarang dirinya malah meminta saran dari istrinya itu, bahkan dengan senang hati ia menunggu apa yang akan di katakan oleh istri kecilnya. Ia tertawa dalam hati, karena sadar jika dirinya sudah berubah banyak. Terlebih sikap manja dan juga ingin selalu di perhatikan, ia sadar ia selalu melakukan itu semua saat bersama istrinya. ' Roby menertawakan dirinya sendiri.
Sementara Hana saat ini semakin merasa bersalah, apalagi saat Roby menyebutkan jika penampilannya terlihat jelek. Walau bukan dirinya yang menyebutkan hal itu, tapi ia merasa kalau perkataan itu terkesan menyinggungnya.
" Maaf " Satu kata lolos dari mulut Hana.
Kedua matanya memerah hingga cairan bening jatuh di kedua pipi yang ikut memerah, hatinya semakin teriris ketika sadar jika dirinya sudah berkata salah kepada Roby. Ia menarik tangannya dari atas kepala sang suami, bahkan genggaman Roby terlepas begitu saja. Hingga satu isakan lolos dari mulut Hana, tubuhnya juga sedikit bergetar kalau ia semakin larut dalam tangisannya. Tak apa jika dirinya di bilang gadis cengeng, karena dengan seperti itu pula dirinya sadar akan kesalahan yang sudah di perbuat.
Roby terkejut saat mendengar suara isakan tangis yang berasal dari belakang tubuhnya, ia dengan cepat membalikan tubuhnya dan memastikan apa yang dia dengar barusan. Ia merasa dada nya sesak, saat menatap Hana yang tertunduk. Namun ia sadar kalau istrinya itu sedang menangis, terlihat dari bahu nya yang bergetar walau pun suara isakan itu tak terdengar lagi.
Tangan Hana meremas handuk yang ia pegang, hingga uluran tangan membuat ia melonggarkan cengkraman pada handuk nya.
Ini kedua kalinya Hana menangis di hadapannya saat berada di rumah ini, namun ia tetap merasakan perasaan yang sama saat melihat nya seperti ini. Ia merasakan geleyar aneh yang datang dalam hatinya, bahkan jantung nya seakan berdenyut memberikan rasa ngilu yang entah di sebabkan karena apa.
Hana menggelengkan kepalanya, menandakan kalau bukan itu yang ia maksud. " Maafin Hana " Suara parau terdengar cukup lemah, namun bagi Roby itu suara yang sangat jelas hingga menerobos ke relung hatinya.
' maaf untuk apa, dirinya bahkan tidak tahu akan salah yang di perbuat dia. Bagaimana aku memaafkan kesalahan, yang aku sendiri tidak tahu masalahnya apa ' pikir Roby heran.
Tangannya terangkat lalu berhenti di bawah dagu gadis yang ada di hadapannya itu, hingga tangannya bergerak menuju atas memaksa untuk men-sejajarkan wajah mereka berdua. Kembali geleyar sakit mengisi hatinya saat kedua matanya melihat dengan jelas air mata yang jatuh di pipi gadisnya, hidungnya yang memerah sampai kedua sisi pipinya juga ikut memerah. Kenapa perasaan seperti ini hadir dalam hidupnya, untuk kali keduanya ia merasakan perasaan asing yang mampu memporak-porandakan hati dan juga pikirannya.
" Jangan menangis lagi seperti ini, aku gak suka liat kamu seperti ini An. " Ucap Roby sambil menyeka air mata Hana.
__ADS_1
Tatapan mereka bertemu, pandangan sayu keduanya menghayutkan mereka ke relung terdalam khayalan. Tatapan yang menyiratkan banyak arti yang tak dapat di ungkapkan melalui rangkaian kata-kata, dan hanya batin lah yang mampu untuk menafsirkan arti nya.
" Apa aku sangat aneh sampai kamu melihatku seperti itu. " Canda Roby.
Hana kembali sadar, ia dengan cepat menggeleng tak setuju.
" Kata siapa kakak aneh? " Tanya Hana tak suka. " Aku minta maaf untuk pertanyaan ku mengenai rambut kakak, aku tidak bermaksud untuk mengomentari style kakak. " Jujur Hana.
Roby langsung paham, kenapa gadis nya itu menangis dan meminta maaf kepadanya. Dia tersenyum, karena ternyata mereka salah paham dengan perkataan mereka sendiri.
" Aku kira penampilan ku saat ini terlihat aneh, apa rambut agak panjang ini cocok dengan ku? " Tanya Roby sambil menyisir rambut yang masih basah ke belakang.
Hana terlihat memperhatikan wajah Roby yang cukup dekat dengan wajahnya, ia melihat dengan teliti setiap bagian wajah suami tampan nya itu. Matanya tertuju pada kumis tipis yang terlihat agak lebat di bagian ujung bibirnya dan juga ada beberapa helai janggut yang tumbuh di dagu nya.
Tangannya terulur menyentuh pipi Roby, merasakan sentuhan antara kulit tangannya dengan kulit wajah pemuda di hadapannya itu. Saat itu juga, ia menyatakan kalau dirinya sangat suka dengan menyentuh tulang rahang suaminya itu.
Sedangkan Roby tengah menikmati sentuhan tiba-tiba itu, akh__dirinya sedang berusaha menahan sesuatu yang membuat nya sesak dan terus saja mendesak di bawah sana. Matanya terpejam sejak Hana mulai menyentuh kulit wajahnya, ia dapat merasakan aliran darah nya menjadi abnormal. Gila, jika ini terus di biarkan. Ini jelas akan menyiksa juniornya dan ia kebingungan untuk melampiaskan semua nya itu. Ia masih belum berani menyentuh Hana, ia masih ingin menunggu persetujuan dan keinginan dari istrinya sendiri.
Namun sentuhan kulit halus Hana sudah cukup membuat nya jatuh kedalam jurang kenikmatan, hingga kesadarannya semakin menipis karena nya. Roby sangat menyukai kulit tangan istrinya yang lembut, seakan ia merasakan usapan lembut kapas yang tengah menerpa kulit wajahnya kini.
" Ann...." Roby menggeram pelan, ia berusaha menahan hasrat yang tengah menjalar di setiap inci tubuhnya.
Hana jelas tak menghiraukan apa yang diucapkan Roby, ia sangat menikmati pemandangan indah dari salah satu bagian karya cipta Tuhan di hadapannya. Sexy, satu kata yang mampu menggambarkan apa yang ia pandang. Jakun yang menonjol bergerak naik turun, ia merasa heran apa pungsi benda yang ada di bagian tengah leher suaminya itu. Tangannya bergerak turun, berusaha menyentuh bagian keras yang sedari tadi menarik perhatiannya.
' Sial, godaan macam apa ini sampai dirinya tidak kuat lagi untuk menahan desakan yang semakin membuat nya sesak. Kenapa gadisnya itu sangat berani sekali, dia bahkan tanpa rasa bersalah malah semakin gencar menggoda nya dengan bergerak di area lehernya. Apa yang sedang dilakukan gadis itu, kenapa dia senang sekali membuat ku tersiksa seperti ini.' Pikiran Roby kini sudah berkabut, gairahnya semakin memuncak tak kala jari jemari Hana seakan ingin menangkap jakun yang bergerak turun naik itu.
__ADS_1
......**Gambar hanya sebuah ilustrasi semata, untuk menambah kesan manis pada cerita. ......
...Gambar ini juga di ambil lewat situs google : https://i.pinimg.com/originals/63/9b/f3/639bf314765544495f218cec7d2a06f7.jpg**...