Another Life : After Meet You

Another Life : After Meet You
Duda muda


__ADS_3

" Apa yang sedang kau lakukan disini hah, tidak bisakah kau membuatku tenang. Tidak bisakah kau mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk, dan lagi kau selalu saja mengacaukan ketenangan ku, apa kau tidak bisa melakukan sesuatu dengan baik kecuali menggoda papa, Hah. " Bentak Roby kepada Hana.


Hana merasa kecewa dengan perkataan Roby, padahal ia berusaha untuk melupakan perlakuan buruk Roby dan mulai membangun dan memperkuat pertahan mentalnya. Tapi lagi-lagi Roby menghancurkan perasaan Hana dengan perkataannya yang pedas dan menusuk.


" Sebenarnya apa salahku hingga kak Roby selalu merendahkan ku, sebelumnya aku bahkan tidak pernah bertemu dengan kak Roby. Tapi kenapa kak Roby selalu saja memarahi ku dan menyebut ku sebagai penggoda, jika benar aku melakukan kesalahan yang membuat Kak Roby Selalu terganggu. Maka aku meminta maaf untuk itu, maaf karena sudah mengganggu kebebasan hidup kak Roby. " Ungkap Hana dengan air mata yang menetes. Ia berusaha mengumpulkan keberaniannya dan bertanya apa yang menjadi penyebab Roby begitu membencinya.


Roby terdiam dengan perkataan Hana barusan, ia tidak menyangka jika Hana seberani itu dan tidak merasa takut kepadanya. Namun belum sempat Roby berkata-kata, Hana melepaskan tangannya dan pergi dari sana dalam keadaan sedih. Roby ingin menghentikan Hana, namun niatnya di urungkannya. Ia kemudian berbalik dan berjalan menuju kearah sofa yang ada didalam kamar, ia juga hendak meminum air yang tadi di bawakan oleh Hana, namun ia mengurungkannya. Roby merenungkan perkataan dari Hana, hingga dering telpon kembali menyadarkannya dan membuat ia melupakan apa yang sudah terjadi kepadanya.


Roby kemudian mengambil ponsel dan melihat nama temannya ada dilayar ponsel, lantas ia mengangkat nya dan betapa kagetnya saat ia mendekatkan ponsel ketelinganya. Karena keusilan temannya yang berteriak, membuat Roby menjauhkan ponselnya dan memasang wajah kesal dan datar nya. Roby tahu jika temannya itu pasti kepo dengan apa yang terjadi kepadanya, karena Roby memang selalu terbuka kepada teman yang sudah ia anggap seperti saudara sendiri.


" Apa! " Ucap Roby kepada temannya itu.


" Whoooa... Gimana nih pengantin baru, apa tadi malam sukses cetak gol. " Tanya Gilang dengan semangat dan tertawa sambil menggoda temannya itu.

__ADS_1


" Loe kira gue lagi main bola apa, pake cetak gol segala. " Jawab Roby dengan ketus.


" Itu kan cuman perumpamaan ege, loe kira gue pikir loe ngajakin bini loe maen bola apa." Jawab Gilang kesal. Ia tahu Roby memang selalu seperti itu dan tidak akan menanggapi pertanyaan nya.


" Terus gue harus jawab apa, apa perlu gue ceritain kejadian semalam. Makanya loe cepet cari pacar terus kawinin dia secepatnya, biar loe bisa merasakan gimana enaknya saat kereta api menembus trowongan. " Kata Roby mengejek Gilang.


" Gak usah, lagian gue udah tau kejadian semalam antara loe sama bini loe itu. Gue cuman mau tanya ulang aja, siapa tau loe lupa sama kejadian semalam. Ckckck... Kasiannya kakak ipar ku, dimalam pertamanya dia malah ketemu sama manusia serigala. Pasti dia kecewa,karena harapannya ketemu sama pangeran tampan harus pupus saat malam tadi. " Ledek balik Gilang. Ia bahkan tertawa dengan sangat puas setelah meng Skakmat teman sejatinya itu.


Roby kemudian duduk di sofa, ia juga memijit keningnya karena pusing. Ia tidak mengingat kejadian semalam saat ia mabuk, ia benar-benar mabuk dan kehilangan kesadaran nya setelah menegak botol ketiga dari minuman beer. Akhirnya Roby meminum air yang dibawakan oleh Hana, ia sedikit terkejut saat merasakan minuman yang tak asing baginya. Karena setiap mabuk, si mbok selalu membuatkan minuman itu untuk menambah stamina setelah mabuk. Hingga sedikit ingatan saat kejadian semalam tiba-tiba saja melintas dalam pikiran nya, Roby terlihat menghela nafas dan meletakan kembali gelas yang sedang ia genggam.


Flashback....


Roby terlihat sedang berguling-guling di atas lantai sambil memegang botol kosong, ia tak sadarkan diri setelah meneguk air dari botol beer yang ketiganya. Ia terus saja meracau dan berbicara gak jelas, sampai ia seperti saat ini.

__ADS_1


Di tengah aksi konyol yang Roby lakukan, ia secara tak sengaja menelpon Gilang temannya dan memencet tombol loudspeaker. Saat panggilan yang Roby lakukan tersambung, seketika Roby menangis bagai anak kecil yang kehilangan mainan kesayangannya. Tentu saja Gilang yang di telpon saat tengah malam merasa aneh dengan sahabatnya yang menangis meraung-raung gak jelas, ia juga menanyakan dimana keberadaan Roby dan malah di jawab oleh tangisan yang gak karuan.


" Eh, loe udah gila apa. Tengah malam gini loe nangis udah kaya bocah aja, loe gak lihat ini jam berapa. Loe ini kenapa sih Bi, kalo punya masalah tuh cerita, gak usah pake nangis segala. Lebay tau gak " kata Gilang dengan suara serak nya. Karena emang dia sedang tidur pulas, tapi karena ponselnya berdering dan nama Roby yang terpampang di layar ponselnya. Dia dengan baik hati langsung mengangkat telponnya dan memilih untuk bangun di bandingkan tidur.


" Ahhhhh...gue udah nyakitin dia, aku takut dia bakal marah sama gue. Gimana kalo dia ninggalin gue, padahal gue suka sama bau tubuh dia. Gimana kalo gue di tinggalin, terus gue jadi duda dong. Ahhhh... Gue gak mau jadi duda " racau Roby gak jelas. Ia terus saja menangis sambil mengatakan kalo dia gak mau jadi seorang duda.


Sementara disebrang telpon, Gilang yang masih dalam keadaan setengah sadar langsung kaget setelah mendengar perkataan Roby. Dia bahkan menahan agar dia tidak tertawa keras, dan yang awalnya ngantuk, dia menjadi sadar sepenuhnya setelah mendengarkan rengekan Roby.


" Emang siapa bini loe Bi, loe gak bilang kalo loe udah nikah. " Tanya Gilang sambil menahan tawanya.


" Gue... Gue udah nikah Lang, tadi sore gue nikah sama gadis yang udah Papa selamatin. Mama Minta gue buat nikah sama dia, gue terpaksa nurutin kemauan Mama. Soalnya sebelum papa kritis, dia berpesan untuk menjaga gadis itu dan menikahinya. " Jawab Roby sambil sesegukan. Tak lama kemudian Roby berbicara lagi dan mengatakan yang sudah terjadi kepadanya.


" Gimana Lang, gue tadi khilaf dan malah maksa dia buat berbuat hal yang lebih. Awalnya gue cuman mau bercanda dan nakutin dia, tapi gue malah kebablasan dan berbuat kasar sama Hana. Dia bahkan sangat ketakutan saat menatap ku dan juga gue sudah merobek pakaiannya, gimana kalo dia minta cerai terus gue jadi duda Lang. Gue gak mau menyandang status duda di usia muda gue, huhuhu... " Tangis Roby, dia juga tak sadar sudah menceritakan kejadian itu dan menyebutkan nama Hana.

__ADS_1


__ADS_2