Antara Cinta Dan Obsesi

Antara Cinta Dan Obsesi
Amplop Merah Maroon


__ADS_3

"Kenapa Mama nggak ngasih tahu aku kalau Bang Dareen akan menikah?" teriak Flo saat ia sampai di rumah. Persiapan pernikahan hanya tinggal menunggu hari H dan Flo sangat marah karena tidak ada satu pun yang memberitahunya.


Fleuriandra Anindya memutuskan segera terbang menuju Bandung ketika mendengar kabar bahwa Darren Aditya ajan menikah. Padahal saat itu dia sedang melakukan pelatihan Trainee muda di Bali. Flo adalah seorang pelatih kebugaran yang cukup terkenal. Dia bahkan mampu menghasilkan uang sendiri melalui video-video body guide yang diunggahnya.


"Sekarang di mana Bang Darren, Ma? Flo harus ketemu," mohon Flo pada Arini, ibunya yang sedang menata bunga-bunga.


"Jangan teriak-teriak gitu, atuh, Neng. Mama juga nggak tahu abangmu itu di mana," Flo membuang muka saat Arini menyebut kata abangmu.


Ia benci dengan fakta itu. Ia benci dengan fakta bahwa Dareen adalah abangnya. Bukan. Dareen bukan kakak kandungnya. Itu yang selalu Flo pahami sejak awal. Flo dan Dareen tidak memiliki hubungan darah apa pun. Tidak ada ikatan darah yang tercampur dalam tubuh mereka. Hal itulah yang membuat Flo yakin kalau ia dan Dareen masih memiliki kesempatan untuk bersatu.


"Dareen, tuh, sengaja nggak ngasih tahu kamu, biar kamu surpres katanya," jelas Arini yang membuat Flo langsung mendengkus.


Surprise? Flo mencibir alasan konyol kakak tirinya itu. Ternyata Dareen memang sudah mempersiapkan pernikahan ini dengan sangat matang. Keputusan Dareen untuk tidak memberitahu Flo adalah persiapan termatang yang pernah Dareen lakukan. Dareen tidak ingin drama kegagalan pernikahannya kembali terulang. Flo menjatuhkan diri di sofa. Gadis itu memijat pelipisnya.


Sejauh ini memang sudah dua kali Dareen menggagalkan pernikahannya karena Flo. Kali ini, Dareen sungguh pintar dengan memberitakan pernikahannya tepat seminggu sebelum hari H. Tapi bukan Flo namanya kalau sampai membuat penikahan Dareen berhasil. Ia masih memiliki waktu satu minggu untuk membuat pernikahan Dareen dengan siapa pun wanita sialan yang sudah merebut Dareen darinya gagal segagal-gagalnya.


Perempuan yang berusia 26 tahun itu melenggang menuju kamarnya. Ia menenggak air mineral sambil menyelonjorkan kaki. Flo menatap sebuah foto yang sengaja ia pajang di dinding. Foto kebersamaannya bersama dua orang lelaki yang sangat ia sayangi, Dareen Aditya dan Raka Rafhardan. Kehidupannya sudah hampir sempurna sejauh ini. Hanya satu mimpi yang belum terwujud, yaitu menikah dengan Dareen. Namun, amplop merah maroon yang ia terima beberapa jam lalu telah mematahkan semua mimpinya. Flo merutuk dirinya sendiri karena ia sempat memuji desain undangan yang berlapis emas itu.


Flo kemudian menelpon Raka, lelaki yang seusia dengan Dareen dan juga merupakan sahabat masa kecilnya. Dada Flo kembali bergemuruh saat Raka juga mengatakan kalau ia baru tahu Dareen akan menikah kemaren sore. Melalui amplop merah maroon.


"Bahkan Bang Raka sendiri nggak dikasih tahu?" Flo tidak percaya dengan kenyataan ini.


Setakut apa Dareen akan kegagalan pernikahan? Hanya karena Raka sering membantunya, Dareen sampai hati mempersiapkan pernikahannya secara sembunyi-sembunyi. Dia benar-benar sedang mencari mati.


"Terus Bang Raka tahu, nggak, sekarang bang Dareen di mana?" tanya Flo sambil menonaktifkan hape yang khusus digunakan untuk bisnis.

__ADS_1


Dari tadi tim pelatih kebugaran dari Bali terus saja menterornya dengan pertanyaan kenapa Flo tiba-tiba pulang ke Bandung? Terus bagaimana nasib para trainee yang menjadi tanggungjawabnya?


Flo tidak peduli dan meminta mereka memakai tim yang biasa membersamainya atau lebih praktis menonton videonya saja. Saat ini ia benar-benar tidak ingin diganggu. Flo benar-benar ingin fokus menggagalkan pernikahan Dareen.


"Ya udah, Bang. Kalau Bang Raka ada kabar segera hubungi aku, ya?" Flo menutup sambungan teleponnya dengan sedikit lemas.


Ia kemudian kembali mencoba menghubungi Dareen. Sial. Dareen benar-benar tidak bisa dihubungi. Wanita itu membantingkan ponselnya secara sembarang. Di luar mamanya berteriak agar Flo tenang. Tenang? Bagaimana Flo bisa tenang saat belahan jiwanya akan menikah dengan orang lain?


***


Sudah dua hari Flo di rumah, dan sudah dua hari juga, istrukstur kebugaran itu belum sama sekali bertemu dengan Dareen. Entah di mana keberadaan lelaki itu. Yang jelas hal ini membuat Flo sangat marah dan juga frustasi. Apartementnya kosong melompong. Debu yang mengisi ruangan menampakkan kalau tempat itu sudah lama tidak dihuni.


Flo geram, kali ini Dareen benar-benar bermain cantik. Ia tahu Flo bisa kapan saja memasuki apartementnya. Yang lebih membuat kesal adalah saat orang kantor mengabarkan kalau Dareen sudah mengambil cuti sejak lima hari yang lalu. Jadi, Dareen sedang bermain kucing-kucingan, ya?


[Dareen bersedia bertemu di kafe biasa. Dia nggak tahu kalau aku bawa kamu. Jam makan siang, datang saja]


Di kafe, wanita yang sengaja memakai baju kasual itu, melihat Raka yang sudah duduk manis dengan beberapa hidangan yang sudah tersaji. Selalu seperti itu. Kebiasaan Raka kalau ia tiba lebih dulu. Flo memeluk lelaki dewasa yang sedang sibuk-sibuknya itu. Raka adalah seorang motivator yang biasa mengisi seminar tentang entrepreunership.


"Nggak ngisi seminar?" tanya Flo sambil menyeruput coffe late yang sengaja dipesankan Raka untuk membuatnya merasa relaks.


"Jadwal malam," jawabnya. "Kamu ... baik-baik aja?" tanya Raka sedikit hati-hati.


Dia mengkhawatirkan kondisi Flo. Ia terlalu tahu bagaimana perasaan Flo untuk sahabatnya itu. Mengetahui Dareen akan segera menikah dalam hitungan hari tentu membuat wanita di depannya ini shock. Bukan hanya Flo, sejujurnya Raka juga sangat terkejut.


"Bang Raka tentu tahu kalau aku nggak baik-baik aja," jawabnya disertai tawa sumbang. Lalu pandangannya menajam saat ia melihat seorang lelaki yang memasuki kafe dengan pembawaan yang sangat tenang.

__ADS_1


"Dia benar-benar penghianat ulung," bisiknya yang membuat Raka mengalihkan pandangan pada sosok yang membuat emosi Flo hampir meledak seketika.


Dareen melambatkan langkahnya saat mengetahui kalau Raka tidak sendirian. Tubuhnya membeku saat melihat kilatan mata seorang wanita yang tidak ingin ia temui sampai pernikahannya berlangsung. Padahal sebisa mungkin Dareen sudah mengantisipasi agar Flo dan juga Raka tidak mengetahui pernikahannya sampai akad berlangsung.


Sayang, antusias Thalita, calon istrinya itulah yang telah mengirimkan undangan pernikahan untuk Raka dan juga Flo. Makanya, Dareen langsung menyembunyikan diri. Namun, lelaki itu kecolongan saat Raka memintanya bertemu. Sama sekali Dareen tidak menduga kalau Raka akan membawa Flo.


Flo dan Raka berdiri begitu Dareen tiba di meja mereka. Tatapan murka, benci, marah, dan luka tampak dalam diri wanita itu. Dareen benar-benar benci dengan situasi ini. Terlebih saat tangan kanan Flo mendarat di pipinya dengan begitu keras.


"Dasar penghianat!!"


[Bersambung]


Hallo semua.


Di sini aku membawa cerita dengan karakter tokoh yang jauh dari kesan manis.


Kadang tokoh-tokoh dengan karakter menyebalkan begini selalu menjadi orang ketiga yang kehadirannya selalu didoakan buruk oleh pembaca yang menginginkan tokoh utama memiliki perjalanan cinta yang mulus. Hihi.


Tapi percayalah kalau sebenarnya mereka adalah tokoh utama dalam kehidupan mereka sendiri. Mereka juga ingin bahagia, gaes. Wkwk Sama seperti kita.


Kita adalah tokoh utama untuk diri kita sendiri. Kadang perjalanan cinta seseorang itu tidak selalu mulus dan sesuai ekspektasi. Sayang ke si A eh si A sayang ke si B, di situ terkadang saya merasa gagal jadi tokoh utama wkwk.


Pokoknya semoga kalian suka, ya, dengan cerita ini. Jangan lupa vote, coment, juga kritik dan sarannya sangat ditunggu untuk perbaikan penulisan. ^^


Salam cinta, salam sayang, salam cantik dari akuuuuuuu.. ❣️

__ADS_1


With love


Dita Anggita


__ADS_2