
Melihat kekesalan yang muncul di wajah Flo, Fauzan tertawa lepas. Ia tidak mengerti kenapa mengganggu wanita itu rasanya menyenangkan. Meskipun responsnya biasa saja, ada kesenangan tersendiri saat melihat mata Flo mendelik tajam. Entah apa yang membuat wanita itu tampak tertutup dan memilih mengabaikannya. Fauzan mengendikkan bahu. Pria itu kemudian tersenyum puas dengan hasil jepretannya. Ia yakin usahanya kali ini akan membuahkan hasil. Dia percaya bahwa proses tidak akan pernah menghianati hasil.
Fauzan berhenti beberapa jenak. Memperhatikan layar kamera yang menampilkan potret seorang wanita dengan wajah sendu. Flo. Foto pertama yang ia ambil di acara pernikahan kakak sepupunya.
Pada awalnya, Fauzan tidak mengira kalau Flo adalah adik dari mempelai pria. Pasalnya selain tidak mirip, Flo tampak tidak bahagia di hari penting kakaknya. Wajar Fauzan mengira kalau Flo adalah mantan kekasih Dareen. Namun, setelah melihat Raka, pemikiran Fauzan sedikit berubah. Mungkin Flo iri dan menuntut pria yang tampak sabar itu untuk segera menyusul kakaknya ke pelaminan. Fauzan terkekeh dengan pemikiran sok tahunya.
Iseng, Lelaki itu menulis nama Flo di mesin pencari. Dia penasaran. Wanita itu selalu mengejeknya sebagai fotografer nonprofessional. Memangnya siapa si Fleranda ini? Apakah dia sekuter? Selebritis kurang terkenal yang merasa sudah menjadi bintang papan atas? Apalagi sekarang banyak artis-artis karbitan yang laganya selangit. Mungkin, Flo salah satunya? Fauzan sedikit tergelak.
“Elah, ribet amet nama,” decaknya saat mesin pencari mengoreksi kekeliruan ejaan yang ditulisnya. Mungkin maksud Anda Fleuriandra, klik untuk pencarian Fleuriandra.
Dengan sedikit kesal, Fauzan menekan link berwarna biru tersebut. Lalu mulut pria itu mulai menganga saat melihat beberapa penampakan foto yang muncul di laman atas. Mata Fauzan menyapu beberapa judul artikel.
Instruktur kebugaran muda Asal Bandung, Berapa penghasilannya dari Rutin Mengunggah Video?
Tidak Pernah Menerima Pelatihan Secara Langsung. Tarif Fleuriandra Mahal?
Fleuriandra Mengaku Lebih Menyukai Menjadi Trainer dari Calon-Calon Model Luar Negeri
Fleuriandra Mengaku akan Segera Menikah?
Membaca judul-judulnya yang provokatif, Fauzan mulai mengklik satu persatu artikel tersebut. Akal sehatnya belum meyakini kalau sosok yang menjadi berita utama dalam beberapa website itu adalah wanita yang saat ini tinggal seatap dengannya. Namun, foto yang ditampilkan dalam berita-berita tersebut memang Fleuriandra.
Penampilan wanita itu tampak berbeda. Ia terlihat fresh dalam setelan olahraga dengan rambut dikucir kuda. Mantap! Wajar kalau wanita itu bersikap sombong. Penghasilan dari mengunggah video-videonya saja bisa berdigit-digit. Fauzan menggigit jari. Merasa perjalanannya masih sangat panjang.
Melihat pencapaian Flo, Fauzan jadi terpacu untuk mewujudkan impiannya. Menjadi seorang fotografer professional. Bukan berarti Fauzan mengakui kalau dirinya fotografer abal-abal seperti kata Flo. Bukan. Ia memang tidak mengenal Flo sebagai influencer. Namun, bukan salahnya juga kalau tidak mengenal wanita itu. Fauzan tidak pernah kepikiran untuk terlibat dengan instruktur kebugaran. Lelaki itu sedikit menghela napas. Jadi, selama ini Fauzan berhubungan dengan Crazy Rich Girl?
***
Dareen berlari ke kamarnya dengan kecepatan yang tidak terkontrol. Bocah sepuluh tahun itu membuat kegaduhan di kamarnya sendiri. Raka yang sedang menumpang bermain play station sampai kaget dibuatnya.
“Ada apa, Ren?” tanya Raka sambil mendesah karena jagoannya mati tersabet pedang.
“Papaku, Ka. Dia bilang dia bawa mama dan adik baru,” jawab Dareen tampak linglung.
__ADS_1
“Kok, bisa?” tanya Raka polos. Ia tidak berminat melanjutkan permainannya.
“Aku nggak mau punya mama baru. Aku nggak mau punya ibu tiri jahat.”
Raka menyimpan stik PSnya dan menghampiri Dareen.
“Ibu tirimu kelihatan jahat kaya ibu tiri di kartun bawang merah dan bawang putih nggak, Ren?” tanya Raka serius.
Beberapa waktu lalu, kedua bocah itu dipaksa menonton kartun pilihan bunda Raka. Padahal, Raka sudah merengek ingin dibelikan CD Power Ranger. Namun, bundanya bilang kartun itu lebih keren karena ada ikan yang bisa ngomong dan bisa berubah menjadi pohon ajaib. Benar saja, setelah menonton kartun itu, Raka ingin jadi si ikan mas ajaib yang bisa menolong putri bawang putih.
Mendengar pertanyaan Raka, Dareen tampak berpikir. Ia mencoba mengingat wajah ibu tirinya. Namun, tidak ada bayangan sama sekali. Bocah itu menggeleng.
“Ayo lihat!” Raka menarik lengan Dareen.
Mereka kemudian mengintip dari lantai atas. Dareen menunjuk tanpa suara pada seorang wanita muda dan seorang gadis kecil. Raka mengamati kedua wanita berbeda usia itu. Bayangan bawang merah dan ibunya yang jahat menghampiri pikirannya.
“Ren,” bisik Raka. "Kita ajak anak itu main, yuk? Biar dia nggak jadi orang jahat kaya bawang merah.”
“Memangnya bisa?” tanya Dareen mengerutkan kening. Sesekali matanya menatap ayahnya yang kini mencoba membuat anak kecil itu tertawa.
“Kalau tetap jahat kaya bawang merah?” tanya Dareen ragu.
“Kita laporin bundaku,”
“Kenapa harus dilaporin ke bundamu?”
“Karena bundaku nenek sihir.”
Dareen tersenyum, “Oke.” Bocah itu mengulurkan tangan yang dengan antusias disambut oleh Raka.
“Oke.”
***
__ADS_1
Raka menggelengkan kepala sambil tersenyum mengingat pemikiran konyolnya dulu. Pada kenyataannya, Flo bahkan lebih dari sekadar bawang merah. Itu yang dikatakan Dareen saat adik tirinya itu mulai terobsesi padanya. Raka tidak sepenuhnya setuju, namun tidak juga menyalahkan. Baginya Flo bukan bawang merah maupun bawang putih. Flo adalah jiwa yang tersesat dan perlu dikembalikan ke jalan yang benar. Dan Raka siap menjadi ikan ajaib yang membantu si jiwa tersesat itu menemukan jalan pulang.
Pintu rumah Dareen terbuka setelah Raka mengetuknya beberapa kali. Lelaki itu sudah meminta izin pada sahabatnya untuk menemani Flo selama mereka berbulan madu. Tentu, Dareen setuju. Besar harapan kalau Raka bisa mengambil hati Flo.
“Mas Raka?” Fauzan menggaruk tengkuknya saat melihat pria yang beberapa hari lalu mampir ke rumah-tumpangan-nya, bertamu malam-malam.
Sementara Raka merasa sedikit kecolongan karena seperti dugaannya, Flo hanya tinggal berdua dengan pria ini.
“Mau menemui Flo?” tanya Fauzan lagi. Dan lelaki itu membulatkan mata saat mendengar penuturan Raka. Lelaki yang diasumsikan sebagai kekasih Flo ini mengatakan akan tinggal di rumah-tumpangan-nya sampai kakak sepupunya pulang.
“Mas nggak mau banget pisah sama pacarnya, ya?” todong Fauzan sambil mengantar Raka ke kamar tamu.
Raka tersenyum sambil berujar, “Flo adik saya.” yang membuat Fauzan bersorak dalam hati. Fauzan menghentikan langkahnya sejenak. Kenapa ia harus bersorak?
“Adik ketemu gede maksudnya?” Fauzan merasa belum puas dengan jawaban Raka.
“Enggak. Sejak kanak-kanak kami sudah menjadi kakak-adek,” jelas Raka yang membuat mata Fauzan memicing. Tidak mungkin. Fauzan yakin, lelaki ini pasti memiliki perasaan lebih pada wanita songong itu.
“Flo nggak bertingkah aneh-aneh lagi, kan?” tanya Raka yang membuat Fauzan mencoba mengingat-ingat. Kalau yang dimaksud tingkah aneh dengan berteriak-teriak seperti orang kesurupan, Fauzan menggelengkan kepala.
“Syukur, deh.” Raka menghembuskan napas lega. Fauzan sedikit mengerutkan kening. Memangnya kebiasaan aneh apa yang membuat lelaki ini bernapas begitu lega?
“Bang Daren!” seru Flo membuat Dareen dan Fauzan refleks menoleh ke sumber suara. “Abang beneran mau nemenin aku di sini?” tanyanya antusias sambil bergelayut manja pada Raka. Pria itu tersenyum sambil mengangguk. Tangannya mengelus puncak kepala wanita itu dengan sayang.
“Bagus, deh.” Flo mulai memeluk pinggang Dareen.
Melihat sikap manja yang ditunjukkan wanita angkuh itu, Fauzan berdecak. Suara decakannya bahkan terdengar oleh telinga Flo maupun Raka.
“Bang, bulu kuduk Abang berdiri, nggak?” Flo menyentuh leher belakangnya. “Aku pernah baca tentang hadis ‘janganlah kalian berduaan karena yang ketiganya adalah setan’. Abang pernah denger, nggak?” tanya Flo sembari melirik Fauzan. Matanya menyiratkan pengusiran halus pada lelaki berambut sedikit gondrong itu.
Merasa tersindir, Fauzan menelan salivanya. Ternyata wanita ini sekali mengeluarkan suara tajam juga. Fauzan mengelus dada di belakang kedua sejoli yang mengaku kakak-beradik itu. Dasar Crazy Rich Girl. Sementara Raka mengelum senyum. Sambil mengusap punggung Flo, Raka memujinya dalam hati, “Dia benar-benar bawang merah.”
***
__ADS_1
[Bersambung]