Antara Dua Hal

Antara Dua Hal
Part 1 Awal buat Maya.


__ADS_3

Meski pagi ini seakan menjelma dalam kesegaran hati dan terurai jelas dalam senyum seorang perempuan cabby dan cantik dengan rambut sebahu serta pakaian tidurnya masih nempel dengan nuansa piyama berwarna biru.Lelah juga setelah mimpi yang begitu membuatku semakin bikin engga masuk sekolah.Bergegas untuk membasuh muka dan menatap malas siapa dirinya.


Lalu kali ini ia mencoba membuat sarapan pagi,saat menengok jam dinding masih pkl 05.35 Wib,apalagi saat mentari perlahan sedikit demi sedikit menampakkan cahaya,waktu melihat pun Maya ogah untuk mandi.Haduuh bisa-bisa aku dijemput ini sama om Raka.BA-HA-YA.


"Mampus deh kalau om Jovan,dateng aku belum siap-siap.Pasti ngomel lagi dia,huuuh.Dasar orang tua!"Sikap bete' dan males masih membuatnya enggan ketemu dia lagi.


Suara mobil pun terhenti didepan rumahnya,pendengaran Maya pun masih tajam bahkan matanya melotot dan panik saat seseorang yang dia takuti sudah beranjak keluar dari mobilnya dan melangkahkan kakinya menuju pintu utama yang cukup jauh untuk keponakan yang cukup rival dengan sikap Omnya.Yupz dia adalah pengganti dari sahabatnya yang telah meninggal serta bertanggung jawab atas Maya Alexander,walau bak executive dia tetap seorang gentlemen bersiap untuk menjemput kekasih kecilnya yang tengah malas untuk berangkat sekolah.


Tok,,tok,,tok.,tok,,,


"Pagi Cabby.Udah siap belum?"Sapanya sambil mengetuk pintu,masih saja tersemat sebuah kaca mata hitam dan pakaian kemeja kotak-kotak berwarna biru berpadu dengan hitam serta celana jeans biru dan sepatu boath berwarna hitam menjadikan dia seorang yang gagah.Entah kenapa juga tidak ada rasa naksir sedikitpun dari Maya.


Suara itu hampir membuta ia berantakan membuat sarapan pagi.Geregetan jadinya setelah suara itu jelas walau agak jauh tetap nyaring bahwa itu adalah suara yang ia kenal.


"Waduuuhhh,udah dateng lagi."Gumamnya kebingungan membuat sarapan pagi.


Lalu ia menjawab dengan lantang


"Bentar Om,,,aku lagi siapin sarapan pagi.Tunggu lima menit lagi yaaa om!"Pintanya jelas.


Dari luar,dia hanya menghela nafas.Bersedekap sembari berputar serta melihat sekitar aman dan dipastikan tidak ada yang mengganggunya.Mencibir dan aman.Bergegas Maya mematikan pemanggang roti dan berlari kedepan untuk membuka pintunya.


"Pagi Om,,,silahkan masuk!"Sapanya ramah mempersilahkan untuk masuk kedalam.


"Oke makasih ya,kamu memang perhatian!"Jawabnya sambil melangkah masuk.Tak lupa dia nyubit hidungnya seraya masuk kedalam.


Sambil menghentak-hentakan kaikinya dan bete lagi,kenapa dia selalu seperti itu sama aku.Nyubit hidungku.Untung saja aku terima coba kalau engga pasti aku kerjain dia,sambil ku lirik setiap langkahnya eeeh dia berhenti dan menoleh kebelakang.


"Kok masih disitu.Mandiiiii,aku lanjutin bikin sarapannya Oke!"Perintahnya kearah Maya.


"Yaaaa Om,,,aku beberes dulu ya!"Berjalan menaiki anak tangga masuk kekamar.


Santai aja kalau ia bersikap seperti itu,sikap yang biasa dilakukan oleh perempuan yaaa masih manja dan untung saja aku terima.Maklum masih butuh perhatian lucu banget kalau dia bersikap hehehehe.


Didapur pun dia mulai kebingungan apa yang akan dikerjakan selain harus menata sandwich buatan Maya,oh ya aku harus cari susu full cream untuk bisa membuat dia semakin segar,oh ya Madu juga harus ada,balik lagi berjalan mondar-mandir menyiapkan semuanya dengan lengkap dan pas untuk sarapan pagi kali ini.


"Beres,tinggal tunggu Tuan Putrinya turun dari dandan.Apa aku buat kopi aja ya!"Ide kembali muncul seketika.


Didepan cermin,,,Maya memastikan pakaiannya tepat dan sedikit seksi.Males banget pake rok panjang ntar dibilang gorden lagi sama temen-temen.Kan ga banget,bando mana bando.Inget juga sama benda satu ini untuk mengikat dan mempercantik hariku.Senyum senang tak kala senyuman itu menunjukkan penampilannya diakhir pekan adalah membuat hati nyaman siapa lagi kalau bukan untuk mencari perhatian heheheheh.


"Perhatian-perhatain,,,perempuan cantik dan cabby datang dan membuat bahagia anda.Jangan sampai dilewatkan yaaaa!"Sesaat ia bergaya dan beraksi dalam khayalannya.


Tapi saat ia berkhayal setingkat lebih tinggi lagi,ada gangguan bentar yaitu panggilan dimeja makan ketika cukup lama Om Jovan tengah menyeruput kopi menunggu dandan ala cinderella.Emang cukup lama aku menunggunya.


"Cabby,,,buruan turun.Om udah lapar ini!"Panggilnya sembari mendongak serius.


"IYAAAA OM,,,,AKU TURUN BENTAR LAGI!"Jawabnya lantang.Menghela nafas lagi,lemes deh.Segera meraih tas sekolah selempang kulit berwarna coklat.Berjalan turun kebawah,berhenti memastikan apa yang dilakukan oleh Omnya dimeja makan.


"Ooooh,cuman minum kopi.Hehehehe kirain udah ninggalin aku berdiri didepan pintu!"Lagi melangkah menuruni anak tangga menuju meja makan.


"Pagi Om,,,gimana udah siap?"Tanya Maya sambil menaruh tasnya dikursi lalu duduk disampingnya.


Mendongak kaget melihat penampilan ponakannya sampai bengong ga sadar kalau memang dialah Maya yang Cabby dan lucu.


"Haaaaaa,kamu kok tumben pake pakaian seperti ini seeh May?ada apa!"Protes Om Jovan bingung.


"Yaaaa Om ga tahu ya,,,, trend jaman sekarang kalau Week end tuh kayak gini.Santai tapi Waoow,hehehhh."Bela Maya yakin ga yakin seeh.


Menepuk keningnya,,,enak banget ngomongnya seperti itu.Apa ga risih dilihatin banyak cowok disekolah kalau penampilannya seperti itu.


"Ganti ga?ganti yang longgar semua biar ga ada pandangan yang jelek sama kamu."Pintanya menatap tajam.


"Engga Om,,,ga bakalan.Ini style biasa kok aku ga mau ganti."Elaknya protes mengambil sarapan paginya.


"Ganti ga?"Wajahnya menatap tajam kearahnya dengan penuh amarah.


Bete lagi,,,mau protes ga bakalan menang.Mau gimana lagi naik keatas dan ganti baju sesuai permintaan Om Jovan.Demi kebaikan dan kelancaran hidupnya sampai disekolah dia mengambil langkah seribu untuk berubah jadi lebih pantas dihadapan Omnya.


Setelah cukup lama berganti baju,akhirnya turun dan senyum hangat juga pujian datang darinya.Sensi juga padahal itu akan lebih membaik kalau saat aku bisa ganti style biasa aja dan lebih nyaman kalau diantar dengan pengawalan ketat bagaikan Cinderella.


"Kamu nanti pulang jam berapa?nanti Om jemput deh!"Tanya Jovan sambil mengemudi dijalanan menuju sekolahan.


Menoleh,wajah aneh pun mengerucut dikeningnya.


"Memang kenapa Om?"Tanya Maya bingung


"Ya nanti aku ajak deh kestudio,mau ga jadi model majalah remaja?"Goda Jovan senyum manis padanya.


"Heeemmn,bo'ong.Palingan disuruh pulang kayak anak SD yang ga boleh kemana-mana!"


"Ya enggalah,mana mungkin Om kayak gitu sama kamu!"


"Atau kita nanti ke Cafe kamu deh gimana supaya lebih santai kita santai dirooftop dan disana kamu dapat inspirasi gitu?"


Girangnya bukan main kalau denger soal Cafe miliknya menjadi kunjungan saat ia tengah weekend.Itu pilihan menarik hingga ia senyum sambil menatap kearah Om terbaiknya.


"Kalau itu aku percaya Om,hehehehehe!"


"Dasar,anak Abege!"Gumamnya kesal.


Rasa senang pun dibagikan oleh beberapa ekpsresi dari seorang Maya.Tapi ia segera bertanya kepada Omnya tentang kesibukannya nanti sore dimana tengah janji untuk mengunjungi Cafe miliknya.


"Emangnya Om ga ada kesibukan gitu sampe ngajak May kesana?"Curiga dan penasaran melihat senyuman berubah menjadi panik.


"Engga,,,engga ada sibuk Om.Kan cuman ngajak kamu biar kamu lebih fresh gituuuu,hehehehehe!"


Aneh neeh ada sesuatu kalau kayak gini,ya udahlah tunggu nanti kalau Om ngajakin ngedate keren juga diajak sama Om-om hehehehe.Apa ada yang cemburu ya!Kembali berfikir jauh sambil mengawasi jalanan kota menuju sekolahan.


Tak lama kemudian mobil Rubicon berwarna hitam metalik terhenti didepan pinggiran pintu utama untuk pemberhentian khusus dari Perempuan beralmamater abu-abu putih tersebut.


"Makasih Om,hati-hati ya!"Sambil mencium tangan dan melambaikan tangan keluar dari dalam mobil.


"Kamu juga,sekolah yang bener dan ga boleh macem-macem ya.Jangan sampe Om dapat surat pemberitahuan lagi Oke!"Pesannya sambil memberikan petuah.


"Iyaaa Om,,,kalau dapat lagi kan bisa jalan-jalan lagi hehehehehe!"Jawabnya bergurau sambil turun dari kursi kemudi depan.


"Maaaay,jangan lagi ya bikin Om malu dihadapan wali kelas kamu.Kalau udah kedua kalinya.Awas aja!"Berpesan dengan pandangan sinis.

__ADS_1


"Baik Om santai aja.Byeeee!"Berlalu masuk kedalam.


Setelah puas melihat keponakannya masuk kedalam halaman sekolah,Jovan kembali melaju menghilang dari pandangan Maya.Bete juga ya,maunnya tebar pesona malahan ga jadi hadeeehh emang dasar orang tua gitu kalau bersikap sama ponakannya.


Menoleh saat melihat mobil milik Omnya pergi,hatinya lega pula tidak mendapat pengawasan lebih darinya.Ia mencoba mencari teman-temannya belum muncul pula.


"Kemana ya Tia sama Vani?apa ga masuk!"Mengernyitkan kening mencari keberadaannya.


Ternyata malahan keduanya sudah bersiap menunggunya dikelas karena mereka akan membuat event untuk memperkenalkan sahabatnya satu ini dengan salah satu cowok yang tepat untuknya.


Tengak-tengok sendirian serta menyapa beberapa teman-temannya tengah mengobrol entah apa yang dibicarakan,apa tengah membicarakan aku ya.Padahal aku biasanya kan sama mereka berdua malahan ga ada sama sekali.Tunggal dan penuh rasa bersalah.


"Don,,,kamu tahu dimana Tia sama Vani ga?"Tiba-tiba suara itu mengejutkan Doni tengah chatingan sama selingkuhannya.


Kaget,,,hampir aja ponselnya jatuh,sigap juga buat May untuk menangkapnya sambil menampakkan wajah panik pula.


"Maaay ngapain lu ngagetin aja.Untung kamu cepet nangkep hapeku!"Suara tingginya bikin gerah sampai ia menutup kedua telinganya.


"Hehehehe,maap.Kaget banget ya."Seakan bersalah dia memberikan ekspresi geli sambil memberikan ponselnya padanya.


"Luu nanya apa tadi?"Doni masih bingung sama pertanyaan Maya.


"Mangkanya jangan serius-serius kalau main hape,stalking sapa tuh?"Mencoba ngintip.


Sambil mengangkat ponselnya dia ga terima juga kalau ada yang ngintipin godaannya sama seorang perempuan."Yeeee enak banget luuu mau liat-liat.Emangnya elu belum tahu!"


"Haaaah,belum tahu apa?"Tanya Maya serius menatapnya sembari menaruh kedua tangannya dipinggang.


"Tuuuh,Tia ma Vani nungguin elu dikelas.Ga tahu deh lagi ngapain!"Ujarnya bete.


Ternyata dikerjai juga ma dia,memang kalau Doni udah berbicara bikin kesel aja lama-lama.


"Yeeee,,,kirain apaan.Ya udah gua masuk."Langsung berbalik badan masuk kedalam kelas.


Sambil melirik tajam kearahnya,kesal juga udah digangguin."Bisanya gangguin aja.Dasar luuu!"


Melangkah santai masuk kedalam kelas,ga terlalu rame.Kemana ya emangnya,ada acara kali ya sampai ga banyak yang dateng?,naaah itu mereka mojok aja kerjaannya.


"Haiii,,,lama nungguinnya?"Sapa Maya mendekati keduanya sambil lambaian tangan keceriaannya tampil.


Mendongak dan pasti biasanya aja melihat kedatangan Maya,emang apa yang special.Ga ada dari dia.


"Datang juga dia.Tumben ga ada yang special kali ini?"Tanya Vani heran menimpali kearah Tia.


"Iya,pasti ada sesuatu deh yang ngebuat dia seperti itu!"Jawabnya sambil mikir lagi apa yang beda.


Menarik kursi dan jelas duduknya santai kayak nongkrong diwarteg.Menompangkan tangan tengak-tengok kearahnya.


"Kenapa tumben kalian mojok gitu?ada masalah!"Tanya May bingung.


"kita lagi lihat pertandingan basket,tuuuuh mau mulai!"Tunjuk Vani kearaj jendela lurus menuju pandangan lapangan terbuka.


Penasaran juga dia beranjak berdiri dan melihat dari kaca,memang ada pertandingan seru juga ga seeh?sampai nanya lagi sama keduanya!


Menoleh sambil serius mengungkapkan kalimatnya.


"Ntar katanya yang maen tuh,,,,ada anak idola sekolahan tahu ga?"


"SIAPAAAA?"Sok ga kenal.


"Bentar dong,,,palingan dia bangku cadangan."Jawab Vani kebingungan nyari.


"Lha kalau idola sekolah kan langsung tampil,ga usah dibangku cadangan kali.Gimana seeh kelian?"Ga habis fikir liat reaksi keduanya.


Dari luar kelas suara teriakan seorang anak lelaki yang tengah antusias memanggil semua yang hadir untuk bisa ikutan turun kebawah untuk meramaikan aksi para pemainnya.


"Wooooiiiii,,,kalian ga ikutan turun.Udah mau mulai tuh!"


"Waaah yang bener!"Jawab salah satunya.


"Iya pemainnya kece-kece lho.Buruan!"Jawabnya bikin semuanya ludes ga ada sisa kecuali tiga cewek yang sok ga kenal dan ga tahu kalau itu adalah event besar sekolah.


Mereka saling berpandangan,saling bertanya apakah memang harus nonton dari dekat atau dari jendela sekolah?


"Mau nonton langsung apa disini?"Tanya Tia bingung.


"Kalau aku seeh disana,kalau teriak seruuu banget.Sambil cari gandengan Van.Gimana mau kan?"Vani melampiaskan idenya.


"Eehhhhmmm boleh juga.Elu gimana May ikut apa engga ma kita berdua?"


"Yaaah,,kan aku bukan anak basket ngapain ikut kalian.Aku disini aja deeeeh,ya maleeesss!"Ujarnya menjawab.


Saling berpandangan dan cabut deh keduanya sambil berpamitan,tak lupa cipika cipiki dulu sebelum berpisah.Karena dua sejoli ini adalah sahabat dengan kekompakan tingkat tinggi dibandingkan sama Maya yang kadang ngikut kadang engga.Bikin esmosi aja kadang-kadang.


"Ya udah kita-kita mau turun.Ntar awas teriak-teriak bukan ikutan neriakin pemainnya.Tapi manggilin kita,kita ga tanggung jawab."


"Iyaaaa.Aku lihat model-model bajunya bagus diaplikasi online ini hehheheh!"Jawabnya nyengir sambil nunjukin aplikasi keranjang online.


"Byeeee."Keduanya pamitan lagi dan pergi ninggalin Maya sendirian.


"Byeee juga.Awas kecantol ya sama pemainnya,ga balik kelas kena omel yang punya kelas ini lho ya."Pesan Maya kepadanya.


"Hahahhaha,mana berani kita kayak gitu sama empunya kelas ini.Habis kita!"Jawab Tia merangkul pergi Vani.Sambil masih bisa dia melambaikan tangan kepada Maya yang kembali sibuk dengan belanja onlinenya.Ia membalas sekejab dan kembali mencari heatphone untuk memasang lagu juga mencari koleksi pakaian yang sesuai.


Diluar kelas menuju lorong,malahan dia dicegat sama salah satu anak cowok dan penasaran sama keduanya.


"STOOOPP!"Mencoba menghalangin keduanya untuk melintas.


"Apaaaa seeeh.Cowok oriental ngapain ngalangin kita-kita?"Tanya Vani pada Seorang cowok dengan paras tampan hiding mancung,rambut model cepak pinggir habis dan ada semir peraknya serta pake kaca mata bulat.


Yupz dia adalah Revan Mahardika yang dikatakan sebagai seorang cowok paling romantis dengan lagu khas anak band.Lagunya bagus dan jawara vocal tapi sekarang lebih suka maen gitar.Karena ga ada lagi seeh yang dia lakukan!


"Kalian ga salah?cuman berdua aja ini!"Sambil mengamati keduanya.


"Ya enggalah.Emang kenapa seeh?"Cergah Tia kesel.


"Mana tuh yang satunya!"

__ADS_1


"Emang eluuu ya,cocok banget jadi netizen julid.Nyari aja yang aga ada!"


Sambil menompangkan kedua tangannya dipinggang."iyalah.Kan cuman gua yamg perhatian ma team kalian kalau kalian ga lengkap."Jawab Revan.


"Tuuuuh,dia lagi dikelas.Ga tahu kenapa ga suka basket,mangkanya dia ogah ikutan ma kita-kita!"Jawabnya pasti.


"Oooo,gitu?ya udah makasih ya!"Nyelonong pergi nemuin salah satu perempuan yang tertinggal dikelas.


"Dasaaarrr,emang ga jelas.Tuh Oriental,bikin bete aja."Sambil mengamati jalannya menuju kelas.


"Iya tuh,bikin waktu kita kebuang buat acara gituan,,,,ayooo Tia buruan kita ketinggalan lagi ntar!"Tarik Vani bergegas lari kelapangan.


"Aduuuuh,,,tarik-tarik lagi."Udah ga bisa melepaskan erat tangan milik Vani yang begitu keras.


Kesempatan neeh,kalimat itu tertuang dalam benak fikiran Revan untuk menghampiri perempuan yang menurutnya menarik.Apalagi melihat kedua sahabatnya udah pergi dan ga perduli lagi itu adalah kesempatan,hehehehe.Melangkah tergesa-gesa guna menemui sosoknya ketika ia sampai dibibir pintu kelas,jelas tersorot tepat dipojokan dan ga beralih dari senyuman ketika melihatnya sok konsentrasi melihat koleksi pakaian yang ia sukai.


"Haaiiii,ngapain loe!"Seruduk Revan tanpa permisi hingga mengejutkan Maya.


Gedubruuukkkk,,,,nampol dinding deh dengan rasa kaget bukan maen.Digangguin oleh pendatang barunya tersebut.Emosi sambil nabok bahunya Revan,ia ga terima dengan perlakuannya yang mengejutkan.


Plllllaaaaakkk.


"Adooooh,,,sakit May!"Sambil melotot kesakitan mengusuk bahunya habis tabokan khasnya,mantep kali dia kalau dalam hal pukul memukul.


"Salah luuu sendiri,ngapain langsung aja nyeruduk kayak banteng.Mau cari-cari kesempatan?"Serangnya masih gemetar.


"Ehhehehehe,tumben elu ga ikutan ma duo sahabat loe itu?"Sambil memeriksa hape May yang masih menyala dimeja.


"Ga ikut guaaa,males nonton basket kan ga ada yang gua kenal.Jadi ya gini gua!"Sadar tinggal mereka berdua ia pun panik dengan kata-kata panik pula.


"Ngapain loe kesini?mau ngapain?"Tanya May lagi.


"Ya nemenin eluuu lah.Masak ya ngangkat kamu.Mana kuat kamu tuh berisi May!"Gerutu Revan memastikan.


"Berisi apa?"Sewot sambil mendekatkan tubuhnya ke Revan,dan mulai pasang pukulan maut.


"Berisi keseksian yang hakiki,gua demen cewek kayak gitu.Ga suka terlalu jaga penampilan,kamu MONTOK MAY!"Tiba-tiba kalimat itu ia bisikkan padanya.


Kaget lagi dan ga terima dengan pujian yang hanya merenggut body goalnya."Apa loe bilang?"Menarik kerahnya mulai ngajak ribut.


Dari jauh suasana permainan basket memang sunggug diluar dugaan.Seru banget,semua berteriak untuk manggil-manggil idola mereka siapa lagi kalau bukan Sebastian white,bule blasteran yang memang jado jargon disekolahan.


"Tian,,,,tian,,,kamu pasti menang!"Teriak Vani semangat.


"Ayoooo tunjukkan semangatmu Tian.Kamu bisaaaaa!"Tambah Tia semangat.


"Ya ampun,,,gagah banget dia ya!"Serasa terbayang akan ketampanan yang tengah mendera hatinya saat ini.


Tapi pandangan Vani beda dan seakan memberikan kode pada Tia sahabatnya,ketika pandangannya pecah kearah lantai 2 kalau ada yang aneh diatas sana.Matanya menyipit ketika melihat sahabatnya jelas tengah berantem dengan si Oriental itu,sambil narik-narik bahunya Tia.


"Tiaa,,,tia.Kayaknya itu May deh,ngapain sama si Oriental?"Tanya Vani kebingungan.


"Apaan serius neeh liat Tian,kok malah yang lain seeh dilihatnya?"Sambil sewot menoleh kearahnya.


"Iya lihatin tuh,,,mereka kayaknya lagi berantem deh,ga ada romantis-romantisnya."Jawab Vani bingung lagi.


"Aaahhh,yang bener?"Membalasnya sambil menoleh kearah Vani.


Menampakkan wajah emosi.


"Ngapain lihat gua?liat yang diatas noooh!"Tunjuknya sambil mengarahkan keatas.


Segera ia mendongak dan kaget bukan maen,,,kayak berantem deh itu.


"Waduuuh,,,,cepetan kita tolooong tuh May.Ntar pada bonyok si Oriental!"Tariknya begegas untuk undur diri dari keramaian para pemain basket.


Melangkah dengan gercap keduanya bak atletik yang tengah mengejar piala kemenangan untuk masing-masing penerima hadiah siapa yang juara.Sampai-sampai yang ngeliat malah ill fill deh.


"Kenapa tuh Tia ma Vani ya?"


"Entah,,,kenapa tuh!"Jawab salah satu temannya bingung.


Diruang kelas nyatanya keduanya memang tengah berdebat tapi ada lucunya juga yang akhirnya membuatnya semakin gila kalau ngobrol secara simbolik.


"Gua seriuuus,suka ma kamu yang ggemesin gini."Jawabnya sambil mendekap pipi May sampai monyong mancung bibirnya.


"Vaaan,,,,jangan diginiin dong.Sebel deh!"


"Emang kenapa?kayak ikan koi ya,hahahaha!"Jawabnya sambil ketawa ngakak.


"Luuu kok bisa-bisanya kayak gitu sama gua!"Sebel banget liatnya.


"Hahahahaha,ngapain ga ikutan sama dua sahabatmu tuh?"


"Bete,,,,kan gua ga suka liat basket!"


Sambil mendongak dan nganggul-ngangguk.


"Ooooo,,,,ga suka!"


Sampai juga kedua sahabatnya May sampai didepan pintu kelas sambil ngos-ngosan ngatur nafas,haduuuh kayaknya bisa-bisa turun beberapa gram seeh kalau lari secepat itu guna membantu sobatnya tengah galau gitu.


"Gilaaa,,,,capeeeek bangeeet!"Kata Tia ngatur nafas yang tersengal-sengal.


"Iya ternyata capek juga lho!"Lanjut Vani menyandarkan tubuhnya dipinggiran.


Malahan ketika Tia mendongak dan melihat May yang tengah santai dan seru ngobrol sama si Oriental malahan heran deh.


"Lho kok?malah akur!"Sambil menunjuk kearah keduanya dengan wajah heran.


Vina pun mengangkat kedua alisnya wajahnya kaget pula melihat keduanya akur ga seperti yang dilihatnya waktu dilapangan basket.


"Kalian ga jadi berantem?"Tanya Tia beranjak mendekati keduanya.


Senyum hangat ternyata diberikan oleh si Orintal,sambil melambaikan tangan.


"Astaga,,,padahal kita udah lari-larian dari bawah sampai atas kesini.Kalian ga pa-pa.Tegaaaa!"Vania gemas mendekati keduanya untuk siap dihajar habis-habisan.

__ADS_1


Alangkah senang dan bahagianya Revan si Oriental itu ketawa ngakak dilanjutkan sama May yang ikutan geli juga.Padahal seeh dari tadi pengen ngasih pelajaran,malahan kayak gini.Ga tega juga akhirnya.


__ADS_2