
Kembali pesanan yang dipilih oleh Emma sudah dalam proses pembuatan.Kesempatan untuknya duduk diantara mereka dan mengundang banyak senyum bahkan tawa yang memang tengah dijalankan oleh keduanya salah satunya Yosha.
Dia sangat tertarik untuk mengulik satu hal diantara tiga kalimat berbeda diantara mereka,yakin atau ga itu adalah beberapa pertanyaan awal dan obrolan ringan penuh persahabatan.
"Kalian tahu ga sebahagia apa seeh kehidupan kalian bisa sampai tiga orang dari dulu ya Emma,kayaknya aku perhatiin kalian awet bahkan makin kompak aja.Ada rahasia khusus mungkin?"Sambil mulai merekam aksi wawancaranya.
"Kita gimana ya,udah dari dulu kak udah komitmen untuk jadi satu team dan ga mungkin harus bertengkar kalau ga masalah yang besar dam serius seeh!"Jawab Cinta memulai pembicaraan.
"Seperti apa,mungkin ada perselisihan yang ga bisa diselesaikan dalam waktu dekat mungkin?"Emma juga memberikan pertanyaan seru.
"Ya seperti dia yang tiba-tiba dekat sama kak Dennis,itu mengejutkan lho buat kami!"Jawab Anna penuh ekspresi.
Menoleh penuh tawa Cinta bertanya lagi.
"Emang iya?biasa aja deh!"Jawabnya.
"Ya biasa buat kamu Cin,tapi engga buat kita-kita ga ya Na!"Tambah Tia semangat.
"Apa ada hal yang unik lainnya sampai kalian bersikap dingin dan ga banyak omong untuk kedekatan antara Cinta dan Dennis?coba gue pengen tahu!"Emma pun sumringah membuat kalimat tersebut.
"Ga terlalu dibicarakan,karena kita punya satu hal yang beda-beda lho kak!"
"Maksudnya?"Yosha kebingungan.
"Ya kita tahu kak Dennis suka sama Cinta,setidak kita kadang memberikan ide untuk menbuat kisah mereka itu ga terlalu banyak terekspose.Kan kita bukan selebriti sekolah.Kita kan cumaaan!"
"BERTIGA TAPI NGGEMESIN GITU!"jawab ketiganya kompak.
"Anjiiiir,gileee bener.Pede amat seeh kalian ckckckckck!"Ga terima juga Emma mendengar pembelaan yanga ga aturan gitu.
"Ya memang seeh kita ada konflik sedikit tapi sudahlah,Cinta mana yang ga bertepuk tangan!"Lanjut Tia.
Keduanya saling menoleh dan heran sama makna yang diucapkan sama Tia,aneh banget deh.
"Ga salah kamu bilang tadi?kayak aneh deh ya kak!"Anna melontarkan kalimat kepada dua kakak seniornya.
Menahan tawa geli,Emma melanjutkan.
"Hehehehehe,kebanyakan narasi tapi susah ditimbulkan.Kalian dah,heran kalau ada masalah yang gitu-gitu aja ga ada yang lebih."
"Iya kak,yang melebih-lebihkan itu ini dia orangnya!"Tunjuk Cinta kearah Yosha.
"Yeeee,malahan aku yang diserang.Sekarang gua mau nanya kedepannya kalian ingin sebuah persahabatan model apa?"
"Kedepannya ya?"Kembali Tia mengulangnya.
"Iya kedepannya!"Lanjut Yosha lagi.
"Kedepannya nanti aja kak,kalau kita pulang.Pada kedepan deh!"Jawab Cinta polos.
Sambil nepuk jidat masing-masing,kok ada yang kongslet sampai ga nyambung gini ya!
"Astaga,,bukan kedepan pintu sekolah trus kita pulang Cintaaa.Huuuhhh,lama-lama tak cubit hidungmu sampai panjang kalau ga ngerti ya!"
"Iya tumben ga nyambung.Laper apa puyeng lu Cin?"Tanya Anna kesal.
"Hahahahahahah,,,sangat luar biasa gilanya.Seru juga ya kalian!"Puji Emma ga habis fikir sambil minum pesanan yang datang lengkap membuat mereka saling ikutan minum.
"Ya habisnya dia sok ga konek,kan bikin bete."Tandas Anna lagi.
"Oke deh,seandainya kalian naik prioritas ranting kepopuleran kalian apa kalian yakin akan bertahan sampai lulus,mungkin?"Kembali dilempar pertanyaan itu kearah Mereka bertiga.
"Ya haruslah kak,kita kan punya komitmen.Bersatu kita teguh,bercerai kita,,,,,"Belum selesai dilabrak ama Yosha.
"Ke KUA,NIKAH LAGI,HAHAHAHAHAH!"Jawabnya lantang dan sok hebat aja.
Langsung deh pada nunjukin muka sebel banget dan lirikan yang tak stabil,mungkin ini yang membuat tawa Yosha berhenti perlahan hingga Emma juga bingung pada mereka bertiga.
"Kok aneh gitu seeh kalian,kan biasa Yosha becandanya garing.Ga usah diambil ati ya!"Ujarnya menasehati.
"Jantungnya aja yang gua ambil!"Sadis banget utaran kata Anna.
"Udaaah,ga usah aneh-aneh deh.Sentuh jantungku,masih berdetak kencang seperti genderang mau perang tapi ya ga seru-seru amat gitu."Tarik tangan Tia menyentuh kedadanya.
Secepat mungkin ia menariknya kembali dan berkata."Jiiiih,kak Yosha ini kok kepedean seeh.Aku geliii tahuuuuu!"
"Ya kali-kali kamu megang jatungku yang berubah detakannya!"
"Seperti?"Tambah Cinta.
"Jam weker,hahahahah!"Lanjutnya bikin suara jangkring lewat.
KRIKKK,,,,KRIIIKKK,,,,KRIIIIK,,,,KRIIKKK.
"Maklum aja,ga bisa santai dia."Ujar Emma berkata.
Obrolan mereka cukup seru sampai akhirnya Dennis dengan sikap penasarannya pun mendekati mereka dan nimbrung diantara kagetnya Yosha dan herannya Emma saat satu lelaki datang membuat kekacauan Cinta.
"Astaga angin dari mana sampai ada yang nyantol kayak gitu?"Mendongak kaget melihat kedatangan teman lamanya.
"Wiiiiih,,,mau berbagi cinta neeh!"Sambil menepuk kedua tanganya Emma seakan semangat.
"Siapa yang mau berbagi cinta,dari tadi bosen liat kalian dari jauh yaaaa deketin kalian.Kali-kali ada berita besaar gitu!"Penasaran juga akhirnya.
"Yaaah yang seru mana ada dari kamu Dennis,,,ga ada.Adanya filosofi yang memberatkan pembaca dan pengagummu,kayak tuuuuh!"Dagunya mengarah ke Cinta.
"Ooooh ya.Tapi kita ga ada masalah kan ya!"
Meringis menjawabnya"Iya kak,santai dan pasti akan ada jalannya!"
"Mana jalannya,buntu semua!"Lanjut Yosha kesal.
"Nanti kak,kan ada jalan terbaik buat kita berdua ya!!"Kata Cinta kembali menggemparkan folosofinya.
__ADS_1
"Keren juga luuu,,kena virusnya Dennis jadi pujangga.Salut gueee!"Sambil menyentuh dada Emma,ia berujar.
"Lhaaa emang iya,mereka satu tapi tak sama kan!"Lanjut Yosha.
"Ya iyalah kak beda.Kan mereka adalah satu perempuan satunya lelaki,heran deh!"
"Udah pesen belum,,,kayaknya laper deh kamu Den,gua pesenin ya.Dia yang traktir!"Tunjuk Yosha kearah Emma yang semangat minum es campur.
"Ya engga semua kali.Itu makhluk baru nyampek,masak ya laper aja seeh!"Gerutu Emma mulai tekor.
"Ga ikhlas neeh."Hajar Dennis.
"Yaaaahhhh,ga terima.Ini kan sesi tanya jawab kita sama mereka bertiga Nis.Kan elu belum masuk daftar kita!"Lanjut Emma.
Pada ngakak tahan tawa setelah panggilan itu serasa asing buat dia.Tengak-tengok lalu ga terima juga jawabannya."Pleace Emma panggil gua Den atau lengkap aja.Nama itu yang lengkap jangan setengah-setengah ntar mubazir lho!"Tunjuknya masih ga terima.
"Wooiiii,tenang Bos kita cuman berbagi tawa ga berbagi sembako.Jadi jangan ngedumel aja ya!"Yosha angkat tangan.
"Kak Dennis ntar pulang bareng ya.Aku pengen lho diantar sama kakak!"Tiba-tiba suara itu membuat mereka terdiam.
"Lhoooo,,,bukan kak Adrian yang jemput?"Tanya Anna kaget.
"Pengen aja,biar makin deket gitu."
"Tapi kok yang demen deketan malahan dia,"Tunjuk Yosha kearah Tia.
"Ya emang ga ada tempat kak,kalau ada mah bahagia mereka berdua."Jawab Tia ngegas.
Sambil menepuk tangan,hampir aja pada copot jantungnya satu-satu akibat ulah Yosha.
PLAAAAKKKKK"Oke deh kalau kalian seperti ini,apa kita akhiri saja.Waktu dan tempat kita pisah saja gimana!"Tersenyum menompangkan tangan.
"Lhooo,,,lhooo kok bubaran?kan kita belum selesai kak!"Tia angkat bicara.
"Lihat neeh jam berapa,kita masuk kelas dulu yaaaa!"Ujarnya menunjukkan kearah Tia.
"Ooohhh,iya heheheh.Cabut deh kita buat kabur dari sini!"Meringis pula menjawabnya sok malu-malu gitu.
"Ya udah kita siap-siap,apa nanti pas pulang sekolah saja kita ngobrol lagi.Lebih santai dan lebih qualty time gitu!"Jawab Emma ikutan siap-siap beranjak pergi.
"Boleh juga,kakak ikutan juga ya!"Jawab Cinta menoleh dan menyentuh tangannya.
Kaget sambil menunjuk kemukanya."Haaah,sama aku juga.Apa aku terlibat sama proyek kalian ga?"Tanya Lagi kearah Yosha dan Emma.
"Ikut doang juga ga pa-pa,asal janga bikin keributan.Kita kan ga bisa nahan massa banyak-banyak!"Lanjut Yosha memainkan kedua alisnya.
"Yaaaa,cuman aga jauh aja kali ya.Supaya aku bisa lihat gimana karakter kalian dalam forum yang kalian buat gimana,seru kan!"Jawab Dennis memberikan idenya.
"Boleh juga!"Sambil mencibir bibirnya.
Sesaat pun mereka pun buyar dari kantin,hanya Emma yang berbelok berlawanan dengan mereka karena harus bayar traktiran yang segunung dan hanya bisa senyum-senyum sendiri.Gini ya kalau punya project ma mereka ada aja yang aneh-aneh,yang ga ikutan jadi nimbrung.
Dari jauh pun lihat mereka sudah bubaran dan saling ngobrol santai,yaaah ditinggal.Jahat babget Yosha lupa kali punya partner kok ditinggal gitu.Awas aja aku ungkit-ungkit kisahnya sama wanita dicafe jadi duit ini hehehehe sambil menutup mulutnya geli.
"Engga mang,,biasalah masak aku ditinggal rame-rame ma mereka.Makasih ya mang!"Memberikan uangnya.
"Pas kan mang?"Tanya lagi.
Menerima duit dan senyum-senyum bahagia.
"Makasih non,pas uangnya!"
"Mari mang,,,aku masuk dulu ya!"Berlalu pamitan sama mang penjual makanan,dia hanya menjawabnya dengan anggukan dan senyuman lagi.
Belum melangkah agak jauh ada aja halangan daro juniornya yang kesal udah ga make jasanya untuk project barunya lagi.
"Kaaaak Emma,ingat kita kan?"Menghadang langkahnya lebih jauh.
"Kaliaaan,ngapain?"Sebel juga ada dua racun mematikan ada disini.
"Kita kok ga diajak project baru lagi,ntar kita dilupain lagi sama temen-temen lho.Kakak mau tanggung jawab?"Karmen mencurahkan isi hatinya.
"Iiiiihhhh,bodo amat.Kita tuh selalu mereview apapun yang baru dalam diri setiap anak disini.Ga kalian aja kaleee.Sabarlah,kalau kalian ga populer lagi.Noooooh panjat tiang basket biar keren tuuuhhh!"Sambil membalikkan badan mereka dan nunjukinnya.
"Aaaahhhh kak Emma kok becanda seeh!"Rengek Alessa ga terima.
"Ini udah waktunya kita masuk,kapan-kapan aja ya kita bicarakan.Kakak masuk dulu,ntar kena DO lagi dari guru kakak,byeeee!"Berlalu melambaikan tangan,lega juga menghidar dari mereka.
"Kaaaakkkk,,,kok ditinggal gini seeh kita berdua?"Teriak lantang Karmen.
Berbalik lalu memberi lambain tangan.
"Byeeee,kapan-kapan ya!"Lanjut membalikkan badan lalu pergi meninggalkan mereka.
Sebal lagi seraya bersedekap,ada rasa kecewa dari Alessa,sekarang kayak ga ada gunanya ada diantara mereka."Bete deh ,,,kenapa seeh mereka gitu sama kita!"
"Tahuuu tuh.Apa mereka diracunin sama mereka bertiga ya.Apa kita labrak aja mereka buar ga banyak tingkah aja sama kita."
"Iya kali ,,kamu ada ide ga?"
Entah datang dari mana lelaki misterius itu datang lagi dan membuat mereka begidik ga karuan atas kedatangannya secara tiba-tiba.
"Eheemm!"Seakan membuat mereka kaget bukan maeenn.
"Astagaaaa.Apaan seeh?"Lalu berbalik dan disambut oleh keramahan dan senyuman manis darinya."Haiiii,,,kalian santai aja.Jangan macam-macam ya.Ingat itu.Jangan macam-macam oke.Itu seeh pesanku ya byeee!"Perlahan pergi meninggalkan mereka.
"Sebenarnya siapa seeh dia.Kok dateng ngagetin,pergi pun ngeselin?"
"Iya,datang dari mana coba.Perginya pun bikin kesel aja,anak kelas mana itu?"Sinis menatap dia pergi dengan santai.
Setelah mereka beda kelas dan lokasi saling berpisah sama halnya Cinta dan sahabatnya pergi kearah berbeda menuju ruang kelas 10.Sedangkan Mereka bertiga pula sang senior pun berubah haluan juga rasa penasaran pun tertuju pada Dennis yang memilih pindah ruangan kelas dibanding sama Yosah satu bangku kelas.
"Eluuu kenapa seeh kabur dari kelas kita?"Tanya Yosha menelisik.
__ADS_1
Plaaakkkkk"Iya neeeh,jadi aku duduk sama dia tuh.Maleeeesss banget!"Emma pun reflek menampol bahu Dennis dengan kencangnya.
Sedikit kepental agak jauh pula,tenaga Emma tuh kayak preman lagi bikin Dennis ga terima."Ma,kamu tuh cewek apa cowok seeh.Pukulannya tuh bikin sakit tahu!"
"Hehehehehe,ga tahu ya sejak kena tranferan ilmu dari Yosha.Jadi gini gue!"
"Gua lagi salahin,emang lu kayak gitu dari dulu.Ngomong seenaknya!"Senggolnya ga terima.
"Gua belum selesai ngomong lho!"Lanjut Yosha masih menuntut lagi.
"Nanti aja deh,gua kasih tahu ya.Gua masuk dulu,udah sana ruangan kalian kan diujung!"Dorong Dennis mengusir mereka.
"Huuuuh,emangnya kita orang apaan seeh.Diusir-usir segala,padahal cerita Dennis aja belum selesai."
"Masuk aja yuk,,,ntar kita introgasi deh dia sampai keder ma kita ya,"Tersenyum miring menatap Emma.
"Iya ide bagus!"Sambil mengacungkan jempol.
Suasan ruangan sekolah berbeda pula disetiap kelas,seperti yang dihadapi oleh Cinta,Tia dan Anna.Sibuk banget mereka dapat tugas terakhir dari guru favorit mereka.Antara bosen dan ngantuk pula tapi menuju waktu pulang sekolah.
"Sabar-sabar,kerjaan sekolah emang banyaj juga ya dari pak Dion.Sampe bosen liatnya."Kata Anna menompangkan tangan sambil menulis.
"Ga pa-pa nanti juga selesai sendiri tugasnya,santai aja Na."Seru Tia berbisik.
Pak Dion pun juga sibuk membuat tulisan dipapan untuk segera disalin dan dijawab oleh para siswa,sikap hangat dan ramah kembali dituangkan oleh sang guru untuk membuat kerjaan rumah buat mereka.
"Gimana ga susah kan tugas dari bapak,nanti juga selesai kan!"Meringis kearah para siswa.
"Iyaaa pak!"
Suasan semakin membosankan,apalagi detik waktu semakin membuat mereka berharap segera selesai.Seperti juga yang dirasakan oleh Dennis seorang,berada dalam kelas yang berbeda tanpa Yosha ataupun Emma dia semakin sulit untuk bisa kembali dalam obrolan ringan mereka.
"Kayaknya gua harus balik lagi kekelas yang dulu deh,sama Yosha.Ada Emma juga,tawaran pak Indra memang menggiurkan tapi menyesatkan juga,banyak yang caper sama gua apalagi temen satu bangku namanya Thalia,gua tahu dia cantik,manis dan sedikit montok.Kadang ggemesin juga kalau dia lagi ngomong.Menarik juga sampai ia baik banget sama aku.
Jiwa mana yang ga meronta melihat sosok thalia seperti ditelenovela itu?aku seeh sabar dan mencoba kuat tapi apa daya,pak Indra cuma senyum-senyum lihat gua dideketin sama Thalia.
"Dennis kamu ga pa-pa kan?"Tanya pak Indra dengan wajah heran.
Sadar juga dia,aneh banget pertanyaannya.Apa beliau sengaja buat aku mati kutu disampingnya Thalia."Thalia,ajak ngobrol Dennis nya.Maklum dia pemalu."
"Huuuuuuu!"Sorak anak-anak lain bikin deg deg ser aja.Sampai menoleh kebelakang dan memandang mereka dengan wajah memerah padam.Apa yang harus gua lakuin neeh?
"Sikaaat aja brother,kali-kali punya dua gebetan kan seru!"Lanjut temennya.
"Iya udah punya potensi tinggi ga dipake!"Canda lainnya dengan tawa geli.
"Gilaaa loe,lu kira gua apaan!"Sayat Dennis tak terima.
"Sabar mas,,kan ada aku!"Menyentuh bahunya Dennis.
Alangkah ngerinya juga ya,aku ga bisa bayangkan yang serem-serem sama dia.Trus Cinta gimana kalau kayak gini.Aku bisa-bisa luluh sama pesonanya dia lagi.
Meringis kearahnya,malu-malu juga ngeliatnya.
"Makasih ya.Atas supportnya."
"Sama-sama mas."
"Cieeee makin ada rasa ini!"Lagi diulang sama yang lain.
"Kalian jangan ngomporin gua dong,bikin malu aja!"Ujarnya kesal tapi seru.
"Udah-udah santai aja.Sama temen baru tuh lebih berkesan dari pada sama bapak,kan ga seruuuu!"Lagi Pak Indra membuat candaan hingga ketawa lepas.
Dag dig dug antara iya atau engga,apa aku akan jatuh kepelukan Thalia ya.Dia menarik banget rada kebulean,blasteran yang mana letak seksinya sangat kelihatan dan menarik dibanding siapapun kecuali Cinta sama Selvi.Astaga kenapa namanya nancap dikepalaku bisa berabe ini hidupku.
Setelah satu sesi menegangkan,akhirnya longgar juga sama suara bell sekolah berbunyi menyelematkan nafasnya yang hampir tersengal-sengal dan ga bisa ditahan lagi.
KRIIIIIIIIIING,,,,,,
"Yeeeee pulaaaang!"Sepertinya kompak setiap kelas setelah mendengar bunyi bell sekolah nyaring dan senyum guru membawa mereka dalam persiapan untuk pulang.
"Selamat kalian ya!"Kata pak Dion dikelas 1 dimana dihuni oleh sosok-sosok fenomenal,walau hanya 3 orang yang menurut pak Dion berpotensi lebih baik.Tapi namanya juga anak-anal pasti bahagia dong bisa pulang.
Suasana pulang sekolah menjadikan banyak ide kreative muncul saat itu juga.Yosha dan Emma bersiap untuk menyusun cerita lagi dimana akan menyatukan mereka lagi ditempat santai dan lebih bersahabat guna mendapatkan project kontennya yang terbaru.
"Kita udah siap kan untuk bisa melakukan obrolan lagi sama tiga cewek menggoda tadi tuh?"Menoleh memberikan idenya.
Menatap aneh"Tiga cewek menggoda,bisa aja lu.Waaah ada atmosfir yang tiba-tiba menggoda elu neeh buat deket-deket sama mereka!"Senang banget liatnya.
"Ya ga gitu kali Ma!"Jawabnya lemes.
"Emang gua mama lu,Ma Ma."Sontak gas khas Emma muncul.
"Yeee gua panggil Em,,,,dikirain ember.Gua panggil Ma dikira mama.Lu sebenarnya pengen dipanggil apa seh!"Kesal juga sama protes omongannya.
Yang duduk depan pun kaget sampai noleh dan mukul meja mereka BRAAAAKKKK.
"Astagaaaah!"Yosha beneran kaget.
"Eluuu ngapain bikin jantung gua copot aja luuu!"
"Kalian berdua tuh ya,,kalau ketemu maunya berantem aja.Ntar gua jodohin lu."
Sambil ngangkat kedua tangannya,ia berseloroh
"AMIIIIIIN!"Sambil membasuh mukanya.
"Iiiih,,,partner aja susah kayak gini.Mau elu jodohin,jadi apa gua nanti."
"Ya jadi istrinya Yosha lah.Kongslet dia,hahahah!"Sambil cabut dari hadapan mereka.
"Yosh,gara-gara elu tuh rival kita jadi ember.Berangkat yuuuk,ditungguin ama mereka lho!"Ajaknya buru-buru angkat kaki dari ruang kelas.
__ADS_1
"Iyaaaaa!"