Antara Dua Hal

Antara Dua Hal
48.Adrian jalan-jalan sama Cinta,ada sesuatu?


__ADS_3

Setelah cukup lama untuk berfikir berat tentang hubungannya bersama Luna yang semakin membuat hatinya kembali pecah,tetapi mencoba bersikap natural dan tidak ada yang harus dipertimbangkan dengan cukup matang.Karena ya mereka berdua adalah pilihan untuk menjadikan sebuah tanggung jawab muncul dengan halus.Ada ide neeh untuk Adrian mengajak Adik centilnya bernama Cinta untuk ya sekedar jalan-jalan.Seseru apa ya?


"Gimana kalau kali ini aku jalan bareng sama Cinta?udah lama setelah sibuk dengan Luna dan Vani.Boleh juga kali ya?"Setelah idenya muncul dengan senyum-senyum manisnya segera menghubungi Cinta dimana dirinya tengah mengobrol bareng sahabatnya dicafe.


"Memang ya kalau urusan nimbrung dan berbagi rasa itu tujuannya kak Yosha sama kak Emma.Selalu ada aja yang dibuat sama dia."


Sambil menyertikkan jari,Anna bagaikan seorang girl band yang menemukan ide lagu sensasionalnya."Betul itu,sampai kita dikumpulin kayak mau dapat undian deh!"Lanjutnya.


"Ya mungkin mereka tuh butuh kita sebagai tempat baru membagi waktu yang baik dan waktu luang untuk satu urusan yang penting.Itu juga penting lho kalau dibuat seperti itu!"Lanjut Cinta yakin.


"Jadi kita masih baru-baru ya,fresh gitu hahahahaha!"Tambag Tia ngakak.


"Iya kayak habis keluar dari freezer dan beneran deh bikin emosi kalau kak Yosha yang ngomong."


Sambil mengibaskan tangannya,berkarakter pula Anna bergaya."Berarti kita pilihan dong!"Meringis kearahnya.


Asyik banget keduanya berbagi cerita tentang Yosha dan Emma sampai lupa ada satu hal tengah berbunyi nyaring mengganggu Cinta yang tengah mengungkapkan kata.


"Sepertinya begitu seeh,tapiiii,,,,"Belum selesai mengangkat jarinya tinggi-tinggi.


Bunyi ponsel telah membuatnya kebingungan menghadapi apa itu suara mereka dan suara dering ponselnya."Bentar ada yang menghubungiku,aku lihat dulu ya!"Sambil menahan bicara mereka,ga asyik banget deh Cinta.


Mengambil ponselnya nyelip ditas,ekpresinya bikin kedua sahabatnya gemes,biasanya kan nyubit pipi tuh eeeh malah kebalik,pada lomba nyubit bibirnya yang sok mancung.


"Gemes deh,bibirnya!"


Matanya melotot dan ga terima seakan ingin membalasanya,tapi belum bisa."Eehhhmmm,,,"


Tangannya pun berontak dan membalas kepada Anna dan Tia dengan wajah kesal."Tega banget seeh kalian jahil ma aku!"Lagi mancung.


"Heheheheheh,ga ada alasan buat ga gemes sama kamu tuh!"Lanjut Tia Senang.


"Angkat tuuuh,penting kayaknya!"Lirik Anna sambil mengintip pengen tahu siapa yang menelponnya.


Tia pun mengangkat dagunya bertanya siapa yang menelponya."Siapa?"


Sambil menyatukan kedua tangannya ia berbisik


"Kakakknya!hihihihih."


Ada rona-rona bahagia saat Cinta mendapati bahwa kakak terbaiknya tengah menghubunginya.


Ada apa ya?pasti ada sesuatu yang membuatnya kangen.Seneng banget dikangenin sama orang satu ini.


"Halllooo,kak.Pa kabar!"Ujar Cinta sumringah.


"Cinta,nanti keluar yuk.Kamu ada acara ga?"Tanya Adrian penasaran.


"Ga ada seeh kak,emang mau diajak kemana?"Penasaran tingkat tinggi.


Lalu keduanya saling berbisik membicarakan Cinta dan seseorang didalam Telpon.


"Heeemmm,,,seneng banget diajal jalan,hehheh!"


"Iya,mau juga aku kalau gitu.Kan seru bisa ngerasain bersama sang kakak!"Sentil Tia geli.


Melihat kedua sahabatnya sok mencibir obrolannya,rasanya ga perduli deh.Gimana kalau dilanjutkan dan bisa merasakan jalan bareng lagi kan seru bersama Kak Adrian.


"Ada deh,ntar kakak jemput ya.Ada juga yang mau dibicarakan soalnya.Kamu beneran ga kemana-mana?"Kembali memastikan.


"Engga kakakku yang ganteng,hehheheeh.Sama sekali ga ada keluar sama siapa gitu!"Jawabnya seakan melayang entah kemana.


"Oke deh,ntar sore kakak jemput ya.Mau naik mobil apa motor?"Tanya Adrian lagi.


Langsung ide muncul dan segera ia menjawab dengan semangat tinggi untuk menjadikan moment ini semakin memberikan kehangatan jalan-jalannya."Pake motor dong kak,biar romantis hehehehheh!"Ujarnya ngakak.


Paduan suara khas sahabatnya pun muncul dan mengundang riuh yang menggoda.


"Cieee,jalan-jalan!"Celetuk Anna.


"Apa pacaran neeeh!"Lanjut Tia ngakak.


Jari Cinta pun menghentikan obrolan keduanya,mereka cuman ngakak doang ngerasain kekesalannya.


"Siapa seeh,Tia sama Anna ya gangguin kamu?"Pertanyaan itu membuat Cinta cengengesan.


"Iya kak,ganggu aja lho.Ga mau ngalah gitu!"


"Ya memang gitu kan kalian.Jangan lupa entar sore harus siap-siap kita jalan-jalan,kamu harus persiapkan semuanya ya."


"Siap kak!"Sambil memberinya hormat.


Menutup ponselnya,kembali wajah senang,bahagia dan sumringah pun dirasakan oleh Cinta.Bisa jalan bareng sama kakak tercinta.Hal tersebut juga buat keduanya sinis melihat kebahagiaan yang dirasakan olehnya.


"Heeemm yang mau jalan-jalan.Ikut doooong!"


Rengek Tia pengen ikut.


"Iya naik motor lagi,kan lebih seru heheheh!"

__ADS_1


Setelah menggoda hingga malu-malu memerah padam muka Cinta,sampai ia menutup muka dan geleng-geleng kepala ga terima sama ejekan mereka.Padahal ada memang sedikit rasa sayang tapi beda dalam diri Cinta.Adrian pun pesona yang ga bisa ditolak siapapun.Ada banyak kata yang akan diungkapkan olehnya dalam menjalani perjalanan kehidupan bersama adik terbaiknya.


Meski begitu apa memang ada harapan bila aku harus berbicara dengan Vani semuanya akan sirna begitu saja dan aku bisa membuatnya kembali yakin ini hanya sebuah settingan.Karena aku ga ingin membuat hati Vani kembali sakit karena sikap dan ulahku dalam menganggu kehidupannya. Tapi kalau aku tidak hadir secepat itu dan Andra menyakini untuk membuat keputusan itu,ga bakalan aku bersikap baik sama dia.


Menghela nafas panjang,ada rasa yang beneran membuatnya memuncak saat ini.Beranjak bergegas kekamar atas dan mencoba merebahkan rasa lelah ini dalam hangat ranjang dan sejenak ia tenggelam dalam mimpi.


Cinta,Anna dan Tia tengah dalam obrolan yang semakin sengit.Ada apa sampai harus seperti utu kepada sang kakak,begitulah kisah yang akan dilancarkan secara brutal oleh mereka berdua.


"Hemmm,aku rasa kak Adrian itu bukan sekedar kakak buat kamu deh!"Serang Tia.


"Iyaaa,lihat dari wajah seorang korban.Jadi kayak gini lho.Mau jadi apa coba hahhahah?"Lanjut Anna menatapnya.


"Udahlah,kalian jangan gangguan gua dong.Kan kak Adrian memang baik sama aku,ga macam-macam apalagi pas nginep sama aku dirumah."Tiba-tiba pede banget cara ngomongnya sampai membuat keduanya melotot tak percaya.


"Seriuuusss????"Keduanya menatap Cinta.


Tengak-tengok sambil mengangguk tersipu malu.


"Astaga Cinta,emang apa yang kamu lakukan sama dia?kamu ga diapa-apain kan?"Mendekat dan berbisik.


"Ya enggalah,neeh buktinya aku baik-baik saja?"


Jawab Cinta diplomatis.


"Engga ada acara romantis atau sekedar Ciuman gitu.Kan biasanya tuh kalau udah berdua pasti udah khilafnya setinggi langit tuh!"Tia semakin penasaran.


Mengangkat dagu seraya menoleh kearah Tia dan memastikan hal tersebut memang tidak ada dalam kamusnya saat ini."Ya enggalah Tia,aku masih bisa jaga dirilah.Juga kak Adrian juga bisa menjaga dirinya juga,ga kayak yang lain pasti udah terjadi hal yang membuatku muak akhirnya."


"Ya syukur deh kamu bisa bersikap seperti itu.Ntar sore elu jalan-jalan sama kak Adrian?"Kembali Tia memastikan lagi.


Ia mengangguk dan menoleh kearah Anna mengumbar senyum padanya."Ngapain senyum-senyum kearahku?"


"Gua pamit pulang ya,kayaknya kak Adrian udah nungguin deh hehehhehe!"Sambil meringis geli.


"Ya udah sana,ntar kalau ada yang aneh bilang sama aku.Biar aku pepet tuh kakakmu!"Tia memberikan ijin.


"Trus kalian naik apa?"Wajah polosnya tampil menandangi keduanya.


"Ya angkot lah.Masak Taxi,haduuuh sama aja lebih ramean angkot dan aku bisa lihat-lihat yang bening nanti disana!"


Anna pun angkat kaki dengan meraih tas serta mengambil uang dan memberikan kepada Cinta.


"Ini nitip ya.Buat kita-kita!"Senyum Anna lebar membuat hati keduanya semakin ga nyangka ada yang lebih baik.


"Waaah tumben elu baik banget sama kita-kita Na!"Tia seakan tak percaya.


"Iya-iya tumben kan!"Lanjut Cinta semangat.


"Ayo Tia,pulang duluan pasti dijemput deh sama kak Adriannya!"Canda Anna menggoda.


"Heeem enak banget diajak jalan-jalan bareng!"Sambil beranjak berdiri.


Ketiganya saling cipika-cipiki seakan perpisahan mereka adalah sesuatu menyenangkan disaat keduanya melambaikan tangan dan pergi meninggalkan Cinta seorang diri.Huuuh,kenapa ya ngeliat mereka tuh seakan kompak dan membuatku jadi tambah nyaman gitu.Emang kalau udah jadi sahabat gini ya.Kembali menyeruput minuman yang perlahan tak terisisa hingga dirinya pun bergegas untuk keluar dari cafe dan menghentikan Taxi.


Langkah santai dan tengahdah Cinta dalam perjalanan menuju rumah Adrian.Kenapa memangnya kalau aku dekat sama Kak Adrian,dia orangnya baik dan pengertian.Semoga saja aku tidak terjerat sama cinta gilanya.


"Sampai juga!"Ujarnya senyum-senyum sendiri serta memberikan uang jepada supirnya.Keluar dari dalam mobil ia melanjutkan masuk kedalam.Rasanya ga dikunci deh coba deh buka.


Dalam hatinya berujar dan itu benar,ternyata ga dikunci,nengok kesebelah kanan dan melihat mobilnya ga ada.Tapi dimana ya kak Adrian,aahh masuk aja.Palingam ketiduran dia didalam,lagi melangkah sembari tengak-tengok sepi banget ya.Heran kalau ada pasti dikamar,sembari memastikan dengan jari telunjuknya ada senyum yang mulai membawanya kedalam kamar dan mengetuk pintu beberapa kali.


"Kaaak,kak Adriaaaan!kakak didalam ya?"Tanya Cinta dengan nada centilnya.


Tak lama menunggu,masih ga ada jawaban.Huuuh coba masuk deh pasti ketiduran,molor deh pastinya.Perlahan membuka pintu kamar dan masuk penuh kehati-hatian.Apa mungkin ini jebakan batman yang biasa aku tonton diyoutube atau memang ga ada jebakan seperti itu.Sembari mengangguk juga terkesan pula dengan kamar yang elegan dan mempesona matanya untuk melihat-lihat.


Tak disangka ternyata Adrian ketiduran dengan posisi tengkurap tertutup oleh selimut tebal.


"Astaga kak,Adrian kalau udah tidur lupa segalanya ya!"Tertegun melihatnya sembari bersedekap.Menaruh tas ranselnya,melangkah mendekati serta mengendap-endap dan menemukan juga waktu yang tepat disampingnya.


Matanya melotot melihat tubuh Adrian nan seksi tanpa sehelai benang,tengah tertutup rapi ileh selimutnya.Dalam hatinya ada sebuah kekaguman seorang Cinta melihat seorang pria telanjang dada membuatnya bergetar hatinya melihat itu semua.


"Ya ampun seksi banget kakakku ini.Aku ga nyangka dia sekokoh itu bahunya,lengannya atletis banget idola banget hihihihihi!"


Perlahan ia mendekat dan duduk disampingnya,sambil memainkan jarinya menjelajahi tubuh atletisnya,sambil menahan ketawa-ketiwi tiada dosa.


"Kaaak Adrian,,,bangun dong kak.Aku udah dateng neeeh!"Bisiknya perlahan membuat kesadaran Adrian mulai terbuka beberapa persen ga sampe 15% dia masih ogah-ogahan bangun.


"Ayooo kak,banguuun.Udah sore ini.!"


"Hemmmm,nanti ya Lun.Aku masih mimpi enak neeh!"


Deg,dalam hatinya ia pun terkejut.Lun?apa itu kak Luna sahabatnya kak Adrian ya.Waaah ada apa-apa neeh sama kakak satu ini.


"Kak,emang kak Luna kenapa?"Tanya Cinta penasaran,semoga aja dia ga sadar dan masih jawab pertanyaanku.


"Dia kangen banget sama aku.Dia ga mau aku lepasin!"


Berfikir lagi dan menompangkan tangan,ada


perasaan aneh deh sama kak Adrian.Apa yang terjadi sama sama kak Luna ya.Aaaah gua kerjain aja.Langsung ide muncul dalam jahilnya hahahahahaha.

__ADS_1


PLAAAAKKKK,Rasanya bahunya ada memukul dengan kencang sampai hati dia ketawa lepas dan kaget melihat sosok adiknya sudah ngakak ga karuan melihatnya dengan menutup mulutnya menahan tawa.Menyipitkan mata dan membalikkan badan,menghela nafas ternyata dia bukan Luna.


"Cintaaa,kalau masuk ketuk pintu dulu!"Pintanya sambil menutupi sebagian tubuhnya dengan selimut.


"Kakak seeeh dipanggil-panggil dari tadi ga jawab.Ya aku masuk aja.Maaf ya!"Sambil menyatukan kedua tangannya.


Bersandar dan menutup wajahnya sebentar dan mencoba menyadarkan secepatnya tapi masih berat."Aduuuh,kakak masih ngantuk.Kakak lanjut lagi ya tidurnya."Kembali rebahan dan mulai kembali memejamkan mata.


"Kaaaak,katanya mau jalan-jalan.Aku udah siap ini!"Rengek Cinta manja.


Membuka pejaman mata dan masih melihat baju seragam nempel dibadannya,tersungging geli lalu menjawabnya."Gimana mau siap kalau kamu aja masih pake baju seragam gini.Udah siap-siap sana!"Usirnya dari kamarnya.


"Yaaaah,ngambek deh.Iya bentar ya aku ganti baju dulu dan kita jalan-jalan."Semangat untuk bersiap-siap.


"Apaaaa?ganti baju doang.Ga mandi!"Langsung saja dia ingat sama jawaban Cinta.


Meringis malu"Hehehehehe,lupa kak.Mandi dulu ya!"


"Ya ampun.Ya iyalah,masak kamu ga mandi.Bauuu tahu."Ujarnya kesal juga akhirnya.


"Kakak mandi juga juga ya,biar ga acem!"Lagi menjawab sambil menutupi hidungnya.


"Iyaaaa!"Jawabnya kembali menutupi seluruh tubuhnya pake selimut.


Protes lagi deh dia.


"Kaaaak,katanya mau mandi malah gitu seeh!"Teriaknya bikin berisik.


Membuka selimutnya"Iyaaa.Kamu mandi deh buruan.Biasanya tuh cewek mandinya lama,jadi ya aku santai-santai aja dulu."


Meringis untuk kedua kalinya.


"Hehehehehe iya deh kak,Aku duluan mandi.Tapi inget jangan tidur lagi."Ancamnya dengan wajah ketus.


"Iyaaa buruan!"Jawabnya mencoba sabar.


"Byeeee!"Melambikan tangan dan menutup pintu.


"Byeeee!"Membalas dengan lambaian tangan pula.


"Huuuuh,tidur lagi deh!"Menutup kembali selimutnya.


Tiba-tiba Cinta membuka pintu kamarnya Adrian dan teriak lagi saat melihat kakaknya masih kembali diranjang.


"KA-KAAAAK.MASIH AJA MOLOR!"Teriaknya lantang.


"Astaga ketahuan lagi,iyaaa-iyaaa!"Sambil menutupi kedua telinganya.


Mau ga mau harus turun dari ranjang dan siap untuk mandi.Dalam kesegaran tengah menghujam penuh rasa ini tak mungkin bisa kesendirian itu hilang dalam pejaman mata.Semakin jauh menatap semuanya berubah dalam keheningan tanpa makna.


Senyum hangat pun terjalin saat penampilan seorang Cinta sungguh special kali ini.Tampilan elegan serta memberikan senyuman dan make up natural tipis membuat sosok Adrian semakin tersanjung oleh penampilannya.Tak hanya sang lelaki,sang perempuan pun terpana pula dengan sikap gagah dan menawan sampai keduanya bagaikan seorang sepasang kekasih untuk menjalani hidup bersama.


"Kak,boleh ga Cinta minta sesuatu?"


Mengernyitkan kening,bingung juga kalau dirasakan oleh Adrian."Apa?"


"Peluk Cinta dong!"Pintanya dengan tawa gelinya.


"Heemm,kirain apa.Sini-sini!"Sambil merentangkan tangan.


Cinta pun menyambutnya berada dalam dekapan hangat seorang Pria yang telah ia anggap sebagai kakak terbaiknya.Entah sampai kapan rasa ini terbendung dalam-dalam tanpa menguak kepermukaan.Apa aku harus sabar dalam dekapan yang hangat ini,tanpa bisa aku lepaskan begitu saja untuk satu hal ini.


Melepaskan pelukan dan mendekap kedua pipinya,keduanya saling berbagi rasa romantis bersama dikala keduanya saling bersentuhan kening dengan senyum bahagia.


"Cinta,,,kamu memang special banget dihati kakak!"Ujarnya membuatnya lega.


"Benarkah?"Memastikan kembali.


"Iya bener.Tapi aku belum bisa berbuat banyak untuk satu hal yang lebih dari ini ya."Kembali berpesan.


Ia hanya mengangguk,kembali memeluknya.Rasanya ga ada lagi lepasan tajam bahkan sekejab hanya sebuah mimpi belaka.Merangkul cinta untuk menikmati moment penting berdua,sudah lama belum dilakukan keduanya.Walaupun sekedar nonton film atau hanya saling bersenda gurau pun itu sudah membuat hati seorang perempuan sangat bahagia.


"Kamu sudah siap dengan hari special ini?"Tanya Adrian seraya menggandeng tangannya.


Ia menoleh dan mengangguk,tak percaya juga bisa berada satu rasa dengan sang kakak.Waktu yang ga boleh dilewatkan oleh apapun itu.


"Ternyata kakak tampan juga ya.Pantesan kak Vani jatuh hati sama kakak,heheheh!"Pujinya sembari berjalan keluar menuju mobilnya.


"Itu beda cerita lho ya.Nanti ada kabar yang mengejutkan saat kamu tahu sebenarnya."Mengiringi masuk kedalam mobil.


Menoleh heran dan pastinya itu akan menjadi misteri sejenak buat Cinta untuk berada dalam dekapan Adrian.


"Cerita sebenarnya?apa ya!"Tersungging heran.


"Adalah,yang penting kita jalan-jalan okey!"Jawabnya menutup pintu mobil dan berjalan memutar kedepan untuk segera menjadi seorang supir buat Cinta.


Ada perasaan tak menyenangkan tengah merasuki hati dan fikirannya,apa ya!apa mungkin ada rahasia yang harus aku ketahui.Memang ya kakalu kak Adrian itu selalu bikin aku pening menuju detik-detik yang benar-benar menyentuh hatiku saat ini.


Dia santai aja tuh,sambil nyetir dan menatapku dengan senyuman lagi.Ada apa seeh sebenarnya?malahan ceritanya kesana kemari dan membuatku semakin tak percaya kalau itu adalah kebenaran yang mungkin membuatku tahu siapa sebenarnya kak Adrian ya,well kita harus sabar sama satu hal ini.

__ADS_1


__ADS_2