Antara Dua Hal

Antara Dua Hal
Part 30.Berada satu hal bersamamu.


__ADS_3

Memang ya kalau udah manja berada dalam perhatian satu orang lelaki,sang lelaki pun tak bisa menolaknya.Antara ada perasaan terbaik untuk membuatnya selalu bahagia.Ya Luna memanh membutuhkan hal tersebut,dan aku ga boleh egois untuk kehidupannya,walau aku sadar sekarang aku berada dikehidupan wanita-wanita hebat seperti mereka.Pada dasarnya aku yakin bahwa aku harus menyentuh hatinya supaya tak ada lagi rasa sedih yang dialami olehnya.


"Ayo dong lagi,sedikit lagiiii!"Kata Adrian memaksa untuk menghabiskan makanannya.


"Ryaaan,udah full perutku.Ntar gendut gimana?"Rengek Luna masih ga mau lagi.


"Kalau kamu gendut berarti kamu bahagia dong sama aku,gimana seeh.Nanti yang cemburu juga suamimu yang tega sama kamu iya kan?"Mempertegasnya lagi.


"Tapi aku ga mau gendut-gendut,ya adalah isinya sedikit!"


Lalu Adrian tersenyum membayangkan bagaimana seksinya pinggul Luna saat melihat ada sebuah keindahan tertanam dalam tubuhnya.Juga saat aku melihatnya enak banget saat dipeluk,empuk dan ga bisa berpaling lagi dari siapapun.


Malahan Luna ikutan terdiam dan mengamati Ryan yang tiba-tiba diam dan sedikit ada senyum-senyum menyertai wajahnya yang berseri-seri.


"Kamu ga pa-pa kan Ryan?kok aku liat kamu malahan aneh gitu seeh?"Kembali menompangkan tangan,bingung ada apa sama dia.


"Engga,aju bayangin kamu seseksi apa kalau ada sedikit lemak ditubuhmu.Pasti nggemesin deh."Sambil nyubit pipinya.


"Apaan seeh,bikin ga mood makan deh."Ngambek balik lagi diwajah Luna.


"Ya udah kalau ga mau makan,aku habisin.Sayang lho ga dihabisin!"


"Kok,,kamu habisin.Jangan deh itu punyaku lho.Sisa aku makan,janganlah Ryaaan!"Lagi manja menarik piring.


"Udah ga pa-pa,juga aku lapar jadinya lihat kamu makan tadi,heheheh!"Kepingin juga deh sambil nambah lagi.


"Gimana gantian aku suapin,mau ga?"Tawar Luna semangat.


"Boleh juga kalau kamu mau!"Nyengir juga.


"Heeemmn,,,kamu tuh emang ya.Ada maunya deh hehehehehe."Canda Luna semangat.


"Mumpung kita sama-sama sendiri.Apa salahnya saling membahagiakan masing-masing lebih seru kan!"Adrian memberikan kehangatan.


"Iya juga,beneran neeh aku suapin lagi?"Bersiap untuk menyuapi sahabatnya.


"Ya mau dong,aaaaaaa!"Sambil membuka mulutnya.


"Hahahaa,!"Ketawa juga sambil menyuapinya.


Layaknya sepasang kekasih,lelaki seperti Adrian memang bisa membuat suasana lebih hangat disaat tengah berduaan bersama.Tapi masih saja candaan keduanya saling melempar kalimat membuatnya makin tak terasa untuk segera berbagi cerita dengan banyak hal sudut pandang secara real dan nampak dalam setiap pemikiran masing-masing.Tepatnya balkon teras,tempat memagumkan buat keduanya saling berbagi cerita hidup dan sekedar cinta.


"Hebat banget seeh,sampai habis lho!"Canda Luna makin semangat menyuapi Adrian hingga sesuap terakhirnya.


"Emangnya aku babby yang masih pertumbuhan,gemes deh jadinya!"Lagi nyubit pipi Luna sampai geli lagi.


"Kamu tuh ya,seneng banget nyubit pipiku,apa biar cabby gitu.Kayak Adikmu itu siapa namannya?"Melempat kata.


"Cinta,huuuuh.Ga tahu deh bisa punya adik seperti dia lucu juga.Kenapa ketemunya udah gede dibanding masih kecil.Pasti lucu-lucunya dia itu pas masih segini!"Ujarnya sambil memperagakan tangannya.


"Astaga,,,segini tuh lucunya!"Sambil ikutan mengukur tangannya.


"Tapi aku masih bingung juga sama satu hal yang sama dengan wanita yang aku ajak sekarang namanya Vani.Malahan aku jatuh cinta sama dia bukan sama Cinta!"


"Haaaah,kok aneh seeh.Aku kira kamu jatuh cinta sama Cinta."Memainkan tangannya lalu mikir lagi.


"Gini dah,kalau nama aslinya cinta bikin mumet deh kalau perumpamaan jadi gimana gitu bilangnya!"


"Hahhahaha,bisa aja kamu ya!"Lagi dia mainin pipinya Luna.


"Ryaaan,seneng banget deh mainin pipiku,ada apa seeh sama pipiku?"Lagi ia mencet-mencet.


"Kenyal,gini deh kalau perawatan.Jadinya ya seneng aja megangnya!"


Lagi memandang dengan makna terdalam,lalu teringat juga dia sama Yosha seorang lelaki yang dianggapnya asyik dan lebih muda dalam berfikir membuatnya ingin menyampaikan kepada Adrian.


"Oooh ya Ryan,aku tuh mau cerita untung aja inget.Hampir aja lupa!"Kata Luna tersadar dengan wajah sumringah.


"Cerita apa?seru sepertinya."Lanjut Adrian makin penasaran.


"Aku tuh akhir-akhir ini tuh ketemu sama anak sekolahan lho,keren dan aku seneng banget.Cocok gitu sama dia."


"Haaaah,,,yang bener?siapa namanya!"Mengernyitkan kening,rasanya ingin tahu deh.


"Yosha namanya,lucu,ada gantengnya juga pokoknya nyambung sama kerjaanku sama dia!"


"Editor?"Tanya lagi.


"Iya betul,ga tahu deh kok bisa kenal sama dia.Tapi itu sengaja lho ga pasti juga kayak gimana aslinnya dia."Kembali menjelaskan.


Sesaat Adrian mikir,kayaknya aku familiar deh sama nama itu?Yosha,jelas nama itu memang ga bisa aku remehin seeh!


"Kayaknya aku kenal sama nama itu deh.Bentar aku inget-inget dulu!"Sambil mikir tentunya jarunya juga nancap dikeningnya.


Menahan tawa,bisa-bisanya kalau dia berfikir tuh penuh ekspresi deh.Apa memang seperti itu ya?


"Kamu ngapain Ryan,sampai gaya gitu!"Ikutan meneruskan gayanya.


"Soalnya aku tahu dia itu sekolah kalau ga salah ditempatnya Cinta deh.Yakin aku sepertinya,tapi nanti deh aku tanya sama dia!"


"Heeemmm,,,,kayaknya kamu kepo ya sama dia!"Sambil memegang dagu serta senyum-senyumnya bikin apa gitu.


"Trus ngobrolin apa kamu sama dia,sampai cocok dan klop gitu?kan aneh biasanya kamu ga suka sama berondong.Malahan suka?"


"Ya sama kelakuanku sama kamu,kamu juga sama Anak SMA kan?heeeehhhhh awas ngeles,gua tabok lho."Siap-siap melebarkan sayap tangan.


"Berani?"


"Iyalah!"Tandasnya.


"Trus kalau kamu cocok,apa ada project yang akan kamu buat sama dia?kamu yakin bisa."Memastikan lagi.

__ADS_1


"Eeehhhmmm,kayaknya aku jadi konsultan deh kalau sama dia.Ceritanya dari video yang dia hasilkan bagus kok,editannya ga main-main bagus."


"Kisah apa?"Mengernyitkan kening.


"Biasalah dia lagi ngerekam temannya yang lagi berbagi cinta deh dibelakang sekolah.Tempatnya bagus dan itu membuat aku ikutan tertarik untuk sekedar ngobrol malahan keseruan itu datang sampai bosen,hehehehe!"


"Bisa juga kamu deket sama dia,kayaknya ada yang unik juga kalau kamu sama dia.Setidaknya ada referensi tentang hidupmu yang lebih menarik!"Mencoba membuatnya senang.


"Ya memang aku unik kalau ketemu dia,hahahahah!"Tawa akhirnya membuat Adrian kaget dan shock pula melihat aksinya sungguh menyentuh.


"Ngeri banget tawamu,aku ga bisa bilang kalau kamu suka dengan Yosha.Unik gemesin dan kayaknya kamu cocok kalau kerja sama dengan dia dengan baik.Kapan-kapan kenalin dong,masak senang buat sendiri aja.Aku bisa mengabadikan waktu kamu bersamanya lho!"


"Waaaah menarik juga tuh!"Ujarnya sambil bergaya seorang wanita bahagia.


"Tapi aku berharap seeh kamu bisa membuat hatimu selalu tenang dengan hadirnya siapa itu?"Kembali mengingatkan.


"YOSHAAAAA!"Semangat pula kata itu muncul secara bahagia.


Tawa lepas kembali diulang oleh Adrian,lucu juga sampai bisa dia mendekap kepalanya dan saling menyatukan kening,saling menggelengkan kepala.Ada aja kelakuan yang muncul dalam diri Luna.


Jam Istirahat pun kembali terbuka lebar,lega juga buat Trio cewek mempesona (Kata sang penulis) padahal yaaaa memang cara mereka luar biasa ketika harus menjadi pilihan dua kakak seniornya untuk segera menghampiri janji yang dibuat oleh mereka berdua.


"Kayaknya kita harus nunggu ga seeh,janji yang dibuat sama kak Yosha dan kak Emma?"Tanya Tia merunduk dan memastikan tengak-tengok menunggu batang hidung mereka.


"Ya ga tahu seeh,tapi kalau kita berharap.Apa mungkin mereka ngasih janji yang pasti?"Cinta bertanya lagi.


Mengangkat kedua bahunya,antara yakin atau engga juga ada dalam beberapa langkah dari harapan seorang Anna.


"Entahlah,kalau mereka lupa ya emang banyak tugas.Tapi kalau mereka datang tiba-tiba gimana?"


Ide kembali muncul dalam benak Cinta,seakan menggoda kedua sahabatnya."Apa aku ketemu sama kak Dennis dulu kali ya."


Saling menatap Cinta dengan wajah bengis,keduanya seakan ga terima dengan ide melenceng apalagi saat pandangan aneh seperti itu tawa garingnya muncul.


"Hahahahahahahaha,ada masalah ya?"


"A-dalah!kamu memang lagi kongslet ya."Sambarnya Anna ga terima.


"Heheheh,sabar ya.Aku santai kok buat kalian."Gandengnya mereka berdua seraya menatapi keduanya pindah pandangan kembali nyengir.


"Apa kita harus nunggu atau kita makan dulu gimana?"Tiba-tiba Anna mengajukan idenya sambil memegang perutnya.


"Iya deh,,,aku udah laper juga.Jadi kan?"


"Oke,,,lanjutkan.Kita jalan yaaa!"Tarik Tia semangat.


Ya udah melangkah bareng santai menuju tempat mengisi perut,langkah pun semangat juang untuk berbagi juga candaan garing tapi dianggap seru aja.Sayang aja ada aja yang memandang ga suka banget sama mereka yaitu Alessa dan karmen yang menatap sinis dan penuh kebencian.


"Liat mereka udah bahagia banget hidupnya,bikin bete aja!"


"Iya heran,,,masih aja mereka bahagia.Kenapa kita ga bisa kayak gitu seeh padahal apa coba kekurangan kita!"Rasanya kesinisan mereka terletak pada satu pusat yang berbeda.


Tapi sosok misterius itu membuat mereka kaget bukan main,kenapa dia bisa berada diantara kami berdua,siapa ya?


Menoleh dan terbelalak,siapa dia?dari mana coba datangnya dia.Melenggang pergi dan berbalik memberikan senyum sinis kepada kedua pasangan populer itu.


"Siapa seeh dia Al?kok berani banget sama kita ya?"Mikir jauh banget,serius sampai ga habis fikir kenapa ada dia.


"Mana aku tahu,siapa coba dia!"Mikir juga sama menoleh dan mengangkat kedua pundaknya.


Dia siapa?ya belum tahu juga gue.Siapa dia,yang penting lebih membuat siapa aja semakin penasaran.Tapi tidak untuk Yosha dan Emma yang sudah siap dengan langkah dan janji tengah dibuat tadi.


"Kamu udah siap ga?nanya-nanya sama mereka.Yakin ga!"


Mendongak dan heran juga sama pertanyaan dari Rekan bisnisnya saat ini."Haaaah?ga salah juga sama kamu yang melontarkan pertanyaan itu.Padahal siapa yang nantang tadi pagi.


"Heloooou,tadi sapa yang ngajakin ngobrol sama mereka!"


Meringis geli"Iya pake acara traktir lagi!"


"Naaah gitu inget,ayo jalan!"Ajaknya menuju tempat terbaiknya.


Seperti yang siap dijalankan oleh Yosha dan Emma guna mendapatakan info unik yang mungkin bisa membuat mereka tahu seberapa kecenya ketiga perempuan tengil itu.Ada ada ide perlahan muncul dalam fikiran Yosha dan senyuman manis Emma,tapi segera ditepis oleh Dennis ketika keluar kelas menyipitkan mata melihat dua orang aneh tersebut meluncur kemana.


"Kemana tuh mereka,kayaknya patut diikuti deh!"Bergegas langkah seribu ala Dennia terlaksana.


Terus mengikuti dan mengamati langkah mereka untuk memastikan apa ada proyek baru dikerjakan oleh dua konten creator tersebut dsn menuju kemana akhirnya.


"Kak Denniiiiis!"Cegat Alessa dan karmen mendekap kedua tangannya.


"Hei,kalian mau ngapain?pake acara gandeng-gandeng gini!"Kebingungan dan berontak melepaskan.


"Kak,jangan pergi dong.Kita butuh abang lho disini.Emangnya abang ga kasihan sama kita berdua?"Tanya Karmen meyakinkan.


"Kasihan kena-pa?"Heran ada aja kelakuan mereka.


"Ya masak yang diprioritaskan Cinta seeh.Apa coba kelebihannya dia.Mending kita yang udah bisa bikin prestasi,,,,ya ga men!"


"Iiiih,,,kok gitu seh panggilnya.Yang lengkap dong!"


"Iya maaf karmen cantik."Menarik tangan Dennis,rengekan Alessa bikin eneg juga lama-lama."Bang,,,anterin kita yuk cari buku sejarah,,biar kita menang lomba tesis ala anak kampus gitu!"


"Apaaan seeh,ga nyambung.Udah lepasin atau aku dorong kalian sampai selokan tuh!"Tunjuknya mengangkat dagunya.


Melepaskan dengan wajah kesal.


"Iiiih,kakak jahat deh sama kita.Kan kita minta bantuan bukan yang lain!"


"Bodo amat,gua pusing kalau luat kalian tuh udah jangan ganggu lagi."Mengarah tunjukan dan tatapan mata emosi pada Alessa dan Karmen.


"Kaaaak,,,,!"Panggilnya lagi.

__ADS_1


Langsung aja cabut dari dua orang ngeselin tuh,heran masih aja ngarepin sama aku padahal aku ga suka sama mereka karena udah tahu sendiri kalau prestasi mereka selalu disabotase oleh orang-orang beckingan yang membuat mereka bagaikan putri-putri kebanggaan padahal nol besar.


Ada rasa kesal juga dari hati mereka berdua,kenapa seeh selalu tidak merespon pada kita berdua kan kita juga butuh kasih sayang.Ga hany Cinta dan sahabat-sahabatnya,kenapa bisa ga adil gini seeh!


Tak disangka lelaki misterius itu hanya menahan tawa melihat keduanya dicuekin bahkan masa bodoh ga jelas begitu dalam merayu dan menggoda Dennis.


"Kalian tuh salah besar kalau kayak gitu.Belum tahu siapa aku."Berlalu menuju tempat yang menurutnya baik untuk berbagi rasa dengan hampanya sebuah pertemanan.


Dikantin mereka pun antri untuk memesan makanan,ya pastinya sama dong pesanan yang sangat membuat mereka ngiler saat melihat macam masakan siap untuk dipilih.


"Kamu mau apa?"Tanya Tia semangat.


"Mi ayam deh.Biar kehidupanku Panjang dan ga banyak cincau,heheheheh!"Jawab Cinta.


"Pede banget elu,ya udah sama deh!"Lanjut Anna ga ada ide lagi.


"Astaga ikutan mie jugaaa,ckckckckck."Heran deh,ngeliat mereka sok kompak dan perhatian.


"Ya udah,kalian duduk aku pesenin deh sana-sana menuh-menuhin warung aja!"Usir Tia kepada Anna dan Cinta.


"Sadis bangeeet deh!"Jawab Anna segera mundur dari antrian diikutin sama Cinta.


"Ada aja omongannya ya,bikin kesel deh!"Diikutin lagi sama Cinta.


"Udah ikutin aja,kita kan beda sebulan ma dia.Kalau dia bersikap gitu ya berarti dia udah dewasa!"Tandas Anna.


"Oooohhh gitu ya!"Jawabnya sambil duduk berdua.


"Mana ya Kak Yosha sama kak Emma,ga nunjukin batang hidungnya dari tadi!"Seakan pengen tahu dimana keberadaan dua kakak seniornya tersebut.


"He,,em dimana lagi tuh mereka."


Tak lama kemudian Tia datang dan membawa tiga Mi ayam sesuai pesanan mereka,langsung aja keduanya mendongak dan heran pada ikutan juga pesen mie ayam."Lho kami pesen mie ayam juga!"Seru Anna bingung.


Duduk santai dan memberikan mie ayam kepada Cinta dan Anna,ia pun menjawab"Ya mau gimana lagi,kalian pada pesen sama masak aku engga.Kan ga enak kalian ntar nyicip ga sekedar nyicip tapi ngabisin!"


"Ya ampun pelit amat sama kita-kita!"Sahut Anna.


"Iya juga ntar ditraktir sama kak Emma."


"Ya kalau mereka dateng,kalau engga.Trus merubah haluan gitu,mau gimana?"Kembali Tia berujar.


"Bener juga ya An,,,!"Sambil menoleh kearah Anna.


"Yupz betul banget.Makan yuk,,,lapeeer!"Jawab Anna.


Lagi enak-enaknya makan datang deh harapan baru yang diinginkan ketiganya,kehadiran seorang kakak senior dengan gaya kece dan ga ada matinya menggeser Tia yang tengah duduk sendiri."Geser doooong!"Pinta Yosha duduk disampingnya.


"Astaga kak,sebelah sini juga masih ada kok.Seneng banget seeh nyenggol-nyenggol aku segala."Sambil nyeruput kuah mie ayam.


"Yosha,,yosha masih aja cari masalah sama Tia.ya disembur hehehhe."Emma langsung nyambar.


"Ooooh,,,iya kok kalian udah makan duluan seeh?laper ya?"Tanya Emma ikut nyicipin mie ayam milik Cinta.


"Kakak,,,enaaaak?"Kesel juga,pada diembat semua.


"Dikit doang aaaah!"Jawab Emma enteng,meringis juga.


Menoleh kearah Yosha dan menawarkan menu makan siangnya"Elu mau apa Yosh?kan gua janji traktir kalian semua!"Mencoba menyakinkan pada Yosha.


"Oke pesan bakso aja deh,baksonya nambah 2!"Jawabnya pede mengangkat dua jarinya.


Langsung mereka pada konek dan batuk-batuk sekaligus keselek mendengar dua bakso yang dia tampilkan dengan seru.


"Uhuhhuk,,,uhuuk,,,kak Yoshaaaaa.Dieeem napa!"Masih aja kelagapan.


"Iya neeh ga lihat-lihat kita lagi makan apa?"Tandas Anna.


"Kurang kerjaan apa,huuuuhhhh."Kembali menahan tawanya.


"Lho emang ada yang salah sama ucapanku?"Mengangkat pundaknya.


"Tahu tuh,,,anak-anak lebih ngerti kayaknya dibandingin gua Yosh!"Emma pun geleng-geleng kepala.


"Emangnya kenapa?"Kembali nanya.


"Tuuuuh punya kakak udah dua nambah lagi.Masih aja ga ngerti!"Serang Tia ga terima.


Melotot ga percaya,ternyata mereka tahu juga apa yang dimaksudkan"Kalian tahuuuu aja.Ckckckck!"


Emma beranjak berdiri dan menawarkan lagi sesuatu kepada mereka"Kalian emang mau nambah apa?"


"Beneran kak?"Kompak semangat.


"Waaooow,kompak ye!"Kaget plus heran.


"Ini yang gua cari,gilaaaanya ga hilang-hilang dari mereka berdua!"Jawab Yosha memainkan jari-jarinya.


"Nambah apa?"Cinta bingung nanya sama keduanya.


"Es campur!"Pede sekali buat Anna yakin.


"Sama deh,heheheh!"Nyengir buat Tia.


"Kamu juga Cin?"Tambah Yosha.


Ia mengangguk dengan manis.


"Kok gua gemes ya liat kamu kayak gitu.Pengen banget deh!"Sok gemes banget.


"Kaaaak,,,ga boleh lho gitu!"Anna mengingatkan.

__ADS_1


Sesaat Emma sibuk memesan minuman dan makanan,ada aja obrolan garing tapi bermanfaat.Apalagi Tia dan Yosha adalah dua hal yang sama gacornya saat berada satu meja dan berbagi cerita bersama.Tak bisa dipungkiri pertemuan mereka menjadi seru sehingga menyentuh tawa lepas dan semakin akrab untuk kembali menuangkan ide bagi Yosha sang kreator dan Emma sang pemain utama.


__ADS_2