
Seberapa jauh hatimu memiliki satu hal yang pasti,juga ga akan ada hasilnya ketika berada disisimu dengan rentetan kasih sayang yang diberikan oleh seorang kekasih.Obrolan Khas mereka para senior membuat satu hal muncul dalam benak Cinta.Yakin untuk bersama Dennis atau hanya sebagi teman baik juga menjadi sebuah khayalan tanpa batas.Aku tahu seperti apa tidak sukanya tante Mila saat melihat Dennis,seakan dia adalah musuh besarnya dalam kehidupan nyata ini.
Menyentuh tangannya"Kamu kenapa?"
Sadar setelah banyak melamun dan melihat wajah Dennis begitu berharap tidak ada satupun makna yang tersimpan jelas dalam raut wajah Cinta.
"Haaaahhh,,,engga kak.Seneng aja lihat kak Dennis menatapku.Itu tandanya perhatian."Sembari tersenyum menompangkan tangan.
"Kamu ga ngerasa ada yang aneh diantara kita?"Kembali menanyakan sikapnya.
"Aneh gimana?"Kembali membenarkan duduknya.
"Lihat mereka sudah pergi kamu malahan terdiam membisu menatapku.Mereka oada ketawa lho tadi.Kamu tuh bucin banget ya sama aku!"Sambil menyentuh dan membelai pipinya.
"Haaaah,,,masak?dimana mereka sekarang!"Kebingungan mencari mereka.
Menunjuk keluar kaca,mereka hanya tersenyum dan melambaikan tangan,ada juga yang melambangankan Love untuk mereka dan sok kece juga."Heheheheheh!"Cinta sudah kepalang malu dan melambaikan tangan kepada mereka semua.
"Gimana?kamu mikirin apa,apa ada yang kamu sembunyikan!"Semakin serius mempertanyakan hal itu.
"Ini kak,aku terus kepikiran sama tante Mila.Soal hubungan kita yang sama sekali tidak disetujui sama tante.Apa maksudnya!"Kembali bertanya.
Sambil menyentuh bahunya,dia mencoba menenangkan Cinta."Udahlah,mungkin bekym waktunya kamu tahu itu.Juga kita masih sekolah,fokus dulu.Juga nanti kita akan tahu jawabannya kan!"Kembali menjelaskan.
"Trus kita langsung pulang atau gimana kak?"
"Maunya gimana?mau masih disini atau kita pulang.Trus kakakmu gimana,apa dia ngijinin kamu sama aku atau mau dijemput?"
"Biasanya seeh gitu.Tapi ga pa-pa kok.Juga dia ada keperluan sama sahabatnya kak Luna gitu!"
Mendongak dan jelas itu adalah kesempatan yang berarti untuknya"Ooooo,,,bisa juga ya.Jadi kak Adrian sama sahabatnya,trus aku sama kamu!"Sambil acak-acak rambutnya.
"Iya kak!"Jawabnya pasti bahagia.
Diperjalanan pulang topik yang dibahas dan seru banget adalah Cinta yang tengah bucin sama Dennis sampai ada kata yang tertuang dalam benaknya untuk satu hal.
"Emang ya,kalau udah cinta itu apa aja bisa direlain!"Emma memulai obrolan tentang Cinta.
"Enak aja,kalau aku kan engga beda sama Dennis.Kita harus berbicara logika untuk masalah cinta dan sayang.Kalau kita pake perasaan.Akan habis waktu yang kita gunakan untuk perjuangan itu sendiri!"
"Haaahhh,gitu kak ya.Emang harus seperti itu?misal neeh.Ini misalkan ya,jangan dianggap serius!"Pinta Tia bersikap Vocal banget.
"Apaan seeh kayaknya serius banget.Ada yang harus diklarifikasi ga?"Tanya Yosha penasaran.
"Ini pasti ada rasa yang tertinggal neeh,ada orang ketiga atau seseorang tengah kasmaran tapi ga ada ujungnya ya kaaaaan?"Tunjuk Emma kearah Tia.
"Siapa?"Tanya Tia bingung.
Nabok juga akhirnya Anna yng mana dia mengerti maksudnya tapi ga dimengerti oleh Tia.
"Ya eluuu lah.Siapa lagi Tiaaaaa!"
"Yeeee pede sekali elu kalau ngomong?kan misal!"
"Walaupun misalkan,tapi kalau dari hati mau gimana coba.Hati mana yang ga bisa dibohongi!"
Langsung aja Yosha menjawabnya.
"Iya juga kali ya.Tapi kan misalkan itu akan menjadi moment baik yang bisa aku rasakan bisa kenal sama seseorang!"Ia mengintip dikaca belakang,Tia pun langsung memerah padam.
Berlagak sok ga lihat tapi matanya ga bisa menipu sampai tawa geli muncul diraut wajah Yosha.Emma menjawab tawanya sambil menutup muka,Anna apalagi.Ia hanya duduk bersandar menatap keluar menahan tawa pula.
Ada aja siang ini,udah dapat materi bagus dan memberikan banyak inspirasi malahan ga karuan deh jadinya.Apa yang terjadi saat ini adalah resolusi membingungkan untuk Tia saat ini.Apa yang salah sampai mereka bersikap seperti itu padaku.
"Ada yang salah ya kak?"Masih belum tahu dimana letak salahnya.
"Gaaaa,ga ada yang salah.Yang salah kita-kita bisa jawab lebih cepat kok!"Jawab Yosha kembali menahan tawanya.
"Sejauh apapun kamu bertanya,akan membuat kita ketawa lho.Udah santai aja,kita ganti topik yang lain aja ya!"Pinta Emma bersikap bijak.
"Iya juga,topik apa?"Tanya Anna mengundang senyum kembali.
"Ada-ada aja kamu ya Na.Nanya dulu takut ada yang salah ya?"
"Heheheheh,peace kak!"Jawabnya nyengir dan mengacungkan dua jarinya.
"It's okay.Aku antar pulang kemana ini?"Tanya Yosha mengacungkan jempol kearah Belakang.
"Rumah lah,kak.Emang kemana.Pake seragam lagi!"Serang Tia makin ganas aja.
"Oke deh,kalian pulang kita mau maen-maen.Mau ikutan?"Tanya Emma menggodanya.
"Kemana tuh?menarik sepertinya!"Lanjut Tia tiba-tiba mendapatkan ide untuk ikut.
"Udaaah deh,kita pulang aja.Ga usah ikut-ikut ntar malahan dicariin ma emak eluuu."
__ADS_1
Sambil garuk-garuk lehernya,masih ada nyengirnya juga saat menjawab seraya menoleh kearah Anna.
"Hehehehe,lupa emak gua galak ya!"
"Ooooooo,,,,,takut juga sama emak lu ya baguslah.Dari pada engga,bahaya juga lho.Emak segalanya buat kita ya ga!"
"Ya betuuulll,tapi mau gimana lagi.Dari pada ngintilin kamu terus kan ada rasa terus jadi deh!"Lanjut Emma becanda.
"Falling in love sama rasa yang ga jelas!"Jawab Anna ikutan mesem-mesem.
Mungkin ada rasa yang harus diungkap oleh Cinta,tapi kayaknya belum bisa deh.Juga masih ada yang disembunyikan sepertinya dari kak Dennis,apa aku tanya sama kak Adrian ya notabenenny masih jauh dari cerita ini.Apa nyambung juga ya kalau nyambung seeh ga tahu juga.Tapi deket sama kak Dennis tuh banyak kelebihannya juga ya.
"Kenapa lagi?apa yang kamu fikirin seeh.Diminum dulu biar ga gagal fokus lagi!"Pintanya tersenyum masih betah untuk tersenyum.
"Iya,tumben lho bisa lama ketemu sama kak Dennis.Biasanya cuman sebentar dan ga lagi.Ketemuan juga sekali-kali aja."
"Ya mungkin kan kita ada kesibukan sekolah.Juga ga terlalu difikirkan juga kalau kita jarang ketemu.Lebih baik kan,kangen tumpah lebih banyak,hehehehe!"
"Kok bisa seeh aku kenal sama kak Dennis,jadi gimana kalau ga tahu siapa itu Dennis sang filosofi Cinta.Mana aku bisa mengenalnya!"Kembali memuji sang pujangga cibta dengan banyak rasa kagum menjelajahi pendangannya dengan jelas.
"Mungkin itu takdir,atau kebetulan saja kamu harus menyikapinya dengan baik-baik kan ?"Tanya Dennis yakin.
"Lalu kita kemana?acara sudah selesai.Mau pulang atau gimana!"
Mikir lagi,memastikan hal indah penuh senyuman lalu kata manis tertuang."Aku coba telpon kak Adrian lagi ya.Apa aku langsung pulang atau ditemenin sama kak Dennis terus,heheheheh!"Meringis geli lepas menatapnya .
"Ya telpon aja.Dari pada nyari-nyari ga jelas terus kakak malah kena omel sama kak Adrian.Bahaya juga kan,cowok senior lawan pria dewasa.Jelas kalah!"Jawabnya males.
"Hahahahaha,iya kak.Bentar ya!"Mengambil ponsel dan mencoba kembali menghubungi Adrian.
Romantisme keduanya memang tak ada duanya,ada rasa tanpa keindahan hakiki dalam hubungan ini.
"Hallo kak Adrian.Kakak dimana?"
Adrian saat ini memang tengah berada dalam kisah bersama Luna.Walaupun kisah mereka bagaikan sahabat,seolah-olah cinta tengah mengaduk kisah mereka dalam hal berbeda hingga dia hanya bisa menjawab dengan rasa kasih sayangnya.
"Masih dirumah sahabat kakak,kenapa Cinta?"Suara itu membuat Luna mendongak saat tengah melihat beberapa pose model aksinya kali ini saat berada didekatny.
"Oooooh,,,,ditelpon sama Cinta.Kangen betul dia sama kakaknya!"Gumamnya sambil memberi senyum padanya.
"Kak boleh kan,nanti aku balik lagi kerumah.Sekalian diantar sama kak Dennis,apa kakak masih lama dirumah sahabatnya kakak?"Tanya Cinta penuh rasa ingin tahu.
"Eeehhhhmmm,,,,masih lama kok,juga nanti pulangnya kakak jemput Vani.Jadi kamu bebas deh sama Dennis,tapi masih harus ingat sama batas-batasan yang kakak berikan ya."Adrian memberikan pesan.
"Oooh,,gitu kak ya.Oke deh kalau gitu.Makasih kaka yaaa!"Sambil menutup telpon.
Lalu pandangan itu mengarah keL Luna dimana ada rasa yang perlu dipertanyakan lagi.
"Kenapa?ada yang aneh!"
Menggelengkan kepala"Engga,ga ada.Cuman heran aja tumben Cinta dianggurin lebih milih Vani!"Sambil mengumbar rasa penasaran.
"Kan kamu tahu,sekarang aku memulai hubungan baik sama Vani.Cinta juga masih sekolah,itu ga baik juga.Sayang banget sebenarnya aku suka banget sama dia lho!"Sambil nyubit hidungnya.
"Lho kok bisa?belum dapat restu dari tantenya yaaaaa!"Sok menggoda kearahnya.
"Cieeee cemburu yaaaa!"Hantam Adrian.
Manyun deh akhirnya,langsung aja ia taruh tuh Camera dan ga mau bicara lagi."Oooouuuu,kasihan banget cewek satu ini.Butuh sayang juga ya!"Menarik bahunya dan menyandarkan kepalanya dibahu Adrian.
Mengelus-elus rambutnya,Adrian pun mengumbar rasa sayangnya pula kepada Luna."Saat terbaikmu bersamaku adalah bisa membuatmu bahagia.Walaupun bagaimana caranya.Hidupmu harus bahagia okey."Mencium keningnya.
"Tapi kenapa ya,sejak ada kamu hidupku sedikit lebih baik.Dimana Reyhan selalu membiarkan aku sendiri malahan kamu datang membuat suasana lebih baik baik.Makasih ya!"Menompangkan dagunya sambil mengumbar senyum kepadanya.
"Makanya aku selalu datang untuk kamu,aku selalu berbagi cinta dengan kalian bertiga.Entah sampai kapan!"
Lalu Adrian pun membuat hati Luna semakin ga karuan jadinya"Sampai resmi kita jadian,hahahahahah!"
"Bisa juga ngelawaknya.Bikin baper aja!"Mukul kening Luna.
"Aduuuuh,,,sakit Ryan.Kenapa harus mukul kening seeh."Ga terima sambil mukul bahunya Adrian.
"Gimana ga lucu coba.Kamu tuh makin hari makin gila aja.Gimana kalau kamu sendiri kayak gini."Ujarnya ga habis fikir.
"Yaaa aku butuh teman,salah satunya kamu.Apa kamu mau menemaniku?"
"Malam ini?"Tanya lagi.
Ia mengangguk dan itu memang sesuatu paling berat saat ini.Menimbang dengan pasti apa ada waktu untuk bersama dengan Vani.Apa.aku hubungin Vani dulu supaya dia g khawatir mungkin.
"Coba aku hubungin Vani dan Cinta.Apa mereka mau tinggal berdua tanpa aku!"Mencoba memberikan opsi terbaiknya.
"Well itu yang aku harapkan.Nanti kalau kamu nginep disini kan aku bisa masakin yang special buat kamu."Membuat sebuah pelayanan extra untuk Adrian.
"Aku tagih janjimu!"Kembali mencoba menghubungi Vani yang mana ia tengah sibuk-sibuknya melayani costomer.
__ADS_1
Suara getar ponselnya membuatnya sedikit terganggu.Orderan banyak Herman tengah break sama Jodi diruang terbaik mereka dalam.menikmati hembusan angin sungguh kencang bersama segelas kopi dan cemilannya sungguh menggoda.
"Siapa seeh ganggu disaat genting kayak gini!"Masih tenga steam susu dan memastikan esspresso turun dengan prime time sesuai.
"Sabar ya,atau nanti deh aku huhungin kalau ada waktu!"Gumamnya berharap segera berhenti.
Heran seraya mengernyitkan kening,ada apa ini sama Vani.Sama sekali tidak mengangkat telponku?menoleh kearah Luna.Malahana dia juga bingung apa yang dia pandangin darinya.
"Kenapa?"Sambil mengangkat tangannya.
"Vani ga ngankat telponku,ada apa ya?"Mengernyitkan kening.
"Pasti dia sedang sibuk deh dikedai,apa ada yang break mungkin!"Membuat kepastian untuk menenangkan fikirannya Adrian.
"Iya kali ya."Jawabnya sambil melihat jam tangan,iya juga seeh ada yang break saat ini."Aku gantian hubungin Cinta deh,supaya dia minta anter Dennis.Lebih seru buatnya untuk lebih lama!"
Sambil mengacungkan jempolnya"Siiiiip,itu pilihan yang bagus!"Ujarnya senang.
Kembali menghubungi Cinta,tepat saat itu dia tengah keluar dari kedai untuk bersama menikmati masa berdua."Bentar kak,ada kak Adrian telpon."
"Oh iya,angkat dulu.Mungkin ada yang penting!"Pintanya segera.
Ia mengangguk dan menjawab panggilan dari Adrian,"Halooo kak,ada apa kak?"
"Cinta,kamu bisa kan nanti pulang kerumah kakak untuk temenin Vani ya.Kakak lagi nemenin sahabatnya kakak.Ga pa-pa kan dia lagi sendirian disini kamu ga pa-pa kan?"Kembali bertanya.
"Yaaa ga pa-pa seeh.Tapi kak Vani setuju ga sama kepentingan kakak.Ga cemburu gitu?"Jawab Cinta bingung.
Sambil garuk-garuk kepala,ada yang memberatkan saat ini."Iya juga seeh.Tapi Vani ga ngangkat telponku mungkin dia sibuk kali!"
"Ya udah kak,hubungin lagi deh.Kan ga enak juga berbagi cin-ta terlalu banyak,heheheheh!"Godanya geli.
"Kamu tuh,baik banget.Inget ya jaga diri sama Dennis,jangan macam-macam ya!"Kembali berpesan.
"Iya kakak juga.Jangan macem-macem sama sahabat kakak.Sahabat seeh sahabat kalau udah tergoda gimana dong!"Lagi membuat kesepakatan.
"Hehehheh,iya juga ya.Makasih ya udah ngingetin!"Tersenyum menoleh dan menatap Luna.
Rasa heran pun terpancar dari Luna seorang,kenapa lagi sama dia"Kenapa?"Sambil mengangkat dagunya.
"Ga pa-pa!"Menutup ponselnya.
"Coba deh bilang,biar aku ga bingung sama sikap kamu yang aneh gini!"Menyentuh pipinya.
Cukup lama menatap tajam,lalu menjawab kalimat seorang sahabatnya."Gini,tadi kan Cinta bilang kalau kita ga boleh macam-macam.Biar ga ada yang diberatkan!"
Kembali mikir,"Apa yang diberatkan.Kita kan ga macam-macam.Asal kamu ga mulai aja perkara ini!"Tersenyum manis padanya.
Kembali bersandar,lega juga bisa menyelesaikan acara untuk malam ini.Menatap Luna dengan wajah serius,sampai ada tanya dalam bibirnya.
"Kamu kenapa?bete!"Tanya Luna penasaran.
"Mencintaimu adalah hal terbaik dalam hidupku,tapi membuatmu bahagia adalah tugasku!"mengumbar senyum.
Matanya melotot mendengar kalimat sok puitis dari Adrian sampai harus bisa menahan nafasnya.
"Gilaaaa.Kamu tuh ya,aku udah bersuami.Kita sahabat lho!"
"Kalau lebih dari itu gimana?"Luna seakan ga percaya.
"Ya kita selesaikan secara baik-baik.Aku mencintaimu,kamu mencintaiku!"
"Tidak Adrian,aku masih pengen sendiri.Dan kesendirianku lebih baik karena ada yang mengisi hidupku lebih berwarna."Jawabnya yakin.
"Siapa dia?anak SMA itu!"Tanya lagi.
Mengangguk dan meyakinkan bahwa saat ini ia nyaman dengan apa yang dia buat bersamanya.
"Kita itu sudah satu frekuensi ya,jangan ganggu dulu!"Pintanya menyentuh bahunya.
"Nanti kalau gantian kamu yang disakiti,aku maju gitu.Indah banget kisahmu Na!"Sambil mengacak-acak rambutnya.
"Adriaaaan,kan berantakan jadinya!"
"Seperti apa seeh Yosha dimata kamu.Apa Cinta tahu ya sosok seperti dia!"
Sambil menunjuk kearah wajahnya dengan jarinya."Kalau tahu?kamu mau ngapain?"
"Ya ngobrol lah.Kan aku adalah penjaga hatimu!"Sambil menyubit hidungnya.
"Hahhahahahah,banyak ya kamu membual sampai aku enek dengernya!"Beranjak berdiri dan meninggalkan Adrian,sampai dia menoleh serta bertanya.
"Kamu mau ngapain?ninggalin aku lagi!"Tandasnya.
"Mau siapin makan malam,supaya romantis hehehehe!"
__ADS_1
"Iiiiih,maunya kamu ya."
Tawa lepas milik Luna semakin memancarkan sebuah kebahagiaan.Seneng juga liat dia bisa ketawa lepas.Apa mungkin ini ya dimaksud teman rasa pacar ya! Kembali berfikir untuk sebuah keheningan ini.