Antara Dua Hal

Antara Dua Hal
Bab.13 Malam Clossing,malam investigasi


__ADS_3

Diluar pun Romero melihat suasana kedai udah mulai sepi.Melihat jam tangan udah malam juga ya,Emang kalau malam gini harus segera gua tutup juga.Trus istirahat dan menoleh melihat Gladis tengah sibuk menyelesaikan tugasnya sebagai kasier dan penata cake dishowchase dengan teliti dan cekatan.Ada senyum senang saat melihat kelincahan seorang perempuan bernama Gladis tengah sibuk sama kerjaanya.


"Gua bantuin biar cepet selesai dan pulang bareng lagi heheheh!"Berjalan masuk dan menata bagian depan barista tengah rapi dengan beberapa kursi yang perlahan dia rapikan kembali.


Mendongak,tersenyum juga lihat kak Romero sudah masuk dan merapikan semuanya.


"Semangat kak!"Suara itu muncul ketika melihat sosok Romero yang tengah berberes.


Mendongak dan memberinya isyarat untuk menjawabnya dengan sebuah acungan jempol untuk Gladis.Ada-ada aja kepolosannya,tapi lucu juga dia.Masih muda dan energik,itu yang menjadikan dia sebagai perempuan tangguh.Lihat aja nanti dapat privillage apa dari gua lihat aja nanti.


"Gimana udah beres semua?"Mendongak dan mendekati meja bar menoleh padanya.


"Udah kak,tinggal ngurusin ini aja.Modal udah aku selesaikan dengan baik.Nanti kak Romero tinggal ambil aja ya!"Jawabnya sumringah.


Memberinya jempol dan tentunya itu membuat hatinya semakin bahagia dengan sebuah kepercayaan yang diberikan oleh Romero kepadanya.


"Masih lama ga?"Tanya lagi.


"Ya bentar tinggal dikit kok,kakak mau ngecek uangnya?"Tanya Gladis lagi.


"Boleh kenapa engga!"Jawabnya sambil nyengir dan masuk kedalam.Sembari berjalan mendekati pintu barista,dia mematikan beberapa lampu hingga remang-remang dan hanya beberapa saja yang terlihat terang.


Sampai disampingnya,dia mengeluarkan Id card dan melakukan mengecekan keuangan dan struknya dengan tepat dan cepat,seraya menoleh kearah Gladis.


"Kamu suka kan kerja disini?"Tanya Romero mengejutkannya.


"Ya sukalah kak.Emangnya kenapa?aku ga suka gitu!"Jawabnya sambil menutup Showchasenya perlahan lalu menoleh dengan tatapan manis kepadanya.


"Kirain ga suka,ga betah gitu!"Jawabnya santai sambil menghitung uang dan modalnya.


"Ya setidaknya ga ada tempat yang nyaman selain disini,kan aku suka ada yang ngarahin kayak Kak Andrea sama Kak Reyhan juga Kak Romero sudah membuatku seperti ini.Pastilah seneng banget.!"


Sembari mengangguk dan menyakini itu adalah kebenarannya mungkin itulah sebuah kebangaan seorang Gladis berada dalam petemuan pekerjaan yang membuat makin klop dan ga ada lagi yang harus dibicarakan lebih dalam lagi.


"Ooooh ya besok mau masuk apa?aku kasoh kebebasan deh!"Mencoba memberinya celah untuk nya.


Berfikir sembari menyentuh dagunya,sok imyut banget deh sampe jewer pipinya yang empuk dan Chabby."Sok imyuut deh gayanya!"Ujarnya dengan tawa lepasnya.


"Aduuuuh,kak sakit aaaah!"Kesal dan lirikannya bikin tawa Romero makin ngakak.


"Oke semua udah beres, lengkap dan pas.Kita pulang sekarang yaaa!"Sambil memainkan kedua alisnya.


"Huuuuuh lega deh bisa pulang sekarang."Ujarnya merentangkan tangan dan bergaya bak bangun tidur.


Tersungging lalu mengacak-acak rambut Gladis yang semula rapi menjadi berantakan dikit.


"Kakak,kok jahil banget seeh!"Masih ga terima.


"Lha kamu seeh sok goda-godain kakak.Kan gemes jadinya.Hehehehe!"Jawabnya berjalan kembali mematikan beberapa lampu lagi,tinggal showchase yang masih hidup dan memberikan cahaya semalaman.


"Jaiiil!"Jawabnya sambil berlalu keluar dari ruangan barista.


"Ooooh,jangan lupa gordennya diturunin ya biar aman kita!"Pesannya hangat kepada Gladis.


Ia berbalik dan membulatkan tangan lalu menjawabnya."Oke kak!"Berbalik lagi dan menutupi beberapa jendela besar yang cukup panjang dengan jumlah 4 jendela dengan ukuran cukup besar.Setelah semuanya selesai dan mengunci brankas,Romero mengambil tas selempangnya dibawah dan juga menyiapkan kepunyaan Gladis.


"Aku tunggu sini kak ya!"Sembari duduk dan santai merentangkan tangan serta meregangkan tubuhnya.


Hanya senyum yang tertera dalam wajah Romero saat melihat letihnya Gladis setelah shift sore tadi.Beranjak mendekati dan menghampirinya serta mengulurkan tangan segera disambutnya dengan semangat baru.Keduanya saling berhadapan lalu dia memasangkan tas selempangnya pula dipundak Gladis.


"Naaah gini dong,udah capek kan!"Sambil mendekap pipi Gladis.


Ia mengangguk dan memeluk hangat,tawa lepas Romero menjadi isyarat manjanya sang Adik satu ini kepadanya."Kak kita jalan kaki ga?"Mendongak serta melepaskan pelukannya.


"Kenapa?udah capek kakinya buat jalan!"Sambil mengelus rambutnya.


Ia mengangguk dengan imyuutnya sampai tawa kembali lepas begitu saja."Enggalah.Kan ada motor kakak diparkiran.Jadi ga usah capek-capek jalan,ayo keluar!"Ajaknya merangkul keluar serta menutup pintunya.


"Huuuuh,ternyata keren juga ya SEANTERO KITA COFFE kak ya,ga nyangka bisa gabung sama kedai ini!"Pujinya heran.


"Iya dong,ada kamu berarti kedai ini akan butuh proses yang lebih baik lagi kedepannya.Yang penting kamu betah kerja disini akan dapat privillage dari kita berdua,gimana tawaran yang mengasyikan kan!"


Sembari mengangguk senang dan bangga,ada privillage yang akan membuatku lebih dihargai disini.Enak juga,kenapa engga berada dalam satu team yang baik bersama mereka para senior yang kece dan penuh kegilaan ketika hal tersebut muncul.


Langkah senang Gladis menjadi teman baik saat ini,dibonceng oleh Romero dan mendekap dengan erat.Dia memberikan sebuah helm untuknya,lucu juga dan retro banget helmnya berwarna merag doff sangat mengagumkan.


"Neeh biar ga kedingingan kepalanya!" Memberikan dengan senyum manisnya.


"Makasih kak,tahu aja warna kesukaan Gladis."Meringis lalu memakainya.


Iapun naik dan mendekap erat dan menompangkang dagunya dipundak Romero dengan manis pula."Tambah imyut aja kamu!"Sambil menoleh juga nyubit hidungnya.


"Hahahhaha,bisa aja deh."Melaju santai,tentunya akan banyak jalan untuk menikmati malam disaat tengah lelah itu menyenangkan.Ada tawa yang sudah menjadi bagian dari seorang Gladis.


"Kamu mau makan lagi ga?"Tanya Romero menawarkan.

__ADS_1


"Maaakan?engga deh kak.Aku mau diet aja udah malam lho.Kakak tuh juga diet ntar gendut ga seksi dan kokoh kayak gini!"Sambil mengelus perutnya yang sixpack terbungkus kemeja.


"Ya engga gitu,kan besok dibakar lemaknya.Jadi ga banyak juga makannya.Mau ngga?"Tanya Romero lagi.


"Engga deh,aku lihat aja deh.Kalau enak ya ikutan hehehehehe!"Sembari nyengir lagi.


"Yeeee,katanya mau diet?"Serunya kesal.


"Ya kalau enak kenapa engga kak!"


"Bagus,bagus!"Ujarnya mulai mencari makanan ringan dan membuatnya ga terlalu kerka keras untuk membakar lemak esoknya.


Lain halnya dengan Reyhan yang sukses mengguli beberapa lawan-lawannya dilapangan skateboard dengan nilai keren.Setelah acara selesai semuanya bubar.Tak ayal,Armand pun pamitan kepada Andrea dan tentunya menjadi ajang perpisahan sejenak buat mereka berdua.Juga tatapan tajam ga suka dari Reyhan adalah bukti ada sesuatu yang disembunyikan olehnya saat ini.


Andrea berlari kecil menghampirinya dan memberinya selamat atas kesuksesannya dalam permainan yang kece dan sempurna.


"Selamat ya,,sayang.Kamu udah beraksi dengam baik.Emangnya kamu ga capek apa lanjut-lanjut kayak gini?"Sambil memberinya minuman air mineral.


Menenggak minumannya dengan cepat,lega juga setelah tenggorokan udah tersiram dengan air hingga dia bisa menjawab pertanyaan dari kekasihnya.


"Kalau kayak gini mah,udah biasa kali sayang.Makasih ya suportnya."Jawabnya duduk kembali dipelantaran penonton.


"Ntar sampai rumah mandi air hangat dan istirahat biar besok bisa tampil lagi kerjanya!"Berpesan kepadanya.


Menoleh dan memberinya senyum"Iyaaah.Trus tadi kamu akrab banget sama Armand?apa dia kenal kamu?"


"Engga tuh,sok kenal aja dia.Tiba-tiba duduk disampingku dan ngobrol gitu aja!"


"Oooo,emang dari dulu dia selalu sok kenal.Apalagi sama cewek kayak kamu!"Nada sewotnya membuat Andrea mengernyitkan kening penasran.


"Maksudnya apa sayang?sok kenal!"Tanya Andrea lagi.


"Iya dia itu hobbynya selalu saja sok kenal sama pasangan orang dan dia ngejar terus untuk dijadiin pacar!"


Tertawa sambil menutup mulutnya.


"Oooooh,,,jadi kamu cemburu.Ternyata ga gua aja yang bisa cemburu kalau kamu dideketin cewek.Kamu juga cemburu kalau gua dideketin sama Armand,heheheh!"Ujarnya bangga.


"Bangga gua dicemburuin sama kekasih gua.Ga nyangka dia bisa cemburu gitu seeh.Jadi bikin tambah sayang."Batinnya sembari ketawa-ketiwi kearah Reyhan.


"Ngapain lu,sok ketawa gitu.Serem kali!"Ujarnya kaget.


"Ya gimana lagi,tumben lho elu cemburu gitu kan gua jadi gimana ya.Bangga dan senang lho!"Meringis geli kearahnya.


"Pulang yuk,udah pada bubar kemana lagi mereka tuh!"Ajak Reyhan beranjak berdiri serta mengulurkan tangan.


Sampai diparkiran,masih saja Armand menatap keduanya.Perlahan saat pandangan Reyhan itu mengarah kepadanya,seketika dia melambaikan tangan.Cukup lama seeh pandangannya seakan ingin bermain kasar malam ini dalam adu kejantanan.Tapi sepertinya Andrea melihat gelagat Kekasihnya cukup tegang membuatnya ikutan menoleh kearah tujuan tatapan mata Reyhan.


"Ngapaaaaiiiin?mau berantem sama dia!"Suara khas Andrea pun mencoba menghentikan langkah emosi seorang Reyhan.


Sesaat dia masuk kedalam mobil dan melaju kencang,rasanya bangga telah membuat Reyhan menjadi emosi tingkat tingginya muncul kepermukaan.


"Kok gua pengen berantem sama dia ya?"Menoleh kearah Andrea dengan emosinya.


Sembari mengelus dadanya,kalimat manis tertuang dalam ucapan Andrea."Udah deh.Fa usah diladenin.Kan kalian ga selevel,ya kaaaan!"Candanya menggoda.


"Udahlah jangan gitu,ayo pulang.Bawain ya!"Memberikan skateboard yang sudah ia masukkan kedalam tas jinjing sport miliknya.


"Beres,yang penting jangan banyak emosi kalau ketemu sama dia.Tahan aja,ntar yang capek siapa?"tanya lagi penuh nada hangat.


"Okey,gua ngerti."Ujarnya sembari menghidupkan mesin motor langsung tancap gas pulang kerumah.


Diperjalanan,ada pertanyaan muncul.mengarah kepadanya dengan perasaan ingin tahunya.


"Kamu ga makan,ga laper gitu?"Tiba-tiba Andrea mengingatkannya.


"Oooh iya-ya.Kan kita belum makan,gua traktir ya."Ajaknya semangat.


"Beneran mau ditraktir?"Kaget juga,tumben baik sama gua,heheheh.Ada-ada aja deh.


"Iyalah kan gua juga laper habis konsetrasi dan menghasilkan sesuatu yang lebih berarti tadi.Memenang sebuah kontribusi yang lebih bergengsi disana."


"Iya-iya tahu!"Ujarnya ngalah.


Diperjalanan pun banyak pilihan yang membuat keduanya semakin bingung hingga berakhir disebuah mie ayam pinggir jalan.Tempat ramai dan tentunya memberikan sentuhan kehangatan karena kedekatan mereka karena sebuah rasa lapar sangat tajam.


Terhenti juga dipinggiran parkiran,keduanya tersenyum saat saling berpandangan.


"Ngapain kita senyum-senyum gini?"Tanya Andrea bingung.


Mengangkat kedua pundaknya,dengan jawaban khas dia."Ya pelengkap kita untuk makan malam,mau ga?"


"Ya maulah sayang!heheheh."Langsung aja merangkul tangan Reyhan dan membawanya mencari makan malam yang seru bersama.


Pilihan lain juga dibuat oleh Romero dan Gladis,saat keduanya mencari kehangatan yang hakiki disaat malam menjelang.Entah pilihan ini ada benarnya atau engga.Pilihan soup buntut adalah makanan terenak ketika keduanya beranjak memasuki sebuah restoran dengan nuansa hangat dan sapaan ramah dari seorang waiter tengah menghampirinya.

__ADS_1


"Selamat datang direstoran kami,silahkan masuk kak!"Ajaknya salah satu waitrees menyapa dan membawa mereka kearah meja makan.


"Terima kasih!"Ujar Gladis menjawab kalimat yang diutarakan oleh sang waitrees.


Membawanya dalam nuansa hangat,keduanya pun memesan soup buntut dengan dua porsi hal itu membuat Gladis ga terima dengan pesanan Romero.Kenapa tidak,itu adalah pilihan mengejutkan untuknya sampai dia ga bisa berkata atas permintaan sang kakak.


"Saya pesan dua porsi soup buntut ya,dan minumannya Teh hangat dua juga!"Sambil memainkan tangan,ada yang protes juga.


"Kaaak aku ga!"Belum berkata tiba-tiba tangan melayang menutupi mulut Gladis hingga ia terhenyak melotot ga bisa bicara lagi.


"Eemmm,,,eeemmm!"Beberapa kali dia memberikan peringatan.Tapi tetep saja ditolak sama Romero.


"Udah mba gausah didengerin ya.Saya pesan itu aja,ga pake lama ya!"


"Baik kak,pesanannya ditunggu ya.Permisi!"Berlalu dengan menoleh kearah Galdis pun dengan menutup tawanya melihat kelakuan sang kekasihnya menurutnya.


Romero pun melepaskan dekapan mulut Gladis saat ia memulai protesnya,ada tawa lepas lucu dalam dirinya saat dia melihat rasa kesal yang dirasakan olehnya.


"Kenapa seeh kakak,ga nanya dulu.Kan aku masih kenyang kak,udah malam lagi!"Gerutunya manyun.


"Hahahahahaha,kamu tuh juga harus makan.Ingat tadi sampe kecapean kan,jadi memang harus makan malam supaya ga sakit ntar siapa partnernya kakak kalau dikedai ga ada kamu?"Sambil sok bergaya dewasa menjelaskannya.


"Tapi kan kak,aku tuh!"


Langsung aja diserang sama Romero dengan halus pula."Kamu tuh sekarang tanggung jawab kakak ya.Ga ada yang bisa nolak permintaan kakak,kak Andrea aja ga bisa tuh."Jelasnya sambil menompangkan tangan menatapnya pwnuh senyuman.


"Huuuuuh,,,makan malam lagi,ntar gendut gimana kak!"Gerutunya lagi.


"Olah raga dong,apa kakak yang jadi instruktirnya supaya kamu mau langsing dan perlu waktu juga tuh!"Tersenyum menyolek hidungnya.


Beberapa saat minuman pun datang,hangat dan membuatnya lega bisa meneguk segelas minuman dengan nuansa bersama sang Romero.Kak Romero care banget sama aku,ntar aku jatuh cinta gimana ya kalau kayak gini terus bisa-bisa antara kerjaan atau apalah yang membuatku makin bingung aja jadinya.


Beda lagi sama Reyhan dan Andrea,masih saja keduanya berada dalam perdebatan ini.Antara yakin atau engga,obrolan macam apa yang tadi sempat diucapkan oleh keduanya menjadi polemik tersendiri terutama kejelasan yang diberikan oleh Andrea adalah kebenaran tetapi tidak dengan Reyhan dimana itu masih fiksi.


"Emangnya ga ada obrolan lain gitu elu sama Armand.Kan gua sedikit khawatir ya soal dekatnya dia tiba-tiba datang lalu mendekati elu?Itu gua masih bingung."


"Ya ga ada sayaaaang,percaya ama gua.Ga bakalan gua berpaling dari elu,elu aja masih lirik sana lirik sini dan lebih parahnya tuh Gladis masih aja elu embat!"Masih membawa-bawa nama perempuan itu.


Masih ada konsetrasi buat Reyhan untuk mencari tempat duduk pas buat keduanya,sambil nunjukkin tempat ga terlalu rame.Tapi bisalah untuk berbagi.


"Yuuuk,disana duduknya!"Tunjuknya dengan mengarah pada pojokan dan itu masih sisa dua tempat duduk disampingnya pula ada dua pasangan yang menikmati mie pula.


Menoleh,sreg juga tempatnya."Iya boleh!"Jawabnya meringis dan mendekap Reyhan berjalan menuju meja makan tersebut.


Heran tumben dia setuju ma pilihan gua,kalau ga biasanya kan harus berkata-kata debat dengan segala arah yang membuat keadaan seperti dalam drama yang lebih spesifik luwes.Sampai pula dimeja makan tersebut,ada senyum manis yang mereka tampilkan untuk ikutan gabung duduk bareng.


Ya memang boleh mau gimana lagi,kan juga tempat duduk bersama."Guys,kita duduk sini ya!"


"Silahkan mas,duduk aja."Jawab sang laki-laki dengan santai pula.


"Permisi ya!"Andrea ikutan ijin.


"Iya mba silahkan!"Jawabnya ikutan.


Lega juga dapat tempat duduk yang pas,dam tentunya akan lebih bermakna lagi saat Reyhan mengangkat tangan dan mulai pesan.


"Bang,pesen!"


Suara lantangnya membuat salah satu asistan menoleh serta mendatangi keduanya serta menanyakan pesanannya."Iya mba,mas.Mau pesan apa?"


"Saya mie ayam jamur deh mas,sama minumnya hot lemon tea ya!"Sambil menutup menu.


"Saya mie ayam jamur deh mas,sama minumnya hot lemon tea ya!"Lanjut Reyhan ikut-ikutan.


Andrea menoleh sinis melihat pesanan yang diikuti oleh kekasihnya."Ga ada pesenan yang laen apa?"


"Ga ada,keburu laper.Buruan mas ya!"Meringis langsing kearah abang-abang waiter.


"Siap ditunggu mas,mba.Permisi!"Sembari berlalu kearahnya.


Andrea lagi ga terima kenapa pesanannya kok bisa ya?"Sayang,ngapain seeh sama aja pesanannya.Kan bisa sharing lainnya!"Sambil ngejek kesal.


"Ya males lah.Kan gua udah laper ga ada pikiran yang lain.Ya kan mas!"Mengarah kesalah satu costomer yang duduk disampingnya.


"Siaap mas!"Sambil mengacungkan jempolnya.


"Nyari dukungan,bikin bete aja!"Lagi sikap sinisnya tumbuh.


"Santai mba,sabar cowok memang gitu!"Sambil menepuk pundaknya.


"Hehehehehe,iya mba!"Jawabnya nyengir kearah wanita tersebut.


Jadi pesanan yang tengah dipesan oleh Romero sudah datang,pastinya membuat aroma menyentuh hidung Gladis menjadi lebih menggoda,"Hemmm,harum enak banget seeh!"Pesona hidangan malam menyentuhnya dan membuat senyum senang dari Romero.


"Naaah,suka kan?ga rugi kan!"Lanjut Romero mengarah ke Gladis.

__ADS_1


"Heheheh,iya kak enak banget!"Meringis geli.


Pesanan pun datang dimeja dengan pesona pas,Seorang waitrees pun menata makanan dimeja makan.Menarik juga sampai senyum sapa dan kehangatan berada dimeja makan,dan makan malam menjadi obrolan menarik antara keduanya dalam berbagi rasa dan cinta mungkin.Mungkin juga akan membawa dalam setiap makna terbaiknya.


__ADS_2