Antara Dua Hal

Antara Dua Hal
Part 6 Pagi masih mendung,,,


__ADS_3

Perlahan terbangun dari mimpi,males banget kalau suasana kayak gini.Tapi saat melihat jendela luar juga terasa dingin,berat banget kalau aku harus bangun sepagi ini sembari mengecek jam tangan masih menempel ditangannya.Oooh masih jam.05.00 pagi.Jadi saatnya bangun dan olah raga deh,walau hawanya terasa dingin menusuk tulang tapi seru juga kali ya.Merentangkan kedua tangan,,dan menoleh melihat keadaan Cinta nyenyak banget tidurnya.


Jadi aku ga malu-malu buat buka baju disampingnya.Apalagi udah lengket kayak gini.Ga masalah deh beranjak berdiri seketika Adrian melepaskan dan memamerkan tubuh atletisnya bak terpahat sempurna,tak disangka Cinta tak menyadari saat menyipitkan mata terkejut hingga melotot melihat tubuh sempurna sang Kakaknya,seakan menahan nafasnya dan menutup mulutnya takut ketahuan.


"Astaga kak Adrian seksi banget.Bikin gregetan deh!"Malu-malu sambil kerubutan selimutnya.


"Haduuuh lengket banget,,,apa aku mandi aja ya kali ya."Ujarnya bingung.Keluar hanya celana jeansnya saja menutupi bagian sensitivenya sambil membuka pintu,masih saja mata Cinta tak pernah lepas untuk menatap bahkan berharap lebih untuk keromantisan pagi ini.Mengintip dan berharap dia berhenti lama untuk mempertontonkan tubuhnya,tapi itu hanya khayalan semata.Dia pergi meninggalkan sosok perempuan yang ternyata terkagum-kagum atas dirinya.


"Kak,aku pengen banget dipeluk sama kakak kalau kayak gini.Enak kali ya,hihihihi!"Gemesnya.


Setelah ia hanya sendiri diatas ranjang,bayangan indah pun tertuang dalam setiap angannya.Antara malu-malu mau tapi ga berani bilang ya sudahlah mungkin ini ujian buatku.Mendongak melihat jam weker masih bertengger di pukul.05.15 membuatnya malas untuk bangun.Coba kalau kak Adrian masih diluar dan seperti itu meleleh hatiku dibuatnya.


"Coba ah,,,semoga aja dia ga ditempat yang strategis bisa aku lihat kan aku ga jadi salah tingkah."Perlahan keluar dengan hati-hati,mengendap-endap apa iya kak Adrian berada disudut mana.Jangan sampai aku terpesona oleh keseksiannya.


Saat melintas didepan kaca menuju keluar tepatnya samping rumah,,,ia menahan nafas begitu cepat seraya menutup mulutnya.Astaga kak Adrian aku lemes deh kalau kakak seperti itu.


Seperti pagi ditengah mendung,Adrian memang melakukan kewajibannya dalam mengolah tubuhnya agar tetep proposional dan tampil macho.Push beberapa kali,hingga kardio membuat Dirinya mematung dibuatnya.Mungkin tak sadar pula buat Cinta disaat dia melamun dengan polosnya serta bayangan bersamanya menutupi seluruh raganya.Tak ayal ketika menoleh kearah dalam,tiba-tiba sorot matanya menuju kearah seorang perempuan.Yupz dialah sang pengagum rahasinya,terdiam mengamati Cinta tapi gayanya masih senyum-senyum bahagia bagai terhempas keindahan yang hakiki.Beberapa kali Adrian memberikan kode untuknya sama sekali tak dihiraukan atau tepatnya beneran mematung membayangkan itu adalah pangeran buatnya.


Dari luar pun ia melambaikan tangan dengan senyum-senyum aneh melihat polosnya Cinta menatapnya,tak lama kemudian ia sadar,matanya melotot darahnya mengalir cepat keotaknya rasa panas dan malu banget sidah menembus ubun-ubun sampai ia segera kabur itupun masih bingung mau kemana?kekamar atau hilang dari pandangannya,hingga bingung langsung cabut tapi malahan ga sadar didepannya ada tembok pembatas sampai ia kepentok dan kesakitan.


DUUUUKKKKZZZZ BLEEEEGGGGG


"Aduuuuuhhhhh,ngapain juga neeh tembok berdiri disini!"Ujarnya kesal sambil mengusuk keningnya hampir benjol,cukup kesal pula sampai menendangnya


BUUUUKKKKZZZ


"Adooooohhhhh!"Jingkrak-jingrak kesakitan merasakan kakinya kenceng banget nendang tembok kekesalan.


"Haaaaahhhh,,,kamu ga pa-pa Cinta?"Segera berlari masuk dan menyelamatkan Korbannya didalam rumah.


Merasakan akan ada rasa malu yang begitu tinggi mengguncang rasa malunya,ia kabur masuk kedalam kamar mandi.Didalam ruangan pun Adrian bingung kemana dia tadi kok sampai hilang ga kelihatan?kemana ya!


"Heeehhhh,,,,kemana dia?"Bingung pula,,,pergi kemana ya.Biarin deh palingan dia malu banget hehehehehe.


Didalam kamar mandi,Cinta pun mengunci dan segera mundur dari depan pintu kamar mandi bersandar didinding seraya menatap pintu yang telah menutupi dirinya saat ini.Kedua tangannya menutupi bibirnya yang mana dikenai oleh rasa malunya yang bejibun.


"Ya ampuuuun,,,kenapa aku tadi bisa tledor seeh sampai harus menatap kak Adrian setajam itu sampai dia tahu lagi.Haduuuuh!"Gelisah tak berdaya.


Ide cemerlang pun menerjang Adrian yang memang sudah kegerahan dan ingin mandi setelah berolah raga.Tapi ga mungkin deh aku harus minum dulu.Kali-kali Cinta ada didapur atau sembunyi dibawah lemari tempat penyimpanan barang lainnya.Kayaknya aku harus menjelaskan lagi deh,kenapa juga harus malu-malu gitu.Langkahnya masih waspada saat keadaan memang masih agak gelap tapi baginya ga masalah kalau ketabrak ya sakit gitu aja.


Sampai didapur pun dia sama sekali tidak mendapati pemilik rumah itu berada disitu,,,berkali-kali ku panggil juga ga ada jawaban."Cin,,,cinta.Kamu dimana?"Tengak-tengok kebingungan seraya mengaruk-garuk kepala.


Didalam kamar mandi dia masih berdo'a semoga kak Adrian ga banyak tanya dan bikin dia semakin bingung.Apalagi saat menyentuh keningnya habis kejedot tembok sakitnya muantaaap banget.


"Aduuuuh,,,,kak Adrian panggil-panggil lagi."


Aaahhh,,,aku hidupin kerannya deh,biar penuh batthum supaya dia tahu kalau aku lagi mandi.Iya-iya gitu aja deh.


Tiba-tiba ada suara air keran keras keluar tengah menggenangi bathtub,dan kembali ia jongkok serta memainkan airnya memercikkan keluar.


"Lama juga pastinya dia dikamar mandi,,lebih baik aku minum dulu deh."Mengambil gelas kaca dan menuangkan air segar untuk menambah stamina dirinya.


Celeguk,,,celeguk,,,celeguk,,,huuuh lega sekali sembari berbalik dan menatap keluar kaca,suasana pagi masih perlahan menuju terang dan membuat senyumnya bahagia.


"Aku bisa main lama nantinya ini,heheheheh!"Sambil cukup lama ia menunggu Cinta ga kelar-kelar keluar dari kamar mandi.Aneh juga gimana kalau aku memastikan dia berada cukup lama didalam.Berjalan mendekati pintu kamar mandi dan akhirnya berani untuk mengetuk pintunya.


Tok,,,tok ,,tok,,,tok,,,tok


"Cinta,,,kamu masih lama ga didalam?"Tanya Adrian memastikan.


Ia mendongak dan gagap,,,apa yang harus aku jawab ya."Uu,,,uu bel,,uuuum kak!"


Kaget pula mendapat jawaban konyol dan ngelantur ala Cinta,tawa lepas Adrian pun terdengar mengejeknya.


"Hahahahaha,,,ga usah malu-malu gitu Cinta.Ya udah kakak tungguin gantian ya.Udah mau setengah enam lewat lho."Ujarnya sambil mengingatkan.


"I,,,ya iya kak!"Jawabnya makin bingung.


Akhirnya buru-buru mandi deh Cinta dengan cepat,tapi tidak dengan Sang kakak malahan dia menunggu disamping pintu bersedekap serta mengatur waktunya kali ini untuk ke kedai kopi dan memastikan Vani ada ditempat atau engga dan kembali untuk mengunjungi Luna.Banyak juga ya.


Sama sekali ga diprediksi oleh Cinta,,kalau ada penunggu disamping pintunya.Keluar pun santai dengan handuk yang melilit dibadannya tanpa ad tambahan lain,selain baju-bajunya yang ia sampirkan dipundak kanannya.Namanya juga penunggu pintu kamar mandi sama sekali ga ada basa-basi dia pun mengagetkan siapa tak lain adalah perempuan itu.


"Lama bener mandinya!"Suara itu langsung mengejutkan dirinya hingga teriak lepas.


"Aaaaaaaaaaa!"Sambil menutup mukanya.


Cekatan sekali Adrian langsung menutup mulut bocor ala Cinta.Dia mendekati dan berkata.


"Jangan teriak,,,kakak kaget jadinya!"Bisiknya tepat membuatnya makin gila aja.


Ia hanya mengangguk dan melepaskan kedua tangan kakaknya yang sudah membuatnya pengap karena ulahnya.


"Kakak,,,kenapa seeh,bikin kaget mulu deh!"Protesnya ga terima.


"Ganti baju sana,,ntar jatuh.Kakak yang seneng liatnya."Mengingatkannya dengan wajah genitnya.


"Haaaaahhhh?,,,"Langsung dia mendekap handuknya dan menutupi bagian terlarang yang bisa dilihat oleh mata genitnya Adrian.


"Kakak jahaaaat!"Sambil berlari kecil menuju kamarnya.


Tawa gelinya pun ga habis-habis sambil masuk kedalam kamar mandi,,,ada aja anak satu ini.Kalau udah malu kegilaannya muncul dengan sebegitunya.Sambil menghela nafas panjang,Adrian melepaskan kegerahan itu dalam shower segar membuatnya ia bagaikan pria perkasa tanpa ada yang bisa menghalangi keindahan yang terpampang dalam dirinya.


"Huuuh segar banget pagi ini.Pantas saja Cinta sampai kelamaan didalam."terhenti juga sambil mikir dan bingung tengak-tengok kemana ya handuknya.Haduuuh ga ada handuk lagi."Menghela nafas kembali dan berfikir cukup panjang.


Didalam kamar pribadi Cinta,,,ia mulai dandan dan menyentuh keningnya masih sakit dan melihat ada luka agak memar dan robek.Bisa-bisa jadi infeksi lagi,mengurangi cantikku sebagai Cinta Alessa.


"Kenapa juga aku tadi kabur begitu saja.Kan aku bisa pelan-pelan jalannya."Sambil meratapi sakitnya.


Ga tahu deh kalau aku harus panggil-panggil cinta supaya dia mau ngasih handuk.Apa dia lupa kalau ada tambahan orang disini ya,,,sambil menahan tawanya mencoba memanggil dari dalam kamar mandinya.


"Cinta,,,cinta,,,cintaaaa!"Sambil membatin dirinya berseloroh."Lama-lama aku jatuh cinta sama dia gimana ya.Seru kali ya."Mikir lalu ketawa lagi.


Suara itu memang samar-samar dirasakan oleh Cinta.Ada panggilan aneh menggelayuti pendengarannya.Lagi kembali serius melihat lukanya ga bisa kalau ditutupi dengan plester atau apalah yang penting ga malu-maluin deh.


"Cintaaaa,,,ooooiiiii.Tolongin kakak!"Panggilnya kedua kalinya.

__ADS_1


Reaksi berikutnya memang merasuki fikirannya,hingga kepekaan itu mendekap dirinya terdeteksi menoleh seketika tanpa ada dorongan ilmiah,karena hatinya tersentuh oleh panggilan beberapa kali menggaung mengganggunya.


"Kayaknya kakak manggil deh.Kenapa ya?"Bergegas keluar,,,tapi kembali kedalam dan memastikan ngaca dulu apakah pakaian seragamnya ga ada yang tertinggal sampai bisa dideteksi oleh mata lelaki macam kak Adrian.


"Oooh udah beres semua."Senyumnya pun segera lenyap saat ia mendatangi pintu kamar mandinya.


"Iya kak,ada apa?"Jawabnya khawatir juga dengan keadaan kakaknya.


Suara Cinta udah didepan pintu,,,segera ia membuka pintu dan menampakkan wajahnya dengan air yang masih menentes diwajahnya juga body atletisnya sedikit terlihat dada bidangnya dan lengan kekarnya,hampir aja bikin aku jantungan dan pingsan.Kenapa aku disituasi ini lagi.Haduuuuuh.


"Heiiiii ,,,,pinjem handuknya ya.Kakak lupa ngambil handuk tadi!"Sambil meringis kearahnya.


"Ooooih,,bentar kak.Aku lupa lagi,hehehehehe!"Meringis dan kabur aekwtika mengambilkan handuk didalam lemari.


Harus dicarikan yang panjang supaya ga menatik perhatian ku lagi.Bisa-bisa pingsan ga sekolah lagi aku."Syukur deh dapat."Bergegas cabut dan memberikan kepadanya.


"Ini kak handuknya,,,"Ujarnya sambil memalingkan wajah dan malu banget kalau harus konsent lagi menatapnya.Bukan lagi menatapnya tapi membuat aju semakin tertarik sama dia.Repot kalau udah kayak gini.


"Makasih ya!"Jawabnya tersenyum geli,dia sudah mengetahui kenapa harus membuang muka.Melainkan melihat sosokku yang begitu baby shower hahahahahah.


Ia mengangguk dan bertanya"Sudah kak!"


Langsung aja Adrian menutup pintu dan menjawabnya didalam seraya menutupi pinggang seraya melilitkan handuknya."Sudah Cin,,,ga usah khawatir lagi."Tapi sepertinya dia masih sibuk menata wajahnya yang selalu kerem bagaian opa-opa korea.Hahahahahaha,ngakak aku jadinya.


Huuuuhhh,,,udah selesai,beranjak kedapur dia mulai membuat sarapan pagi sambil mengawasi jam dinding yang terus berjalan demi detik demi menit dan jam belum nyampek untuk waktu zona merah.Cukup deh kalau aku bikin sarapan.


Mengambil roti tawar dengan irisan tebal,betgegas mencari mangkuk dan telur serta garam dicampur dengan Lada,,,juga ia tuangkan sedikit susu untuk membuat adonan french toast pagi ini.Tal ketinggalan keju cheedar pun dia persiapkan dan selesai dalam dua porsi.


Berbalik dan menata untuk sang kakak pasti banyak makannya.Jadi yaaaa tiga lapis deh,kalau aku cukup dua lapis heheheheh.Oooh iya minumnya apa ya?


"Kakak,mau minum apa?"Teriak Cinta sambil meracik susu segar yang baru ia ambil dari kulkas.


Panggilan itu segera ia jawab dengan keluar lengkap dengan pakaian santai tapi lagi-lagi dia belum mengancingkan kemejanya.Ya udah terlihat lagi badan atletis dan kotak-kotak bikin meriang aja saat Cinta mendongak dengam jawaban santainya.


"Kopi boleh kok Cin!"Jawabnya keluar sambil merunduk dan konsent membenahi kancingnya dari bawah.


"Oooooke kak!"Jawabnya santai ga tahunya pas nuang susu kedalam gelas lagi-lagi ia mendapati keseksian kakaknya dan melotot tak berdaya sampai ga konsent menuangkan susu kegelas malahan lepas dan tumpah kebawah.


Ketumpyaaangggggg,,,,"Haaaaah,,,asataga tumpah,,,,lagi."Sambil menutupi telinganya.


"Yaaaa ampun,,,kamu kenapa lagi Cin!"Bergegas mendekatinya dan ga sempet lagi ngancingin bajunya,malahan menolongnya.Keduanya saling jongkok dan berpandangan,,dan ga sadar Cinta terbawa sebuah klip lagu cinya yang begitu dalam penuh pesona sampai hatinya tak bisa berkata lagi selain membisu dan menahan rasa malunya.


"Gaa,,,ga,,,,ga,,,,pa-pa kak.Cuman kaget aja tadi!"Pipinya memerah padam.


"Heiiiiii,,,kenapa!"Sambil nyolek hidungnya Cinta senyum pun dikembangkan oleh Adrian.


"Kaaaaak,,,jangan gitu.Malu aku!"


Selesai drama sok-sok an perhatian,,,malahan Cibta menyudahinya seketika dengan membereskan dan menata kembali serta bertanya lagi soal minuman yang diminta oleh Kakaknya.


"Kakak tadi minta kopi kan?"Berbalik dan sibuk membuatkan minuman.


"Iya,,,jangan pake gula ya!"Ujarnya kembali mengancingkan bajunya kembali.


Menoleh terkejut kearahnya.


Mengangguk dan seakan ga percaya juga melihatnya."Iya beneran.Kakak kan sudah manis,jadi ya ga usah lagi."


Sambil menuangkan kopinya,ia menahan tawa kegelian."Kak Adrian bisa aja.Emang beneran kak,ga pake gula kan.Ntar malahan aku jena protes lagi."


"Iya Cintaku.Bener ga bohong!"Jawabnya mendekati serta mendekatinya dan mendekap kedua bahunya.


Kaget dan mulai kebingungan,mau gerak kemana lagi.Dapur ini sempit lho.Haduuuh diapain lagi aku sama kakak.


"Kakkkk ,,,ngapain.Kok deket-deket aku seeh?"Tanya Cinta panik.


"Udah ga usah panik gitu.Ga bakalan kakak macem-macem kok!"Jawabnya melirik dengan senyuman lalu menuju meja makan.


"Kamu bikin sarapan apa?sibuk bener,sampai mau dibantuin udah jadi!"Memberi perhatian kepadanya.


Menoleh serta membawa sarapannya kemeja makan"Special kak,,french toast liat diyoutube.Silahkan dicoba!"Menghidangkan tepat dimejanya.


Saat menoleh,,,segera ia mengernyitkan kening dan bertanya heran"Lhooo,itu punyamu dua lapis.Kok punya kakak malahan 3 lapis.Kok beda?"Ekrepresinya menimbulkan tawa geli hingga sampai meja makan tak henti-hentinya ia ketawa lepas.


"Hahahaahahahah,,,emang sengaja.Biar kakak kuat cadangannya dan ga lemes nanti pas mau kerja."Jawabnya sembari meneguk susunya.


"Aaaaahhh,,,,segeeeeerrr."Sambil bergaya,,,tapi ia tak menyadari belepotan dibibirnya dan menjadi perhatian Adrian untuk mengelapnya.


"Sebentar ada yang nempel!"Sambil jarinya membersihkan sisa minumannya dibibir Cinta.


Ia hanya melirik dan tak bisa bergerak lagi,astaga perhatian sekali seeh kak Adrian.Aku bisa jatuh hati kalau lama-lama disini.Tanteee Milaaaa,aku ga kuat sama cowok satu ini,rengeknya dalam batin terdalam.Tapi masih bisa senyum-senyum malu saat mengetahuinya.


"Heheheheheheh,makasih kak!"Ujarnya polos.


"Sama-sama Cintaku.Kamu tuh ya,,,gemesin dari awal ketemu sampai sekarang.Ga tahu kalau tahu aslinya."Senyum sambil menompangkan tangan dan memberikan pandangan teduh padanya.


Kembali bergumam dalam hati"Kak,,,seandainya tante Mila tahu kakak kayak gini.Apa tanggapannya ya.Aku ga bisa bilang lagi lho!"


"Hehehehehehe,,,,kakak bisa aja.Perhatian banget sama Cinta.Cinta jadi ga enak lho!"


"Lho itu sudah tanggung jawab kakak,,,saat tante kamu ga ada.Dan sejak kamu minta temenin,kakak pasti akan temenin kamu.Jangan khawatir sampai tantemu belum balik jangan sungkan-sungkan minta pertolongan sama kakak ya.Inget kamu tuh masih butuh pengawasan!"Kembali menyentuh tangannya,kembali memberikan senyum.


"Oooh gitu ya kak.Trus kalau aku jalan-jalan sama temen-temen boleh kan?"Tanya Cinta ragu-ragu.


"Ya boleh,asal ada batasannya.Jam berapa harus pulang dan pergaulan kalian jangan yang lebih bebas ya.Serem lho.Bukan nakutin ya tapi banyak kejadian kan hamil diluar nikah karena dibohongin sama kekasihnya atau terjerat narkoba.Itu semua harus ada pengawasan.Ngerti kan!"


Cinta pun segera mengangguk segera dan menyimpan semua pesan dari kakaknya.Dia aja bukan orang penting dalam keluargaku bisa sepeduli itu sama aku.Bersyukur banget bisa ketemu sama Kak Adrian.Makin kagum deh aku,,,hingga pandangannya pun kembali menatap matanya.


"Heeeiiii,,,,jangan ngelamun lagi deh.Habisin sarapannya.Bentar lagi kita berangkat oke!"Sambil melambaikan tangan dan membuyarkan lamunan sesaat Cinta.


Meringis geli"Iya kak,,,lupa jadinya!"


Tepat pukul 06.25,keduanya pun segera berangkat.Adrian kembali memastikan semua pintu dan jendela dan apapun yang membuat kerugian disetiap sudut ruangan.Sedangkan Cinta hanya menunggu dan memastikan dipintu depan.


Adrian pun keluar dengan senyum dan mengunci pintu utama serta memberikan kepada Cinta"Ini kuncinya kamu pegang.Dijemput pulangnya atau kemana dulu?nanti kabarin kakak ya!"

__ADS_1


"Gimana ya,,,takut ngerepotin kakak jadinya ntar.Pas sibuk-sibuknya kakak malahan sempet-sempetin buat jemput aku."Jawabnya ragu pula.


"Inget,,,buat kamu tuh sekarang no 1.Dan sisanya bisa kakak atur.Kan udah professional menjaga apapun itu ya.Ayo sekarang berangkat!"


Berjalan kedepan garasi dan memboncengnya,Cinta pun duduk dibelakang dengan siap untuk duduk nyaman."Kak,apa aku bawa mobil sendiri aja ya.Biar ga ganggu kakak nanti!"


"Ga pa-pa,,,santai aja.Kakak pasti akan jemput kamu.Biasanya kalau udah jam sekolah selesai kakak dikabarin ya.Nanti ada acara khusus,kakak akan ajak kamu kerumah kakak biar ga penasaran lagi!"


"Wiiidihhh,,,keren pasti rumahnya!"


"Kamu liat aja nanti,udah siap kan?"Kembali bertanya.


"Siap kak!"Senyum malunya pun terkembang lepas.


Diperjalanan seru juga bisa melihat apapun dengan tenang,,dilindungin oleh seorang pria yang ternyata perhatian juga sama aku.Kenapa bisa ya,apa mungkin itu akal-akalan tante Mila ya buat aku deket sama kak Adrian ya.Coba nanti aku tanyakan,semoga aja ga bohong kayak biasanya.


Rasanya semakin nyaman bila dibonceng sama kakak seperti dia,,,memberikan kehangatan bahkan beberapa kali becanda supaya aku ga tegang bahkan banyak malunya dibanding engga.Bahkan beberap hal pun dia ceritakan penuh arti sampai aku mengerti semuanya bahwa memang dia seorang yang baik.


Sampai didepan sekolah,Cinta turun dan senyum-senyum senang bisa diboncengin sama pria tampan dan bertanggung jawab."Coba liat lukanya tadi?udah diplester kan?"Tanya Adrian memastikan.


"Udah kak,lihat neeh!"Sambil nunjukin dijidatnya.


"Tumben ga ada gambar animals,biasanya neeh pake!"Ujarnya dengan tawa geli.


"Emangnya aku anak SD kak.Ya enggalah."


Dari jauh pun dua sahabatnya Tia dan Anna kaget melihat Cinta seorang diri berani diantara sama seseorang yang sama sekali belum mereka kenal,dan itu adalah ajang ngeledeknya.


"Waduuuuh,,,,siapa tuh sama Cinta,Na' apa pengawalnya ya?"Menoleh kaget kearah Anna yang ikutan ga tahu juga.


Sambil mengangkat kedua pundaknya,ia pum hanya menggelengkan kepala sambil berujar.


"Entah,,,kalau kita ga tahu.Samperin aja kali!"Langsung aja nyelonong dan nimbrung sama dua orang yang dipastikan salah satunya adalah sahabat mereka.


"Aduuuuh,ditinggal lagi sama bocah satu ini."Cabut nyusul sobatnya yang hampir mwndekati sasaran korban.


"Cieeeeee,,,ada yang baru neeh."Sapa Anna semangat.


"Lebih fresh dan tampan,,,dewasa banget hihihihihi!"Pujinya menggoda.


Segera menoleh dan mengangkat kedua keningnya,pasti deh jadi ajang pertemuan yang lebih berlibet dan rasanya semakin panjang ceritanya.


"Heemmnn,,,,mulai deh kalian sama kakakku.Jangan ganjen lagi dong!" Seru Cinta heran melihat kelakuan mereka.


"HAAAAAHHHHH,,,KAKAK DARI MANA?"Suara keduanya langsung menyakiti telinga Adrian.


Memang kalau udah kelakuan anak SMA sudah dipastikan seperti ini.Membuat kekacauan dan keonaran tanpa ada rasa malu didepannya.Dia hanya menggelengkan kepala dan segera pamitan sama Cinta.


"Cinta,,,kakak tinggal ya.Udah ada yang nemenin kamu.Nanti telpon kakak kalau pulang sekolah.Pasti kakak jemput oke!"


"Iya kak.Ga ngerepotin kan!"


"Engga lah!"


"Perhatian banget seeh kak,,boleh kenalan dulu sebelum berpisah.Aku Tia kak."Sambil mengulurkan tangan.Dan disambut oleh Adrian dengan membalas jabatan tangan.


"Kalau aku Anna.Salam kenal kak!"Kembali dilanjutkan sama Anna.


"Adrian,senang sekali ketemu kalian."Memberi senyum hangat lagi.


"Sama-sama kak!"Jawab keduanya senang dan bahagia menjadi satu.


"Aku balik ya,kalian yang rajin sekolahnya ya!"


"siap kak!"Ketiganya saling memberi hormat kepadanya.


Dia hanya mengelengkan kepala seraya memakai helm dan safety siap untuk berangkat meninggalkan Cinta bersama dua sahabatnya yang gacor dan kurang kerjaan juga sok kenal.Andai aja ketemu sama mereka berdua lagi bisa-bisa aku harus kuat menghadapi mereka dengan sikap biasaku.Setidaknya Cinta tidak seperti itu,coba saja kalau gayanya kayak gitu bisa bahaya dia kalau bersikap bikin geli.


"Cinta,kenapa kamu perlahan membuatku jatuh hati sama sikapmu yang malu-malu.Andai kamu memang malu-malu mau.Ga masalah,hahahahaha!"Tawa gelinya saat bergumam atas dirinya.


Ketiganya masuk kedalam sekolahan,tak bisa dibayangkan oleh keduanya bahwa sahabat satu-satunya bisa dekat dengan pria yang menurut mereka itu asing dan malahan seakan akrab sampai bingung gitu.


"Cin,,,kamu beneran punya kakak lelaki seperti itu,kok ga pernah kelihatan ya.Kan kamu tinggal sama tante Mila doang."Bersedekap bingung membuat pertanyaan untuknya.


"Iya lho,udah gitu tampan mirip opa-opa korea.Kan lagi booming tuh.Ketemu dimanaaaa?"Tia makin penasaran.


Tawa lepasnya kembali melebar diantara bibir Cinta dan berujar."Ini kali ya rejeki anak solehah.Mendapatkan sesuatu itu penuh kejutan tahu."


"Kok bisa?"Lagi Anna bingung.


"Pertemuannya ga disangka-sangka lho.Beneran serba kebetulan lho!"Sambil bergaya bak pemain sinetron.


"Serba kebetulan gimana seeh?aneh deh kalau cerita!"Langkah mereka memang santai dan penuh dengan banyak obrolan tanpa harus tengak tengok untuk menyapa teman-temannya karena mereka bukanlah deretan anak-anak populer tapi tetepa jadi perhatian kalau mereka bersatu dan cuek banget ama sekitar.Bikin ngiri tahu.


"Iyaaa,,,kan kemarin sore aku pulanh sekolah.Dihalte ga ada sama sekali bus lho!"


Keduanya bersamaan kagetnya"HaaaaaH,,,ga ada bus?ga salah!.


Menggelengkan kepala"Kan kita pisah sore itu!gimana seeh?"Terhenti sambil menompangkan tangan tengak-tengok kearah keduanya.


"Heheheheheh,,maaf kita ninggalin kemarin."


"Katanya sahabat,,,,tapi cueeeknya mantaaap!"Sambil mengacungkan kedua jempolnya,ngejek pastinya.


"Yaaa,,,kita kan ada keperluan.Maaf deh!"Tambah Anna.


"Tapi ada hasil yang mengejutkan malaham dari kamu,,,ketemu sama kaaaakkk siapa tadi?"


"Kak Adrian!"Kembali nyengir.


"Heran,,,,trus gimana kelanjutannya."Mereka bersandar didekat dinding tembok deket pintu sekolah,tahu kalau menunggu wali kelas hanyalah dengan menanti didepan kelas.Biar tambah seru.


"Ya kami ngobrol kayak biasa.Dan tahu ga sepertinya dia tuh nungguin seseorang,tapi ga dateng-dateng tahu.Kasihan,,,tapi kok aku sama kak Adrian itu pas banget nyambung kalau ngomong.Ya ampe keterusan.Baiiiiiikkkk banget pokoknya.Aku ga bisa bilang lagi deh sosok kakak yang melindungi adeknya dari mara bahaya lho."Pujinya seakan tak menyadari bahwa didepannya tepat seorang pria yang melewatinya dengan menatap tanpa arti.


Langsung kaget kompak mendengarnya.

__ADS_1


"HAAAAH,,,,ADEKKK???"Saling memandangi Cinta.


__ADS_2