
"Udah ga usah bengong kayak gitu!"Tawanya lepas,dia berhasil membuat pesonanya lebih bermakna.
Wajahnya memerah padam,dan menutupi dengan buku.Tak ingin lagi terjerat cinta yang membingungkan.Kenapa seeh bang Adrian selalu saja menggodaku.Harusnya dia tahu kalau aku masih sayang sama mas Anton,memang kalau dia bergaya didepanku seperti itu apa aku akan cepet suka sama dia heemmm ckckckck.
Kembali Vani terfokus oleh sikap Adrian yang begitu perhatiannya kepada dirinya,sebenarnya apa yang diinginkan sama dia.Apa mungkin dia tahu karena aku tengah bermasalah sama mas Anton sampai dia berubag begitu ya.Kenapa juga bang Andra ikutan mencari keberadaannya mas Anton.Coba aku hubungi dia deh.
Beranjak berdiri dan menghilang sejenak untuk mencari tahu tentang Anton sebenarnya dimana dia,mengambil ponsel segera menghubungi bang Andra.
Ya namanya tengah ngopi sama sepupunya Aga,masih aja nyicip sana nyicip sini ga ada matinya."Nyobain dong kopi lu,,manis kagak?"
"Astaaga bang,kan itu kopinya udah ada.Enak lagi,punyaku kan pake gula."Seloroh Aga ga terima.
"Dikit aja,apa enak gitu."
Manyun juga lama-lama,dan gua relain aja dicicipin sama master barista."Iya,cicip deh.Kalau dikasih juga ngeyel kan!"
Meringis sok imut
"Iya,coba dulu ya!"Langsung aja sruput.
"Hiiiii,,,jangan dihabisin.Aku minum apaan?"Tarik Aga kesel.
"Eeehhg,,,,baru dikit!"
"Lha kan bener emang nyicip ga minta banyak!gimana seeh?"Protes deh akhirnya.
"Pelit amat seeh?"
"Lagian,udah punya masih aja ngambil punya orang.Hehhhh!Kesel deh."
Obrolan sengit dan menantang seketika berhenti saat ponsel milik Andra berbunyi nyaring membuatnya mencarinya dan mengangkat.
"Tumben nelpon,,"Mengangkatnya.
"Heeeh siapa?"Bisik Aga kepo.
"Vani!"Jawabnya membuat Aga mengerti dan mencoba memedam rasa.
"Hallo Van,,,ada apa?"Santai jelas terasa.
"Beneran bang,abang nyari info tentang mas Anton tadi sama kemarin ya?"Tanya Vani penasaran.
"Yaaaa,mau gimana Van kita kan harus bantuin kamu.Supaya tahu kejelasan tentang siapa itu Anton.Misteri lho buat kita!"Jawabnya lugas dan jelas dengan mengarah ke Aga,ternyata Aga juga licik.Minumannya juga dicicipin.
"Ngapain luuu cicipiiiiin?"Sambil mendekati wajahnya sambil memutar 90°.
"Cicipin apa?"Sahut Vani bingung.
"Bukaaan,bukan kamu.Tapi tuh Aga nyari gara-gara."
"Yeeee bukan aku kali!"Lagi sewot.
"Oooooo,,,,gitu."Menghela nafas lalu mempertanyakan lagi."Beneran abang menemukan mas Anton dirumahnya!"
"KOSONG,,,GA BENTUKAN MANUSIA DISANA!"Jawabnya sambil mikir lagi.
"Trus kemana ya dia?kok bisa hilang ditelan bumi seeh!"
"Emang bumi mau nerima dia!"Langsung skakmat.
"Emang dia meninggal?"Kaget bukan main.
"Lha kalau kamu mikir gimana?dia ga meninggal tapi hilang,dia dianggap penipu dan dikejar oleh dekoleptor lho.Masak ya kamu masih pengen sama dia.Mikir dong,tapi sekarang jangan dibuat berat nanti ada sesinya kita ngobrol ya.Kamu santai-santai nenangin diri dulu ya!"
"Ga habis fikir aku bang,setelah kejadian ini baru dia tahu kalau aku cuman settingan malahan diabuat beneran.Apa yang ada difikirannya?"
"Itu OBSESI,setelah kamu jadi milik orang secara settingan.Pastinya akan membuat dia putus asa,karena aku tahu kamu ada perlindungan yang bisa membuat nyalinya ciut dan menghilang.Gitu,mangkanya kamu jangan pulang ke kosanmu.Tinggal aja sama bang Adrian dia pasti akan mengangapmu sebagai yaaa "teman special" buat dirinya.Sehingga kamu tetap tenang dalam lindungannya ga ada yang ganggu!"
"Tapi,,,,!"Saat dia melontarkan kalimat,malahan diserang lagi sama Adra.
"Tapi jangan berfikir untuk tinggal sama aku sama Aga.Karena apa?"
"Kok bisa secepaat itu seeh pikirannyaaku udah mulai mikir itu lho bang."
"Pleace tinggal sama Bang Adrian akan membuatmu tenang,kalau sama Aga busyeeet rameee ntar apartemen!"Ujarnya sambil nepuk kening Aga dengan gemas.
PLOOOOKKKKK
"Adoooooh,,,apaan seeh ini abang,udah gila ya!"Sontak lantang banget suaranya bikin seisi cafe menatap kearahnya.
"Kenapa tuh Aga?"Bingung lagi.
"Ga pa-pa gemes aja,hehehehhe.Trus kamu harus tenangin semua masalah kamu dan ga usah mikir siapa tuh Anton.Ga penting,yang penting kamu tuh adalah segalanya buat bang Adrian saat ini.Inget ya saat ini!"Mencoba menekankan hal tersebut.
"Oke bang,nanti aku fikirkan lagi deh.Apa yang terbaik buatku saat ini!"
"Yups yang terbaik adalah tinggal disana supaya Cinta ga mikir aneh-aneh lagi tentang hubungan kalian cuman sekedar settingan dimana akan berujung menghindarnya Cinta semakin jauh!"
"Trus apa keuntungannya buat Cinta kalau tahu cuman settingan sama bang Adrian?"
__ADS_1
"Keuntungannya adalah dia menjadi adik yang manja sama kakaknya.Dan kamu harus mengimbanginya gitu!"
Heran deh,ngomongin apa coba dia.Mana ngerti aku?
"Ngimbangin gimana maksudnya?"
"Masalah sayang kan beda,apalagi nyaman.Kamu sama bang Adrian,hahahahah!"Lepas banget tawanya.
"Ya udah deh,kalau gitu.Pusing aku bang aku nenangin dulu deh biar ga ada yang diribetin!"
"Oke deh,,selamat mikir dan dapat hikmahnya,byeee salam buat bang Adrian ya."Menutup ponselnya.
"Ya bang Byeee!"Jawabnya menutup ponselnya.
Kembali berfikir,setidaknya apa yang dia bayangkan akan sebuah kebaikan untuk tetep berada dalam sikap yang tenang.Adrian pun masih menikmati shower yang menghujami tubuh atletisnya.Begitu besar dia menikmatinya dan membayangkan keindahan tubuh seorang perempuan dimana itu adalah Vani.Saat hatinya tengah segar dan damai,datang sesosok dengan pakaian seksinya masuk mendekatinya dengan senyum penuh kenakalan dia memeluk serta mencium punggungnya.Perlahan memijat dan membelai punggungnya membuat Adrian semakin nyaman dan melupakan siapa khayalan yang akan membuat dirinya bermain cinta sekejab.
Memang benar saat dirinya berbalik dibawah siraman guyuran shower tubuh wanita itu sangat menarik hingga senyuman nakal ia berikan.Tak ayal sebuah ciuman mendarat satu sama arah dan saling berciuman,saling bercumbu bahkan rengkuhan erat tubuhnya terasa menyatu.******* tak terelakkan apalagi sikap kasar Adrian sangat menggoda Wanita tersebut dan semakin dalam pelukan,saling berpandangan malu-malu tetapi inilah keindahan dalam bercinta memainkan setiap raga ini dalam kesegaran hati menyentuh demi sebuah kenikmatan bersama saling menyatu dan keduanya pun tertawa lepas menjamahi setiap lekuk tubuh sang wanita tersebut.Sadar akan khayalan indah tersebut membuatnya tersenyum manis menatap keatas shower kembali untuk menyadarkan diri.
"Astagaaa,kenapa khayalanku begitu nikmat sekali ya!"Menggelengkan kepala seraya mematikan shower serta menarik handuk untuk mengeringkan tubuh Adrian,lalu membelitkan dipinggulnya.
Keluar dengan segarnya sore ini,membuat dirinya ingin memandang sunset perlahan mengakhiri senja menuju malam.Bersedekap menatap penuh senyuman saat gelap perlahan menutupi dirinya.
Saat lega menatap gelapnya malam,saat berbalik dirinya tak menyadari bahwa Vani juga melamun menatap indahnya sunset telah membuatnya mematung tanpa menyadari Adrian telah mengawasinya sejak tadi.
"Kayaknya dia melamun,bayangin apa ya!"Tersenyum mendekati pembatas pagar beton penuh dengan ukiran khas kegagahan sang lelaki.
"Heiiii,kamu ngapain?"Suara itu mengejutkan lamunan indah yang dirasakan oleh Vani.
Mendongak serta agak terpental melihat kehadiran pria yang hanya berbalut handuk,membuatnya tak berdaya bahkan emosi juga melihatnya."Haaahhh,,,,bang.Ngapain seeh suka banget bikin aku terkejut!"Kesal juga,udah berapa kali aku dibuat kaget seperti ini.
"Salah sendiri melamun disini lagi.Udah tahu tempatnya sunyi,malahan kamu keenakan."Ketawa geli.
"Tapi ga gitu juga kali bang,biasa aja kalau ngomong!"Emosi deh,masuk kedalam rumah ga perduli sama panggilan Adrian.
"Heiiii,,,Van.Kok kabur seeh,heiii!"Nyengir juga,kesel pula.
"Ya udahlah,terserah kamu!"Bergegas masuk kedalam kamar.
Vani pun bersiap untuk kedapur dan membuat makan malam,kali ini ia ingin sesuatu yang lebih bermakna karena sebuah hal akan memberikan sebuah keramaian saat kedatangan Cinta.Tak lain pula Adrian,dia pun bergaya santai yaitu celana pendek berwarna biru ketat serta singlet berwarna hitam pun serta aroma parfum menggoda disaat dirinya keluar menuruni tangga dan mengamati sang Chef tengah sibuk membuat suasana seakan kembali sibuk.
Mengambil buah apel yang tersemat dikeranjang buah meja bar,KRaaakksss,suara kunyahan apel membuat Vani masih saja belum menyadari kedatangan pria tersebut.Semakin mendekati aroma lain membuat Vani kembali merasakan ada aroma lain tengah mendekatinya.
"Siapa ya!"Terhenti dan malahan mendapatkan pelukan hangat hingga ciuman kepunggungnya mengejutkan Vani."Bang,apa-apaan seeh?"Mencoba melepaskan pelukannya.
"Van,kita cuman berdua saja lho.Kamu jangan malu-malu gitu!"
"Maksdunya!"Menutar tubuhnya dan kembali terkejut melihat tubuh seksinya menggoda,ia kembali tertegun melihat sosoknya sangat tampan.Tak mungkin sedikit senyuman itu muncul begitu saja.
"Membantuku memasak,supaya Cinta ga lapar lagi,heheheeh!"Mengangkat alat penggorengan kearah Adrian.
"Buat apa dia kesini?"Jawabnya enteng.
"Lho dia ga kesini?kenapa!"Bingung sambil ngangkat sutilnya.
"Karena dia mau ketemu dan ngobrol sama Dennis.Ya teman sekolahlah.Jadi kamu tuh jadi tahanan rumahku.Gimana!"Semakin berani menampakkan keseriusannya.
"Tahanan?tahanan apa?"Kembali bingung.
Semakin dia mendekat,mengunci kedekatan mereka.Vani pun bereaksi tak nyaman sama sikapnya ketika menompangkan kedua tangannya disisi tangannya,rasanya apa yang akan terjadi dia sama sekali tak mengetahuinya.
"Bang,,,jangan seperti ini dong.Aku takut lho,atau aku teriak supaya ada orang datang menyelamatkanku!"Semakin ga karuan hatinya berada dalam sikap yang benar-benar takut atas permainan Adrian.
"Kamu akan teriak,,,teriak aja."Jawabnya membisikkan ketelinganya."Siapa mau nolong kamu,kamu kan kekasihku!"Bangga dengan predikat yang dia sematkan sekarang.
"Apaaaa?mereka tahu kalau aku ini kekasihnya abang.Bukan boongan?"
"Ya enggalah.Tapi rasanya ga sekarang deh aku bermain cinta denganmu!"Melepaskan cengkeramannya,dan mundur serta membiarkan Vani bersikap sesuai hatinya.
"Kenapa seeh bang,selalu nakutin aku,dengan cara ini?"Salah tingkah dibuatnya,ia kembali memasak.
"Oke apa yang mau dibantuin,supaya kita bisa makan malam bersama."
Sambil menggelengkan kepala,ia menjawab serta tak ingin diganggu olehnya."Jangan,jangan sekali-kali membantuku,itu sangat membuatku tidak nyaman bang!ingat ya!"Sambil mengancam.
Mengangkat kedua pundaknya,lalu dia perlahan mundur menantinya dimeja bar."Oke kalau menurutmu aku ga bisa bantu.Aku lihat aja ya!"Tersenyum masih menatap matanya.
Dalam batin Vani pun sempat berujar.
"Jangan pernah ngasih tatapan seperti itu bang,sama saja abang menggodaku.Aku bisa meleleh lama-lama oleh sikap abang!"
"Ooooh,ya bentar aku bikin kopi dulu sambil nunggy kamu selesai ya!"Turun dari kursi,berjalan mendekati Vani.Segera ia menghindar aga jauh ketika mulai mengambil gelas dan menakar kopi dan menuangkan air panasnya.
Menganduk dengan aroma menggoda,sekejab Vani pun ingin menikmati walau sedikit sruputan dengan nikmat."Kamu mau?"Sambil mengangkat gelasnya.
Senyum lebar terbuka lebar,,ingin dia mencoba tapi rasanya ga mungkin.Ia hanya menggelengkan kepala.
"Ya udah,kalau ga mau.Bentar aku telpon Cinta dulu!"Berlalu meninggalkan Vani yang bereaksi senang saat akan ada teman yang datang malam ini.
"Cinta jadi makan disini?"
__ADS_1
Terhenti dan menoleh lalu menjawab dengan sarkastik"Engga,aku bilang dia akan dijemput sama Dennis.Dan mereka akan bertemu,tapi kalau pulangnya seeh kerumah ini!"
"Haaaaahhhhh,,,lama dong.Trus makan malamnya sama siapa dong."
"Ya kita berdua.Aku dan kamu,romantis kan!"
Tampak wajah rengekan Vani ga terima dengan keputusan yang dibuat secara sepihak sampai dirinya tak mampu lagi menjawabnya.
"Haaaahhhhh,,,,ken-apa tega sekali sama aku bang?"
"Eiiittsss ga boleh ngelawan.Atau ada taruhan yang lebih berat!"Seraya menunjuk kearahnya.
Nafasnya terhenti,,,matanya melotot.Apa yang akan dilakukan sama bang Adrian sama aku kalau seperti ini?
"Emangnya abang mau ngapain aku?"
"Entar juga kamu tahu,sabar ya !"Memainkan kedua alisnya dan beranjak menuju kamarnya untuk mengambil ponsel dan memberikan kabar masing-masing.
Kesal juga didapur,apa-apa harus menunggu sebuah nama Surpriser.Apapun itu sangat menjengkelkan buat Vani untuk bisa menyatakan hal baik dalam dirinya,kadang dia pun berfikir apa yang membuat bang Adrian bener-bener menggodaku ya.Apa coba?
Senyum menawan telah mengawasi Vani disaat ia tengah gundah dan penuh kegalauan ketika langkah Adrian menaiki anak tangga.Memang apanyang membuatku beneran menyukaimu adalah sikapmu yang lucu dan bisa membuatku tenang dan nyaman ga seperti kekasihku tukang selingkuh.Meninggalkanku hanya sebuah kedudukan yang tinggi,sangat disayangkan kalau kamu tahu akan menyesal akhirnya.
Membuka pintu kamar,meraih ponsel dan membawanya kebalkon dan menaruh segelas minuman khasnya dimeja.Mencoba menghubungi Dennis yang telah berbagi cerita dalam laptop dimana dirinya tengah bermain kata dalam fikiran sang filosfi hidupnya.Hingga suara ponsel pun membuatnya terganggu untuk mengatur konsentrasinya dan berusaha mengangkatnya.
"Siapa seeh,,disaat seru-seru gini.Ada aja yang ganggu!"Mengangkat ponsel dan mendapati sebuah uknownomber,tak ingin mengangkat takutnya penting,kalau ga diangkat bahaya juga.
Adrian menunggu dengan menyeruput segelas kopi dan berharap dia mau menjawabnya.
"Hallooo,selamat sore dengan siapa ya?"
"Haiiii,,Dennis.Ini Adrian kakaknya Cinta.Masih ingat?"
Ingatannya syukur ga hank ketika dia harus mengingatnya,tapi seingatnya Cinta itu ga punya kakak,apalagi cowok.Ngada-ngada aja dia.
"Iya inget kak,kenapa ya?"Mencoba lupa.
"Kamu nanti malam ketemu sama Cinta ya.Mau ketemu sama dia apa engga?"Seakan kaku memberikan ajakan.
"Oooh,,mau kak.Jam berapa?"Langsung sumringah mendapatkan kabar baiknya.
"Ya kamu jemput jam berapa gitu,kamu boleh bawa dia jalan-jalan atau kemana gitu.Tapi ingat ya,setelah selesai sebelum jam Sebelas malam kamu harus antar dia kerumah kakak.Nanti dia yang ngasih dimana alamatnya ya!"
"Oooh,baik kak.Terima kasih banyak kakak sudah mengijinkan aku ketemu sama Cinta!"
"Iyaaa,,kakak harap kamu ngerti ya,walau ga ada tante Mila.Aku masih bisa kamu ijin untuk ketemu sama dia.Tapi kalau ada tante,,,itu diluar kuasaku oke.Selamat ketemu dan bersenang-senang ya.Byeee!"Menutup ponsel dengan senyuman.
"Siap kak,terima kasih ya sudah mengijinkan aku ketemu sama Cinta!"
"Iya,tapi ingat pesanku ya.Jangan malam-malam kalau pulang.Karena keselamatan Cinta lebih penting ya!"
"Iya kak terima kasih!"Menutup ponselnya.
Tersenyum juga melihat kebahagiaan dari Dennis,segera Adrian menghubungi Cinta yang tengah kelelahan merapikan rumahnya.
"Haduuuuh,,,gini ya kalau ga ada pembantu,capeeek.Coba kalau masih ada ga bakalan kayak gini deh!"Menghela nafas,seraya selonjoran merasakan lelah ini.
Tak lama kemudian suara ponsel milik Cinta pun berbunyi nyaring membuatnya mendongak keatas untuk mengambil berkali-kali ga nyampek juga.Capek deh,beranjak berdiri lalu mengangkatnya.
"Halooo,kak ada apa tumben nelpon aku hihihi!"Cengengesan geli.
"Hiiii,kayaknya bahagia neeh.Kenapa?"
"Kan mau diajak jalan sama kak Adrian hehehehe!"
"Siapa yang ngajak jalan,pede banget kamu ya.Gemes deh pengen dicubit ya cabby nya!"
"Hiiiii,gemes banget ya sama aku kak!"Ujarny kembali centil.
"Engga deh,,biasa aja.!"
"Huuuuh,,,kalau gitu ngapain telpon aku kalau ga kangen!"Penasaran.
"Ya karena ada berita lain,kamu mau tahu apa?"Kembali membuatnya penasaran.
"Apa itu?"
"Kamu bentar lagi siap-siap karena Dennis mau jemput kamu.Mau ketemu katanya,mau gaaaa?"
"AAAAAAAAAA,,,,MAUUUU KAKKKK!"Teriak kegirangan.
Langsung suara cemprengnya pun menusuk telinganya sampai menjauhkan dari telinganya.
"Cintaaaa,jangan teriak-teriak gitu dong.Girang sih girang tapi ga gitu kali."Kesal juga mendengarnya.
"Heemmm,ya udah deh aku siap-siap mau mandi dulu yang wangi dan cantik lalu ketemu sama kak Dennis.Awas lho ya cemburu!"Tawa lepasnya keluar begitu saja.
"Haaaahhh cemburu?engga bakalan!" Mematahkan kalimat Cinta begitu saja.
"Masak?awaaaas ya kepikiran lhoooo,hahahahaha,byeee kakakku.Aku mandi dulu!"Ujarnya mendesah.
__ADS_1
Menutup telponnya segera berlari menuju kamar mandi dan siap untuk menyambut sang kekasih, ga habis fikir ternyata kayak gini kelakuannya.Coba aja ketemunya sama umurnya ya mau gua,tapi udah ada Vani.Seksi,cantik dan sedikit berisi itulah kenapa aku terpesona sama dia sangat menggoda.Sembari menoleh kearah luar berjalan menuju keteras dalam lalu melihat aktifitas Vani lucu juga dia kalau sedang sibuk.
"Kenapa juga dia menarik begitu ya,kenapa juga aku ga tertarik dari dulu sama dia dibanding Alesaa.Cewek yang ga punya pendirian untuk memilih siapa yang bersilau sama engga.Tapi dia malah beda.Mau aja sama gua hahahahaha!"Menahan tawanya geli.