
Langkah serius Yosha dalam mencari bahkan membaca sebuah novel telah menyangkutkan sebuah cerita musikal,tapi tidak untuk Emma sekali ia mendapatkan sebuah cerita dan ide creative hingga lupa bersama teman baiknya,saat mengamati setiap cover dengan bentuk menarik berharap sebagai koleksi selanjutnya.
"Kamu nyari apa,lama sekali liat-liatnya?"
Menoleh kaget mendengar suara aneh yang tentunya adalah Emma,hingga menghela nafas kesal."Astagaaaa,Maa.Elu tuh ya bikin kaget aja kirain sapa lagi!"
"Emang siapa?wanita itu ya harapanmu!"Meringis menggodanya.
Meringis geli tak bisa lagi dikatakan.
"Iya,tapi ya kalau ketemu lagi seneng banget memang ya kalau udah klop gitu ga bisa kalau dilupain membekas difikiran,lhooo!"Semangat banget dia berkata.
Bersedekap lalu membuat sebuah pernyataan untuk Yosha."Seandainya kalau dia datang tepat dihadapan lu,gimana?"
"Gimana ya!pengen bangetlah."Garuk-garuk kepala menatap Emma.
"Ya nanti kan ketemu,kalau engga kan bisa telpon.Lupa lagi ya!"Sambil memainkan jarinya tawanya pun lepas.
Kemudian Emma tertarik pada sebuah alat musik guitar sampai hati ia meninggalkan sendirian Yosha saat memandangi cover dan mulai mendalami sinopsisnya,tanpa menyadari kepergian temannya adalah wala kejutan dari seseorang tanpa dia sadari.Mungkin sebuah ketidak sengajaan pun terlihat sosok Luna disaat dirinya mencari-cari buku.Tak menyadari juga ada seorang lelaki tentunya memakai baju sekolah berada disampingnya sama-sama sibuk mencari buku yang cocok.
"Cari novel genre apa lagi ya?"Jalannya sambil mendekati seseorang hingga menabraknya tanpa disengaja.
GEDUBRAAAKKKKK,,,,Reflek langsung tangkapan oleh Yosha adalah tepat hingga pandangan terkejut melihat sosok yang tengah menyelamatkan dirinya.
"Mba Luna!"Senyum menawan pun terlihat sempurna.
"Haaaahhh,,,,Yosha."Senyum-senyum tak percaya ada seseorang tengah menangkapnya serta mengenalnya.
Cukup lama adegan hero khas Yosha dalam menangkap dan saling berpandangan penuh mematung,seketika mengangkat dan tak disangka bisa kembali ketemu diwaktu tepat.
"Yosha kamu ngapain disini?"Tanya Luna senang sekali melihat pesona anak SMA seperti dirinya.
"Heheheheh,ini mba.Diajakin sama temen saya ya terpaksa ikutan.Padahal ngapain juga kesini,tapi ada untungnya dapat novel ginian!"Sambil menunjukkan kearahnya.
"Kamu suka novel musikal?ada apa neeh!"Kembali mempertanyakan kepadanya.
"Ya nyari refernsi yang lebih baik.Males juga kalau jadi editor terus-terusan kan nyari selingan yang berarti juga seeh!"
"Ooooh ya mana temannya,ga kelihatan?"Tengak-tengok mencari keberadaannya.
Bingung nyari kemana tadi bilangnya,cengar-cengir juga ga kelihatan.Sembunyi dimana lagi dia tuh?
"Ga tahu deh mba,aktif banget kalau kemana-mana.Sampai susah dipantau!"Sembari menahan tawa.
"Oke deh,gimana kalau kita ngopi aja disebrang.Sambil ngobrol lagi gimana?"Menawarkan sebuah keakraban bersama .
"Boleh juga tuh,dengan ngopi kita pasti punya inspirasi banyak.Tapi saya telpon dulu temen saya,dikiranya diculik lagi aku!"Candanya geli mengambil ponselnya,lalu menghubungi Emma.
"Heeemm,,,,pengen banget diculik!"Candanya menutup mulutnya.
Menunggu sebuah jawaban kepastian tengah dibuat oleh Yosha untuk Emman.
"Hallooo,,,kenapa kangen sama gua!"Sontak heran kalau ada yang nelpon.
"Pede banget luuu,,,gua mau laporan.Mau pergi sama itu,heheheheh?"
"Sama itu siapa?eluu ninggalin gua.Tega banget seeh!"Bergaya kesal megang guitarnya.
"Ya harus tegalah.Yang gua ajak ketemu ini special lho,pake banget!"
Seketika Luna menahan tawanya,mendengar kalimat yang dilontarkan oleh Yosha terhadap temannya."Aneh ya memang,kalau anak-anak model gini.Aneh juga,tapi seru pastinya.Hehehehe!
"Ya udah,,,nanti tinggal aja.Pokoknya besok harus ngasih informasi penting dan berguna banget kalau engga.Awas aja,kursi dan meja luuu pindah gimana.Tawaran bagus ga?"Mencoba membuat ancaman.
"Wokaylah,kalau gitu.Aku tinggal jangan macam-macam sama toko ini ntar kena skors lho ya."
"Iyaaa,,emang gua preman apa!"Jawabnya makin kesal.
"Hahahahah,makasih ya!"Menutup obrolannya,lalu mengajak Luna untuk segera berangkat ngopi bareng.
"Ayo mba,aku udah dapat ijin sama temen ku.Berangkat sekarang yuk!"Ajaknya semangat.
"Ayo,tapi jangan dibawa kabur bukunya.Ntar kena masalah lagi!"Candanya ketawa lepas.
"Hehehehehe iya mba.Untung aja ngingetin!"Ketawa geli juga.
Setelah pas dengan pilihan buku masing-masing mereka pun menuju kasir untuk membayar buku hasil pilihan terbaiknya.Langkah mereka sempat terekam oleh Emma dengan wajah serius menatap dan mengamati sama siapa dia pergi,kayaknya pernah liat deh.Dimana ya!mikir deh jadinya.Lama lagi sampai belum ketemu.
Pembayaran pun sudah keduanya mendapatkan kantong kain motif,bagus juga saling menunjukkan penuh senyuman lalu beranjak untuk keluar menuju kedai kopi diseberang.Masih pamdangan curiga dan ingin tahu dari Emma memang ga ada duanya kalau soal kepo.
"Enak banget tuh,,,sama mba-mba.Tapi siapa ya pernah liat deh,tapi dimana?.Entahlah berat kalau diingat-ingat selalu kayak gini!"Kembali berfikir untuk jadi memilih apa yang sesuai sama hatinya.
Kedai kopi,pintu pun dibuka khusus oleh Yosha seraya mempersilahkan masuk kedalam.Senyum ramah pun menyapanya apakah ini menjadi second meet's terbarunya dengan nuansa cerita lebih seru bahkan membuat keduanya akrab seimbang memainkan karakter mereka masing-masing.
Terhenti sejenak lalu tengak-tengok menanyakan sebuah tempat duduk."Mau duduk dimana?"Menatap teduh untuk Yosha.
"Gimana kalau kita mojok aja mba,jarang-jarang lho mojok sama Anak SMA.Ya ga?"Sambil senyum-senyum mengangkat kedua keningnya beberapa kali.
"Hahahahahah,boleh juga ayoooo!"Jawabnya berjalan mojok kesebuah obrolan ringan dengam hanya satu meja dua kursi.
Tak mungkin juga buat Emma untuk mengikuti bahkan mengawasi mereka,kan tadi diawal udah janjian kalau Yosha mau ngasih tahu hasil kencannya.Tapi kalau dia boong kan bisa juga ya,aaah kesana aja deh juga aku haus mau nyari yang seger-seger.Ga jadi beli guitar malahan beli buku ga ada gunanya.
"Ga pa-pa deh.Sambil aku cek list mereka kan juga penasaran kayak gimana hehehehe. Sekali-kali licik untuk berguna bagi diri sendiri."Bergegas membayar,Emma ga mau ngelewatin moment mengejutkan untuknya.
__ADS_1
Hatinya juga bingung sama sosok wanita tersebut,kayak pernah liat.Gua harus bisa melihat seperti apa penampakan romantis mereka dalam satu meja,kan Yosha paling pede kalau deket sama Wanita special seperti yang dia ceritakan mempesna.
"Makasih mas!"Senyum-senyum berlalu meninggalkan arena Gramedia book store.
Niat memang mengalahkan segalanya sampai hatinya pun bisa memberanikan diri dengan sebuah pernyataan dirinya sendiri."Ya iyalah kan gua haus.Ga mungkin dong gua pulang kehausan kalau ketahuan.Biarin juga temennya Yosha ga tahu kalau aku juga ada kedekatan sama dia!"Ngakak juga kalau diingat-ingat.
Langkah emma anggun sembari menenteng tas juga buku tengah ia beli untuk sebuah alasan tepat,kenapa engga!walaupun terkesan sembunyi-sembunyi tetapi memang harus dilaksanakan karena sebuah niat untuk melihatnya lagi.Ketika memasuki kedai kopi pun dirinya mengawasi sekitar apakah bahaya ketika akan memasuki area berbahaya ini.
"Kok selalu ya kita ketemu disaat yang tidak sengaja,apa ini pertanda kita?"Luna mengumbar senyum seraya menompangkan tangan.
"Mungkin juga ya,padahal aku ga berharap untuk ketemu Mba saat ini.Malahan ketemu!"
"Hahahahaha,bisa ya ngegombal gitu."Tawanya lepas,lalu menoleh kearah waiter serta melambaikan tangan.
Sekejab sang waiter pu mendatangi keduanya dengan senyum ramah menyapa"Selamat kak,mau pesan apa?"
"Kamu pesan apa?"tanya Luna masih sibuk buka-buka menu.
Mendongak memberikan sebuah jawaban untuk waiter"Frappe manggo ice cream sama pancake fluffy ya,itu aja mas!"Memberi senyuman.
"Kalau saya Hot latte ya sama tiramissu cake aja!"Sambil memberi senyuman pula.
"Ada tambahan lagi kak?"
"Ga ada itu aja deh!"Jawab Luna menutup menu dan memberikan kepada waiternya.
"Oke pesanannya ditunggu kak ya,terima kasih!"Sembari menerima menu yang telah diberikan oleh keduanya.
Kembali kebahasan awal,ada hubungan special sepertinya,setelah Emma berhasil menyusup aga jauh dengan pesanan yang lebih ringan yaitu strawberry juice dan muffin coklat dengan lelehan ice cream disampingnya.
Beberapa kali pandangan dan rekaman penglihatan membuat dirinya sepakat kalau mereka berdua ada apa-apa,ga mungkin dong seramah itu bahkan bisa dikatakan serasi juga.Tiba-tiba kalimat tersebut sontak menemani fikirannya.
"Hebat juga Yosha bisa seserasi gini seeh?"Dalam benaknya bergumam seperti itu.
Lanjut sebuah pertemuan kalau ga dimaniskan oleh sebuah pujian mungkin tidak akan memberikan maksud yang lebih previllage soal pertemuan keduanya.
"Mba memang cantik ya,baru ketemu dua kali kali sudah membuktikan kalau mba itu punya aura yang ga bisa dianggap remeh oleh orang lho!"
"Aaaah,yang bener.Gaya bicara kamu tuh seperti pernah serius aja kalau punya kekasih!"Elak Luna seketika.
Tersungging"Bener kan yang aku bilang,ga bakalan terima kan.Tapi itu cukup membuatku lebih tahu seperti apa mba Luna ini.Aku suka!"
"Heemmm kamu suka dalam hal apa ini?"Tersenyum bersedekap seraya menggodanya.
"Dari obrolan mba yang selalu bersahabat bahkan membuatku yakin disetiap pertemuan kita itu memberikan banyak kenangan berati!"Mengangguk menyakini petuahnya.
"Yakin,baru ketemu dua kali seperti ini kamu sudag menilaiku setinggi langit?apa nanti ga nyesel kalau tahu sebenarnya gimana?"Godanya lagi.
"Bodo amat,itu kan pandangan mba.Pandanganku beda lho bahkan bisa mengerti kalau mba ini adalah wanita yang hebat!"
"Mauuuunyaaa Mba!"Jawab Yosha disambut gelak tawa keduanya.
"Hahhahahaha,kamu tuh bisaaa aja.Memang ya kalau masih SMA kayaka gini tuh cara berfikir seseorang bahkan berubah sekian derajat hanya ingin memuji !"
"Ga juga,banyak yang harus aku dapatkan dari mba Luna.Selain dewasa,juga banyak senyumnya aku suka!"
"Itu lagi sukanya?"Candanya ketawa lagi.
Setelah saling memuji bahkan menggobalin seorang wanita single,datang pula pesanan dengan pelayanan ramah dari waiternya.
"Permisi kak,pesanannya Frappe manggo ice cream dan pancake fluffly nya."Memberi senyum manis serta menaruhnya tepat didepannya.
"Makasih mas!"
"Trus sama hot latte dan tiramissunya juga selamat menikmati!"
"Terima kasih ya,pesananya sudah lengkap.Bener kan Yosha!"Tanya Luna dengan manis.
"Iya sudah lengkap.Trima kasih mas!"
"Mari,,permisi."Jawabnya berlalu meninggalkan obrolan mereka.
Lain halnya pula sama Emma,semakin kepo juga sampai gak menyadari bahwa pesanannya sudah didepan mata,tapi masih saja konsetrasi.
"Permisi mba,pesanannya strawberry juice dan Muffin coklat ice cream!"Sambil menaruhnya dimeja makan.
Matanya melotot melihat pesanannya sudah tampil tepat dihadapannya.Gimana ga menggoda kalau kayak gini.Mau dong"Waooow makasih mas!"
Sang waiter pun segera pergi dan meninggalkan keseruan yang nikmati oleh Emma,seger bwner kalau aku bisa menikmati ini sama Yosha.Malahan dia enak-enakan sama wanita itu."Huuuh,nikmati aja sendiri!"
Saat menikmati Muffin dan ice creamnya lumer dimulut membuatnya begitu antusias bahkan memecah sebuah rasa obrolan bersama Luna.
"Heeemmmm,,,enak banget.Eeh meleleh deh!"Kata Emma menahan ice cream yang tumpah dari bibirnya.
"Mba kok selalu sendirian kalau ketemu sama aku,apa ga ada pacarnya atau siapa gitu?"
"Udah ga usah difikirin,biarin aja.Nanti kalau dia sadar pasti balik lagi!"Tersulut juga kalimat emosi dari pertanyaan Yosha.
"Siapa emangnya yang sadar mba?"Bingung atas sebuah jawabanya
"Eeeh siapa maksudnya?"Sadar juga sama kalimatnya.
"Yang tadi?apa yang ga harus difikirin.Pastinmba menyembunyikan sesuatu ya!"Canda Yosha menggoda.
__ADS_1
"Enggalah.Yang penting aku ga terlalu mikirin dia dan menemukan seseorang yang nyambung diajak ngobrol kayak kamu!"
"Okeee,juga aku ga maksa.Baru kita ketemu dua kali aku sudah menanyakan hal-hal pribadi banget.Kan ga enak juga ya!"
Sambil memainkan tangannya,jawaban itu membuat Luna semakin takjub sama lelaki satu ini.Bisa menghargai wanita sepertiku,kenapa ga sedari dulu aku ketemu dia.
"Naaah itu,aku tahu pasti kamu akan bilang seperti itu.Banyak mungkin orang diluar sana!"
Candanya Yosha memang membuat Luna berhenti untuk berkata lagi.Memang ya ada aja yang dilakukan sama dia."Mana?luar mana!"Tanya Yosha kebingungan mencari keberadaan mereka.
"Nyari siapa?"Bingung juga akhirnya.
"Katanya orang diluar sana,ga ada!"Jawabnya sambil mencari keberadaannya,malahan terfokus pandangan matanya kearah temannya tadi Emma,ngapain dia disini.Kirain pulang,malahan disini!
"Kamu liat siapa?"Ikutan nengok kebelakang.
"Ga ada mba,itu ada anak SMA juga sendirian.Kasihan banget dia,hehehehe!"
"Hussss,ga boleh gitu dong.Kalau mau ajakin aja biar tambah seru."Lanjut Luna semangat.
"Trus seakan kita ini dapat les privat dari guru kita gitu!"
Langsung melihat penampilan dirinya sampai bertanya lagi"Apa penampilanku mirip guru privat gitu?jahat kamu Yosha!"Seru Luna ga terima.
"Jangan gitu dong mba,gitu aja udah marah.Senyum dong,dengan senyum.kita tahu mana yang ikhlas senyum,mana yang engga!"Malahan menggodanya lagi.
Melotot lagi,ada aja kalimat dari dia yang bikin aku kaget bukan apa-apa tapi makin geli aja ngeliatnya,"Hahahaha,kamu tuh ya.Kalau udah ngomong bikin mba geli,ga geli lagi pasti ketawa aja."
"Gimana lagi,kalau ketemu sama mba itu punya sesuatu yang perlu saya katakan sekarang."
"Apa itu coba?"Tanya Luna penasaran.
"Gimana ya kalau bilang sekarang kan ga seru mba!"Semakin membuat Luna penasaran.
"heemmm,trus gimana dong.Kan mba jadi penasaran lama-lama!"Makin menatap penuh senyuman.
"Gaaaa,,,itu pasti seru mba."
"Oke-oke!"
Senyum menawan dari Emma cukup membuat suasana semakin seru saja.Gimana kalau aku pergi aja deh dari pada ngeliatin dia bikin ngiri,mendingan pergi aja deh!Beranjak berdiri meninggalkan keromantisan dan keakraban hingga sesaat Yosha menatap seiring hilangnya Emma setelah lama mengawasinya.
"Pergi juga dia!"Gumamnya yakin.
Diruangan balkon rumah,Dennis pun berharap ini adalah pertemuan untuk membuat hatinya kembali berseri ketika harus bertemu dengan perempuan yang selama ini menjadi teman specialnya.Juga ini adalah kesempatan lebih dekat setelah tantenya sama sekali tidak mengijinkan untuk menemui Cinta.Rasa bahagia pun ia bagi bersama asistan rumah tangganya Selvi.
"Permisi mas,makan siang sudah siap!"Suara itu mengejutkan Dennis disaat hatinya tengah berseri-seri.
Terkejut,segera menoleh lalu menatapnya dengan senyuman lebar seraya mendekatinya.Malahan wajah senangnya membuat selvi heran sesaat dia tersenyum menyentuh kedua bahunya.
"Mas,mas Dennis ga pa-pa kan?"Mengernyitkan kening.
"Engga,ga pa-pa.Emang kamu liat aku kenapa?"Menatapnya kembali.
"Heran aja.Sepertinya mas Dennis dapat apa gitu!"
"Gimana kalau aku jelasin sambil kita makan siang bareng,,,ayoooo!"Ajaknya memutar tubuhnya dan merangkul menuju meja makan.
"Lho kan saya sudah makan,tinggal mas Dennis aja belum."Sampai dimeja makan dia pun menjawabnya."Jadi mas Dennis silahkan makan.Saya kembali kebelakang mau menyelesaikan pekerjaan saya."
Mengernyitkan kening."Tega kamu ya!"
Melotot lagi,kenapa sama mas Dennis?apa dia sedang sakit ya!langsung aja menyentuh keningnya."Kamu kira aku sakit?"
Ia menggelengkan kepala.
"Lalu?"
"Kenapa minta ditemenin?kan biasanya mas Dennis makan sendiri!"
"Ga enak Vi,masak aku ditinggal keluar kota.Kamu juga nyuekin aku,pokoknya temenin aku makan sekarang!"Menarik kursi serta menyuruhnya untuk duduk disampingnya.
"Haaaaah,,,,ga pa-pa saya menemani mas Dennis?"Tanya Selvi heran.
"Ga pa-pa,juga papa sama mama kan lagi ga ada.Kesempatan buat kita saling berbagi hati,hehehehehe!" Dennis pun duduk dikursi utama,lalu menatapnya.
"Astaga mas,kan udah ada mba Cinta.Kenapa juga bisa kayak gini sama aku!"
"Sama Cinta itu bagaikan langit dan bumi.Kamu tahu kan kalau tante Mila sangat tidak menyukaiku karena satu hal.Masa lalu!"
"Oooo,,,karena itu?"
"Tolong dong siapin,heheeheh!"Memberikan piringnya sama Selvi,minta untuk dilayanin.
Tersenyum kembali menyiapkan permintaan dari Dennis.Entah beberapa hal telah membuatnya kembali akrab,banyak juga cerita dijabarkan dengan beberapa intro yang unik serta khas seorang Dennis.Tawa kembali dibuat oleh Selvi karena kelucuan tak terduga dari Tuan muda karena sikapnya selalu membuat dirinya tiba-tiba nyaman saat berada dalam satu meja bersama.
"Mas,ada kabar dari bapak sama ibu.Kok belum pulang-pulang ya?"
"Ga tahu juga.Kok ga ada ngabarin ya dari mama.biasanya seeh mama ngasih kabar walaupun lagi sibuk WA kek atau telpon say hello.Ga ada,yaaa harus bersikap baik-baik kalu lagi ditinggal sama mereka.Kamu deh yang nemenin aku jadinya!"Kata Dennis.
"Tapi setidaknya ada kabar ya dari kedua orang tua mas Dennis jadi kan ga khawatir kalau ada apa-apa kan?"
"Nanti deh aku telpon,apa mungkin saking sibuknya sampai aku aja ga diinget,ckckckckck"
__ADS_1
Tiba-tiba Selvi menyentuh tangan Dennis tanpa sadar membuat keadaan semakin horor dan membuat sedikit hatinya tak menyadari akan baiknya kisah ini dalam keadaan tak menentu.