
Suara dering weker yang sudah ia set sedari tadi memang mengejutkan dirinya yang masih terbaring miring dalam balutan selimut tebal dan guling yang begitu erat ia peluk.Rasanya malas pula sore-sore harus bangun tapi mau gimana lagi saat ia sadara tengah berada dimana dan janjinya seperti apa waktu itu kepada orang tuanya.
Masih malas untuk beranjak bangun,ia membalikkan tubuhnya dan terlentang dengan mengatur nafasnya.Sampai juga tangannya untuk meraih wekernya dan melihat digital weker berbentuk persegi panjang dengan aksen warna biru."Untung saja masih jam segini!"Sambil mengucek-ngucek matanya.
Beranjak bangun dan menaruh kembali wekernya dengan menghela nafas,menatap keluar sebentar mentari perlahan mulai untuk turun meninggalkan siang ini.Mandi trus kerja,gini rasanya berada dalam dunia kerja.Untung saja aku punya partner yang kece gitu hehehehe.Masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan hatinya yang masih tertutup oleh mimpi tadi.
Ingat juga,mimpi apa tadi ya?kok menarik banget buat dibahas dalam hatiku ya.Siapa sebenarnya lelaki yang tiba-tiba menemuiku dan mengatakan untuk menunggunya sampai waktu terbaik buatnya mendekati seutuhnya.
Tersungging juga,aneh tapi keren juga.Ga tahu bentukan wajahnya tapi mengena gitu.Keluar daru kamar mandi dan ganti baju dengan tampilan casual kembali.Sambil menatap dikaca,kok aku sedikit berisi ya,apa aku bahagia sama kak Romero juga kak Andrea,apalagi kocaknya kak Reyhan bikin geli juga.Udahlah nanti telat lagi kalau banyakan pertimbangan sampai disini.Menyiapkan bekal,apa nanti aku sama kak Romero ya,kalau iya aku buatin makanan deh yang cepat dan higienis.
Dalam benaknya pun muncul spaggethi yang cepat dan menimbulkan efek lapar tapi bisa juga kalau bumbunya aku pisahin.Biar nanti kangen trus menyatu dan lezat rasanya,eeeg ngakak denger khayalan garing.
"Ya ampun Dis,bisa aja kamu kalau ngayal ya.Andaikan itu benar,gimana rasanya dipuji bahkan dipeluk sama kak Rome-roooo!"Menoleh ada sebuah ketukan pintu membuatnya kaget bukan main.
Jantungnya berdetak kencang dan tak mungkin bisa diungkapkan lagi kalau itu adalah seseorang yang ingin bertamu.Siapa ya?sembati menata dengan rapi,bergegas Gladis menghampiri seseorang yang mungkin ia kenal.
Saat membuka pintunya,terkejut ada sosok yang membuatnya tersenyum."Kak Rome,ada apa ya?"Bingung juga seeh kalau lihat cowok perhatian datang kepadanya.
"Kamu lupa,kalau kita itu satu shif hari ini.Jadi dari pada kita datangnya sendiri-sendiri mendingan bareng,gimana!"Memberinya tawaran menggiurkan.
"Ga ngerepotin kak?"Tanya Gladis ga enak.
"Kalau ngerepotin,ga gua jemput elu.Udah siapkan?"tanya lagi.
Meringis ga enak juga,tapi dia harus menyiapkan sesuatu untuk bekal nantinya."Bentar kak ya,masuk dulu deh.Aku mau nyiapin sesuatu lho!"
Tariknya kedalam.
"Oke,,tapi bentar ya!"Ujarnya ikutan masuk kedalam.
"Iya kak!"Jawabnya masuk segera kedalam.
Ada waktu juga sebentar untuk melihat ruangan milik Gladis.Keren juga,adem dan sedikit memberikan sentuhan alami dan minimalis.Bikin betah juga ya.
"Elu ngambil apa seeh?"Berjalan mencari keberadaannya.
"Aku disini kak!"Jawabnya nyaring sambil menyiapkan semuanya hingga jadi masuk kedalam tas jinjingnya.
Saat melintas hampir saja salah sasaran,saat menoleh ada panggilan yang menggodanya."Kak,aku disini!"Ujarnya sambil melambaikan tangan.
Terhenti sembari menoleh,tertawa geli berjalan menuju dapur dengan wajah sumringah.Lalu menyandarkan kedua tangannya dimeja set dapur ada senyum yang manis lagi datang dari keduanya.
"Kakak mau minum?"Tawarnya bersiap menyiapkan minuman untuknya.
"Ga usah deh,nanti aja minumnya dikedai ya!"Ujarnya bersiap untuk berangkat.
"Ya kak,siap!"Berjalan keluar dari dapur dan disambut oleh Romero dengan merangkulnya.
Waooow,lirikan Gladis membuatnya sedikit geli untuk ketawa lepas melihat aksi partnernya tersebut.Memang tidak ada yang lebih baik sebagai kakak yang melindungi dari pada kakak yang mencintai aku.Kan aku masih butuh waktu untuk lebih serius bekerja.
"Kamu ga takut apa tinggal sendirian ditempat sebagus ini?"Sembari berjalan keluar menunggu Gladis menutup pintunya.
"Ya enggalah kak,kan udah aman menurutku.Tapi yaaaa adalah rasa takut yang menghantui seeh!"Jawabnya siap untuk berangkat.
"Jalan yuk,aku sudah siap kok!"Jawab Gladis menggandeng Romero.
"Heemm,kayak adiknya aja ya!"Ketawa ngakak.
"Kakak bisa aja deh!"Senggolnya lagi.
Sembari terpental agak jauh,masih ada canda yang memang sudah menjadi cerita keduanya.Hari ini memang menyenangkan buat Gladis bisa jalan bareng sama Romero,jelas ada rasa nyaman dan cerita-cerita yang telah mereka bicarakan dijalan.Tak jauh dari pandangan mata seorang pria yang tak sengaja melihat sosok perempuan itu adalah tadi pagi saat ketemu ditoko buku itu.Kemana ya?Sembari mendongak dan memastikan kemana dia pergi dengan seorang pria pastinya akrab juga.
"Oooh dia,sama siapa ya?"Mikir agak jauh,tetapi sudahlah.Gua juga tahu dimana dia tinggal,lain kali aja aku bikin kejutan.Pasti seru deh.
Masih melanjutkan jalanan yang masih bisa untuk diajak menikmatinya.Tumben sekali ada perjalanan seru yang terjadi antara Romero dan Gladis.Santai hingga tak menyadari bahwa keduanya sampai didepan kedai kopi.
Dengan perlahan dia membukakan pintu untuknya penuh senyuman."Silahkan nona manis!"Masih betah memberikan senyuman kepadanya.
"Makasih kak!"Dengan wajah memerah padam dan malu-malu tentu itu adalah moment paling indah buat Gladis untuk memastikan dirinya berada dalam kehangatan kerja.
Jelas hal tersebut membuat Andrea kaget hingga melotot dan mematung melihat keakraban yang belum pernah lagi dilihat sejak dia mengatakan ada seseorang yang datang menyentuh hatinya.Yupz mantannya memang kurang kerjaan,selalu membelah hatinya dan membuatnya bimbang.Namun saat ini adalah misi baiknya.
"Haaaah,sayang-sayang.Lihat dong siapa yang datang tuh!"Panggil Andrea dengan wajah senang plus heran.
Menoleh saaat serius membuat esspresso dia masih saja cemberut soal pengganggu dadakan itu merusak feellnya dalam membuat seni esspresso.
"Apaan seeh,gangguin aja dari tadi.Ada aja yang dipanggil-panggil."
"Itu lihatin,ada pasangan baru jadian!"
"Haaaah,mana!"Langsung menoleh dengan wajah shock abis.Kenapa ada berita mengejutkan sore ini,sampai-sampai bibirnya kebuka dan bisa dibayangin rasa kaget seorang Reyhan melihat itu semua.
__ADS_1
"Ituuuuu,sini dong aaaah!"Tarik Andrea membuatnya agak kelabakan kalau jalan hingga kedua tangannya menyentuh pundak Andrea dan tak menyangka mereka so sweet banget.
"Astaga itu jomblo ngapain deket-deketin bini muda gua!"Sambil mencengkeram kedua pundak Andrea.
Shock kesakitan dong,mendengar ucapan Reyhan sok keceplosan dan meremeas kedua pundaknya dengan mantap."Aduuuuuh,,,sakit sayang.Elu tuh ya,ngarep banget seeh!"Cubitnya kesel ampe ikutan dowerrr.
"Aduuuuhhhh,sakit tahu.Elu gila ya."Sontak emosi pula Reyhan.
"Lha elu bilang bini muda.Kita aja belum nikah,seneng banget deh berbagi istri!"Lagi sewot tapi ga serem-serem amat.
"Aaahhh,itu kan keinginan yang tertunda!"Jawabnya geli.
"Kalau beneran gimana?"Lagi ngerengek.
"Ya iyain aja,hahhahaah!"Jawabnya ngakak dan meluk Andrea.
"Iiiiiiiiih sebel deh.Gua jual lu ama tante-tante girang biar ga banyak gaya!"Ancamnya makin kesan makim bikin Reyhan semangat.
"Haaaah mauuuu banget!makasih sayangku,muuuuaaachhh!"Lagi malahan bahagia mendengar kalimat itu.
Ada yang aneh dari tatapan seorang Romero saat melihat kegilaan mereka tanpa arah,ada senyum-senyum penasaran melihatnya sambil mendekati mereka dimeja bar seraya menompangkan tangannya.
"Kalian ngapain seeh?kok heboh banget dari tadi gua lihat!"Tanya Romero.
"Heiiii mblo,beneran elu ada rasa sama dia?"Tanya Reyhan penasaran.
Langsung aja dijewer kupinngnya,tarik jabrik jadinya."Aduuuuhhh,,,,gua nanya doang sayang!"Sebel sambil ngusuk-ngusuk telinganya.
"Nanya tuh yang bener,elu beneran jadian apa engga.Kan gitu!"Juga aga ada rasa yabg aneh buat Andrea bersikap seperti itu.
Sampai membuat Gladis menoleh dan bertanya kepada Romero."Kak,emang kita jadian ya?"Tanya lagi.
Sembari menggelengkan kepala.
"Engga tuh.Kita deket aja gitu,ga ada yang lain!"Jawabnya langsung mengarah pada Keduanya.
"Ooooh,yesss ada kesempatan!"Langsung aja Reyhan selebrasi ga lihat-lihat siapa disampingnya.
"Ckckckckck,seneeeeng bener kalau denger berita gitu ya."Lirikan dan kalimat ketusnya sampai juga kena dimatanya.
"Ya gua berharap dari tadi sayang!"Lanjut Reyhan masih pede aja.
"Pada ngomongin apa seeh?kok aku ga ngerti ya kak!"Sambil tengak tengok sembari mesem-mesem ga jelas.
Belum Reyhan angkat suara,udah diambil oleh Amdrea penuh semangat dan percaya diri.Seakan ingin main opera cinta malahan kandas sama kekasihnya itu."Akuuuuuu!"
"Udah ga usah dibahas lagi,sayang.Kita tampil bentar aja ya.Nanti kita ada acara lho!"Cerita Andrea menggoda Gladis.
"Acara apaan seeh?"Tiba-tiba Romero udah didalam bar aja mulai melepaskan apron kebanggaannya dari badan Reyhan.
Menoleh dengan wajah shock,"Lu mau ngapain.Sexual harrassement ya!"Mencoba melindungi dirinya dari pegangan romero.
Mundur aga jauh dan mendekap keningnya,bisa aja dia bilang seperti itu pada gua.Emangnya gua hilang nafsu sama wanita sampai harus menggoda pemain cinta model dia.
"Astagaaaaa,Reyhan.Kamu tuh ya pikirannya kotor muluuu ma gua.Mentang-mentang gua,,,,"Belum selesai bicara udah skakmat ma dia.
"Jomblloooo,weeek!"Ujarnya dengan mengejeknya.
"Hahahahhah,sayaaaang.Ga usah digodain.Ntar dia kalap,elu diapa-apain gimana,gimana coba?"Tanya lagi.
"Astaga gimana ini.Ya udah itu buat elu!"Sembari melepaskan dengan wajah sensi pula.
Suasana kedai pun perlahan mulai ramai,ada bantuan sebentar dari Andrea dan Reyhan untuk dua pasang shift sore dimulai.Sebentar tinggal beberapa menit keduanya pun saling berpisah,ada salam yang begitu menggelikan saat Reyhan mengucap kalimat buat Gladis.
"Blo,gua balik ya.Ada turnament neeh.Ga bisa ngajak elu ngobrol lama disini!"Kata Reyhan sambil saling tos dengan Romero.
"Iya gua tahu.Hati-hati mainnya,jangan banyak-banyak ceweknya yang digandeng!"Seloroh sok ga kena kearah Andrea.
Sontak ia menoleh dengan tatapan tajam dengan gigi bergemerutuk mulai menyerang Romero.
"Udah mulai galak neeeh pemikirannya!"
Sambil angkat tangan Romero pun berujar.
"Sorry,kalau ada yang tersinggung heheheheh!"
Setelah perpisahan yang penuh drama dan cerita obrolan pun menghilang sesaat ketika mereka pergi meninggalkan kedai kopi.Menghela cukup panjang buat Romero saat melihat mereka masih tetep akur dan bahagia walau sedikit demi sedikit ada yang menyebalkan diantara hubungan mereka berdua.Masih saja santai dan tenang buat Romero untuk memastikan semuanya.
"Dis,elu udah bisa kan operasikan micros ini?"Tanya Romero menompangkan tangan serta menjorokkan badannya disamping Gladis yang mulai sibuk membuat hal-hal penting didalam layar micros.
Menoleh dengan pasti,masih ada senyuman sebagai awal pertanyaan itu.
__ADS_1
"Ya bisalah kak.Kak Andrea yang ajarin!"Jawabnya yakin.
"Ooooh,gitu ya.Slamet-slamet jadinya ga repot-repot bikin dua arahan!"Meringis sambil menoleh kearahnya.
"Peace kak.Santai aja,aku bisa kok jalanin semuanya dengan baik-baik!"Sambungnya pwnuh ceria.
"Syukur deh kalau kamu bisa.Jadi ga banyak yang harus kita perdebatkan ya!"Sambil memainkan kedua alisnya.
"Hahahahah,kakak bisa aja deh kalau bikin candaan.Selalu bikin aku baper tahu!"Ujarnya polos.
"Hemmm,emang mau gimana coba.Elu tuh lucu nggemesin lagi!"Sambil nyubit pipinya.
Meringis seneng banget dapat perhatian yang lebih disaat keadaan mulai low.Suasana sore memang menjadi awal bagi keduanya saling berbagi banyak hal dalam dua masa yang berbeda.Bagi Reyhan adalah saat yang tepat baginya untuk terlibat dalam turnament skateboard.Baginya ini adalah hobi dan ide creativenya dalam menjajal setiap permainan kece untuknya hingga berada diantara para pemain kece.
"Waooow keren banget ya.Banyak yang cakep-cakep!"Tiba-tiba Andrea kesemsem dengan suasana ramai penuh tantangan.
Menoleh kaget melihat ucapan tak biasa muncul dibibir kekasihnya tersebut.Entah mau diterima secara akal sehat atau akal-akalan,masih juga bikin dia penasaran banget akhirnya.
"Maksud lu apaan yang?"Mengernyitkan kening bingung.
Menoleh dengan rasa tak sadar,Andrea menjawab pertanyaan muncul tiba-tiba dibibir Reyhan.
"Maksud apaan?"Ikutan bingung.
"Lha tadi bilang apa,banyak yang cakep-cakep?"Mengernyitkan kening.
"Eeeh tadi ngomong gitu ya?"Meringis sambil garuk-garuk rambutnya malu gimana gitu.
"Iyaaa,sok ga sadar lagi.Gua kesana dulu,ntar awas lu ya dari jauh gua lihat pedekate ma cowok gua cerai lu!"Ancamnya sambil pergi ninggalin rasa bingung Andrea setelah dapat ancaman yang membuatnya heran,tumben ya dia seperti itu.
"Hehehehe,ngomong apaan seeh.Segitunya sama gua sayangnya ampe ngancam-ngancam pake acara cerai segala.Emang kita pernah resmi,heran deh!"Tertawa geli seraya merunduk,menggelengkan kepala dan tak.tahu juga.Bisa cemburu juga dia ya.
Area Skateboard memang menjadi ajang permainan seru dikalangan anak muda saat ini,sampai acara gemilang pun dibuat.Sebagai pemain senior buat Reyhan,adalah ajang terbaiknya menunjukkan aksi luar biasanya dalam menyelesaikan beberapa ronde permainan yang lebih fantastic saat ini.
"Selamat datang para pemain skateboard,selamat sore dan kita bisa kumpul dalam turnament yang paling kita tunggu-tunggu selama ini.Selamat datang buat para pemain untuk bisa gabung kembali dan memainkan aksi gilanya."
Teriakan dari para pemain Skateboard memang kompak hingga teriakan dan sorakan dari mereka pun meriuh pandang dalam cerita mereka.
"Sebagai acara paling seru dan menghebohkan buat kita semua.Selamat datang dan siap untuk melakukan aksi yang keren dan menegangkan.Selamat bermain kawan-kawan!"
Seneng banget kali ini untuk Andrea yang mana telah berada ditempat duduk yang enggan bisa dia lewatkan dalam setiap massa bersama penonton lain menyaksikan setiap selebrasi dan permaianan yang lebih keren hingga ia ga bisa lepas untuk menatap permainan seru ini.
"Seru ya acara,lu suka?"Tiba-tiba sosok pria yang ikutan berada disampingnya memberikan komentar mengejutkan sampai ia menoleh dan heran,orang dari mana ini bisa deket-deket sama gua.
"Elu siapa ya?"Singkat dan heran.
"Kenalin,saingannya Reyhan.Gua Armand tapi udah lama temenan sama dia.Dia aja yang ga suka sama gua!"Jawabnya santai.
Mulutnya membulat dan pasti benar,itu adalah perkataan yang biasa dilakukan oleh pesaingnya untuk mendapatkan apa yang diinginkan olehnya.
"Ooooo,pantesan gua ga terima kabar kalau elu mau ikutan disini,ga ikutan gabung disana?"Tanya Andrea lagi.
"Hari ini gua males.Mungkin kalau ada lagi pasti ikutan.Elu kekasihnya Reyhan kan?"Sambil senyum kepadanya.
"I,,,ya.Kenapa emangnya?"Tanya lagi sembari bingung,mau kabur pasti ga mungkin aku kabur kemana lagi.
"Santai aja,jangan tegang-tegang okey!"Jawab Armand dengan kembali konsent melihat aksi lainnya.
"Memangnya elu selevel sama Reyhan?"Mencoba kembali membuat pertanyaan ga ada maknanya walaupun itu berat untuk dikatakan.
Memikirkan cukup singkat dan mencibir sebagai kalimat jawaban yang benar-benar dibuat oleh Armand."Eeeemmm,,,gimana ya.Engga juga seeh!"Jawabnya santai tapi ada yang aneh juga pertanyaan cewek macam itu.Bikin dirinya geli aja.
"Cuman ya,kalau belajar lebih professional seeh banyakan gua seeh!"Jawabnya membuat Andrea bingung.
"Jadi beneran elu saingannya Reyhan,atau Reyhan tersaingi oleh elu?"
"Udahlah gausah tanya itu lagi.Noooh Reyhan mau tampil tuh dia!"Tunjuknya kearah panggung Skateboard.
Segera menoleh dan terfokus kembali pada permainan.Saat itu tatapan Reyhan mengarah pada Andrea yang melambaikan tangan.Malahan yang lebih menyita perhatian dirinya adalah sosok orang disamping kekasihnya tersebut yaity Armand.Mengernyitkan kening dan akan ada banyak pertanyaan muncul saat yang begitu juga setelah permainan selesai.
Reyhan pun membalas dengan senyuman dan siap beraksi malam ini penuh tantangan,tantangan dilapangan skateboard dengan penampilan perdana setelah ga ada pemain yang berhasil mengunggulinya dan sekarang ia berada dalam pandangan seorang pesaingnya malahan duduk disamping Andrea.Pasti juga ada sempat pertanyaan muncul dalam benaknya untuk dua orang tersebut.
"Nanti gua hajar tuh Armand kalau deket-deket ama Andrea lagi.Pengen tahu sampai mana dia bisa mengalahkan kekuasaan gua disini!"Batinnya kembali bergejolak saat yang tepat untuk menyatakan suara hatinya dengan lugas dan jelas.
Wooow selebrasi seorang Reyhan memang bikin tegang,sampai Andrea dengan menutup wajahnya melihat aksi-aksi gila kekasihnya sungguh membuatnya ngeri dan dipastikan akan membuat perhitungan yang ga gampang buat dia selesaikan dengan baik.
"Aduuuuh,,,mati tuh."Saat membuka kedua tanganya,lega banget ternyata itu bagian dari aksi gilanya.
"Udah ga usah panik gitu.Reyhan udah biasa kayak gitu!"Jawab Armand ketawa ngakak.
"Tapi kan serem juga!"Sontak serangan Andrea membuat Armand kaget banget.
__ADS_1