
Meskipun ada sebuah project yang digawangi oleh Dua hal yang berbeda antara Yosha dan Emma,ga ada salahnya juga kalau Dennis saat keluar pun barengan sama Thalia.Hal itu membuat Pandangan aneh buat sahabatnya yang menatap jauh dan terhenti heran pula saat itu.Emma yang sok jalan tanpa komando juga ga tahu apa-apa kalau ga tahu kalau partnernya memang ga ada disampingnya.
"Siapa tuh ya cewek yang sama Dennis.Waaah busa bahaya neeh kalau ketahuan sama Cinta,ga seru lagi!"
"Nanti kita ketemuan dimana Yos----ha!"Menoleh dan beneran kaget.Dimana dia sekarang kok ga ada disamping gua seeh,wajah bingung dan ga karuan tengak-tengok muter beberapa kali.
Malahan dia ada dibelakang"Astagaaa,ngapain tuh dia.Mantengin sapa seeh?"Kembali mendekatinya.
"Lagi ngapain?"Tanya Emma mengangkat dagunya.
"Tuuuuh ada pemandangan aneh deh!"Tunjuknya dengan dagunya.
Menoleh seketika dan pandangan serta mengernyitkan kening,plus menyipitkan kedua matanya,lalu nanya sama Yosha.
"Tuh siapa tuh,kok dua-dua an?"Tengak tengok ga jelas.
"Itu dia gua bingung sama Dennis,cepet banget punya gandengan."Bersedekap menatap kearah Emma.
"Heheheheh,lho kira gua tahu.Ya enggalah."Ikutan berdiri santai disamping Yosha.
Tak lama kedatangan mereka bertiga membuat kalang kabut juga saat bertanya soal pertemuan mereka."Haiiiii,kakak senoir.Kita udah siap!"
"Ampuuuun dah,bikin kaget aja!"Ekpresi kaget kha Yosha pun menjadi daya tarik tawa mereka semua.
"Hahahahahah,kakak kenapa.Kaget gitu kayak ketemu guru BP aja!"
"Dia ketemu guru BP,malesss gurunya!"Bantah Emma membela.
"Ya emang gurunya males ketemu gua.Kan kena konten gua jadi ga bisa berspekulasi yang baik-baik sama gua."Pede aja sama jawabanya.
"Kita jalan sekarang ga?trus mana kak Dennis kok ga kelihatan?"Tanya Cinta polos.
Pandangan aneh dan main mata keduanya seakan menyiratkan satu hal yang memang belum diketahui oleh siapaun tak terkecuali yang bersangkutan.
"Kakak ngapain seeh?"Tanya Tia bingung.
"Gaaa engga kok.Biasa aja,ayo jalan pake mobilnya Emma ya!"
"Siaaaap bray,hehehehehe!"Jawabnya pasti.
"Lho ga sama mobilnya kak Dennis ya?"Lagi Cinta berkata polos banget.
"Ya enggalah.Kan kita yang punya project ma kalian.Ngapain bawa-bawa dia segala."
Sungguh menakutkan juga kalau benar-benar ada hubungan aneh antara Dennis dan teman barunnya itu,seperti udah kenal cukup lama dan lebih banyak obrolan candaan yang dilontarkan Thalia ada aja yang harus dibicarakan.
"Emangnya kamu ga pa-pa kenal sama aku?takutnya ada yang marah!"Tanya Thalia santai tapi pasti.
"Ga ada juga seeh.Tapi kan jelas kalau sama kamu tuh lebih nyaman ngobrolnya ya lama-lama!"Jawab Dennis bisa aja.
"Heheheh,kamu tuh ada aja!"Sambil mukul bahunya.
"Oooh ya,kamu bareng sama aku atau gimana?"Tanya Dennis menawarkan bantuan.
"Yaaah,lain kali aja ya.Aku bawa mobil sendiri.Juga mau belanja seeh ada yang harus dibeli!"
"Ooooh,gitu.Dimana kamu parkirnya aku anterin."Tawarnya manis.
"Ga usah,,,ntar ada yang nyari lho."Kata Thalia ga enak juga.
"Ga pa-pa,sekali kali kan."
"Ya udah,,boleh deh!"Jawab Thalia sambil jalan santai keparkiran dan dipastikan mobil milik Thalia ternyata satu frekuensi dengan mobilnya Yosha.
"Lho,,ternyata dari tadi mobil kita tetanggaan ya,heheheheh!"Ujar Thalia tak terduga.
"Iya ya,mana aku tahu.Kan tadi aku berangkat duluan!"
"Makasih ya udah nganter sampe sini lagi!"Sambil mengumbar senyum serta menepuk bahunya.
"Iya ga pa-pa juga.Kita kan sama-sama pulang."
Thalia pun menyahut dengan candaan.
"Tapi ga searah kaaaan,heheheheh!"Geli juga sambil nunjuk kearah wajah Dennis.
Diapun mengaruk-garuk kepala sembaro senyum-senyum malu.
"Ya udah aku duluan.Ntar ga pulang-pulang lagi."
Belum masuk kedalam mobil,Cinta udah manggil aja.Dan diikuti mereka semua pada ga tahu deh jadinya gimana."Kaaak Dennisss!"Panggilnya sambil menakupkan kedua tangannya.
Keduanya menoleh,mengernyitkan kening"Siapa dia,,,hayoooo.Pacar kamu ya!"Tunjuk lagi menggoda.
"Iya!"Jawabnya pelan.
"Hahhahahah,ketahuan.Dasar playbooooyyyy!"Sambil nyubit hidungnya.
Masuk deh dia kedalam mobil dan menghidupkan mesin serta melaju keluar dari sekolah,masih saja dia klakson mereka-mereka yang mantengin dirinya sama Dennis sedari tadi.
"Kayaknya ada perang edisi terbatas neeh!"Emma membisikkan kearah Yosha.
"Aku harap ga serem kayak disinetron-sinetron gitu ya!"
"Iya!"Jawab Emma singkat.
Cinta pun berlanjut menghampiri Dennis yang mulai mati kutu,kenapa dia bisa tahu coba.Lagian Thalia sok perhatian lagi.Waduuuh pasrah deh gua kena semprot sama dia.
"Kakak,kok ninggalin aku seeh.Udah lupa?"Sentil Cinta sinis.
"Ya ga gitu,tadi tuh temen kakak ngajak bareng jalan!"
"Haaaah ngajak jalan bareng,trus kakak mau?"
Jauh disana ada rasa waspada juga tentunya buat Tia dan Anna.
"Waduuuh,,bakalan seru tuh perdebatan mereka.Senior lawan junior."
"Iya soal perasaan siapa yang tahu.Bisa juga Cinta cemburu sama temennya kak Dennis ya."Garuk-garuk kepala.
"Tuh liat mereka aja bingung liat dua orang tengah kasmaran.tengah mengadu perasaan."
"Kayaknya kita yang dewasa gini harus memberikan pengertian deh sama mereka berdua!"
"Iya harus itu,Dennis kan cuman pandai berfilosofi doang,kenyataannya Nol besar!"Ujarnya menjelaskan.
"Tapi apa kita memang yakin bisa deketin mereka dan ngobrol baik-baik gitu?"Tanya Emma masih penasaran.
"Kita coba aja!"Langsung aja dia jalan menghampiri kesengitan mereka dalam berargumen.
Dengan santai dan pelan-pelan Dennis mencoba membuat pernyataan untuk membuat Cinta kembali dingin dan tenang ga panas kayak gini.
"Kamu ga usah salah sangka gitu dong.Juga dia temen sekelas kakak kan.Kayak Yosha sama Emma
__ADS_1
kita temenan!"
"Ya tapi aku liat tadi mesrah banget,pake nyubit hidung lagi,kan bete liatnya!"Sinis dan ga mau lagi liat mukanya.
"Heiiii,ga boleh gitu.Kita jadi kan ketemuan sama mereka.Kakak anter ya!"Sambil menyentuh kedua bahunya.
Lalu senyum agak berat juga saat Yosha dan Emma datang membuat sebuah suasana supaya lebih semarak dan ga lagi ada emosi diantara Cinta yang labil ini.
"Cin-taaa,itu tadi temen doang kok.Ga lebih ya kan Nis!"Ujar Emma asal ngomong dan lupa kalau Dennis anti dipanggil setengah-setengah.
"Eehhh,nama gua Dennis.Panggil yang lengkap deh!"Nyolot deh akhirnya.
"Astagaaa,nyolot banget!"Senggol Emma bingung.
"Udah-udah jangan pada ngambek ya.Kita punya project jangan digagalin karena kalian sikapnya kayak gini.Sayang dong,,,noooh liat ada patung dua ga keurus,kita berangkat sekarang!"
"Siapa?"Tengak-tengok bingung juga Emma.
"Wooooiiii,chibi-chibi cuek buruan sini.Gua tinggal lho!"
Dari jauh pun Tia salah tangkap sama panggilan Yosha,tengak-tengok juga lalu nunjuk kearah mereka berdua.
"Kita kak!"
"Iya buruan siiiiniii,kita berangkat!"Panggilnya sambil mengayunkan tangannya.
"Astagaaa,sejak kapan seeh nama kita berubah-ubah kalau dipegang sama kak Yosha!"Kesel juga dipanggil kayak gitu.
Sontak saja mereka pada ketawa geli dan ngakak,apalagi Emma yang hampir nyemprot Yosha karena ga bisa nahan tawanya.
"Breemmm,,,hahhahaha.Chibi-chibi,ngakak gua!"Sambil mukul bahunya Yosha.
Kesel juga deh sama Emma,,,"Sakit aaah!"
Kedatangan mereka berdua tengah membuat suasan kembali baik,tak disangka seketika itu Cinta mencoba untuk tidak terbakar api cemburu karena belum dipercikkan oleh Dennis dengan bahaya banget tentang hubungan keduanya.
Demi menjaga kebaikan bersama dan tak ada rasa yang disinggungkan,akhirnya Cinta mau satu mobil sama Dennis sedangkan Tia dan Anna memilih untuk tidak satu mobil dengan mereka berdua untuk memastikan tidak ada lagi panas-panasnya hubungan secara langsung.
"Kita sama kak Yosha dan Kak Emma ya.Eluu sama kak Dennis ya,biar ga ada rasa penasaran aja diantara kalian.Gimana?"Tawar Tia bersikap bijak.
"Ya boleh lah itu,ayo jalan!"Tanpa basa-basi Yosha masuk kedalam mobil Emma.
"Yoshaaaaa,kamu yang nyetiiiirrr."Kesal juga enak banget numpang sama gue,sambil gue lempar aja kunci mobilnya.
Pluuukkkk ,,dapat juga sambil bete.
"Yaaah,kena juga gua.Ya udah gua yang nyetir!"Ganti tempat setelah mendapatkan kunci dari Emma.
"Yessss,ayo adik-adikku kita masuk dan siap untuk menjadi bintang."Ajaknya masuk kedalam dan duduk didepan bersama Yosha.
"Bintang?"Keduanya saling bertatapan,heran juga kalimat Yosha bikin aneh kalo didengar.
Emma hanya mesem-mesem sambil masuk kedalam,ya mau gimana lagi harus ikut dan membiarkan sebuah pertanyaan penasaran soal satu mobil antara Dennis dan Cinta.Masih banyak pertanyaan datang menyembunyikan sesuatu yang lebih dalam hatinya Cinta sampai ia berusaha untuk membuat banyak pertanyaan soal kedekatannya sama perempuan tadi.
"Sebenarnya siapa kak tadi?kok aku sama sekali ga kenal!"Tanya Cinta kaku.
Mendengar pertanyaan darinya,Dennis hanya mengumbar senyum dan mengelus dagunya.
"Kamu pengen tahu banget ya?"Menoleh sambil melihat ekpresi wajahnya.
"Iya kak,aku tahu kita deket tapi belum pernah lho aku cemburu kayak gini melihat kakak sama siapa tadi?"
"Ooooo,itu kalau kakak deket sama Emma atau lainnya kamu ga cemburu?"Kembali mempertanyakan.
"Engga,mana mungkin kak Emma suka sama kakak.Dia kan punya selera yang berbeda!"
"Kaaaak,,,jangan mulai deh.Aku tuh ga suka kakak kayak gitu,mengalihkan banyak pertanyaanku!"Sebel juga kayak anak-anak sikapnya.
Melihat Cinta ngambul,tawanya makin lepas dan ga habis fikir seberapa cemburunya dia sama Thalia.Padahal aku juga mulai ada rasa sama dia lho,tapi berat juga kalau ada saingannya.
"Hahahahaha,kamu lucu kalau ngambul.Kayak anak umur 5 tahun ga dibeliin balon sama mamanya!"Masih aja menahan tawanya.
"Heeemmm,,,ngeledek.Ya udah minta sama mamanya kak Dennis gimana?"Memberikan tawaran genit.
"Memangnya minta apa?"Sambil nyubit hidungnya.
"Ada deh!"Jawabnya senyum manis.
"Tapi mama sama papa belum balik tuh dari luar kota.Ga tahu udah seminggu lho,coba deh nanti aku telpon ya.Bilang kalau anak perempuannya minta sesuatu!"Menoleh padanya.
"Engga kak,malu.Becanda aja deh,ga minta aneh-aneh deh."Seakan malu dan membatalkannya.
"Aneh gimana,kan kamu mintanya jadi menantunya kelak!"
Matanya melotot dan mematung heran,secepat itukah permintaan kak Dennis padaku.Heran ini harus segera dikonfirmasikan semuanya.
"Jangan cepet-cepet kak,aku kan masih pengen mengekar cita-citaku.Belum pengen nikah muda."
"Tahuuu ah,,,mana mungkin aku maksain Cintaku untuk jadi pengantin muda.Kan ga seru,jadi ego kita tuh masih ga stabil dan sering gesek-gesek gitu."Jawabnya yakin.
Bersandar lega dan memastikan akan menjadi lega saat bersandar serta berharap akan menjadi lebih baik dalam hubungan ini.
"Huuuuh lega,kirain kakak nunggu aku lulus sekolah trus dinikahin!"
"Yaaa,ga mungkinlah Sayangku.Masak secepat itu?kan papa sama mama pasti ga setuju kita nikah cepet-cepet.Belum lagi aku harus kerja buat kamu!"Mendekap pipinya penuh gemas.
"Heheheheh,iya kak."Jawabnya yakin.
"Truus ga serius kan sama kakak tadi?siapa namanya?"Kembali menguak seorang perempuan sama dirinya tadi.
"Thalia,dia satu kelas sama aku dan duduknya satu bangku dua kursi lho!"
Langsung aja wajahnya kesal lagi,sambil mukul-mukul bahunya Cinta meluapkan ekpresi marahnya.
"Kakak,tega banget sama aku ya.Awas lho kalau selingkuh dibelakangku.Ga mau aku!"Berheti juga dia mukul-mukulnya dan memalingkan wajah dan bersedekap.
"Aduuuuh,,,,Cinta.Mana mungkin coba,aku pasti dihardik sama Mama papa kalau selingkuh dibelakang kamu.Kalau didepan beda lagi ceritanya."
Menoleh menampakkan wajah kesal lagi.
"Kakak,genit banget seeh!"Cercanya ga terima.
"Marah lagi,marah lagi kesel lagi.Ini yang bikin aku tambah sayang.Makin perhatian sama aku,heheheeh!"Membasuh mukanya.
"kakak,kotor tangannyaaaaa."Membela diri akhirnya."Diiihhhh,gemes banget sama aku!"
"Iyalah,,,sebentar aku telpon Emma,dimana kita ketemuan!"Sambil mengeluarkan ponselnya.
"Udah aku aja kak yang telpon,,kakak kan sibuk nyetir.Ntar nabrak gimana!"
"Ya enak seeh nabrak cewek,,,kalau nabrak yang lain,ga seru!"
"Kakak,,,malah ngarepin ya aneh-aneh deh.Mana hapenya aku aja yang telpon!"
__ADS_1
Langsung aja diserahkan kepada yang bersangkutan,takutnya ntar ngambek lagi bahaya juga jadinya."Nama kak Emma disini siapa?sama atau beda?"
Bergumam lagi dalam hatinya"Aduuuh,,,gua kasih nama apa ya Emma waktu itu.Lupa gue!"Sambil mikir.
"Heemmm,,,mikir lagi.Emang ada yang penting sampai mikirnya sejauh itu?"Singgungnya heran.
Menoleh dan meringis geli"Lupa gua,cari aja nama Emma sayang,ada ga!"
"Haduuuh,,,,semua dibilang sayang.Kalau aku dibilang apa?"Lagi sewot.
"CINTA!"Jawabnya mesem menahan tawanya.
"Itukan namaku kak,bisaaaa aja kalau jawab!"Ujarnya kesel.
"Udaaah,cari aja ketemu-ketemu."Jawabnya ikutan kesel.
"Heheheheh,iya iya.Ngambek juga ternyata!"Sambil mencari nama inisial E,,,banyak juga namanya Emma trus yang mana ini ya?
"Kak,kak Emma segini banyaknya ya no telponnya.Sampe sepuluh!"Heran bukan main.
"Masak seeh?"Tengak-tengok lagi.
"Iyaaa.Bingung aku!"
"Telpon Yosha aja,gampang itu namanya?"
"Yosha sayang juga?"
Kaget menoleh penuh kecepatan,ada aja kelakuan Cinta kalau becanda"Haaaaah,,,ya enggalah,kan Yosha cowok emang gua suka ma dia?"
"Kali-kali kak,semua disambar hahahahahaha!"Jawabnya ngakak.
Lalu dengan tawa yang ga ada berhentinya dia menemukan sebuah nama dan itu adalah Yosha,gimana kalau aku kerjain ya.Aku ganti aaah namanya,lentik juga jari-jarinya Cinta sampai bisa menyentuh nama lucu dan bikin ketawa ngakak.
"I Love you beb Yosha,hahahaahhah!"Dalam hatinya ngakak sampai ga bisa diem,karena telah membuat sebuah nama kece buat sahabatnya.
"Ngapain lu ketawa?ada yang aneh!"Menatapnya heran lagi.
"Ga ada kak,aku telpon dulu ya."Sambil menghubungi Yosha.
Ada pandangan aneh setelah ia mencoba menghubungi no Yosha,pasti ada sesuatu diantara fikirannya Cinta ini.Aku harus memastikan nantinya.
Masih ada sikap kepo dibenak fikiran mereka sampai harus bingung juga khawatir soal perdebatan antara Cinta dan dennis,masih jadi misteri kenapa bisa ada yang sedekat itu sama kak Dennis sampai membuat Cinta saja cemburu lagi.
"Apa yaaa yang diobrolin sama Cinta dan kak Dennis?"
"Iya neeh penasaran deh gua Tia!"
"Dasaaaaar kalian,,,,KEPONYA TINGKAT SEMESTER AKHIR!"seruduk Yosha sambil mengawasi jalanan.
"Ya iyalah mereka kepo Yosh,gua juga kepo gini-gini tapi gua tahan aja."
"Heleh bisa juga elu kepo!"Serangnya lagi.
"Elu juga kan!"Sambernya ga terima.
"Iya juga seeh,heheheheh!"Jawabnya senyum-senyum geli.
Tiba-tiba hape milik Yosha bergetar-getar mengejutkan Emma dan dua chibi-chibi yang saat itu berangan-angan apa yang mereka obrolankan didalam mobil ya.
"Eeeehhh,,,apaan neeh getar-getar disaku gua!"
Emma langsung respek dan memandangi apa yang membuatnya goyang-goyang ga jelas kayak gitu.
"Hape lu tuh.Bunyiiiiii,dasar kirain kenapa lagi!"
Merunduk dan memastikan memang benar itu adalah ponselnya,menoleh sambil meringis geli ada aja kelakuanku ya."Hehehehe,kenapa juga gua lupa!"
"Emang elu gitu,project aja yang dijalanin ampe bingung ada yang getar-getar tapi bukan Cinta!"Sebel juga.
Sambil meraba-raba dan mendapatkan,lalu diberikan kepada Emma."Tolong dong angkatin,dan jawab.Ntar malahan ga nyampek-nyampek lagi kalau kita berhenti!"Menyodorkan ponselnya kepada Emma.
"Iyaaaah,,,jadi deh gua asistan lu sekarang!"Jawab Emma kesel dan membuang muka sambil menerima ponsel Yosha.
"Heeemm,gitu aja marah lho.Tak cium nagih lu!"Ujar Yosha.
"Waoooow ada pemandangan asyik neeh!"Anna berseloroh.
"Hahhahahaha,luar biasa ya kalau kayak gitu!"Canda Tia lagi.
Emma terpaksa mengangkat telpon Dennis yang mana masih ada ejek-ejekan yang keluar dari mulut para Chibi-Chibi,membuatnya harus fokus sama obrolan bersama Rekan kerjanya.
"Halooo,Nis.Ada apa?"Jawabnya males banget.
"Ini Cinta kak,bukan kak Anis!"Jawabnya sambil geli-geli gimana gitu.
Menoleh cepat setelah mendapatkan selentingan nama yang menggelikan."Heeiii,siapa tuh yang bilang kalau aku Anis?ga banget lho!"
"Heheheh,itu kak Emma seneng banget manggil nama belakang kakak!"Jawabnya cengar cengir.
"Udah tanyain dimana kita ketemu,entar biar gua omelin mereka."
"Ooooh iya.Bentar ya!"Sambil menghentikan omelan bibir khas Dennis dengan satu jarinya.
Matanya melotot serta tak menyangka sehebat itu dia bisa menghentikan omelanku.
"Kak,kita ketemu dicafe mana?"Tanya Cinta memastikan.
"Cafe biasa lah,yang penuh inspirasi dan ketenangan kita bisa ngobrol banyak,udah pasti Dennis tahu kok dimana itu?"Jawabnya jelas.
Membulatkan bibirnya"Ooooo,,,,yayayayay,makasih kak ya.Love you."
"Love you too sayang!"
Salah sangka juga Yosha sampai menoleh dan menyentuh dagu Emma dan membalasnya."Hiiiih,tumben banget kamu bilang love you sama gua!"
"Hhhooooiiii,,,apaaan seeh!"Langsung aja ia berontak,sampai Tia dan Anna ketakutan saling berpelukan.
"Kirain elu cinta ma gua!"Tandas Yosha kesal.
"Sama Cintaaa.Bukan sama eluuu.Pe-de banget seeh!"Membuang muka lagi.
Sepertinya ada yang aneh sampai Yosha melihat kaca depan memastikan apa yang tengah tetjadi antara mereka berdua."Kalian ngapain peluk-pelukan gitu!"
"Haaaahhhh,"Sadar dan melepaskan,,,saling membuang muka,sampai malu-malu gitu.
"Pada buang muka,,untung ga buang diri hahahahahah!"Tawanya lepas kembali.
Menutup obrolan sama Emma,segera Cinta memberitakan kepada Dennis soal janjian dimana merek bisa ketemuan."Udah kak!"
"Dimana?"
"Ditempat biasa kak Dennis sama Kak Yosha nongkrong katanya!"
__ADS_1
"Oke,,,kita kesana."
"Yupz!"Lanjut Cinta semangat.