
Ribuan kata tengah menusuk kepala Adrian dengan cepat,setelah melepaskan kegundahan Cinta ditengah pintu sekolah dan disapa oleh kedua sahabatnya seperti biasanya Tia dan Anna,ada mungkin sebuah siratan dalam benak seorang kakak terhadap adiknya.Aneh juga kalau dia ngomong kayak gitu ya sama aku,sepertinya menarik juga ya aku sampai ada yang berharap seperti itu apa aku harus bertanya kepada yang berhak menjawabnya ya?Luna.
Harusnya pertanyaan itu memang harus ditanyakan kepada sahabatnya,apakah itu perlu untuk memulai sesuatu hal dengan seseorang yang memang ahli dalam situasi seperti ini.Bertanya sama Luna atau aku menghubungi tantenya Cinta ya,aaah kayaknya aku harus tanya dulu sama Luna deh lebih pasti dan jelas tentang perasaan seorang perempuan kepada lelaki sepertiku.
"Cieeee,,,yang tiap kali diantar sama kakak tercinta,apa ga bosen kakaknya nganter adiknya terus?"Canda Anna menyenggol Cinta.
"Iya lho ada aja wajahnya berseri-seri bahagia gitu.Apa memang ada sesuatu antara kamu dan kak Adrian selain sebagai kakak adik ketemu gede,hehehehe?"Tanya Tia lagi.
"Ada deh,,,mau tahu ga kemarin aku ketemu siapa?"Kembali mengundang tanya keduanya.
Saling menatap Cinta,ada pertanyaan akan mengular dalam perjalanan menuju kelas.
"Ketemu siapa?"
"Emang ada yang mau ketemu sama kamu!"Heran pula sama pertanyaan dari Cinta.
"Heheheheh,mau tahu ga?"Sambil menunjuk jari kearah muka masing-masing temannya.
"Palingan zong!"Lanjut Anna.
"Heeeemmm.Ya udah kalau ga mau tahu,ga jadi cerita!"
"Yeeee,ya mau dong."Tarik Anna menghentikan langkahnya.
Tanpa ada arah yang benar-benar terjadi diantara mereka bertiga malahan ada aja yang lewat tanpa ada aba-aba hingga membuat mereka bete seribu pandangan pada dua orang yang melewati langkah perjalanan diantara lorong sekolah.
"Yosha beneran kamu kemarin tuh lama sama dia?"Emma ga habis fikir,bisa aja dia akrab dan senang sekali mengobrol sama seorang wanita tersebut.
"Iyalah,kita itu cocok banget!"Sambil melihat ada halangan,terobos aja lebih seru.
Bruuuuukkkk,,,,
"Aduuuuhh,,,,siapa seeh nabrak-nabrak!"Seakan pada pontang-panting kena serangan Yosha dilanjutkan oleh Emma.
"Ya ampun,,,kak Yosha permisi atau gimana kek.Badan gede kayak gitu dasar tronton nyasaaaar!"Labrak Anna ga terima.
"Iya gede,serakah lagi!"Tandas Tia.
Emma yang merasa sebagai perempuan pun berbalik dan mendamaikan keadaan dalam amarah mereka."Sorry ya adik-adik,maklum kita lagi ada urusan penting.Nanti kakak traktir deh gimana!"
"Waduuuh,,,,baik banget kak Emma lho!"Cinta meringis semangat.
"Tapi harus ada yang mau kakak tanyakan sama kalian,dan jawab dengan benar ya."
Yosha merangkul Emma seraya ikutan game yang akan diberikan oleh Sahabatnya tersebut dengan tambahan yang manis."Kamu mau ngasih traktiran sama mereka?"
Ia mendongak serta mengangguk pasti.
"Iya,seru soalnya mereka!"
"Ya udah ntar aku tambahin deh!"
"Tambahin apa kak?"Tanya Anna polos.
"Tambah penggosip biar makin gila kalian,hahahahaha!"Candanya garing.
"Apaan tuh.Becanda ga ada ngakaknya buat kita-kita!"Lanjut Cinta.
"Udah kak,bikin konten aja.Kita artisnya kan seru ya temen-temen."Seru Tia semangat.
"Hahahahahaha,,,bisa juga itu.Kan nanti kita bisa naik pamornya kan ya!"Seru Cinta yakin.
Lagi suara Emma menjadi dominan untuk membuat Yosha sampai garuk-garuk kepala.Gini deh kalau ketemu bocah-bocah macam mereka bisa-bisanya minta kepopuleran model ginian.
"Kumat deh kalian ya.Nanti aku pikirin sama Emma ya,byeeee!"Membalikkan badan Emma dan menariknya dari peredaran ketiganya.
"Yeeeee,kita tunggu ya kak!"Jawab Anna lantang.
Tanpa menoleh pun dia mengacungkan jempol kearah mereka.Bahagia juga mereka bisa mendapatkan job executive untuk tampil bersama tukang konten andalan terbaiknya.
"Kayaknya kita tuh akan dapat job bagus deh dari mereka berdua.Rejeki ga kemanaaaa!"Semangat pula Tia melihat peluang.
"He'em.Kita tuh harus kompak apapun itu adalah kita bertiga kan!"Jawab Cinta yakin.
"Iyalah,nantinya juga kita akan menjadi seseorang yang berhasil dengan bantuan mereka berdua.Sungguh ya aku bahagia sama kalian berdua!"Rangkul Anna senang.
Meski kesenangan mereka adalah hal yang sungguh menjanjikan,tapi lebih menyakinkan ketika melintasnya Dennis dengan wajah tenang mendekati Cinta yang masih tak menyadari kedatangannya."Eheemm,,,"Dirinya berdehem dibelakang mereka bertiga.
"Astaga!"Semua menoleh serta berbalik badan,pada mendelik melihat siapa yang datang.
"Waduuuh,,,ada yang kangen neeh!"Langsung Anna tancap gas.
"Kayaknya kita ganggu deh,kabur yuk!"Tarik Tia tanpa kompromi lagi.
"Yaaaa,,,ga kenalan dulu kita?"Tanya Anna bingung sudah agak jauh dari pandangan mereka berdua.
"Ga usah,nanti aja kita gibahnya kalau dia udah selesai sama kak Dennis ya!"Bisiknya jalan terus tanpa tengak-tengok.
Keduanya saling memandangnya lalu kembali mengumbar senyum malu-malu gimana gitu.Ada rasa yang tertinggal diantara mereka.
"Ngobrol bentar yuk,ada yang harus aku katakan sama kamu.Ga pa-pa kan?"
Menggelengkan kepala."Ga pa-pa kak.Mumpung ada waktu!"Jawabnya yakin.
Tak lama waktu yang digunakan oleh keduanya cukup efektive hingga beberapa hal pun bisa mereka selesaikan dengan tepat,tak jauh pula dari keseriusan keduanya saling berbagi pendapat ada dua orang yang tengah mengawasi dengan pandangan iri melihat keakraban tengah terjalin dalam masa serius.
"Ngapain coba itu anak deket-deket sama kak Dennis!"
"Bikin jengkel aja.Kenapa coba kak Dennis ga deket sama kita saja,kita ga usah seperti dia yang butuh kepopuleran.Apa sampai segitunya ngerayu-rayu kak Dennis!"
Menoleh memberikan ide jahatnya."Gimana kalau kita kerjain aja dia.Biar kapok ga bakalan gangguin kak Dennis,Al?"Tanya Karmen memberikan pandangannya.
__ADS_1
"Boleh juga.Kapan kita kasih dia pelajaran,aku udah muak ngeliat dia seperti itu.Bikin eneg aja!"Memancingkan muka.
"Nanti kita bikin rencananya oke!"Tersenyum mengangkat tangannya.
"Oke,kita buat dia jera!"Saling tos dan berlalu membuat rencana baru.
Memang rencana adalah sebuah siasat jahat untuk menjatuhkan perempuan seperti Cinta dalam pengawasan seorang teman misterius.Dengan senyum sinis dia telah mengetahui apa rencana busuknya untuk menyematkan sebuah kejutan untuk dua geng perempuan macam mereka.
"Kalian,sudah populer tapi ga bersyukur.Tunggu aksiku buat kalian,hehehehe!"Berlalu dengan mencari seseorang yang akan bisa mengatur keadaan disekolah menjadi lebih seru.
Mungkin sesuatu akan lebih seru lagi buat Adrian untuk menghubungi sahabat terbaiknya saat ini Luna.Sahabat satu luka tapi beda jalur cinta diantara ketidak tahuan sejak perasaan itu berubah dan bimbang akibat Cinta yang sangat menganguminya sebagai seorang kakak yang sempurna untuk hidupnya saat ini.
"Haloooo,kenapa Ryan?kangen sama aku!"Tanya Luna sembari tertawa geli ketika tengah terbangun dari mimpinya.
Selimut tebal masih membungkus tubuhnya dengan pakaian tidurnya yang seksi,masih manja dan malas untuk bangun dari ranjang.Rasanya suara ponsel milik Adrian telah mengganggunya.
"Kamu dimana?"Tanya Adrian menyandarkan dirinya dikursi kemudi dipinggiran trotoar jalan tak jauh dari sekolah Cinta.
"Ya masih malas diranjang,kenapa!"Kembali memastikan.
"Boleh aku maen kerumahmu?"Tanya Adrian mengumbar senyum.
"Kayaknya ga ada larangan deh buat kamu datang kerumahku.Tapi dirumah ga ada orang lagi selain aku ya!"Jawabnya menggoda.
"Maksudnya?bibi kemana!"Kembali bertanya.
"Yaaa,liburan dia pulang kampung.Ada yang harus diurus,mau dimasakin apa?"
"Ga usah repot-repot,aku beliin makanan gimana?"Tawarnya.
"Eeeehhhmm gimana ya!"Sambil mikir dua kali.
Menghela nafas panjang,lalu ia membuat ide barunya saat ingat untuk membuat sarapan pagi dirumahnya Luna."Ga usah deh mikir lama,aku bawaian makanan gimana?mau kan!"Kembali mengulang kalimatnya.
"Ya boleh deh,aku mandi dulu.Pas kamu datang aku udah cantik heheheeheh!"Ujarnya geli.
"Ya bolehlah.Dari pada kamu masih bau bantal,males juga lihatnya!"Lanjut Adrian.
"Oke,aku tunggu ya!"Sambil berharap sesuatu untuknya.
"Iya,,,jangan lama-lama mandinya!"
"Emangnya kamu mau ngintip?"
"Ya engga serulah.Ikutan dong mandi sama kamu,hahahahah!"Tawanya lepas.
"Dasar kamu ya.Aku tungguin cepat ya datengnya."Pintanya menutup telponnya,dan beranjak turun dari ranjang untuk mandi dan berdandan cantik buat sahabatnya.
"Iyaaaa!"Jawabnya senang mendapatkan respon baik dari Luna.
Menaruh ponselnya dibangku kosong sampingnya,Adrian pun bersiap untuk melaju menuju sebuah restoran untuk memesan makanan buat Luna.Dalam perjalanan pun dia ingat saat Vani belum bersiap untuk berangkat kekedai kopi miliknya dan menawarkan untuk sebuah tumpangan padannya.
Suara panggilan nada dering tengah merusak konsentrasi Vani disaat ia bersiap untuk berangkat kerja,setelah semuanya beres dan siap untuk ditinggalkan."Siapa lagi hubungin aku?"
Melihat sebuah nama yang ga asing,lalu menjawabnya."Iya bang,ada apa?"
"Kamu belum berangkat kekedai kan?aku jemputnya supaya kita searah,gimana?" Menawarkan bantuan padanya.
"Eeemmm boleh,emang abang ga kerepotan.Nanti malahan kehambat lagi kegiatannya?kan aku ada motor sayang dianggurin!"Mencoba membuat kalimat sederhana buat Adrian.
"Ga pa-pa kita searah kok,biarin santai dulu motormu tuh.Tunggu ya jangan berangkat dulu oke!"
"Iya bang,aku kedepan deh.aku sudah siap kok!"Bersiap-siap untuk menunggu jemputan.
"Oke ditunggu ya,muaaacchhh!"Memberikan ciuman hangat.
"Iiiiiiih,,,,jijik aku!"Menutup telponya.
"Haaaah,jijik?"Kaget mendengar kalimat Vani,tawa gelinya pun mumcul begitu saja sampai tak menyangka memang seperti itu Vani,bikin ketawa makin renyah aja.
"Hahahaha,makin ada aja kelakuan Vani.Ntar kalau lama-lama kayak gini bisa jatuh cinta dia sama aku!"Sambil menggelengkan kepala ga percaya.
"Iiiiih bang Adrian masih aja kayak gitu sama aku.Apa karena semalam dia berpendapat kalau aku bisa jatuh hati lagi sama dia,huuuuh berat juga ya."Ga habis fikir juga setelah ini.
Mengambil tas kerja miliknya dan mengecek semua yang berhubungan dengan rumah ini hingga dinyatakan aman,ia bergegas untuk keluar dan menunggunya diteras depan.Apa aku akan diwawancarai sama bang Andra juga sama Aga ya,kan mereka keingin tahuannya tinggi sekali sampai aku aja ga bisa berbuat apa-apa lagi.
Suara mobil milik Adrian pun terhenti didepan rumahnya,mendongak dan bersiap juga buat Vani untuk mendekati dan memastikan itu adalah dia.Senyum manisnya kembali terkembang saat mendekati mobilnya dan masuk kedalam.
"Sudah siap?"Tanya Adrian yakin.
Mengangguk dan ga banyak bicara,dia tahu apa yang memang harus dilakukan oleh seorang lelaki ketika tidak ada suara muncul menjawab pertanyaannya.Hanya menyentuh tangannya,dan kembali memberikan perhatian untuk teman dalam perjalanan.
"Kamu udah ga pa-pa,udah baikan kan hatinya?"
"U-daaah,emang kenapa bang?"Tanya Vani bingung.
"Ga juga seeh,kalau hatimu sudah yakin tenang dan bisa kerja lagi it's okay.Aku ga bakalan melarang.Tapi kalau kamu masih mikirin yang lain jangan deh,mending ikut aku!"
Menoleh heran,tawaran model apa lagi yang disusun oleh bang Adrian sama aku,apa masih kurang dengan apa yang ada saat ini?
"Ikut kemana bang?kan aku harus kerja buat hidupku kedepannya!"
"Ya setidaknya kalau kamu minat,kalau engga seeh ga masalah!"
"Ga deh,ntar ganggu lagi!"
"Aku mau ketemu sama sahabatku,tahu kan kamu siapa dia?"Membuat sebuah teka-teki untuk Vani.
"Siapa seh yang abang maksud?aku kan ga pernah tahu siapa sahabat abang!"Jawabnya masa bodoh.
"Luna,dimana kita sama-sama disakit oleh pasangan kita sendiri.Aku lebih dekat dengan dia setelah tahu suaminya berkhianat seperti yang dilakukan kekasihku itu,yang tempo waktu itu kamu rekam mereka."Jelasnya dengan santai dan lugas.
__ADS_1
"Astaga,kenapa abang ga sama dia aja buat pacaran settingan gitu.Supaya cemistry kalian kan ga usah dibangun udah nampak bagus.Jadi aku ga banyak komentar yang aneh-aneh kalau kayak gini dihadapan Cinta."
"Ga seru sama dia."Jawabnya singkat.
"Kenapa memangnya,itu ide brilian lho dibanding aku!"Mencoba merendah dan ga perduli lagi.
Menoleh dan menegaskan lagi.
"Aku lebih memilihmu karena aku ingin menyelematkan hidupmu yang belum parah seperti Luna,Van.Aku ga ingin kamu terlalu hancur bahkan sampai harus putus asa atas kelakuan Anton."
"Huuuuh,,,,bagiku itu sudah hilang dari fikiranku bang.Aku tahu hal itu,mangkanya aku lebih mengikuti arah angin bang Adrian kan!"
"Oke,kalau itu membuatmu nyaman.Aku lebih menyukaimu karena banyak hal,Van!"
"Apa itu?"Penasaran juga mendengarnya.
"Kamu cantik,seksi dan punya aura yang membuatku ga bisa melepaskanmu dengan sebuah perjanjian.Aku ingin tidak hanya perjanjian itu melainkan ada rasa yang berbeda nantinya menjadi satu dalam fikiran kita!"Tersenyum menyentuh tangannya.
Kaget,memang apa yang ada dalam bayangan bang Adrian sampai harus bersikap seperti itu kepadaku.Kenapa dia sangat menginginkan aku,ada apa mungkin?
"Hanya itu?apa ga ada yang lain!"
"Ga ada,semuannya berada dalam senyum dan tatapan matamu yang teduh.Aku sangat menyukai hal tersebut untuk menjelaskan siapa yang akan pantas menjadi nyaman dalam hubungan kita nantinya.Lanjut atau engga!"
"Bayangan abang terlalu tinggi sampai aku ga mungkin bisa merasakan itu.Aku sangat tidak ingin ini semua berada dalam pertentangan untuk pribadiku sendiri bang!"
"Ya akan banyak hal menyakitkan,menyenangkan dan kadang kala akan menyentuh siapapun dalam hati ini!"Sambil menunjukkan kearah hatinya.
Senyum kembali tersemat diantara pandangan Adrian,dia sangat tahu apa yang tengah dirasakan oleh Vani.Kegundahan tanpa arah,tapi masih punya sebuah kesempatan untuk kembali dalam waktu yang sangat ia harapkan lebih cepat dalam waktu ini.
Baginya berada dalam bayang-bayang Adrian tidaklah tepat juga tengah membuat hatinya semakin tak menentu akan kehadiran siapa sebenarnya penyejuk hatinya.Sampai juga dikedai kopi pastinya akan menyenangkan bila ia berada dalam kesibukannya saat ini.
"Kamu yakin ga ikut sama aku?"Kembali menawarkan.
"Masih ada tanggung jawab bang,aku ga bisa ninggalin itu semua dengan cepat!"
"Oke kalau itu adalah kemauanmu.Nanti aku jemput ya.Setelah jam kerjamu usai,ingat senyum dan bahagia!"Sambil menyentuh dagunya.
Ia hanya mengumbar senyum yang tak biasa dan segera turun dan berpamitan,lambaian tangan Adrian melepaskan sejenak rasa kekangan dalam setiap mata menatap dirinya,seakan ini masih dalam sikap duka atas perjanjian itu.
Dari jauh pun Aga semangat untuk menjemput siapa selebriti saat ini dikedai kopi milik Adrian,pastinya akan lebih semarak kalau aku selalu membuatnya penasaran dengan beberapa pertanyaanku,hehehehe.
"Selamat pagi mba,pa kabar?"Sambil membuka pintu kaca kedai dan menyambut ramah.
Tersungging dan menjawabnya.
"Pasti kamu penasaran ya sama kehidupanku sekarang Ga?"Lanjutnya sambil masuk tanpa menepuk pundak Aga.
"Yaaaah,begitulah mba.Aku tuh selalu yakin kalau mba Vani tuh banyak misteri lho saat ini!"Ngintilin sampai kedalam bar.
Menoleh lagi menjawabnya,"Begitu ya.Setidaknya aku saat ini belum tahu lho siapa sebenarnya bang Adrian dalam hidupku!"
"Heiiiii,,,cintanya Adrian udah dateng."Sambut Andra memijat pundak Vani."Gimana semalam,nyenyak tidurnya sama bang Adrian?"Bersandar ditembok dan melihat kesibukan Vani memulai pekerjaannya.
"Yaaah,nyenyaklah.Kan aku tidur sama Cinta jadi ga ada yang perlu dikhawatirkan!"Jawabnya pede.
Saling berpandangan"Sama Cinta?siapa itu!"
"Adiknya bang Adrian yang sempet ngobrol sama dia dikedai waktu itu lho bang.Masak lupa!"Sambil menyentuh tangan Andra.
"Yang mana ya Ga,kamu tahu!"Mengernyitkan kening kearah Aga.
Meringis tajam dan seketika menjawabnya.
"Hehehehehe,ga tahuuuuu.Aku pun tak ingat!"Jawabnya polos.
"Huuuuh,,,susah neeh kalau bocah satu ini diandelin,adanya lupa sama akupun tak tahu!"Geleng-geleng kepala.
"Abang pulang jam berapa?"Tanya Vani siap-siap ganti shift.
"Kalau gua seeh jam 5 sore,tahu tuh bocah satu neeh!"
"Yeeee,nyari gratisan yaaaa ikut jam 5 jugaaaa!"Rengeknya sial deh ngikut sama sepupu gila ini.
"Hahahahah,ya udah aku sama siapa nanti?"Tanya lagi.
"Sama Herman dan Jodi ada Meta juga.Rame pokoknya kalau ada mereka ga tahu deh kalau udah ketemu sama ini neeh,ini!"Sambil nunjuk kehidungnya.Langsung aja Aga ngeles,takut hidunganya ga tumbuh lagi akibat keisengan sepupunya.
"Baaaang,inget jangan pegang-pegang hidung keramat ini deh.Ntar rusak mahal lho kesalonnya!"Jawabnya keluar dari dalam bar,males banget jadi pelampiasan terus-terusan sama dia.
"Mangkanya kalau deket sama bang Andra tuh banyakan istiqfar.Kamu aja diganggu apalagi gua!"Lanjut Vani ngegas.
"Iya juga,padahal aku padamu lho.Udah diembat sama bang Adrian!"Celetuknya geli.
"Hiiiiih,kok yang deket sama bang Adrian ganjen banget seeh.Ntar belum Herman sama Jodi,aduuuh angkat kaki aja aku!"Sambil ga bisa bayangin kalau mereka kumpul dan ngebuli sapapun yang seru untuk dibully.
"Hahahahah,kamu tuh harus kuat.Kita kan satu hati!"Jawabnya yakin.
"Oooh ya kok bisa seeh mas Anton susah banget ditemuin emang kemana dia!"
"Sialan emang dia tuh.Masak jadi tukang tipu seeh,udah jauhin dia sebelum aku yang ngasih dia pelajaran.Bikin emosi aja,elu juga mau aja sama dia,herman deh!"
"Haaaah,mana?"Kebingungan clingak clinguk mencari keberadaan Herman.
"Kagak,bukan itu.Heran aja kamu bisa kayak gitu cinta mati sama dia.Eeeeh,hasilnya ga karuan jadinya!"Kesel juga lihatnya.
"Mau gimana lagi,aku cinta sama dia aja!"
"Lupaaain.Inget,,,bang Adrian ada perasaan sama kamu.Kamu harus tahu itu ya!"Memberinya semangat.
Nyengir ga jelas,Aga yang dari jauh hanya ketawa-ketiwi melihat tingkah keduanya memang tiada duanya ga ada asyik-asyiknya.Ada pendekatan yang ga berhasil bahkan bis dibilang khas ala Aga cemen banget mereka hahahaha.
__ADS_1