Antara Dua Hal

Antara Dua Hal
Part 3 Vani sukses dengan tugasnya.


__ADS_3

Sampai juga didepan rumah Adrian,pria yang disinyalir adalah Bosnya merupakan bagian dari misi penting telah dilaksanakan dengan baik pula tanpa meninggalkan celah sedikitpun.


Kedatangannya pun menjadi senyum hangat untuk tuan rumah tersebut,ia melangkah masuk dan mengamati rumah cukup sepi,beberapa kali dia mengetuk pintu sama sekali belum ada jawaban.Ternyata dia tengah menikmati guyuran air shower dan memanjakan dirinya dalam bayangan cinta dengan orang lain,meski begitu Vani pun berusaha tenang dalam menunggu sosok pria penghuni rumah tersebut.


"Kenapa ga aku telpon aja.Hadeeh kenapa ga ada ide untuk itu!"Mengambil ponsel dan menghubunginya.


Sambil mengamati sebuah rumah bergaya monocrom yang hanya dipadu dua warna abu-abu dan hitam serasa angker dan tak berpenghuni.Tapi kalau dilihat dari aksennya memang dia seorang introvert atau bisa berubah jadi apa juga ga tahu.Atau ini hanya sebuah ide creative atau memang kepribadiannya ya?


Kembali menatap ponselnya dan memang ga ada jawaban sama sekali.Dia pun berinisiative untuk mengirim pesan singkat berupa Whatssap.


"Selamat siang Pak,saya Vani baristanya kedai kopi bapak,saya tunggu dibawah ya!terima kasih."Tulisnya sambil mondar mandir,lalu mengirimkannya.


Sending to ponsel,,,suara ponsel milik Adrian pun berdering menerima pesan text yang tengah dikirimkan oleh Vani.Sambil mengawasi rumah yang begitu sangar dan kayaknya betah deh aku tinggal disini menikmati suasana adem dan tenang hehehehehe ia tersenyum membayangkannya.


"Kenapa juga rumahnya mewah sekali,kalau hanya ditinggali sendiri.Aku tinggal disini juga mau.Ga dikosan yang rameee banget orang-orang kepo!"Menompangkan tangan dengan wajah cemas dan berkali-kali menunggu kedatangannya.


Pass banget saat Adrian keluar dari kamar mandi masih saja dia mengelap tubuhnya dengan kelembutan handuk berwarna putih hingga terasa kering,menampakkan tubuhnya didepan kaca terlihat seksi dan menggoda.Tangannya meraih kimono tebal memakai dengan mengikat kedua talinya ia keluar seraya mengeringkan rambutnya.Berjalan mendekati ponsel yang sedari tadi membuatnya resah,apa memang ada orang yang menghubungiku ya?


Ketika memeriksa ponselnya,kaget juga banyak dering panggilan dari no yang belum dia kenal juga sebuah pesan singkat tengah membuatnya heran.


"Selamat siang Pak,saya Vani barista kedai kopi bapak.Saya tunggu dibawah ya!Terima kasih."


Kembali mengingat nama seseorang,Vani?siapa ya!


Segera dia menghubungi nomor tersebut .Wajah gelisah pun nampak dalam rautnya ketika mencoba memastikan apakah Vani yang dimaksud adalah benar dia.


Yaaah,,,bunyi deh.Siapa ganggu aku siang-siang gini?"Mengambil ponsel dan mendapati sebuah nama yang memang harus ia angkat seketika.


"Astagaa,,,Pak Adrian!"Langsung konek dan menjawabnya."Halooo,,Pak adrian?ini saya Vani pak.Barista yang bapak tugaskan kemarin!"Jawabnya lembut,nyengir juga akhirnya.


"Oooo,kamu Van.Sebentar ya aku turun dulu!"Sekejab mematikan ponsel dan bergegas turun kebawah sampai lupa belum ganti baju.


Langkahnya cukup tergesa-gesa untuk menemui orang yang telah berhasil merekam dan memata-matai kekasihnya tersebut.Lega juga akhirnya Pak Adrian mau datang menemuiku,semoga bukti ini adalah beneran valid dan membuatnya percaya kalau Kekasihnya telah melakukan sebuah pertemuan mencurigakan untuk sebuah keperluan dimana bisa merugikan Bos gue.


Pintu pun terbuka oleh tangan Adrian.


"Heeiiii,kamu udah pulang?"Sapanya hangat.


"Iya pak,demi bapak saya masuk pagi buta buat sebuah kerjaan dadakan!"Jawabnya bangga.


"Bagus,,,makasih ya.Masuk dong masak diluar!"Pintanya sambil mempersilahkannya masuk kedalam rumahnya.


"Boleh masuk pak?"Tanya Vani semangat.


"Udah masuk aja,ayo!"Tariknya kedalam.


"Waduuuh pak!"Tak disangka nafsu amat pak Adrian sama aku.Ntar semoga ga di apa-apain gua.


Gua berharap ini hanya tugas formal yang membuatku tidak bisa menolak setiap permintaan tugas lagi.Adalah suasana rumahnya yang asri dan berkarakter membuatnya senang melihatnya.


"Silahkan kamu boleh duduk dan santai disini,aku ganti baju dulu ya!"


Vani menoleh dan mengangguk,lalu berseloroh genit."Ga ganti baju ga pa-pa pak.Gitu aja udah seksi kok,"Ujarnya sambil meringis.


"Kamu yakin!"Jawabnya mulai genit dan membuat langkah mendekati Vani,bagai kebakaran jenggot ia kebingungan dan panik sampai harus berjalan mundur dan terhempas disofa hitam empuk dan nyaman.


GEDEBUUUSSSS EMPUK NYAMAN DAN MANTAP, kursi sofanya.


"Pak,,,jangan pak!saya ga mau lho!"Jawab Vani ketakutan,,,padahal udah nyaman banget.


Semakin mendekat bahkan tinggal beberapa centi kedua tangan Adrian sudah hampir mengunci tubuh Vani dengan senyum begitu nafsu.Vani hanya merunduk ketakutan apa mungkin aku akan menjadi korban yang tersembunyi dalam misi ini?


"Kamu kok udah ketakutan gitu Van?"Heran melihat sikapnya.


"Bapak jangan macam-macam sama saya ya!"Ancam Vani ambil tindakan.


"Heiii,,,ngapain aku macam-macam sama kamu.Cuman godain aja!"Beranjak berdiri kembali dan membenahi baju mantel kimononya.


"Bapak cuman cuma becanda kan tadi?"Masih shock dan ga percaya pada sikapnya.


Berlalu meninggalkannya,tawa lepasnya pun keluar dan berkata"Tunggu ya aku ganti baju.Dan kamu harus siap-siap dengan hasil kerja kamu oke!"Pintanya berjalan menaiki anak tangga dan masuk kembali kekamarnya.


Huuuuhhhh memang pak Adrian itu kalau becanda ga main-main sampai aku aja hampir jadi korbannya.Sungguh pria macam dia kalau becanda seksi banget,pengennya gua tarik tadi tali pengikatnya biar dia tambah hot gitu,tapi kan aku bukan wanita biasa.Wanita ga gampangan kayak kekasihnya pak Adrian.Kembali menata duduknya,mencoba tenang dan memastikan tidak ada lagi kejadian yang mengejutkan tiba-tiba.


Adrian turun dari tangga dan tersenyum melihat ekpresi Vani yang mencoba tenang"Ga pa-pa kan kamu Van?Tanya Adrian sembari tersungging menoleh melihat dirinya,lalu dia berbelok untuk membuatkan minuman.


"Ga pa-pa pak,santai aja.Untung ga beneran sama aku tadi!"Jawabnya lega dengan meringis geli.


menuju kedapur dia mencoba membuatkan minuman segar untuknya"Kamu mau minum apa?"Tanya Adrian sambil menyiapkan gelas untuknya.


"Yang seger-seger aja pak,jangan yang berat-berat.Nanti aku ga kuat bawanya,hehehehehe!"Jawabnya kepedean.


"Oke ditunggu ya."Pinta pemilik rumah,santai pula dia mencoba meracikkan mimuman shaken thai tea dengan sentuhan khas miliknya.


Dari depan ia berfikir untuk lebih cemerlang dan lebih bersikap positif,minuman apa yang akan dia hidangkan kepadaku.Jangan sampe minuman segar dicampur obat tidur bisa tidur bareng aku sama dia.Mampus lagi urusannya.


"Lama nunggu ya?"Kata Adrian menuju meja ruang tamu seraya menyuguhkan kepadanya.


"Terima kasih pak,emangnya ga ada pembantu sama sekali disini?"Tanya Vani semakin santai.


"Buat apa ada pembantu kalau aku bisa mengatasi semuanya dengan baik!"Jawabnya sambil duduk dan menatap Vani.


"Oooouuuu,,,,ga nyari kerjaan buat yang nyari sampingan gitu pak?kayak saya gitu!"Tawarnya geli.


"Ya kalau kamu minat silahkan,tapi ada konsekwensinya ya!"Jawabnya sambil bersandar."Diminum dong,kan lama tadi nungguin aku.Pasti haus kan!"Kembali menawarkan minumannya.


"Heheheheheh,iya pak.Ga ada aji-ajiannya kan?"Tanya Vani waspada.Lalu mencoba meminumnya.


"Kalau ada juga kenapa?kan kita cuman berdua!"


Kalimat tersebut membuat ia terkejut dan tersedak sampai batuk-batuk.

__ADS_1


"Ehhhhmmmm,,,,uhuk,,,,uhuk,,,uhukkk!"Beberapa kali ia merasakan batuk yang diakibatkan kalimat mengejutkan tersebut.


Sambil mengelap bibirnya,"Bapak gimana seeh?padahal enak lho!Heeeemmm."Ujarnya kesel.


"Ga usah panggil "BAPAK" emangnya aku bapakmu?santai aja,kita kan partner!"Ujar Adrian memain kan kegenitannya.


"Iiiiiihhhhh.Genit banget seeh!"Sembari bergaya geli banget.Bikin Adrian gemes juga,sampai tawanya begitu lepas melihat tingkah Vani.


"Kamu memang pantes ya jadi wanita dengan kelebihan yang mempesona siapa aja."Pujinya sembari mengingat kedatangannya adalah mengantarkan sebuah pesan baru untuknya.


"Ooooohhhh,ya mana bukti yang kamu buat untuk merekam Alea?"Sambil mengulurkan tangan kearahnya.


Tersenyum hangat,ia menjawabnya.


"Ooooh iya pak!"Jawabnya mencari benda yang tengah dia simpan disaku.


"Kok pak lagi?abang aja kayak kamu manggil Andra gitu lho.Juga aku ga bakalan marahin kamu deh kalau manggil aku Bang.Itu lebih humble bersahabat!"


Nyengir lagi dia,,,,tak lama menemukannya dan memberikan kepada Adrian,,,dengan cermat Vani mengeluarkan small disk rekamannya sambil nunjukkin kepadanya."Ini bang,special dari mata-mata terbaru abang!"Jawabnya santai tapi ketar-ketir apa dia marah ya aku panggil Abang lagi.


"Baguuusss,,,gini dong cara kerja seorang mata-mata.Makasih ya!"Mengambil dan menyimpannya disaku.


Beberapa saat dia mengambil uang dilaci dengam amplop berwarna coklat dengan ketebalan uang yang membuatnya terbelalak tak percaya."ini bayaran kamu,,,makasih ya.Sudah mau menjadi bagian tersembunyi dari aku."Sambil memainkan kedua alisnya dengan senyum menawan.


"Iya bang,,sama-sama.Aku terima ya uangnya!"Jawab Vani mulai memegang dan melihat seperti apa uang yang ia dapatkan dari hasil sampingannya.


Saat membuka amplopnya bayarannya melebihi gaji biasa yang dia dapat sebagai seorang barista senior bahkan membuat hatinya tersenyum kegirangan melihatnya.Sepertinya kelebihan atau memang bayarannya sesuai dengan kerjanya yang rapi ya?.


"Beneran segini bayarannya bang?"Tanya Vani membelalakkan matanya.


"Iya,karena kamu berhasil.merekam dengan baik dan aku lihat diCCTV kamu memasangnya tersembunyi juga nanti aku hapus bagian kamu yang menyelipkan camera itu.Supaya Adra ga macam-macam lagi nanya sama kamu kan!"


"Makasih banyak,,,,tapi tadi seeh hampir ketahuan bang.Kan bang Andra sempet liat benda kecil ini nyelip diantara cangkir-cangkir,dan saat itu dia lagi bersih-bersih hampir aja mau disita."


"Trus kok bisa kamu dapetin lagi!"Kembali diintrogasi oleh Adrian.


"Aku teringat sama film-film action gitu bang,jadi ya aman langsung aja aku tangkis dengan kecepatan tangan aku bisa mengambilnya,dan pura-pura ga tahu!"Jawabnya bergaya.


"Hemmmm,,,kayaknya kamu deh cocok jadi agen resmi aku.Tapi nanti kalau ada apa-apa bilang sama aku ya.Nanti biar Andra aku urus,ini kan masalah kecil yang bisa menjadi besar kalau Alea bersikap seperti itu."Kembali menjelaskannya.


"Tapi ga kebanyakan kan bang?"Tanya Vani balik lagi.


"Kebanyakan?"Serius mengulangnya.


Langsung aja dia menyahutnya dan mengambil serta memainkan didepan tangannya.


"Baaaanggg,,,kok diambil lagi?"


"Katanya kebanyakan,,,,neeh buat kamu!"Jawab Adrian mengambil uang seratus ribu dan diberikan kepadanya.


"Haaaah,,,kok cuman selembaaaar!"Rengeknya ga terima.


"Ya ga segitunya kali bang!"Kembali ga terima.


"Yaaaa udah ini buat kamu semua deh.Inget jangan banyak shooping.Entar kebablasan lagi.Ga punya duit bingung lagi!"Kembali menyerahkan kepada Vani.


Girang lagi setelah mendapatkan uang segepok diamplopnya.Memeluknya dan membayangkan apa yang akan dia beli untuk hadiah kekasihnya.


"Beli apa ya buat kekasihku?"Sambil berkhayal.


Namanya juga Adrian sebagai pria yang tampan menggoda,tidak mungkin bisa ia tergoda dengan Vani wanita yang menurutnya sempurna dan memberikan banyak hal baik untuknya,beranjak berdiri merunduk mendekatinya seraya mencium keningnya.


"Ini hadiah special dariku ya!"Memberinya senyum manis.


"Haaaah!"Hanya itu kalimat yang keluar dari bibir Vani,ga nyangka dapat kissing love heart dari Bosnya.


"Lain kali,kamu akan dapat tugas itu lagi mau?" Tanya Adrian.


Ia mengangguk masih mendongak tak percaya.


"Kamu mau ikut aku ga?"


Ia hanya menggelengkan kepala.


"Ya udah,kamu mau tinggal disini atauuuu pulang?"


"Pulang dong bang!"Jawabnya sadar dan beranjak berdiri.Merapikan dirinya dan menyimpan uangnya ditas selempangnya.


Dia menoleh mengambil minumannya Vani dan menyodorkan kepadanya"Di habisin.Supaya kamu lebih fresh membayangkan hal indah bersama kekasihmu.Inget ya!"


"Inget apa bang?"


"Kalau ada masalah atau kamu putus sama pacar kamu,sama aku aja gimana?"Tawarannya membuat Vani agak mundur dan ga habis fikir untuk masalah percintaan selanjutnya.


"Apaaa?kalau aku putus,aku jadian sama Abang?ga salah denger!"


Dibalasnya dengan senyuman dan anggukan geli.


"Iyaaa,kamu asyik banget dari tadi.Bikin aku ada rasa sama kamu."


"Makasih bang ya,aku balik dulu byeeee!"Melambaikan tangan dan segera kabur dari hadapan Adrian.


"Lhoooo kok malah pergi,aku masih pengen ngobrol sama kamu!"Panggilnya lagi.


Menoleh dan menjawabnya"Makasih,,,masih banyak urusan bang.Byeee makasih!"Menutup pintunya dan bergegas pulang.Ia beneran kebingungan dengan sikap dan gelagat yang aneh dari Adrian.Dasar pria aneh,ada aja do'a yang ga baik buat gua.Semoga aja kekasihku ga kayak dia lagi bisa-bisa bahaya kalau seperti itu.Gua ga bisa bayangkan gimana jadinya itu,,,oooh My God.


Ketawa lepas sembari menompangkan kedua tangannya,ga habis fikir dia benar-benar ketakutan dengan sikapku seperti itu.Lalu apa benar dia merekam dengan baik Alea dengan selingkuhannya.Bagaimanapun aku haru tahu dan bisa membuat perhitungan dengan dia.


Bergegas menaiki anak tangga kembali,dia pun ingin mengetahui seberapa dekat hubungan selingkuhannya dan Alea dalam kasus yang akan dia buat sendiri.Aku harus membuat jera dengan perlakuan yang akan aku buat untukmu.Duduk diruangan kerjanya seraya menghidupkan laptop computer miliknya,pandangan serius kearah hard disk small untuk dapat ia operasikan ketika semuanya kembali hidup dan memberikan berita terbaiknya.Ia kembali duduk dan memastikan hasil rekamannya memang cukup jelas untuk ia pahami.


"Gilaaa kamu memang berani sekali sama aku ya?lihat aja aku buat sengsara hidupmu!"Setelah melihat rangkaian video kemesrahan dan perjanjian yang sangat membuatnya muak.

__ADS_1


Terdiam dalam beberapa hal,menompangkan kedua tangan.Pandangan tajam selalu ia rasakan menjadi seorang pria setia tiada hasilnya,kembali bersandar dengan menghela nafas kekesalan dia menyakini akan bisa membuat sebuah hadiah kejutan buat Alea.


Tapi saat terbaiknya adalah mengingat seorang perempuan cantik bak oriental dan lucu menggoda Cinta Alessa,entah mengapa ketika harus mengingat dia.Ada keunikan yang akan dia rasakan.Tapi tidak juga aku harus kesana lagi.Apa aku menyimpan no.nya ya?"Bergegas mengambil ponselnya dan mencari keberadaan no seseorang bernama Cinta Alessa,sayang aku belum menyimpan no.nya.


Tak lama kemudian sebuah panggilan telpon dari sahabatnya,tengah membutuhkan dirinya untuk sebuah curahan hatinya dalam menghadapi kehidupan yang sangat membuatnya sakit hati.Saat ini hatinya hancur dan ga bisa berkata lagi,apalagi tangisan itu datang dari suaranya yang dipenuhi rasa kecewa.


"Halooo,Luna tumben kamu telpon aku,,,ada apa?"


Isak tangisnya pun membuat ia terkejut seketika.


"A,,,drian,,,,kamu bis,,a kesini ga?"Seraya menahan tangisnya dengan uraian tetesan air mata.


"Ka,,,mu kenapa Lunaaaa?"


"Aku,,,butuh teman sekarang.Kamuu bisa kan kesini.Aku butuh kamu pleace ya datang kesini!"Ujarnya berdiri diantara jendela besar balkon rumahnya.


"Oke,,,tunggu ya!aku segera kesana.Jangan macam-macam ya!"Pintanya mengingatkan.


"Iya."Jawabnya sambil menutup ponselnya.


Terlalu lama kalau aku mikirin Alea,lebih baik aku mikirin Luna.Dia lebih baik aku urus supaya lekas selesai!"Meraih ponselnya,berlalu ke garasi dan mengendarai motor harley davidson melaju ke kediaman milik Luna.


Ada ada aja wanita satu ini,hidupnya selalu berada dalam kesusahan.Kenapa kamu ga mau ketemu awal sama aku seeh supaya aku ga sial lagi ketemu sama Alea.Kan sama sekali aku kepepet sama dia.Bisa aja hidup berubah seperti ini,kembali ia tersenyum.


Ya satu lagi wanita yang aku kenal Luna Arsita Widya dia adalah seirang wanita bersuamikan seorang pria pengusaha.Aku pun ga tahu kok malah dapat kabar aneh-aneh gitu jadi kepikiran,,,emangnya ada dua masalah yang aku fikirin apakah dia kangen sama aku atau dia ada masalah keluarga.


"Lun,,,selamat ya kamu udah mau jadi istri orang!"Ujarnya memberikan sebuah selamat disaat dia tengah berada disebuah pernikahan yang digelar olehnya bersama sang pengantin.


"Makasih ya,Adrian.Kamu memang teman yang baik selalu suport aku selalu maju untuk masa depanku.Dan kali ini aku dapatkan yang aku inginkan!"Sambil menyentuh tanganya.


"Iya sama-sama!"Jawabnya bahagia pula,dia memeluk erat dan membawanya dalam kebahagiaan bersama menuju sebuah pelaminan.


Ketika mengingat kalimat tersebut memang sungguh hatinya bahagia.Tetapi apakah akan bahagia seperti yang dia dapatkan tadi,malahan sebuah tangisan dan kesedihan tengah mengejutkan Adrian.Memang apa yang terjadi diantara mereka.


Kedatangan Adrian pun membuat hatinya seakan terobati,segera dia masuk dan mencari keberadaan tuan rumah setelah mendapatkan sapaan hangat dari pembantunya.


"Selamat siang bi,Luna ada?"Tanya Adrian dengan wajah cemas.


"Ada mas,dia sudah lama nungguin mas Adrian.Sekarang dia dikamarnya dari tadi ga mau keluar!"Jawabnya ikutan sedih.


"Makasih ya,aku temuin Luna dulu ya bi!"Sambil berlalu mencari dikamarnya.


"Iya mas!"Jawabnya mengangguk dan mengamati langkah tergesa-gesa Adrian untuk bisa menenangkan sahabatnya.


Mungkin ini sulit untuk Luna dalam menghadapi segala hal mengenai pasangan hidup.Tapi ketika Adrian datang memberikan sebuah harapan.Semuanya akan perlahan sirna dalam sekejab.


"Lunaaa!"Sapanya sambil mendekatinya.


Ia menoleh dan bahagia melihat kedatangan Pria yang dianggap sebagai malaikat terbaiknya.Entah tanpa dia siapa lagi yang bisa menguatkan hatinya saat ini.Diantara banyak teman,memang Sahabat yang selalu mau menjadi teman curahan hatinya hanya Adrian,selalu netral dan tidak berpihak kepada siapapun.Selalu baik dan selalu ada waktu untuk sebuah kesedihan yang dirasakan oleh Luna.


"Adrian,,,"Panggilnya langsung memeluk erat dan tetesan air mata ga bisa tertahan lagi,ia menangis terus dan Adrian hanya bisa diam mengelus rambutnya perlahan untuk menenangkan dirinya.


"Kenapa kamu?emangnya kamu butuh sekali sama aku!"Tanya Adrian sembaru tersenyum.


Mendongak menjawab pertanyaan yang bikin ia semakin kesal,nyubit dengan kerasnya dipinggang hingga dia teriak kesakitan.


"Aduuuuhhhhh,,,Lun.Sakiiiit!"Sambil melepaskan pelukannya.


"Kamu tuh ya,tega sama aku masih aja bertanya soal itu!"Membalikkan badannya bersedekap dan membuang muka.


Mendekati dan menyentuh bahunya dia berbisik.


"Itu hanya candaanku.Supaya kamu ga sedih lagi,malahan aku kamu cubit.Sakit!"


"Kamu tahu kan kelakuan suamiku sekarang?"Tanya balik.


Membalikkan badan Luna dan seakan tak percaya dengan potongan kalimat Luna."Emangnya kenapa dia?"


"Dia selingkuh dan sudah tidak memperdulikan aku Adrian,,,seakan aku dilupakan dan dia memilih wanita lain.Kamu tahu kan dia seperti itu?"Seketika penjelasan Luna hampir membuatnya membongkar siapa yang telah merebut suaminya dari dirinya.


"Tidak,,,aku belum saatnya untuk menguaknya.Masih butuh kekuatan untuk Luna dalam menerima kenyataan ini kalau memang dia tengah diselingkuhi oleh kekasihku sendiri." Ujaranya membatin dalam raut wajah sedih.


"Heiiii,,,kamu ga pa-pa kan?"Tanya Luna menyadarkan Adrian yang tiba-tiba diam.


"Adriiiiiaaann.Kamu kenapa?"Kembali menyadarkan lamunan panjang sahabatnya.


Tersadar pula,,,saat sebuah tamparan mengarah kepipinya.


PLAAAAKKKKK.


"Aduuuuhh,,,,Luna.Sakit!kamu dari tadi nyiksa aku supaya kamu senang ya?"Protes dengan perlakuannya.


"Kamu seeh,,,ngapain harus melamun segala?emangnya ada apa!Kamu nyembunyiin sesuatu ya?"


Menggelengkan kepala seraya membantahnya.


"Engg,,,gak,emang kenapa aku harus diam.Itu tandanya aku mikirin kamu!"Sambil mengeles.


"Bohong,,,,ada apa?masak malah aku yang nanyain kamu lagi!"Mendekap pipinya hingga mancung juga bibirnya,,tawa Luna begitu lepas,,,sampai lupa harus bersedih kembali.


"Kita duduk sana ya!aku pengen tahu seperti apa permasalahan kamu okey!"Tunjuk Adrian kesebuah gazebo pojokan.


"Boleh juga!"Jawabnya merangkul pinggang adrian sembari berjalan menuju tempat terindah.


Keduanya duduk dan memandangi indahnya pemandangan,,karena dia tahu seperti apa keingunan seorang wanita seperti Luna,penyuka dunia alam liar dengan keindahan tiada tara.


Kembali bersila menunggu minuman datang,ada saja senyuman malu merah padam dalam diri Luna.Semakin dekat dan itu adalah pendekatan terbaik dalam jiwa seorang Adrian.Kenapa pria seperti dia memberikan banyak hal membekas dalam hatiku,kenapa juga aku sama sekali tidak menginginkan Adrian sebagai pria sejatiku sebagai pasanganku.


"Sejak kapan kamu mengetahui kalau dia selingkuh?"


Ia mengangkat dagu dan menyandarkan kedua tangannya,kembali memberikan jawabannya terbaiknya untuk sebuah pelik kehidupannya.Mereka adalah satu hal terindah diantara sebuah pertemuan yang terbaik.

__ADS_1


__ADS_2