Antara Dua Hal

Antara Dua Hal
Bab.2 Awalnya hanya mengantar saja.


__ADS_3

Setelah keduanya saling beradu keakraban bahkan pandangan aneh antara Reyhan dan Gladis membuat heran Andrea yang berada diantara keduanya.Apa yang terjadi dengan Reyhan,apa ada rasa yang tiba-tiba datang dalam hatinya saat melihat pesona Gladis yang membuatnya tersenyum manis dan tiba-tiba manja.


"Eeehhhmmm,siapa dia?"Tanya Reyhan pada keduanya.


"Dia?"Sambil menunjuk kearah Gladis dengan wajah ga heran melihat keduanya saling menunjuk kearahnya.


"Kok gitu seeh kalau nunjuk aku kak?"Rengek Gladis kearah keduanya


"Hehehehe,dia tuh adik baru kita.Dibawah umur!"Jawab Andrea yakin.


"Waooow,dibawah umur?"Terpelatuk sebuah kalimat dan pandangan genit kearahnya.


"Lu naksir perempuan dibawah umur Rey?"Serang Romero menasbihkan Kalimat sambil menatap Andrea.


Langsung wajah waspada mengarah kepada Reyhan,Andrea pun ada rasa yang tertinggal saat melihat keduanya saling senyum-senyum sendiri.


"Kamu kok gitu seeh lihat-lihat perempuan seperti dia.Gladis tuh harus dilindungi sayang.Bukan dimiliki gitu!"Dekap Andrea sambil nyubit lengannya.


"ADDUUUUHHHH,SAKIT BEB!"Teriak lantang Reyhan.


"Hahahahaha,untung gua belum punya gandengan.Ga seribet itu!"


"Bujang lapuk luuu!"Serang Reyhan ga terima.


"Hahahahaha,ga pa-pa bujang lapuk.Kan ada yang bening disebelah!"Lanjut Gladis senyum-senyum membuyarkan mereka semua.


"Mana-mana!"Tanya Reyhan sok mencari-cari.


"Iya dimana ya!"Lanjut Romero bermain drama.


"Haduuuh,ayoook pulang.Udah malam ga usah bermain drama malam-malam!"Tarik lengan Reyhan.


"Iya kita pulang!"Jawabnya geregetan kearah Andrea.


"Naaah gitu dong,ayokkk byeee Gladis bye Romero.Gua pulang dulu wokay!"Sambil melambaikan tangan kearah mereka berdua.


"Ya hati-hati dijalan jangan ngebut."Pinta Romero melambaikan tangan.


"Daaaa,kak!"Sambil melambaikan tangan.


Mereka pun cabut dari pandangan keduanya,mepet dan makin sayang aja Andrea terhadap kekasihnya tersebut,saat berlalu masih ada lambaian tangan dari mereka berdua.


Saat ini tinggal mereka berdua,canggung pasti iya.Apalagi saat ini hanya berdua saja tanpa ada yang mengganggu masing-masing.Satu lawan satu dan pastinya Romero pun bersikap baik-baik.


"Mau diantar?udah malam lho."Tawarnya sambil menatap wajah Gladis yang masih bingung.


"Jalan kaki aja deh kak,juga ga terlalu jauh kok!"


Jawabnya sambil mesem-mesem malu gimana gitu.


"Yakin?mau jalan sendiri.Udah malem lho,mau diantar aku bawa motor."Tawarnya lagi,tapi segera ditolak sama Gladis dan segera berlalu jalan kaki.


"Maaf kak aku jalan kaki aja ya,heheeh!"Lanjutnya membuat Romero terkejut,heran kenapa sama dia ya?


"Astaga langsung tancap gas!"Menghela nafas dan menoleh antara dua hal motor atau Gladis yang sendirian trus dibawa orang gimana?bisa-bisa kena marah sama Andrea gimana.


Tapi ga bisa dibilang lebih penting motor juga kali,pastinya dia lebih penting.Langsung aja dia bergegas berjalan mendekati Gladis dan tak ingin terjadi sesuatu dengannya.


Berjalan beriringan,mencoba santai tetapi Gladis seakan ga enak juga kalau ada yang mengiringinya.Seakan ga berani kayak anak kecil.


"Kak,jangan ikutin deh.Aku berani kok jalan sendiri!"


"Ooooh ya,nanti kalau kamu terjadi apa-apa sama kamu.Yang lebih galak dari kamu ada lho bisa ngajak perang ketiga!"Jawab Romero dengan wajah pasti membuat Gladis heran.


"Memang siapa kak?Ayah ibuku!"Tanya Gladis membuat pernyataan


"Bu-kan.Tapi ANDREA,kalau dia marah bisa hancur gua!"Jawabnya menampakkan ekpresi yang menakutkan sampai tawa geli datang darinya.


"Beneran kak!"Tanya lagi penuh santai.


"Iya,dia itu sebenarnya berada dalam dua pilihan lho!"


Terhenti dan menoleh dengan heran


"Emang iya?apa itu kak?"


"Ya memang gitu dia,kalau lagi marah pun bahaya.Sekarang seeh mending dia bisa tahan emosi karena ada kekasihnya.Kalau aku seeh kadang dibuat bingung sama dia.Sekarang dia pegang dua peranan yaitu mengawasi gua dan Reyhan.Seakan kita berdua itu anaknya!"Jawabnya jelas.


"Seru juga ternyata ya.Punya dua pilihan antara kak Romero dan siapa tadi?"Kembali bertanya.


"Reyhan,cowok yang bisa membuatnya luluh dan bisa menjadikan dia kembali menjadi lebih baik.Tapi tetep aja galak sama gua!"Sambil ngomel-ngomel yang membuatnya tambah nahan tawanya.


"Kamu tuh harus bisalah menjadi adiknya dia.Kalau engga ya siap-siap aja!"Kalimat itu membuatnya heran dan bingung.


"Siap-siap gimana Kak?"Mengernyitkan kening.


"Tahu sendiri nanti kalau udah satu team sama dia kan,ya harus bisa menjadi yang terbaik aja ya!"Sambil menepuk pundaknya.


Lama-lama sadar juga Gladis,tadi semoat nawarin bawa motor trus motornya kemana ya.Kok ga kelihatan."Lho kak,kemana motornya.Kok ga ada?"Tengak-tengok kebingungan.


Romero pun ikutan kejangkit kebingungan,sampai sadar kalau keduanya pun jalan kaki sampai deket rumah Gladis."Astaga,aku lupa bawa motorku!"Dengan tawa lepasnya.


"Haaaah,jadi nanti gimana kak!"Gladis pun ikut bingung.


Memang ya kalau udah lupa segalanya adalah sebuah obrolan yang sudah mematikan akal sehat masing-masing.Tak menyadari bahwa sampai juga didepan pagar rumah yang hanya berjarak sekitar lumayan juga untuk kembali dan jalan kaki.

__ADS_1


"Kok lupa ya gua,kalau tadi mau nawarin pake motor dan memboncengmu.Malahan hehehhe!"


"Maaf ya kak,udah buat kak Romero meninggalkan motor kesayangan yaaa!"Sambil menyentuh tangannya.


"Ga pa-pa.Kan juga gua bisa jaga diri,kalau kamu kan harus dijaga!"Jawabnya bergaya manis.


Hatinya langsung bergetar ketika kalimat itu muncul menghanyutkan sebuah perasaan dalam setiap makna hatinya.Seakan dirinya tengah dijaga kuat oleh seorang pengawal sejati dalam semalam.


"Makasih kak ya,mau mampir mungkin?"Tawarnya memberanikan dirinya untuk mengajaknya masuk kedalam.


Mendongak melihat rumahnya juga sudah gelap,membuatnya enggan untuk mampir walau hanya sebentar."Ga usah deh,udah malem.Aku balik ya kasihan motornya dianggurin sendiri,bye!"Melambaikan tangan sikap coolnya membuat hatinya meleleh seketika saat ikut membalas lambaian tangan untuknya.


Masuk kedalam dengan wajah bahagia,saat membuka pintu gerbang serta menutup kembali,masih saja ada menatap dari jauh untuk melihat seberapa tampan pria itu meninggalkannya dengan wajah manis setiap langkahnya meninggalkan dirinya.


Layaknya seorang pria yang tengah bahagia setelah mengantar seorang perempuan cantik dan cabby membuatnya sungguh terpesona hingga tak bisa mengatakan satu hal terhadap keindahan yang membuatnya terpana.


"Untung saja kak Romero ga tahu kalau aku tinggal sendiri,heheheh.Lain kali deh aku ajak makan-makan disini!"Sambil membuka pintu rumahnya,lalu menutup rapat.


Melangkah masuk kedalam,mengambil air mineral didapur.Mencoba merasakan sesak seketika saat merasakan berjalan berdua untuk menikmati malam dengan obrolan yang tak terkira.


"Huuuuhhh,,,gimana ya.Kalau diantar lagi sama kak Romero.Bahagia banget aku heheheh!"Tersipu malu.


Sampai juga Romero diparkiran motor dan tersenyum senang ketika melihat motornya masih berdiri tegap bagiakan kuda besi siap untuk membawanya kesebuah rumah untuk segera istirahat.Tidak dengan Reyhan,ketika sampai dirumah Andrea dan ia turun dari motor serta mengajaknya masuk kedalam rumah.Ternyata masih ada yang membuatnya semakin penasaran tentang seseorang yang baru ia lihat.


"Kamu ikutan masuk ga?"Tawar Andrea dengan nada lelah menatapnya.


"Kayaknya engga deh,gua juga langsung pulang.Biar besok bisa jemput kamu gimana?"Sambil mendekap rambutnya.


"Ya kalau gitu,ga minum dulu gitu beb!"Tanya Andrea dengan wajah manja.


"Engaaa,gua pulang aja deh!"Sambil bersiap untuk menghidupkan kembali motornya.


"Hati-hati ya!"Mengumbar senyum kepadanya.


Saat ingat sosok itu lagi,dia kembali mematikan mesin motor dan kembali bertanya tanpa melepas helemnya.Takut ada serangan mendadak saat pertanyaan itu muncul.


"Gua boleh nanya ga?"


Mengernyitkan kening,heran nanya apa lagi dia!


"Nanya apa?"


"Yang tadi tuh beneran karyawan baru?"Masih penasaran lagi.


"Tuuuuuh,kan masih penasaran?"Jawabnya kesal.


"Ya gua nanya,ga boleh."Kembali nantangin Andrea.


"Ya boleh-boleh aja seeh,juga baru interview tadi.Besok dia kerja kok dateng aja.Part time!"Idenya muncul dengan mengembangkan kelopak matanya.


"Astaga,kan kamu punya kerjaan yang ga bisa ditinggalin.Sabtu minggu kan juga ga pa-pa kali part time.Ntar gua ngomong sama Romero,pasri dia setuju,kan tahu kalau week end rame.Yaaaa!"Sambil nyentuh tangannya.


"Ya besok gua pikirin."Sambil berfikir berat.


"Katanya mau ketemu sama dia,kok ga semangat gitu?"Kembali mempertanyakan kesiapannya.


"Gimana ya?"


"Jadi ga?"Lanjut Andrea membuat bingung.


"Besok deh,sambil nganter elu kekedai.Ntar gua pikirin disana.Biar ga ada yang bikin emosi gitu!"Jawabnya santai.


"Ya udah pulang,udah malam ga usah kelayapan.Ntar kena razia baru deh teriak-teriak nama gua."Sambil mengingatkan.


"Heheheheh,ya udah deh besok ya.Aku jemput dan kita buta kejutan buat Romero!"Sambil mengacungkan jempol.


"Iya,buruan pulang."Pintanya mengundurkan diri beberapa langkah serta Reyhan tancap gas,lambaian tangan Andrea pun menbawanya jauh melewati jalanan hingga hilang.


Menghela nafas,ada-ada aja kalau udah suka sama satu wanita ada godaan ya datang lagi penyakitnya,hehehe.Tapi lucu juga kalau mereka bersaing untuk mendapatkan hatinya Gladis ya.Emang kalau anak masih dibawah umur tuh bikin gagal fokus aja deh.Sambil masuk kedalam rumahnya.


Romero kembali dalam bayangan indah saat tanpa seorang kekasih,hatinya tertambat dalam setiap sendi-sendi kehidupan entah dalam setiap makna apapun itu dirinya kini hanya bisa tersenyum ketika melihat sosok yang tak bisa ia bayangkan kembali.


"Siapapun dia,gua ga mungkin bisa melupakan elu yang dulu singgah dihati gua!"Tersenyum mengingat masa lalunya saat hatinya tengah hancur dalam setiap langkah hidupnya.


Hanyalah sosok Andrea yang mampu membuatnya bangkit dalam setiap langkah yang pernah salah hingga sebuah obsesi menyentuh sebuah kekecewaan yang tak mungkin bisa diulang kembali.


Tepat 8 tahun yang lalu berada dipinggiran trotoar saat menunggu seseorang keluar dari tempat kerjanya,Romero bergegas untuk membeli minuman untuk mengobati hausnya.Sembari menunggu kedatangan kekasihnya dia menunggu disebuah kedai tak jauh dari pandangannya.


Malalahan datang seorang pria yang ingin mengajaknya mengobrol dan berbagi cerita.Tetapi malah terfokus pada satu hal yang membuatnya terkejut bukan main.


"Permisi,boleh saya duduk disini?"Sapa seseorang paruh baya tengah berpakaian kantoran yang dipastikan dia adalah karyawan juga dihotel tersebut.


Mendongak dan menjawabnya"Ohhh,ya silahkan Tuan.Anda boleh duduk disini!"Jawabnya segera menjawabnya.


"Oke,terima kasih!"Jawabnya sambil menunggu pesanan yang telah siap untuk diantar.


"Apa anda menunggu seseorang?"Kembali pertanyaan itu muncul saat ia tengah menatap keluar dan meneguk minumannya.


Terhenti seketika dan tersenyum sambil mengusap air yang perlahan membasahi bibirnya.


"Hehehehe,Iya tuan.Apa anda sudah pulang dari kerjaan anda?"


"Ya belum,aku masih istirahat saja.Hanya saja ga seru kalau harus makan dihotel terus,ga seru!"


Jawabnya sambil menunggu makanan tinggal beberapa menit.

__ADS_1


"Kalau anda bagaimana?menunggu seseorang!"Tanya balik sambil meneguk minuman yang telah diantar oleh pelayan.


"Iya saya menunggu pacar saya,hehehehe!"


"Ooooo,saya kira menunggu istrinya.Masih pacar ya?"Tanya balik.


"Memang siapa nama pacarnya mungkin saya kenal!"Kembali mengulik namanya.


"Hanastasya,dia karyawan bagian reception.Tumben lama sekali belum keluar-keluar!"Jawabnya bingung.


"Ya mungkin lagi ganti shift mas,biasanya jam segini tuh pergantian shift jadi ya mungkin sambil ngobrol dengan rekan kerjanya kali."Jawabnya sambil bercanda.


"Ooooh gitu ya,apa dia tidak tahu kalau menunggu itu sesuatu yang membosankan."Jawabnya sambil bingung lagi menatap kearah pintu utama hotel.


"Yang lebih membosankan itu,kalau pacaran lama tapi ga ada sikap serius gimana jadinya?Bosan!"Jawabnya lagi dengan tawa lepasnya.


"Tuan bisa aja kalau ngomong,ada benarnya juga."Sambil ketawa lepas juga.


Setelah makanan datang,ia menawarkan untuk makan bareng tapi ditolaknya.Baginya makan bersama orang terkasih adalah pilihan yang benar-benar gentle.Sampai akhirnya dia mencoba sabar untuk menunggunya.


Perlahan Tuan disebelahnya juga melihat reaksi wajah ga enak dari lelaki tersebut sampai ia melihat jam tangannya,ada perasaan aneh kalau mungkin mengobrol akan sebentar dan keluar untuk menemuinya.


"Lama juga ya kamu nunggunya?dia udah keluar belum?"Tanya Tuan didepannya dengan wajah bingung pula.


"Saya ga tahu,apa dia ga bilang kalau pulang duluan ya?"


"Haaaah,emangnya kalian tidak saling kabar mau jemput dia?"Tanya balik.


"Pengennya mau bikin kejutan pak,tapi ya ga tahu malaha kayak gini!"Jawabnya penuh penyesalan.


"Sebentar saya telpon dulu dimana kekasihmu itu siapa namanya tadi?"


"Hanastasya!"Jawabnya lugas.


"Bagian apa?"Tanya lagi.


"Reception pak!"


"Oke bentar saya tanya dulu!"Sambil mengeluarkan ponselnya.


Mencoba menghubungi pihak reception dan tak lama berselang beliau mendapati sebuah jemputan mobil mewah yang dipastikan itu adalah bos besarnya.


"Oooh,,gitu terima kasih ya."Sambil menutup telpon.


Setelah mendapat kabar mengejutkan,ada perasaan bersalah juga terhadap lelaki ini.Dia menunggu dengan susah payah dan sabar,malahan sebuah kabar tidak mengenakkan datang seketika,hanya senyum kaku dan tidak bisa mengatakan hal bohong jawaban sesungguhnya telah menyakiti hatinya.


"Bagiamana pak,masih ada pacar saya didalam?"


Pertanyaan yang sangat baik hampir membuatnya bahagia saat itu juga.


"Maaf,mas.Tadi katanya bagian reception dia sudah pulang ada yang jemput!"Jawabnya lesu.


"Siapanyang jemput?kan saya aja yang jemput dia."Jawabnya dengan tawa gelinya.


"Direktur hotel ini yang menjemput pacar mas.Memang dia seorang playboy,siapapun biaa jadi target kesenangannya.Jadi maaf ya mas!"


Wajahnya berubah menjadi sedih dan tak bisa dikatakan lagi kalau hatinya hancur.Kenapa dia bisa bersikap seperti itu kepada dirinya,apa kekuranganku sampai dia bisa berpaling dan memilih bos itu dibanding denganku.Dengan wajah datar juga penuh emosi dia mencoba untuk tenang dan kembali bertanya lagi.


"Memangnya biasanya mereka kemana pak?"Tanya Romero berat.


"Saya seeh denger-denger mereka selalu diajak ke Villanya yang dipantai.Jadi mungkin mereka berada disana."


Beranjak berdiri dan mendapatkan informasi alamat Villa tersebut,Romero pun bergegas pergi dan mengucapkan terima kasih kepada bapak yang telah menolongnya.Sungguh hatinya sangat sakit dsn tercabik-cabik saat itu juga.Dengan wajah bingung serta tak bisa berbuat apa-apa lagi,apa benar sama yang dikatakan oleh bapak tadi.


Mengambil helem dan segera menghidupkan mesin motornya dia mencoba mencari keberadaan pacarnya yang telah dibutakan oleh seorang pria kaya itu.Kenapa dia tidak bisa menolak dengan tegas ajakan bosnya,padahal gua tahu kalau dia itu orangny tidak ada akan seperti ini bila dijanjikan sesuatu kepadanya.


"Apa itu?janji,janji seperti apa yang diinginkan sama Hanas?"Pikirannya seakan tak bisa dikendalikan lagi,perlahan dia menyusun strategi untuk bertemu dengan seseorang diVilla tersebut.


Ternyata tak jauh juga dari hotel yang tadi,memang sangat mewah Villa tersebut sampai-sampai dijaga ketat oleh security.Saat ia terhenti dan datang seorang security menghentikannya.Ia melepaskan helem dan berkata.


"Apa temannya saya tadi datang kesini ya?"Tanya Romero dengan wajah tenang.


"Siapa mas?"Tanya lagi.


"Eemmm,namanya Hanastasya.Tadi kesini sama temannya."Jawabnya sambil menjelaskan.


"Oooo cewek itu ya!ada didalam mau masuk mas,saya kabari dulu bos Johan."Sambil bersiap untuk menghubunginya.


Tak lama kemudian datang seorang delivery order tengah membawakan sebuah paket untuk Tuan Johan.Rasanya ada ide muncul dalam fikirannya untuk membantunya,sekalian tahu seperti apa didalam kegiatan mereka.


"Permisi pak,paket atas nama bapak Johan Aditya.Benar alamatnya disini?"Tanya seorang supir membawakan paket untuknya.


"Iya benar mas!"Jawabnya yakin.


"Ini segera minta diantar soalnya buat seseorang pak!"Jawabnya yakin.


Senyum ide keluar,Romero pun menawarkan diri untuk mengantarnya.


"Gimana kalau saya yang antar aja.Sekalian ketemu sama teman saya."Tiba-tiba tawaran itu membuat senang seorang delivery untuk segera memberikan kepadanya.


"Boleh pak,katanya segera digunakan barangnya!"Jawabnya yakin.


Menoleh kearah security dia pun segera ijin untuk memberikan paket tersebut.Mau gimana lagi,untuk temannya ya dipersilahkan masuk untuk memberikan paket tersebut.Langkahnya pun semangat untuk melihat apakah benar dia berada didalam dengannya.Agak berat dan cukup membuat hatinya kembali siap untuk melihat apa yang terjadi dalam pandangan matanya adalah sebuah ilusi yang sama sekali tidak bisa menyentuh hatinya saat ini.


Antara benar atau tidak dia akan membuat sebuah kejutan dan akan ia lihat seperti apa kejutan itu dihadapan seorang kekasihnya.

__ADS_1


__ADS_2