
Setelah rasa malu itu tertuang jelas dalam sikap Vani dalam mendalami kisah yang dialami oleh Adrian.Saat ini ia mencoba untuk netral dan jelas ingin membuat misi penting dalam hubungan baik ini menjadi sebuah referensi yang akan didapatkan oleh keduanya.Ternyata setelah beberapa obrolan hangat itu adalah untuk mengajaknya kerumah sebagai tamu special untuk menyambut seseorang nantinya.
"Kamu tahu kan sekarang aku lebih dekat sama seorang anak SMA namanya Cinta!"
Respon cepat pun dijawab oleh Vani dengan wajah kaget ala-ala dia."Waoooow,pendekatan yang ga maksimal deh bang."
"Gimananya ga maksimal?"Tanya Adrian bingung.
"Masak ya deket sama anak SMA seeh bang.Kan ada juga yang berpeluang bagus buat abang."Jawab Vani memikirkan jawabannya.
"Siapa?"
"Ya itu sahabatnya abang yang dikhianati sama suaminya dan kekasihnya abang sama suami sahabat abang.Kan hasilnya seri!"
"Mulutmu,,,,indah banget kalau berbincang.Aku malah lebih sreg sama kamu Van.Udah seksi nakal dan ggemesin tahu!"Bisiknya bikin Vani kaget dan batuk-batuk ga karuan.
"Uhukkk,,,uhukkk,,uhukkkk."
Segera dia mengambilkan minuman untuk Vani dan berujar makin gila"Sabar-sabar jangan mati duluan,,,aku ada rasa sama kamu lho!"Makin bikin Vani kelabakan lagi,,,ga tanggung-tanggung sampai ia ga bisa bicara lagi hanya bahasa tangan yang mengatakan hal tersebut.
"Kenapa kamu cinta sama aku?"Sambil memberikan kode hati kepadanya.
Kesaaaal banget sampai kejang-kejang akhirnya Vani berkata.Kenapa aku harus berada dalam situasi yang begitu kelam baruuu aja bilang sama pacarku agar ga bersikap seperti ini,malahan aku berada dalam zona ga nyaman tapi mau gimana ini antara nyaman atau maksa aja.
"Bang,,,jangan deh bikin aku seperti ini.Takutnya beneran terjadi kan aku ga enak juga sama bang Andra kirain nyari poin lagi."Kesal lagi akhirnya.
"Engga gua becanda.Ga mungkin dong aku permainin kamu.Kalau kamu mau kita bisa kok,heheheheh!"
Sambir bergemerutuk giginya gemas dan berkata
"Abaaang jangan gitu dong,,ntar kalau aku jatuh hati gimana?"
"Sama siapa?"
"Sama siapa lagiiiiiiiiiii!"
"Ooooh sama aku ya.Syukur deh kalau kamu bersikap seperti itu.Aku jadi lega,hahahahaha!"Sambil meneguk minumannya.
"Trus kalau kekasihnya abang kemana sekarang?"Tanya Vani bingung,kok juga malah santai gitu ya bang Adrian.
Dia pun berdehem merasakan hampir tersedak
"Eehhhhemmm."Menaruh minumannya lalu menjawabnya."Rasanya aku tahu,tapi biarlah nanti akan menjadi persoalan belakangan.Juga sekarang aku lebih fokus pada dua wanita satu perempuan."
"Siapa aja itu?banyak banget!"Mengernyitkan kening.
"Yang pertama jelas Luna,dia butuh banget namanya suport dan kebersamaan yang mungkin bisa aku tinggalkan.Aku sangat takut kalau dia bisa kesepian dan berbuat nekad,kamu tahu kan kalau nekadnya wanita seperti apa!"
"Iya juga ya,apalagi mereka kan sudah menikah dan jelasnya ini masa-masa menikmati romantisme bukannya malah berantakan seperti itu."Lanjut Vani kembali berfikir lagi.
"Lalu yang kedua itu kamu!"
Lagi kalimat itu membuat Vani yang sok santai meneguk minuman malahan mendapatkan petaka sembari batuk-batuk ga jelas.Itu sangat membuatnya hampir pingsan saja.
"Haaaahhhh,,,,uhuuukkk,,,uhuuukkk,,,uuhhhuuuukkkk."
Adrian segera bangun dan membantu melegakan Vani yang beneran saat ini membuat dirinya begitu tersiksa,lalu ia mengambil air mineral seraya memberikan kepadanya."Ini minum,,,kamu butuh yang natural ini!"Sambil memberikan sebotol mineral water untuknya.
Sembari mengambil,segera ia meneguk hingga lega dan terasa matanya berair akibat batuk dan kejutan yang diberikan oleh Adrian sungguh menyayat hatinya sampai ga bisa ngapa-ngapain.
"Baaaang,,,jangan ngigau deh.Aku jangan dijadikan alat untuk segala bentuk keinginan abang.Kalau abang pengen bantuanku cukup sebagai mata-mata bukan lagi selingkuhan abang ya.Aku ga mau hubunganku sama dia juga berantakan!"Vani berujar dan berharap itu tidak terjadi.
"Tapi kamu belum tahu kan siapa yang ketiga?"Sembari melirik tajam kearahnya dengan sok imutnya.
"Siapa lagi?"Makin kesel aja.
"Cinta,,,perempuan yang ditinggal tiba-tiba oleh tantenya keluar negri dengan alasan sebuah pekerjaan.Saat ini aku bersikap seperti kakak terbaiknya dan akan menjaganya sebelum mendapatkan sebuah keputusan dari tantenya!"
Sambil menatap Vani,menompangkan tangan dan memainkan kedua alisnya kembali menatap dirinya.Makin detik pandangan itu beralih pada senyuman memikat sampai wanita tersebut salah tingkah dan itu tersirat sebuah keinginan untuk mengenalnya lebih baik.
"Bang,,,kenapa menatapku seperti itu?apa ada yang aneh sama diriku!"
Beranjak mendekati,jarinya menyentuh bibirnya dimana blepotan dan kembali perhatian itu menyentuh hatinya Vani.Ia hanya menatap dengan bola matanya turun menuju jarinya secara baik-baik.
"Ini ada yang aneh dibibirmu.Pasti kamu ga sadar,sedikitpun itu telah membuat hatimu semakin gusar kan?"
"Apa sudah selesai kita ngobrolnya bang?"
"Belum,,banyak hal yang ingin aku tanyakan sama kamu sampai kamu mau menjadi pacar pura-pura ku dan bisa membuat Cinta nyaman kalau aku punya pacar,jadi dia ga berharap lebih gitu."Jawabnya yakin.
"Maksudnya gimana seeh?aku jadi pacar pura-puranya abang Adrian,trus seolah-solah aku cinta sama abang dan itu natural dihadapan Cinta lalu dia menganggap tidak apa-apa kalau aku cinta sama abang gitu?"
Menyertikkan jarinya"Yupz itu benar,aku sangat berharap seperti itu.Ya kali-kali kamu berubah fikiran dan menyakini itu dengan pasti dan menganggapku sebagai cinta terbaikmu,gimana?"
Seraya menolak tetapi tawaran itu membuatnya semakin bingung juga."Engga-engga aku ga mau terjebak dalam situasi ini tanpa harus ada kesepakatan dengan kekasihku bang.Nanti kalau dia tahu dikiranya aku selingkuh dan ga bisa berkomitmen tentang hubungan ini bang.Abang tahu kan,aku tuh serius sama kekasihku.Ga ada yang lain."
Tiba-tiba Adrian memancing dan menompangkan tangan menatapnya kembali dengan pesona senyum itu"Kalau ada?kenapa engga!"
"Baaang,,,tapi aku!"Terhenti oleh serangan Adrian.
"Eiiitssss,,,ini perintah.Dan aku ingin memberikan sesuatu yang terbaik untuk kamu dan kita bisa menjalaninya dengan baik-baik sebagai team baru.Itu pilihan pertama!"
"Yang kedua?" Meminta obsi pilihan kedua.
"Yang kedua adalah kamu berbicara baik-baik sama kekasihmu itu apalah.Yang penting dia setuju.Bayarannya bagus lho buat kamu!"Beranjak mendekati dan duduk disampingnya.
Heran dan bertanya kembali"Kenapa abang tiba-tiba pindah dan duduk disampingku?apa maksudnya?"
"Kamu mau bayaran lebih ga untuk misi ini?yaaa sampai tantenya Cinta pulang dan menganggapku sebagai orang baik dan dia setuju aku menjaga dia dan kamu akan aku cerai secara baik-baik,ide bagus kan?"
"Diceraaaai.Emang aku nikah sama abang,,kan cuman sekedar pacar boongan.Gimana seeh?"Mulai bikin kesal lagi.
"Setidaknya gitu.Kalau kamu beneran menaruh hati sama aku.Aku terima,,karena kamu tuh menarik,,,cantik,,,dan ggemesin!"Sambil nyubit dagunya.
Astaga cobaan macam apalagi ini,,aku sama sekali tidak berharap dalam posisi seperti ini malahan beneran disuguhkan sebuah realita drama yang aku rasa ga bisa jalanin tapi dipaksa.Itu sama sekali tidak baik untukku,aku menolak ga bisa.Opsi terakhir adalah aku bersama kekasihku untuk berunding masalah ini.Apa dia mau atau menolaknya.
"sepertinya berat bang,aku kayaknya mundur deh sebelum misi ini jalan!"
"Mundur,,,belum mulai udah mundur.Aku mau kamu bicara ya sama pacarmu sekarang.Karena nanti aku mau mengajak kamu kerumahku dan kita kenalan sama Cinta.Supaya dia ga salah fokus dan takutnya ada hatinya yang berharap ketika aku selalu didekatnya."
"Tapi kalau dia memang menyukai abang gimana,aku ga suka abang karena aku udah punya kekasih lho!"
"Itu masalahnya,kalau kalian berdua suka sama aku aku terima!"Menggodanya.
Plaaaaakkkkk,,sebuah tamparan itu mengarah kekeningnya,,,rasanya ga terima dengan pilihan yang sangat membuatnya bingung.Adrian pun hampir terpental akibat ulahnya yang mengagetkannya.
"Aduuuuh,,,,ngapain nampol keningku seeh Vaaan.Sakit tahu!"Lagi dia malahan bikin monyong pipi Vani.
"Aku ga mau bang,,,berat!"Jawabnya masing moyong bibirnya belum dilepasin sama Adrian.
Melepaskan dekapannya dan meminta sebuah kepastian yang akan memberikan jawaban penting untuknya."Ayolah mau ya."
"Tapi bang,aku,,,,,"Lagi kelakuan Adrian membuat jarinya menyentuh bibir Vani membuatnya makin kesal dan menjawabnya dengan terpaksa.
"Mau ya!"Meminta sebuah harapan untuknya.
"Kamu telpon kekasihmu itu dan bilang kalau kamu menerima permintaan dari teman baikmu Adrian,,kamu bilang yang baik-baik aja.Jangan bilang yang aneh-aneh biar nanti aku kalau ketemu sama kekasihmu aku ga duel gitu,heheheh !"Mengarah kepadanya.
"Buruan dong,,,sebelum kehabisan!"Pintanya memohon.
__ADS_1
"Emang barang diskonan ampe kehabis,,,an?iiiih sebel deh kalau kayak gini."Bingung nyari ponselnya.
Kelihatannya panik juga ngeliat Vani lupa naruh ponselnya dimana,,,langsung aja respek ngambil ponsel disebrang meja duduknya lalu memberikan kepadanya.
"Neeeh biar ga pusing nyari dimana ponselmu,aku pinjemin!"Sambil ngasih kepadanya.
"Ga usah repot-repot bang,,aku cari dulu."
Sambil menyentuh tangan Vani,Adrian mulai menunjukkan sikap manisnya sok perhatian.
"Udah ga pa-pa,,nanti lama lho.Trus misi kita ga selesai-selesai kan bahaya!"Ujarnya masih menatap bahkan tatapan itu makin membuat dirinya semakin berat.
"Tapi gimana nanti malahan salah paham dikira aku ngapa-ngapain aja sama yang punya ponselnya ini!"
"Mau ngomong sekarang atau besok?"Tanya Adrian memancingnya.
"Iya-iya bang.Sekarang aku telpon dia!"Memencet nomor kekasihnya.
Tapi malahan apa yang dilakukan oleh Vani masih mendapat perhatian khusus dari pria yang nyata-nyatanya memberikan perhatian sebelum misi itu dimulai oleh keduanya.
Banyak obrolan hangat pun mulai dibuat oleh Vani dan kekasihnya dalam menjelaskan apapun yang akan terjadi selama dia menjadi bagian dari Adrian atau bisa dibilang kekasih boongan dan hasilnya memang cukup memuaskan.Sambil menatap minuman cappuccino miliknya dia menunggu kepastian yang dilakukan oleh Vani hingga senyum manis pun tertuang ketika kembali menatap dan mulai menjelaskan kepada Adrian.
"Huuuuuh,,,berat banget seeh ngomong gitu aja sama dia!"Sambil menghela nafas ia membatin kalimat yang menembus fikiriannya.
Seketika Adrian pun bertanya soal hasil pembicaraan dimana menurutnya rahasia menjadi lebih menarik untuk dibahas oleh keduanya.
"Gimana kekasihmu setuju ga atau malah makin protek sama kamu?"Sembari menyentuh pipinya.
Tuuuh kan,,,belum dikasih jawaban aja udah kayak gini,gimana kalau aku bilang dikasih.Walau memang akunya berat tapi ini akan bagus untuk sebuah misi demi misi yang membuatku kuat atau malah runtuh untuk kedepannya.
Ia mengangguk dan senyum hangat kepadanya.
"Yeeesss,,,makasih ya!"Tiba-tiba dia memeluk hangat erat dan tak bisa lagi ditolak oleh Vani bahwa ini hanyalah boongan dan ga akan lebih dari hanya menyakinkan bahwa semuanya dalam rencana baik untuk mendapatkan perhatian masing-masing.
"Baaaang,,jangan peluk-peluk kayak gini.Ga enak kalau dilihat orang-orang bisa salah sangka jadinya!"Kata Vani cemas.
"Ga pa-pa,ini tanda pertama kalau aku bisa mendapatkanmu dengan rencana yang akan aku susun dengan baik!"Melepaskan pelukannya.
Kebaikan itu memang menjajikan setiap perjuangan Adrian untuk bisa mengenal siapa tiga wanita yang tengah ia dapatkan dengan kasih sayang yang berbeda.Seperti Vani yang harus tinggal dirumah Adrian dengan sikap yang aneh bahkan membuatnya bingung.Sedangkan Luna butuh sekali sebuah suport untuk kedekatan dalam hati.Dan Cinta memang ingin tinggal dirumah dan ditemani oleh Adrian sendiri disitulah kebingungan dirasakan olehnya.
"Kamu pulang jam berapa?"Tanya Adrian memastikan.
"Jam dua siang.,,kenapa bang?"
"Tinggal beberapa waktu kita pulang bareng ya.Kosanmu dideket sini kan!"
Sambil mengangguk,ada rasa heran dalam lubuk hatinya.Kenapa neeh nanyain kosanku deket dari sini?
"Kenapa bang,tumben nanya kosan?"
"Lupa atau berlagak lupa?"Tanya lagi.
"Maksudnya apa seeh?ga ngerti lho aku!"
Haduuuuh,,,udah cepet sekali hilang ingatannya sampai dia menundukkan kepala seraya menyentuh mendekap,dan kembali mendongak kearahnya Seraya menjawabnya.
"Kan kita memulai hidup baru dirumahku.Lupaaaa!"Sambil mendekap rambutnya.
Lagi bikin baper deh,,,kenapa dia berusaha memberikan perhatian yang lebih.Bahkan melebihi kekasihku sendiri seeh.Apa yang terjadi padaku saat ini apa mungkim cuma mimpi ya.Coba ah sama bang Adrian,ga tanggung-tanggung Vani menyubit pinggangnya kekasih boongannya.
"Aduuuuuh,,,sakit sayang!"Kesakitan sambil menggosok-gosokkan kearah korban kekerasan kebersamaan.
"Eeeehhh,,,kok sayang seeh bang.Aku kira mimpi ternyata enggak."Kaget bukan kepalang,apa yang diucapkan oleh Adrian sudah menjadi resikonya nantinya.
"Dasar kamu ya,jahilnya asyik banget!"Masih kesakitan,malahan sakitnya sungguh lucu membuat Vani menahan tawanya.
"Mau gimana lagi.Siapa yang buat rencana membingungkan gini,abang kan?"
Heran,mikir lalu menoleh kembali mempertanyakan tentang rencana awal."Emangnya ada rencana awal ya?"Bingung deh sambil garuk-garuk kepala.
"Adaaa,kamu aja yang lupa!"Lagi sambil nyolek hidung Vani,,ini memang cari-cari kesempatan atau gimana seeh.Makin kesini makin ganjen aja abang.
"Bang kok pake acara mesrah-mesrahan seeh,kan aku ga mau ntar jadi berubah pendirian gimana?"
"Why not,,,aku suka itu."Lagi nyubit hidungnya.
"Baaaang,jangan gitu dong!"
"Udah kamu balik kerja,,aku telpon Cinta dulu mau jemput dia.Dan membawanya pulang trus kita ketemu.Kamu bisa masak kan?"
Haaaahhh,masak?gueee!"
"Aku masak?????"Sambil menunjuk kemukanya.
"Iya,kamu bisa masak kan?"
Pasrah deh apa maunya dia aku lakuin deh ga perduli apapun itu yang penting dia bisa menyelesaikan masalahnya dan aku juga bisa tenang sama misi anehnya itu.Ya tuhan mimpi apa semalam,,,belum menjadi istrinya saja aku harus masak,gimana kalau jadi istrinya mau gimana lagi dunia ini mengujiku.
"Gimana?bisa kan!"
Pasrah,wajahnya sungguh ga mengenakkan seraya menangis ia menjawabnya penuh anggukan.Sangat tidak bisa dijalankan oleh akal sehat kalau semuanya akan bermulai dalam masalah ini,setelah beberapa persetujuan dilakukan oleh keduanya Vani pun pergi kembali kerja sedangkan Adrian pun mulai menghubungi Cinta yang mana belum juga ada jawaban yang diberikan olehnya.
"Heran,,,kenapa aku berada dalam situasi seperti ini ya,menjaga Cinta,berbagi kasih dengan Luna dan sekarang mencoba menjalani hubungam boongan sama Vani.Memang hidupku penuh warna."Tersenyum geli.
Melihat jam tangan,apa sekarang Cinta segera pulang.Apa aku ngirim pesan dulu ya,kalau belum bales kan aku tahu dimana dia bisa membalasnya!"Meraih ponselnya, segera mengetik pesan untuknya.
"Siang Cinta,,,gimana udah keluar sekolah belum.Kalau udah kabarin ya.Kan kakak janji ngajak kerumah dan akan kakak kenalin sama seseorang ya!"Pesan ia kirim dengan senyum manis kembali.
Suara ponselnya tengah berbunyi,,sedikit bergetar tapi ga terasa juga seeh karena Cibta menaruhnya ditas.Tahu kalau gurunya juga killer siapapun yang membunyikan ponsel akan berhadapan dengan sitaan yang berakibat perseteruan dengan orang yang dia sayangi.
Masih berfikir panjang soal jawaban yang belum pasti untuk diungkapkan,Adrian mencoba menghubungi Luna disaat ia tengah membaik dan berada dalam kebaikan ketika ia membaca buku romance dimana berbanding terbalik dengan
dirinya tanpa ada alur cerita yang baik.
"Kemana ya Luna?apa dia tengah baik-baik saja!"Masih kembali menghubunginya lagi,,atau dia tengah sibuk ya.
Tak lama setelah ia membuka beberapa halaman buku dan mendapati sebuah adegan romance,,,malahan mendapati ponselnya tengah berbunyi segera ia mengangkatnya.
"Adrian,tumben ada apa ya?"Mengangkat ponsel serta menjawabnya."Halllooo Adrian ada apa?"
"Kamu lagi sibuk?"Tanya Adrian sembari meneguk minumannya tinggal setengah.
"Engga,cuman lagi baca buku aja.Mencoba menghilangkan penat,tapi malahan aku dapat adegan yang pernah aku lakuin sama mas Reyhan.Sedih deh!"
Tersenyum seraya menjawabnya."Sayang banget ya,,sekarang kamu malahan sendirian.Apa butuh seorang teman mungkin?"
"Hahahahah,kayaknya belum deh.Kamu urus aja adikmu dulu dan pastinya kalau udah selesai baru aku,hahahahaha!"Kembali menuangkan tawa riangnya.
"Ga mungkin juga aku ngurus dia lama-lama.Pasti ada waktu untuk orang lain,sama kamu juga bisa lho hehehehehe!"
"Udah jangan banyak berharap,ketika kamu berharap apa mungkin kekasihmu tahu kamu tengah sedih,engga kan?"
Deg kalimat itu memang tengah menggangguku,sama sekali aku ga menyangka bila kalimat itu bisa dibuat oleh sendiri dengan isi hatinya paling dalam.Semua itu memang benar bahwa dia belum mengetahui yang sebenarnya kalau Kekasihku sama sekali tidak mencintaiku malahan memilih bersama suami temanku.Sungguh memang kalau harus difikirkan adalah aku berat harus berada dimana saaat ini.Menjadi bagian penting Luna atau menjadi kakak yang perhatian seperti yang aku lakukan sama Cinta,sedemikian rumitmya sampai harus banyak berfikir lebih realistis dan dinamis.
"Huuuuh,,,kamu beneran membuatku mati kutu.Sampai ga bisa harus bilang apa soal ini!"
"Sekarang saja kamu masih bingung kan antara siapa yang kamu pertanggung jawabkan saat ini,karena aku dan dia sama-sama penting,yaaa kan!"Sambil tertawa renyah.
"Iya,,kenapa aku memilih kalian berdua karena ada satu hal yang membuatku tenang bila bertemu denganmu,lalu bisa menjaga dia!"
__ADS_1
"Trus untuk apa kamu menutupi kisahmu sendiri dan ga mau mengungkapkan yang sebenarnya.Kita ini sama-sama tersakiti Adrian,sebenarnya aku tahu.Tapi kamu tidak mau mengatakan itu kan,,,lambaaat!"Ujarnya yakin.
"Kamu udah tahu masalah itu?"Heran sembari mengernyitkan kening.
"Yaaaah mau gimana lagi Ryan.Itu jalan memang ga selamanya lurus,kalaupun lurus aku pasti akan berlari kencang mengejarmu.Tapi waktu itu Reyhan memang menggoda,,hahahahahaha!"Tawanya kembali teruang.
"Tapi akhirnya aku harus tahu sebenarnya siapa yang harus aku dapatkan dalam sebuah hubungan saat ini!"Lanjut Luna.
"Apa itu?"Kembali bertanya.
"Sahabat yang baik,yang bisa melupakan apakah itu pengkhianatan dan kamu bisa melewatinya dengan baik tanpa memberitahukan itu sama aku.Aku kayak orang bodoh tanpa tujuan dan hanya menangis tanpa sebab dan selalu rapuh.Kenapa juga kamu membuatku tenang disaat seperti ini karena semuanya dalam proses yang rumit!"
"Aku harus gimana dong jadinya kalau begitu,,petuahmu seperti lembaran buku yang tengah kamu resapi dan akhirnya dapat juga.Kayaknya kita butuh dinner deh buat mengatakan itu semua!"
Sembari tertawa malu ia menjawab pasti.
"Iya kapan itu terjadi,,,aku tunggu lho ya!"
Sambil mengangguk seraya geli juga,,,kayaknya ga pernah deh terungkap seperti apa hati ketemu hati disaat dinner.Aneh tapi nyata.
Sesaat langkah Vani menjadi rasa heran penuh dari wajah Andra yang melihat perubahan aneh mendekatinya dengan pelan dan misteri sangat membuatkan banyak pertanyaan darinya.
"Van,,,eluuu kenapa?dipecat sama bang Adrian?"Sambil menatap seraya menompangkan kedua tangan dipinggulnya."Gua ngomong sama abang.Ngapain juga elu dipecat!"Ga terima dan beranjak keluar dari area barista ingin melabrak pemilik kedainya.
Wajah kaget dan heran membuat Vani segera menahan tak terkira saat menghentikan langkahnya menarik tangannya."Bang,,,jangan."
Menoleh heran dan protes pula"Kenapa?emangnya kamu pasrah gitu aja dipecat sama dia!"
"Bukan,,,aku mau ngomong sama Abang,tapi sini dulu!"Tariknya kebelakang dan memastikan itu bukan sebuah malapetaka.Tapi mengejutkan buat Andra.
Dibelakang pun,masih saja Vani mondar-mandir kebingungan,bener ga ya nanti kalau aku bilang sama bang Andra atau salah besar.
"Aku ga dipecat sama bang Andra,,,tapi!"Sedih dan bingung menggigit bibirnya menutup mulutnya.
"Apaaan seeh,,ngomong dong.Penasaran gua!"Sambil menatapa serta mendekap kedua bahunya.
"Aku diminta jadi kekasih boongan bang,,dan bersikap layaknya kita tengah menjalani ini seperti baru jadian."
Melotot dan ga percaya sama apa yang diutarakan oleh Vani,sungguh itu sangat membuatku tak tahu apa-apa.Apakah harus ketawa atau menahan tawa gelinya sampai lepas begitu saja.
"Hahahahahaha,,,lucu-lucu gua suka gayamu!"Ga percaya terus ketawa geli mendengarnya.
"Bang kok malah ketawa lagi.Gimana menurut abang?aku takut kalau terjadis sesuatu nantinya malahan serius.Aku tuh masih cinta sama kekasihku!"Bingung harus gimana.
Kembali mendekap bahu Vani dan menyakinkan kalau itu baik untuk kehidupannya.Sangat mendukung sekali sikap Adrian yang memang bagus untuk keserasian mereka berdua.
"Kamu harus ingat,,,lambat laun kamu akan serasi dengan bang Adrian kalau kamu bisa membuat suasana seperti menghanyutkan bahkan kamu bisa melupakan siapa itu pacarmu!"Kembali menyakinkan.
"Baaang,,,kok malah gitu seeh.Aku masih cinta sama dia.Ga mau sama yang lain!"
Mencibirkan bibirnya,bersedekap dia menjawab.
"Itu awal saja kamu bilang gitu,tapi nanti juga keterusan dan nyaman.Gimana dong.Kita taruhan,kalau kamu masih kuat sama pacarmu sampai akhir cerita yang dibuat sama bang Andrian.Gua kasih jam tangan keluaran terbaru."Sentuhan kemenangan akan dibuat oleh Andra.
"Baaaang,kok tega banget sama aku.Harus membuat taruhan model gituan!"Kaget pula yang dirasakan oleh Vani.
"Udahlah,,kamu tuh harus kuat,harus bisa dan manis dihadapan siapapun termasuk bang Adrian.Luar biasa itu adalah moment baik buatmu!aku percaya sama kamu.Mau minum lagi biar kamu ga shock terus-terusan,hehehehe."Mengambil air mineral digelas penuh dan memberikan pada Vani.
"Minum biar seger,,dan bisa menghadapi dunia dengan manis!"Sambil mengelap ujung bibirnya,ia ketawa geli.
Tapi malahan saat kejadian manis terlihat oleh Adrian,,,tatapannya sungguh membuat Vani gelagapan dan tak tahu harus gimana antara kaget atau gimana gitu"Kalian,,,kenapa selingkuh didepanku.Manis lagi!"Bentak Adrian kesal.
"Haaaaah,,,maaaf bang.Aku ga bisa nolak kalau dibenerin sama bang Andra."
Ia mendekati sampai meja bar dan berkata aneh-aneh.
"Andra elu juga ya.Tega sekali,,,dia itu pacar gua sekarang.Kaliaaan tuuuhhh,,,,aaaahhh.Gua pergi dulu.Ntar dramanya kita buat lagi!"Pergi entah kemana hampir aja semua salfok sama sikap Adrian yang sangat mengejutkan keduanya hingga harus berbuat apa.
"Lhooooo,beneran ga tuh.Bang Adrian marah beneran atau gimana ya!"Masih berfikir serius menentukan benar atau engganya.
Tapi lain halnya sama Vani,malahan ia baper bahkan sampai menitikan air mata.Takut dengan kerja proffesionalnya putus seketika sambil mendekap tangan Andra memastikan apakah itu benar atau salah saja.
"Bang,,,beneran itu tadi bang Adrian marah sama aku?"
Bingung juga seeh,,tapi apa salahnya kalau membuat dia semakin bersalah dan sedih.Gua kerjain baru tahu rasa neeh anak,hahahahahaha.
"Ga tahu deh,,gua ga mau ikut-ikutan.Kalau sekarang dia marah aku mau tanggung jawab lho ya!"
Hatinya dag dig dug bedebar ga karuan,hati yang bimbang pun berubah menjadi kalut yang semakin membuatnya semakin sedih dan tak bisa lagi dia berbuat banyak dalam sikap saat ini.
"Baaaang,,tolooongin.Aku ga bisa kalau digiin sama bang Adrian.Aku ga mau!"
"Salah luuu sendiri ngambil proyek ga nanya-nanya lagi sama gua.Ya gini jadinya!"
"Ooohhhh,,,jadi gini abang ya.Ya udah aku ga tahu lagi deh!"Nangis dan pergi dari hadapan Andra yang sukses dibuat hancur seketika.
Sekejab dia menarik tangan Vani yang beranjak pergi kemana gitu.Segera ia tahan dan ketawa lepas,hal itu membuat Vani menoleh dan mengernyitkan kening.Apaan seeh abang ini kok aneh banget.
"Kenapa bang,,ada yang aneh sama sikapku?"
Mengangguk dengan gaya komedian ketawa lepas melihat korbannya kena prank darinya.
"Kamu ga pa-pa kan?aku becanda tadi hahahahahaha!"
"Maksudnya?"Bingung kembali menatapnya.
"Dia becanda doang,,dia cuman drama aja.Mana bener kayak gitu.Santai aja kali heheheh!"
"Beneran bang?"Kembali memastikan.
Lagi dia mengangguk dengan tawa lepasnya,,,dan merentangkan tangan,,,"Aaaaaaa,,,,,jahaaaat!"Langsung memeluknya juga mukul-mukul bahunya kenapa bisa ngeprank gitu seeh?.
"Hahahahaha,,,kena banget kamu ya.Sabar deh okey!"Sambil mendekap kepala Vani.
Melihat jam dinding sudah menunjukkan waktu untuk segera pulang,,,tapi ia terhenti sejenak untuk kembali berfikir"Lho kalau aku kesana,,,apa ada kuncinya ya?"Sambil menatap agak dekat Andra,sampai dirinya agak mundur hampir mengenai tembok.
"Heeeeiiii ,,,jangan deket-deket.Ini bibir kalau ga khilaf kamu aku sosor lho!"Sambil menunjuk hidungnya.
"Iiiih,,,nafsuan juga ya abang.Bete deh,aku pulang dulu dehhh daaaa!"Sambil melambaikan tangan dan absen,hilang dari pandangan Andra.
Sambil bersedekap ia mendongak keatas dan berfikir dengan jelas,sembari memainkan kepalanya melihat keadaan Vani yang semakin gila akan misinya.
"semoga ia sukses,,tapi kalau beneran jatuh cinta aku ga bisa berbuat apa-apa deh.Memang kalau hidupnya mereka bagai drama kolosal tapi ga musikal.Ujung-ujungnya patah hati,gimana kehidupan mereka ya Antara Adrian sama Vani."Mengernyitkan kening dan menyentuh dagunya.
Udahlah itu kan resiko udah dibuat dan ditanggungkan sama Adrian,,dia kan cerdas dan berisiko.Nanti juga tahu sendiri seperti apa dia seperti apa Vani dan seperti apa aku.
"Bang,,,orderan!"Panggil Aga melambaikan tangan.
Segera mendongak dan bergegas untuk masuk kedalam bar kembali."Banyak ga?"tanya lagi dengan nada santai.
Sambil nunjukin struk yang dijajar sama Aga,ia senyum-senyum kecut melihatnya""Haaaaahh???????beneran!"Kaget bukan kepalang.
"Cappucino cup 5,esspresso 2,latte mug 4."Langsung aja pegang kening.
"Gileee loe Ga."Sembari kesal lihat dia.
"Bodooooo,,,!"Sambil ketawa lepas.
Memang ya kalau Aga udah ngerjain gue,,kayaknya hampir runtuh aja dunia ini.Dunia persilatan dan akhirnya berjuang pasti dia dengan ilmu maratonnya.Masih juga dia menunggu sambil menompangkan tangan seraya bertanya.
__ADS_1
"Banyak bang?"
Tiba-tiba wajah konyolnya keluar sampai ngakak ga karuan.Juga datang lagi sang barista selanjutnya sampai dia cukup lega bisa berbagi tugas.Semakin siang mulai rame kedai kopi miliknya dengan intensitas lebih.