
Bahkan setelah sarapan pagi keduanya masih bisa bercanda dibalkon bersama dengan segelas kopi dimana rutinitas dirinya adalah menikmati pagi disaat hatinya tengah tenang dan bahagia.Apalagi sosok Tasya telah membuatnya kembali hidup dan berwarna yang berbeda.Entah ada kalimat apa yang akan menyejukkan hubungan ini atau sebuah pertemuan ini adalah awal baginya mengenal kembali sosok wanita yang sangat ia cintai walau telah menjadi milik orang lain.
"Kamu masih tetep minum kopi dibalkon ini ya?"Logat suaranya telah berbeda,seakan dia menjadi wanita berkelas berkat bersama Johan.
"Ya seperti yang kamu lihat,banyak sekali harapan yang aku simpan dibalkon ini untuk satu orang terbaikku.Entah itu siapa!"Tersenyum memandangnya dengan hangat.
Merunduk malu,kembali menatap penuh senyuman."Sama sekali aku tidak ingin membuatmu terluka saat itu Rome,tapi mau gimana lagi?"Menaruh kopinya serta menyentuh tangannya.Mencium punggung tangan Romero dan mendekapkan kepipinya.Ia memejamkan mata seraya merasakan setiap nadir hidupnya ada padanya.
"Memang sebenarnya apa yang terjadi,aku lihat kamu sangat sedih apalagi ketika harus mengajakku bertemu!"
Sebuah penjelasan tengah merasuki fikiran Tasya,ia sebenarnya tidak mengerti akan berada dalam kehidupan sangat berbalik kepadanya.Sama sekali ini adalah misteri yang akan menjadi sebuah kalimat dari seorang wanita yang memilih untuk perasaan seorang lelaki.
"Sebenarnya,aku tidak mengerti dengan permintaan Johan.Selama ini dia selalu sehat dan membuatku bahagia,tapi sekarang dia terbaring dirumah pribadinya.Dimana hanya aku dan pembantunya yang bisa mengurusinya."Ujarnya mendongak menjelaskan.
Heran kenapa dengan dia?apa ada hal serius menyerang dirinya!
"Memangnya kenapa dia?"Mengernyitkan kening bingung.
"Dia koma,setelah kepemilikan hotel telah berpindah ke rivalnya.Dia sama sekali tidak mengerti dengan keadaan waktu itu,terpaksa dia harus keluar dari hotel tersebut dan menanggalkan jabatannya sebagai pemiliknya."
"Memangnya ada masalah apa dia?sampai harus melepaskan semua yang dia punya?"
"Dia ternyata ditipu oleh rivalnya Anton.Semua berjalan selama beberapa tahun sampai dia terlena oleh kebaikan yang diberikan olehnya dan melupakan apa itu sebuah tanggung jawab.Akhirnya dia terkejut ketika ruangannya telah ditempati oleh Anton,dengan bangganya dia memberitahukan bahwa tanda tangan yang diberikan oleh Johan adalah mengalihkan hotel itu kepadanya,untung saja Villa yang dia punyai tidak diketahui oleh Anton.Dan sekarang dia berada dalam kesedihan yang mendalam.Kamu bisa menolongku?"Menyentuh dengan tetesan air mata yang sedari tadi telah berkaca-kaca pun tak bisa dia simpan dan tumpah.
Tersungging heran,apa yang harus aku lakukan untuk dia.Padahal aku sangat mencintai dia tetapi dia datang dengan sebuah kesusahan yang aku rasa memang tidak mungkin bila aku tinggalkan dia dengan naif seperti ini.
"Kamu bisa kan bantu aku?"Kembali mempertegas lagi kalimatnya.
"Tolong beri aku waktu,kalau aku siap aku akan membantumu.Ini adalah masalah besar bagiku!"
"Bagiku juga Rome,!"Sahut Tasya dengan kesedihan pula.
"Tapi kamu tidak akan putus asa kan tentang Johan yang sangat mencintaimu?"Merunduk dan menyentuh tangan Tasya.
"Aku bimbang Rome!"Seketika tangisan itu pecah dan membuatnya semakin bingung.
Tanpa melupakan apapun,Romero pun memeluknya dan mencium kembali keningnya.Kenapa harus menangis lagi coba?apa yang dia tangisi.
"Kenapa kamu harus bimbang coba?kamu masih bisa melihat Johan dengan telaten dan merawatnya!"Kembali mempertanyakan.
"Aku selalu mendapatkan ancaman dari Anton.Dia menginginkanku juga.Bahkan bila aku tidak menurutinya dia akan membuat johan semakin anfal!"
"Sekejam itu ya dia?"
Kembali berfikir,sejak kepergian Tasya mwmang hidupku berada dalam titik terendah,dikecewakan dan diselingkuhi.Selama ini dia menghilang bukan karena sebuah satu alasan.Tetapi banyak alasan,suatu saat pun hatinya tengah patah dan berada dalam zona mengerikan.
"Dan kamu tahu ancaman itu adalah penyakit terburuk yang dirasakan oleh Johan.Sangat tidak baik bila ini terjadi dalam hubungan kita Rome!"
Dia beranjak berdiri dan bingung mondar-mandir membuat ide yang belum mau menghinggapi fikirannya.Tak bisa lagi bila hati ini melihat seorang wanita tengah bersedih dan meminta bantuan kepadanya.
Apa gua harus bertengkar lagi dengan Andrea dan Reyhan.Apa mungkin juga gua tega melihat dia seperti itu.Melihat kesedihannya pun gua bingung bagaimana dengan johan.
"Apa kamu mau melihat Johan?"Beranjak berdiri dan berjalan mendekatinya.Menyentuh pundaknya perlahan ia menyandarkan kepalanya dibahu Romero dan menyatakan sebuah makna untuknya.
"Apa kamu masih percaya denganku?"Mendongak dan menatapnya.
Seketika Romero kembali memeluknya,cinta yang begitu dalam masih belum bisa dirasakan oleh Tasya.Bahkan rasa nyaman itu saat pelukan hangat Romero membuatnya kembali tenang.
"Oke,aku masih ada waktu untuk melihat Johan.Tapi hanya sebentar ya."Jawabnya lagi.
Ia mengangguk masih dalam pelukan Romero. Setelah dirinya bersiap dengan keberangkatannya,Tasya pun memintanya untuk pergi bersama dengan mobilnya.Karena dia tidak ingin membuat Romero kembali berfikir telah membuat rencana yang tidak pantas untuk dia lakukan.
"Kamu yakin,Anton memang yang mengancammu dengan alih-alih ingin membuat Johan semakin drop?"Menoleh dengan wajah heran.
"iya betul,sama sekali aku tidak bohong Rome.Aku memang mencintai Johan karena satu hal.Dia mengalami kebangkrutan dan aku ingin membuatnya berada dalam kenyamanan walau dia merasakan keresahan ini.Aku sama sekali tidak tega melihat dia berada dalam ketidakmampuan yang telah melibatkan hatinya untukku."
"Sesungguhnya aku juga masih mencintaimu Tasya,tapi rasanya tidak mungkin bila aku harus mengungkapkan ini kepadamu.Akan banyak masalah nantinya akan membututi kita!"Ujarnya dalam hatinya.
Ada perasaan yang tengah membuat Tasya bingung dengan terdiamnya serta pandangan kosong Romero,seketika ia menyentuh bahunya dan menyadarkannya.
"Heiiii,kamu kenapa.Emangnya ada masalah?"Sembari mengernyitkan kening.
Tersadar lalu tersenyum kearahnya,ada yang berbeda dalam obrolan kali ini.Masih belum percaya setelah mendapatkan sebuah penjelasan mencurigakan tentang keadaan Johan selama ini.Kenapa baru kali ini dia datang dan memintaku untuk membantunya.Semoga saja Andrea tidak marah melihat aku dengan dia.
__ADS_1
Seperti yang dibayangkan oleh Andrea tentunya saat ini adalah kehadirannya sebagai shift pagi dikedai kopo SEANTERO KITA COFFEE.Turun dari motor,ia berdiri sambil berbalik kearah Reyhan yang masih sibuk memakirkan motornya diparkiran.
"Ayo Reyyy,bentar lagi opening lho!"Panggil Andrea dengan semangat.
"Iya bentar!"Jawabnya sambil melepaskan helemnya,menaruhnya dispion berjalan santai mendekati dan berjalan beriringan menuju kedai kopi.
Andrea pun mengeluarkan kunci kedai dan membuka dengan semangat,kali ini semangat membuka bersama kekasihnya.
"Aneh juga kali ini kita buka berdua ya!"Sambil menatap Andrea yang ikutan menatapnya.
"Ya gimana lagi dong,kan kami libur.Dari pada nganggur dan kelayapan yang ujung-ujungnya mencari cinta selingan.Mendingan bantuin gua part time!"Berjalan masuk kedalam.
Melihat langkah Andrea lebih cepat darinya ia mendongak kearah kanan dan berkata pula.
"Iya juga ya.Bisa buat jajan,daaan!"Mengangkat kedua alisnya."Ga perlu tahu deh dia!"Berjalan masuk kedalam dan memulai untuk membuka bar barista.
Untung saja gua tahu gimana caranya mengoperasikan mesin kopi dengan baik.Jadi ga banyak tanya sama Andrea yang nantinya malah buat dia ketawa ngakak dan nyepelein gua lagi.Bikin malu aja.
Senyum Andrea memang luar biasa saat melihat kesibukan yang dilakukan oleh Reyhan adalah kebiasaan yang dilakukan oleh Romero sahabatnya.Ada obrolan ringan pun tengah dibuatnya.
"Bisa kan Sayang?"Tanya Andrea sembari menghidupkan mesin kasier dan mesin show chase untuk membuat keadaan kembali terang.
"Ya bisalah,untung aja mata gua mata elang.Bisa aja lihat-lihat yang ga biasa jadi bisa!"Ujarnya yakin.
Kembali ia memastikan semuanya berjalan dengan baik serta persiapan opening pun dilaksanakan.
"Asal aja jangan kegenitan sama cewek lain,gua ga akan deh banyak omong lagi sama elu sayang!"Meringis geli.
"Iya iya santai aja.Elu tuh yang terbaik buat gua."Ujarnya masih sibuk dengan menata beberapa hal lain didalam.
Mendongak dan bertanya kepada Andrea.
"Trus yang didepan tuh udah beres belum?"Tanya lagi.
"Bentar ya,ini satu kerjaan lagi udah.Gua turun kok!"Meringis melakukan pembelaan.
"Okey,!"Jawab Rey melakukan kalibrasi dan pemanasan pada mesin kopi.
Salam sapa dan kemahiran Reyhan untuk kembali menuangkan segelas kopi dengan aksen yang tidak terlalu buruk dan terkadang membuat tawa lepas seorang Andrea.Ada saja canda mengintari hubungan keduanya dalam satu makna.
"Tumben baristanya ganti,lebih kece lho!"Goda salah satu pengunjung wanitanya.
"Iyalah siapa lagi Reyhan,pengganti shif pagi dari Sahabat saya Romero."Ujarnya melakukan pembayaran.
"Haaaai,mas boleh kenalan ga?"Godanya lagi.
Aduuuh,mau nolak gimana.Ga nolak mubazir lagi cewek mana yang ga mau sama gua ketika kegantengan gua tengah datang merasuki mereka,juga ada saat tidak mengenakkan buat Andrea saat banyak yang lebih mengenal Sang cowok ketimbang produk coffenya yang semakin membuatnya brilian.
Kedatangan Romero disambut hangat oleh salah satu penjaga rumah sekaligus orang kepercayaan dari Tuan Johan.Saat keduanya keluar dengan tampilan gagah seorang Romero sudah dipastikan itu adalah orang special untuk Tasya ketika menyambutnya tepat dipintu utama.
"Selamat datang Tuan!"Sapanya seraya ingin melanjutkan sebuah nama tapi sama sekali dirinya belum mengetahuinya.
"Dia Romero,sahabat lamaku!"Jawab Tasya dengan wajah yang berbeda.
"Oooo,Tuan Romero.Anda pasti sudah mengenal baik Nona Tasya ya.Silahkan masuk kedalam!"Pintanya mempersilahkan untuk masuk kedalam.
"Baik terima kasih!"Jawabnya masuk kedalam dan mengajaknya untuk kekamar dimana Johan dirawat.
Sembari berbisik pelan,sepertinya Tasya mulai menjelaskan saat dirinya mendapatkan panggilan sebagai Nona bukan lagi Nyonya.
"Kenapa kamu belum dipanggil Nyonya,harusnya itu sudah cukup lama buat kamu dekat sama Johan!"
"Itu perjalanan yang panjang.Aku belum siap untuk tersebut!"
"Oh ya?"Tanya Romero santai.
Sembari melangkah menuju kamar pribadi Johan,pria tersebut membukakan pintu dan mempersilahkan untuk menengoknya.
"Silahkan Tuan dan Nona untuk masuk kedalam!"Ujarnya sambil mempersilahkan masuk.
Keduanya saling berpandangan,perlahan masuk kedalam.Memang saat yang memgejutkan pun ada dalam sorot mata seorang Romero,dia mendapati seseorang yang pernah dilihatnya beberapa tahun yang lalu sehat walafiat malahan melihatnya dalam keadaan terbaring tak berdaya dalam beberapa infus yang menghubungkan tubuhnya pada oksigen.Denyut nadi yang masih terlihat normal dan jiwanya tengah dalam bayang-bayang tanpa arah.
Saat mendekati dengan sedih bahkan ada rasa untuk memeluknya,dia perlahan memperkenalkan sosok yang hadir dalam tatapan wajah kosong tanpa melihatnya siapa dia.
__ADS_1
"Mas,aku datang membawa sahabatku.Dia Romero ,dia yang dulu sempat membantu kurir mengirimkan paket untuk kita.Apa masih ingat?"Tanya Tasya dengan wajah sedih.
Memang tidak ada lagi sebuah tatapan wajah mengarah pada Romero,dia hanya terdiam tanpa kata dan hanya bisa mematung seperti saat ini.
Dia menoleh dan berkata."Dia mendengar tetapi tidak bisa bergerak.Masih banyak waktu buat kita untuk bisa bertahan untuk dia."
"Apa dia akan seperti ini sampai waktu yang lama Rome?"
Hanya senyum ketidakpastian datang kepadanya,lalu dia menyadari hal tersebut dengan satu hal.
"Tidak mungkin,kita tunggu ya.Banyak waktu yang akan menyembuhkan dia sebagai orang baru bangun tidur."Perlahan mendekati dan mendekapnya.
Orang kepercayaan tuan Johan hanya tersenyum dan beranjak pergi meninggalkan kesedihan yang dirasakan oleh Tasya selama ini.Hanya mereka berdua dan Johan tergeletak tak berdaya dalam setiap keraguan seorang kekasihnya.
Setelah cukup lama mengamati dan melihata bagiamana perkembangan sebenarnya Johan,memang benar dia mengalami koma yang cukup panjang saat dirinya mengalami shock terlalu berat hingga membuat otaknya lumpuh.
"Hanya satu hal,kita harus sabar dan menjadikan semua ini sebagai kekuatan dan pelajaran bahwa kita tidak akan selamanya berada dalam kebaikan dan kekuasaan.Pasti akan mengalami pasang surut dimana sekarang kalian berdua tengah diuji oleh satu masa itu!"Menoleh dan memberikan petuah indahnya.
Tersadar oleh kalimat Romero dia pun memeluk erat dan berkata penuh haru akan perjalanan cintanya dengan Johan memang tidak seperti yang dibayangkan oleh siapapun selama ini.
"Aku sangat tidak mengerti bila harus menjadi bagian hidup terkelam mas Johan.aku sama sekali tidak menyadari kenapa bisa terjadi seperti ini dan membuatku semakin hancur saat ini,Rome!"
Berjalan mendekati serta mendekap pundaknya,ada rasa kasihan yang telah tertanam dalam diri seorang pria tersebut.Dia sangat tahu apa yang menjadi kebahagiaan seorang Tasya dimana dia lebih memilih sesuatu yang nyata dibandingkan sebuah perjuangan.Tetapi dia sama sekali taka menyadari bahwa ini adalah sebuah teguran untuknya saat ia berusaha melupakan siapa yang telah berjuang bersamanya.Dengan sikap yang lain dia meinggalkan semua itu.
"Aku sangat tahu seperti apa sekarang hidupmu,kurang lengkap karena kebahagiaan itu telah pergi sementara.Dan kamu harus bisa membuatnya bahagia lagi walau hanya sementara saja!"Sambil menyentuh dagunya.
Ada perasaan lain yang tengah membuat Tasya sangat nyaman bahkan lega telah berada dalam lingkaran kebaikan seorang sahabat.Tapi tidak dengam Johan,dia hanya bisa menggerakkan matanya dan tak bisa meraih bahkan membuat hubungan mereka sirna sekejab.Dia seakan terpuruk tanpa arah dan tak tahu sampai kapan itu akan berakhir,sebuah shock berat sampai harus membuatnya jatuh begitu saja tanpa ada satupun yang menolongnya saat itu.
Kepergian keduanya pun hanya sebuah perpisahan meninggalkan kesendirian yang tak begitu jelas dalam hatinya.Dalam kesendiriannya begitu rapuh bahkan membuat dirinya hanya bisa menangis tanpa bisa mengusap air matanya.
Saat keluar dari dalam kamar Johan,Pria tersebut pun menunggu dengan sabar saat keduanya keluar dengan wajah sedih melihat keadaan ini.
"Tuan anda sudah berbicara dengan tuan Johan?"Tanya pria tersebut.
Hanya tersenyum kaku,memang cukup sulit jika harus berbicara dengan seseorang dalam keadaan seperti ini.Telah membuatnya susah untuk menjawabnya.
"Sudah,tapi sepertinya aku belum bisa bicara dengan Johan begitu banyak.Karena kita tahu tidak ada yang tahu seperti apa dia dalam hatinya!"Jawabnya lugas.
"Oooh ya,sampai aku lupa.Perkenalkan beliau adalah pak Rendy,pria yang telah menjadi kepercayaan mas Johan.Perkenalkan pak Rendy dia sahabatku,Romero!"Seraya memperkenalkan kepadanya.
Menoleh heran kearah Tasya"Oooh,ya?apa benar itu?"Kembali mengarah ke Romero dengan mengulurkan tangan.
"Benar,aku sudah lama bersahabat dengannya.Sebelum dia kerja dihotelnya Johan."
"Waooow lama juga ya.Pantas kalian akrab sekali."Pujinya menepuk pundaknya.
"Kalian memang sahabat yang saling mendukung.Aku sangat tahu bagaiamana sahabat itu ada walau kalian wanita dan pria.Aku yakin kalian bisa melewatinya!"Seraya berbisik kepada Romero.
"Jangan sia-siakan yang sudah lama.Ingat suatu saat akan kembali dengan indah!"Bisikan itu membuat Romero mematung dan heran.Kenapa perkataan Pak Rendy memang mengarah pada sebuah harapan yang mungkin akan terjadi.
Tasya hanya tersenyum kearah Pak Rendy,apa benar kalimat itu menyasar kepadaku dan Romero ya.Semoga saja tidak.
"Oooh,bisa kita bicara lebih privat dibalkon sana?"Tiba-tiba Pak Rendy mengajak Romero untuk berbicara kepadanya,membuat Tasya terkejut dengan wajah pucat mengarah kepadanya.
"Mau bicara apa pak?"Tanya Tasya bingung.
"Masalah lelaki,jadi anda tidak perlu tahu kan,hehehehe!"Ujarnya hangat.
"Boleh!"Jawab Romero ragu.
Mereka berjalan dengan santai layaknya seorang lelaki yang tengah berada dalam sikap baik-baik untuk masalah yang akan dibicarakan oleh mereka berdua.Ada rasa was-was dan takut dalam diri seorang Tasya ketika telah membawa seorang sahabat untuk menjenguk Johan tetapi harus berada dalam situasi yang berbeda.
Apa mereka akan berbicara tentanng masa laluku dengan Romero,Mungkin pak Rendy akan membuat siasat baru untuk mas Johan dengan bantuan Romero.Aku sama sekali ga habis fikir apa yang akan mereka bicarakan,sesaat pelayan Anna melewati Tasya dengan wajah heran ketika melihat keluar ada apa ya.
"Permisi Nona,ada apa kok sepertinya panik dan bingung.Nona kenapa?"
Menoleh dan terkejut dengan kehadiran pelayan tersebut lalu menjawabnya."Eeeh,engga.Itu pak Rendy ngobrol dengan sahabatku.Ngomongin apa ya?"
"Mungkin masalah yang penting Non,gimana saya bikinin minum dan saya antar kesana supaya saya tahu apa pembicaraannya."Ia memberikan ide untuknya.
"Iya boleh,makasih ya."Tersenyum kearah Anna.
"Sama-sama Non!"Jawabnya senang juga.
__ADS_1